Thursday, 20 August 2015

20 Agustus 2015

MY HONOUR




2 Tim 1:9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.” Melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan, DIA memanggil kita untuk ‘melayani’ & berdampak, di marketplace kita masing-masing. Tuhan ‘memanggil’ kita untuk suatu tugas yang mulia yaitu: Melayani DIA/melalui sesama/melalui Kelompok Sel kita. Masihkah kita ragu bila saat ini Tuhan memanggilmu untuk melayani DIA? Terlibatlah dalam ‘pelayanan’/ambil bagian dalam pelayanan untuk meresponi panggilanNya, sebab Tuhan tidak mencari orang yang mampu & sempurna, tetapi DIA mencari orang yang MAU menerima panggilanNya J. Percayalah, kalau kita MAU melayaniNya, maka pengurapanNya yang akan menyertai, memampukan & menyempurnakan pelayanan kita. Amin.

Respon 1
Perhatikan satu kisah dalam Perjanjian Lama yaitu tentang Akhan. Akhan mencuri dan menyimpan barang-barang jarahan dari bangsa lain yang dikhususkan bagi Allah, dan menyembunyikan di bawah kemahnya. Allah sangat membenci tindakan Akhan itu, lalu Ia menyuruh orang Israel untuk mengumpulkan dan membakar barang-barang yang disembunyikannya serta seluruh hartanya termasuk ternak dan keluarganya, bahkan Dia memerintahkan mereka untuk melemparinya dengan batu sampai mati. Tuhan tidak membenci Akhan karena ia menyimpan barang-barang yang indah dan berharga, tetapi perbuatan mencuri dan menyembu-nyi-kan barang-barang yang sebenarnya dikhususkan bagi Tuhan itulah yang Dia benci karena hal itu mencemarkan kekudusanNya (Yosua 7). Mungkin Akhan punya motivasi yang baik dalam hatinya dan bermaksud hendak membagi-bagikan barang-barang itu kepada orang-orang yang membutuhkan, atau mungkin ia akan menyumbangkannya untuk pembangunan Bait Suci; tetapi apa pun alasannya, perbuatan Akhan itu merupakan kekejian di mata Tuhan. Maka karena perbuatan Akhan seluruh keluarganya pun turut menanggung akibatnya. Tuhan tidak pernah berkompromi dengan dosa, karena Dia adalah kudus! (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 2
Maz 103:13 – Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan DIA! Wow... YESUS sayang kita semua... Pasti kita ditolong! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
Amsal 30 ditulis oleh seorang berhikmat yang tidak disebutkan namanya lagi di bagian Alkitab manapun. Dia adalah Agur bin Yake. Dalam hidupnya yang tampak penuh kesederhanaan (Ams.30:7-9), dia beroleh kasih karunia menerima hikmat dari Yang Mahatinggi, Allah Israel. Asalnya merupakan hasil dari pengamatan, perenungan & catatan yang mendalam mengenai kehidupan dari sudut pandang hikmat illahi. Ayat 18-19 menyebutkan 4 hal yang menakjubkannya, sesuatu yang tiada dipahaminya walau telah merenungkan & mencari jawabannya. Keempatnya berbicara mengenai suatu misteri, hal-hal yang sukar dimengerti oleh pikiran manusia yang terbatas ini. Hal pertama yang disebutkan di sana adalah “jalan rajawali di udara” (30:19a). Jika diamati memang benarlah demikian. Sukar memahami bagaimana rajawali membubung tinggi & hilang dari pandangan bahkan di tengah-tengah badai yang besar. Pula bagaimana raja unggas itu menerkam mangsanya dengan serangan yang sangat cepat & tak terduga. Nabi Yesaya membandingkan rajawali yang terbang dengan kekuatan sayap-Nya dengan orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan. Bagai rajawali, orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru; mereka akan terus berlari namun tak pernah lelah & berjalan terus tak pernah lesu. Menanti-nantikan Tuhan berarti mencari & menaruh harap hanya pada Tuhan. Menghadapi persoalan atau tantangan hidup tak membuat mereka lemah atau berputus asa. Oleh penyertaan kasih & kuasa Tuhan yang bagai kepak sayap rajawali, mereka justru terbang lebih tinggi mengatasi kekacauan di dunia, lalu tampil menjadi pemenang. Bagaimana kekuatan sedemikian Tuhan kerjakan atas kekasih-kekasihNya sehingga mereka mengatasi & menaklukkan kuatir, cemas, takut, penganiayaan, penderitaan dsb? Kita tidak pernah mengetahui persisnya. Tapi kita telah melihat buktinya. Itu sebabnya Paulus yang telah mengalaminya berkali-kali dengan yakin berkata, “Segala sesuatu aku cakap menanggungnya dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Inginkah Anda kekuatan rahasia yang luar biasa ini? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Orang yang terkuat tidak selalu orang yang menang tetapi orang yang tidak pernah menyerah ketika kalah. Mikha 7:8, “Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.” (GNCC)




Respon 5
“Ketika apa saja yang kita lakukan salah, kita harus berhenti sejenak dan merenungkan kesalahan apa yang aku lakukan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment