MY HONOUR
2 Tim 1:9, “Dialah
yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan
perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,
yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan
zaman.” Melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan, DIA memanggil kita
untuk ‘melayani’ & berdampak, di marketplace kita masing-masing.
Tuhan ‘memanggil’ kita untuk suatu tugas yang mulia yaitu: Melayani DIA/melalui
sesama/melalui Kelompok Sel kita. Masihkah kita ragu bila saat ini Tuhan
memanggilmu untuk melayani DIA? Terlibatlah dalam ‘pelayanan’/ambil bagian
dalam pelayanan untuk meresponi panggilanNya, sebab Tuhan tidak mencari orang
yang mampu & sempurna, tetapi DIA mencari orang yang MAU menerima
panggilanNya J. Percayalah, kalau kita MAU melayaniNya, maka pengurapanNya yang akan
menyertai, memampukan & menyempurnakan pelayanan kita. Amin.
Respon 1
Perhatikan satu
kisah dalam Perjanjian Lama yaitu tentang Akhan. Akhan mencuri dan menyimpan
barang-barang jarahan dari bangsa lain yang dikhususkan bagi Allah, dan
menyembunyikan di bawah kemahnya. Allah sangat membenci tindakan Akhan itu,
lalu Ia menyuruh orang Israel untuk mengumpulkan dan membakar barang-barang
yang disembunyikannya serta seluruh hartanya termasuk ternak dan keluarganya,
bahkan Dia memerintahkan mereka untuk melemparinya dengan batu sampai mati.
Tuhan tidak membenci Akhan karena ia menyimpan barang-barang yang indah dan
berharga, tetapi perbuatan mencuri dan menyembu-nyi-kan barang-barang yang
sebenarnya dikhususkan bagi Tuhan itulah yang Dia benci karena hal itu
mencemarkan kekudusanNya (Yosua 7). Mungkin Akhan punya motivasi yang baik
dalam hatinya dan bermaksud hendak membagi-bagikan barang-barang itu kepada
orang-orang yang membutuhkan, atau mungkin ia akan menyumbangkannya untuk
pembangunan Bait Suci; tetapi apa pun alasannya, perbuatan Akhan itu merupakan
kekejian di mata Tuhan. Maka karena perbuatan Akhan seluruh keluarganya pun
turut menanggung akibatnya. Tuhan tidak pernah berkompromi dengan dosa, karena
Dia adalah kudus! (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 2
Maz 103:13 – Seperti
bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang
takut akan DIA! Wow... YESUS sayang kita semua... Pasti kita ditolong! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
Amsal 30 ditulis
oleh seorang berhikmat yang tidak disebutkan namanya lagi di bagian Alkitab
manapun. Dia adalah Agur bin Yake. Dalam hidupnya yang tampak penuh
kesederhanaan (Ams.30:7-9), dia beroleh kasih karunia menerima hikmat dari Yang
Mahatinggi, Allah Israel. Asalnya merupakan hasil dari pengamatan, perenungan
& catatan yang mendalam mengenai kehidupan dari sudut pandang hikmat
illahi. Ayat 18-19 menyebutkan 4 hal yang menakjubkannya, sesuatu yang tiada
dipahaminya walau telah merenungkan & mencari jawabannya. Keempatnya
berbicara mengenai suatu misteri, hal-hal yang sukar dimengerti oleh pikiran
manusia yang terbatas ini. Hal pertama yang disebutkan di sana adalah “jalan
rajawali di udara” (30:19a). Jika diamati memang benarlah demikian. Sukar
memahami bagaimana rajawali membubung tinggi & hilang dari pandangan bahkan
di tengah-tengah badai yang besar. Pula bagaimana raja unggas itu menerkam
mangsanya dengan serangan yang sangat cepat & tak terduga. Nabi Yesaya
membandingkan rajawali yang terbang dengan kekuatan sayap-Nya dengan
orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan. Bagai rajawali, orang-orang yang
menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru; mereka akan terus berlari
namun tak pernah lelah & berjalan terus tak pernah lesu. Menanti-nantikan
Tuhan berarti mencari & menaruh harap hanya pada Tuhan. Menghadapi
persoalan atau tantangan hidup tak membuat mereka lemah atau berputus asa. Oleh
penyertaan kasih & kuasa Tuhan yang bagai kepak sayap rajawali, mereka
justru terbang lebih tinggi mengatasi kekacauan di dunia, lalu tampil menjadi
pemenang. Bagaimana kekuatan sedemikian Tuhan kerjakan atas kekasih-kekasihNya
sehingga mereka mengatasi & menaklukkan kuatir, cemas, takut, penganiayaan,
penderitaan dsb? Kita tidak pernah mengetahui persisnya. Tapi kita telah
melihat buktinya. Itu sebabnya Paulus yang telah mengalaminya berkali-kali
dengan yakin berkata, “Segala sesuatu aku cakap menanggungnya dalam Dia yang
memberi kekuatan kepadaku.” Inginkah Anda kekuatan rahasia yang luar biasa ini?
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Orang yang terkuat
tidak selalu orang yang menang tetapi orang yang tidak pernah menyerah ketika
kalah. Mikha 7:8, “Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku
jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan
menjadi terangku.” (GNCC)
Respon 5
“Ketika apa saja
yang kita lakukan salah, kita harus berhenti sejenak dan merenungkan kesalahan
apa yang aku lakukan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment