MY HONOUR
Matius 9:13, “Jadi
pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan
dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa.” Alkitab melukiskan manusia sebagai domba yang
hilang (Yes 53:6) tidak ada yang benar, seorang pun tidak, tidak ada seorangpun
yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah, semua orang telah
menyeleweng (Roma 3:10-12). Itulah mengapa Yesus DATANG. Kita tidak pernah mencari
DIA, maka DIA-lah yang datang mencari kita. Sebab Anak Manusia DATANG untuk
mencari & menyelamatkam yang bedosa/hilang (Matius 9:13). Amin. Yesus
DATANG untuk menemukan kita, karena kita tidak akan pernah dapat menemukan DIA
dengan upaya kita sendiri! DIA rindu menjadikan kita milikNya. Amin. Sudahkah
engkau mengundang DIA DATANG hari ini dalam hidupmu J?
Respon 1
Renungan Pagi.
Selasa, 25 Agustus 2015. Bahan Bacaan: Yosua 24:14-18. Nats: Tetapi aku dan
seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan! (Yosua 24:15). PILIHAN JITU.
Pernahkah Anda memperhatikan kapal-kapal yang berlabuh? Agar tetap berada di
tempatnya, setiap kapal ‘dikendalikan’ oleh sebuah jangkar yang besar. Jangkar
ini membuat kapal tidak diombang-ambingkan angin dan gelombang pantai; agar
kapal tidak hanyut dan hilang. Setelah umat Israel menetap di tanah Perjanjian,
mereka mengalami perubahan suasana sosial. Dulu mereka bangsa nomaden yang suka
berpindah-pindah, kini menetap. Dulu peternak pindahan, kini menjadi bangsa
agraris yang juga harus bergaul dengan bangsa-bangsa lain. Dulu mereka
disediakan manna dan burung puyuh, kini mereka harus mengusahakan tanah
sendiri. Perubahan sosial dan pengaruh religius ini membuat mereka tergoda
untuk berpaling kepada ilah-ilah lain. Kekhawatiran Yosua terungkap dalam pasal
23. Oleh karena itu, Yosua dengan tegas mengingatkan kembali umat Israel akan
apa yang telah diperbuat Tuhan kepada mereka dalam sejarah. Dari situ Yosua
menantang umat meneguhkan komitmen mereka untuk setia kepada Tuhan. Komitmen itu
tumbuh dari kebebasan dan kesadaran diri akan karya Tuhan. Bagi Yosua, hal itu
dimulai dari situasi masyarakat yang paling kecil: keluarga. “Aku dan seisi
rumahku akan beribadah kepada Tuhan”, kata Yosua. Dunia memberikan banyak
pilihan. Di tengah banyak pilihan itu, adakah kita juga memilih untuk
menggembalakan keluarga kita sendiri? Jagalah pertumbuhan iman keluarga Anda.
Izinkan Tuhan memakai keluarga Anda dg segala pergumulannya, menjadi kesaksian
nyata bagi keluarga-keluarga lain. KELUARGA MERUPAKAN UNIT yang KECIL TETAPI
KEKUATANNYA BEGITU BESAR. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
RENDAH HATI
MENDATANGKAN BERKAT. Salomo adalah seorang raja yang arif & bijak serta
rendah hati, walau dia berkuasa, tapi dia tetap rendah hati & minta pengurapan
dari Tuhan, agar dia boleh memimpin dengan hikmat & arif serta bijak, dan
hal inilah yang diperhitungkan Tuhan, karena Tuhan anggap permintaan dari
Salomo sangat bijak, hingga Tuhan bukan saja memberikan hikmat &
pengertian, tapi juga memberkati dengan kekayaan & kekuasaan, yang dia
minta sedikit, tapi Tuhan berikan dia dengan berkelimpahan. Percayalah,
andalkan Tuhan dalam setiap hal apapun, karena kita punya Tuhan yang Maha
Kuasa, Dia tahu apa yang kita butuhkan, Dia juga tahu batas kekuatan kita, saat
kita terjatuh, Dia akan menopang kita, Dia tidak akan membiarkan kita jatuh
sampai tergeletak, saat kita alami jalan buntu, Dia akan bukakan jalan baru
hingga kita bisa melewatinya. Saat hadapi proses, jangan frustasi, tetap
bertekun dalam doa, suatu saat Dia pasti akan mempromosikan kita, saat Dia
turun tangan memberkati kita, bahkan melampaui apa yang kita doakan, Dia tahu
waktu yang tepat untuk memberikan yang terbaik, Dia akan menjadikan segala
sesuatu indah pada akhirnya, amin. Berkatalah Salomo kepada Allah: “Engkaulah
yang telah menunjukkan kasih setiaMu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah
mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. Maka sekarang, ya TUHAN Allah,
tunjukkanlah keteguhan janjiMu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah
mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu
tanah. Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar
dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi
umatMu yang besar ini?” (2 Taw 1:8-10). Selamat pagi. Selamat beraktivitas.
Semangat... Jbu all :). (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 3
Markus 6:31,
“Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah
seketika!” Ya TUHAN, tolong kami untuk mencari perkara-perkara surgawi. Kami
ingin mematikan segala sesuatu yang menjauhkan perhatian kami untuk dapat
mendekat padaMU. Ketika kami menjauhkan diri dari hiruk pikuk hidup ini, kami
akan dimampukan untuk mendengar suaraMU. BAPA, bawa kami terus datang mendekat
padaMU. Thank You LORD. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 4
Markus 6:31,
“Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah
seketika!” Ya TUHAN, tolong kami untuk mencari perkara-perkara surgawi. Kami
ingin mematikan segala sesuatu yang menjauhkan perhatian kami untuk dapat
mendekat padaMU. Ketika kami menjauhkan diri dari hiruk pikuk hidup ini, kami
akan dimampukan untuk mendengar suaraMU. BAPA, bawa kami terus datang mendekat
padaMU. Thank You LORD. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Satu dari pesan
terkuat yang disampaikan Paulus, yang telah sering kita dengar atau mungkin
juga bagikan kepada jemaat adalah “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia
ini” (Rom. 12:2a). Dan mendasarkan pada ayat ini banyak yang telah dijabarkan.
Namun, kita perlu tahu bagaimana sejatinya yang dimaksud dengan perintah itu.
Tidak menjadi serupa dengan dunia berarti memiliki perbedaan dengan apa yang
ditampilkan dunia. Ya, orang-orang Kristen diperintahkan menjalani suatu gaya
hidup yang berlainan dengan mereka yang belum mengenal Kristus, Allah sejati
itu. Lalu perintah ini diartikan & dipraktekkan dalam berbagai bentuknya.
Ada yang mengartikan perbedaan itu dengan datang ke rumah ibadah & aktif
dalam pelayanan Kristen. Ada yang memaknai sebagai suatu gaya berpakaian
tertentu, mengenakan asesoris berciri kristiani, atau mendekorasi rumah dengan
pernak pernik yang berhubungan dengan Yesus. Sebagian lagi menampilkan
perbedaan dari cara mereka berkomunikasi. Dengan berbicara menggunakan
istilah-istilah rohani atau mengutip ayat-ayat firman, tampak memang ada
perbedaan dengan hidup lama. Banyak yang lalu berpikir mereka sudah tak lagi
sama dengan dunia. Satu hal yang sering tidak disadari ialah bahwa
perubahan-perubahan di atas sesungguhnya sama-sama bisa ditampilkan orang-orang
yang bermaksud mengamalkan iman kepercayaan lain di luar iman Kristen. Cara
berpenampilan, bertutur kata hingga perubahan cara hidup yang nyata juga
ditunjukkan mereka yang belum mengalami sentuhan kasih Tuhan & tidak lahir
baru. Jadi bagaimana? Jelaslah yang dimaksud tidak serupa dengan dunia,
PERTAMA-TAMA & TERUTAMA, adalah perubahan batin & pikiran: yang tak
lagi disesuaikan dengan ukuran-ukuran duniawi atau mereka yang belum dilahirkan
kembali oleh Roh Kudus. Perubahan tampilan, tanpa perubahan cara pikir &
angan-angan hati terdalam ialah apa yang disebut dengan menjadi agamawi
-sesuatu yang ujung-ujungnya melawan pribadi Tuhan sendiri. Biarlah ada
perbedaan dengan dunia. Melalui hati & hidup kita yang MENGASIHI &
MENGUTAMAKAN TUHAN di atas segalanya. Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment