Tuesday, 25 August 2015

25 Agustus 2015

MY HONOUR




Matius 9:13, “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Alkitab melukiskan manusia sebagai domba yang hilang (Yes 53:6) tidak ada yang benar, seorang pun tidak, tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah, semua orang telah menyeleweng (Roma 3:10-12). Itulah mengapa Yesus DATANG. Kita tidak pernah mencari DIA, maka DIA-lah yang datang mencari kita. Sebab Anak Manusia DATANG untuk mencari & menyelamatkam yang bedosa/hilang (Matius 9:13). Amin. Yesus DATANG untuk menemukan kita, karena kita tidak akan pernah dapat menemukan DIA dengan upaya kita sendiri! DIA rindu menjadikan kita milikNya. Amin. Sudahkah engkau mengundang DIA DATANG hari ini dalam hidupmu J?

Respon 1
Renungan Pagi. Selasa, 25 Agustus 2015. Bahan Bacaan: Yosua 24:14-18. Nats: Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan! (Yosua 24:15). PILIHAN JITU. Pernahkah Anda memperhatikan kapal-kapal yang berlabuh? Agar tetap berada di tempatnya, setiap kapal ‘dikendalikan’ oleh sebuah jangkar yang besar. Jangkar ini membuat kapal tidak diombang-ambingkan angin dan gelombang pantai; agar kapal tidak hanyut dan hilang. Setelah umat Israel menetap di tanah Perjanjian, mereka mengalami perubahan suasana sosial. Dulu mereka bangsa nomaden yang suka berpindah-pindah, kini menetap. Dulu peternak pindahan, kini menjadi bangsa agraris yang juga harus bergaul dengan bangsa-bangsa lain. Dulu mereka disediakan manna dan burung puyuh, kini mereka harus mengusahakan tanah sendiri. Perubahan sosial dan pengaruh religius ini membuat mereka tergoda untuk berpaling kepada ilah-ilah lain. Kekhawatiran Yosua terungkap dalam pasal 23. Oleh karena itu, Yosua dengan tegas mengingatkan kembali umat Israel akan apa yang telah diperbuat Tuhan kepada mereka dalam sejarah. Dari situ Yosua menantang umat meneguhkan komitmen mereka untuk setia kepada Tuhan. Komitmen itu tumbuh dari kebebasan dan kesadaran diri akan karya Tuhan. Bagi Yosua, hal itu dimulai dari situasi masyarakat yang paling kecil: keluarga. “Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan”, kata Yosua. Dunia memberikan banyak pilihan. Di tengah banyak pilihan itu, adakah kita juga memilih untuk menggembalakan keluarga kita sendiri? Jagalah pertumbuhan iman keluarga Anda. Izinkan Tuhan memakai keluarga Anda dg segala pergumulannya, menjadi kesaksian nyata bagi keluarga-keluarga lain. KELUARGA MERUPAKAN UNIT yang KECIL TETAPI KEKUATANNYA BEGITU BESAR. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
RENDAH HATI MENDATANGKAN BERKAT. Salomo adalah seorang raja yang arif & bijak serta rendah hati, walau dia berkuasa, tapi dia tetap rendah hati & minta pengurapan dari Tuhan, agar dia boleh memimpin dengan hikmat & arif serta bijak, dan hal inilah yang diperhitungkan Tuhan, karena Tuhan anggap permintaan dari Salomo sangat bijak, hingga Tuhan bukan saja memberikan hikmat & pengertian, tapi juga memberkati dengan kekayaan & kekuasaan, yang dia minta sedikit, tapi Tuhan berikan dia dengan berkelimpahan. Percayalah, andalkan Tuhan dalam setiap hal apapun, karena kita punya Tuhan yang Maha Kuasa, Dia tahu apa yang kita butuhkan, Dia juga tahu batas kekuatan kita, saat kita terjatuh, Dia akan menopang kita, Dia tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak, saat kita alami jalan buntu, Dia akan bukakan jalan baru hingga kita bisa melewatinya. Saat hadapi proses, jangan frustasi, tetap bertekun dalam doa, suatu saat Dia pasti akan mempromosikan kita, saat Dia turun tangan memberkati kita, bahkan melampaui apa yang kita doakan, Dia tahu waktu yang tepat untuk memberikan yang terbaik, Dia akan menjadikan segala sesuatu indah pada akhirnya, amin. Berkatalah Salomo kepada Allah: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setiaMu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janjiMu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah. Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umatMu yang besar ini?” (2 Taw 1:8-10). Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Semangat... Jbu all :). (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
Markus 6:31, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Ya TUHAN, tolong kami untuk mencari perkara-perkara surgawi. Kami ingin mematikan segala sesuatu yang menjauhkan perhatian kami untuk dapat mendekat padaMU. Ketika kami menjauhkan diri dari hiruk pikuk hidup ini, kami akan dimampukan untuk mendengar suaraMU. BAPA, bawa kami terus datang mendekat padaMU. Thank You LORD. (Ibu Caroline – Bandung)


Respon 4
Markus 6:31, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Ya TUHAN, tolong kami untuk mencari perkara-perkara surgawi. Kami ingin mematikan segala sesuatu yang menjauhkan perhatian kami untuk dapat mendekat padaMU. Ketika kami menjauhkan diri dari hiruk pikuk hidup ini, kami akan dimampukan untuk mendengar suaraMU. BAPA, bawa kami terus datang mendekat padaMU. Thank You LORD. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Satu dari pesan terkuat yang disampaikan Paulus, yang telah sering kita dengar atau mungkin juga bagikan kepada jemaat adalah “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini” (Rom. 12:2a). Dan mendasarkan pada ayat ini banyak yang telah dijabarkan. Namun, kita perlu tahu bagaimana sejatinya yang dimaksud dengan perintah itu. Tidak menjadi serupa dengan dunia berarti memiliki perbedaan dengan apa yang ditampilkan dunia. Ya, orang-orang Kristen diperintahkan menjalani suatu gaya hidup yang berlainan dengan mereka yang belum mengenal Kristus, Allah sejati itu. Lalu perintah ini diartikan & dipraktekkan dalam berbagai bentuknya. Ada yang mengartikan perbedaan itu dengan datang ke rumah ibadah & aktif dalam pelayanan Kristen. Ada yang memaknai sebagai suatu gaya berpakaian tertentu, mengenakan asesoris berciri kristiani, atau mendekorasi rumah dengan pernak pernik yang berhubungan dengan Yesus. Sebagian lagi menampilkan perbedaan dari cara mereka berkomunikasi. Dengan berbicara menggunakan istilah-istilah rohani atau mengutip ayat-ayat firman, tampak memang ada perbedaan dengan hidup lama. Banyak yang lalu berpikir mereka sudah tak lagi sama dengan dunia. Satu hal yang sering tidak disadari ialah bahwa perubahan-perubahan di atas sesungguhnya sama-sama bisa ditampilkan orang-orang yang bermaksud mengamalkan iman kepercayaan lain di luar iman Kristen. Cara berpenampilan, bertutur kata hingga perubahan cara hidup yang nyata juga ditunjukkan mereka yang belum mengalami sentuhan kasih Tuhan & tidak lahir baru. Jadi bagaimana? Jelaslah yang dimaksud tidak serupa dengan dunia, PERTAMA-TAMA & TERUTAMA, adalah perubahan batin & pikiran: yang tak lagi disesuaikan dengan ukuran-ukuran duniawi atau mereka yang belum dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Perubahan tampilan, tanpa perubahan cara pikir & angan-angan hati terdalam ialah apa yang disebut dengan menjadi agamawi -sesuatu yang ujung-ujungnya melawan pribadi Tuhan sendiri. Biarlah ada perbedaan dengan dunia. Melalui hati & hidup kita yang MENGASIHI & MENGUTAMAKAN TUHAN di atas segalanya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment