MY HONOUR
MY HONOUR #2
“Worship
II”
(Diambil dari
Khotbah Alfa Omega Church, 09 Agustus 2015)
Kita semua sadar
bahwa hidup ada UP ada DOWN. Ada pengalaman MENANG, ada
pengalaman KALAH.
Dan kenyataan yang
terjadi, kadang kita tidak tahu bagaimana bersikap saat kita lagi UP,
dan kadang kita juga tidak tahu bagaimana bersikap saat kita lagi DOWN.
Dan yang sering
terjadi, kita sibuk: memikirkan past performance kita sampai kita
merasa Tidak Mampu untuk menghadapi kesempatan masa depan.
Kita tidak bisa
memungkiri bahwa kadang ada momen dimana kita merasa kuat dan semangat, tapi
kadang ada momen dimana kita merasa lemah dan kehilangan semangat.
Tapi, Tuhan itu
tahu sangat persis apa yang kita butuhkan, dan itu sebuah kehormatan besar
bagi kita.
Dalam cerita yang
akan kita baca, kalau Tuhan bisa mengerti kebutuhan kita dan menunjukkan cara
untuk menolong kita, itu sebuah KEHORMATAN.
TEXT: 1 Raja raja
19:4-15
Cerita Nabi Elia, sama persis dengan setiap kita. Kita mengalami UP dan DOWN. Kita mengalami menang dan kalah. Dan Tuhan menunjukkan sebuah kehormatan yang Tuhan percayakan kepada kita, yaitu: THE POWER of FELLOWSHIP (KUASA PERSEKUTUAN).
Nabi Elia, memiliki
2 perjumpaan yang memberi kekuatan buat hidupnya:
Yang Pertama:
dengan Malaikat. Ini bicara tentang pentingnya setiap orang untuk punya
komunitas dan fellowship dengan orang-orang seiman, segereja (ber-KOMSEL).
Yang Kedua: dengan
Tuhan. Ini bicara tentang pentingnya bersekutu dengan Tuhan, lewat pujian
penyembahan, baca firman, beribadah dan mendengarkan firman!
- KEHORMATAN BERSEKUTU MELALUI FIRMAN
DAN SAUDARA SEIMAN
Kita sangat percaya
firman Tuhan itu hidup dan aktif. Ibrani 4:12, “sebab firman Allah hidup dan
kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata duapmanapun; ia menusuk amat
dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi sendi dan sumsum; ia sanggup
membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”
Tapi, BER-KOMUNITAS
itu sama pentingnya dengan membaca Alkitab.
Banyak orang
meninggalkan Tuhan, hidupnya berantakan, hidupnya sembarangan, ada yang
hidupnya makin kacau, BUKAN karena mereka tidak punya Alkitab (bahkan beberapa
dari mereka, Alkitabnya lebih dari 1, tercecer di semua bagian rumah), TETAPI,
karena mereka tidak punya orang lain (tidak punya komunitas) untuk berjalan
bersama mereka.
Ada banyak orang
yang masuk kembali kepada lifestyle-nya yang jelek, hubungan yang salah,
BUKAN karena mereka tidak bisa menemukan Alkitabnya, TETAPI karena mereka tidak
punya kawan seiman yang bisa memperhatikan dan menjadi kawan akuntabilitas.
Kita sangat
mengakui kekuatan firman Tuhan. Itu merubah hati, pikiran saya. Bahkan firman
Tuhan menjawab pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Firman Tuhan memberi
jawaban-jawaban kehidupan.
TAPI, harus diakui,
Hidup kita di-UBAHKAN, karena adanya orang-orang dalam kehidupan kita yang
mencontohkan kepada kita apa artinya mengikut YESUS dalam hidup sehari-hari dan
mengajak kita masuk dalam perjalanan bersama Yesus!
Orang-orang di
sekitar kita inilah yang menjadi faktor
yang membuat firman itu jadi hidup bagi kita, dan kembali lebih dekat
dengan YESUS (sehingga tidak makin menjauh dari Tuhan).
Tantangan yang kita
hadapi adalah: Orang percaya lupa bagaimana rasanya menjadi orang yang lahir
baru (dibarui di dalam Yesus).
Kita lupa bahwa
kita tidak hanya perlu diisi dan dibombardir dengan pengetahuan Alkitab, tapi
kita perlu juga diundang untuk masuk ke sebuah kelompok (komsel) untuk bersama
belajar menjadi pengikut YESUS yang baik dalam hidup sehari-hari.
Banyak orang
Kristen yang bingung dan sendirian. Mereka baca Alkitab, tapi mereka masih
bergumul dengan pergumulan pribadi mereka, dan bergumul dengan orang-orang yang
salah.
Bahkan, orang baru
maupun orang lama, yang pergi ke acara dikasih Alkitab, itupun tidak dibaca,
dan pemberian Alkitab itu tidak menyelesaikan kerinduan seseorang yang
terdalam, yaitu bersekutu dengan saudara seiman.
*Tahukah Anda
kenyataan ini?
GEREJA MULA-MULA
tidak pernah punya ALKITAB untuk tiap jemaat selama 300 tahun!!
Dan perlu
diketahui, kebanyakan masyrakat zaman dulu tidak bisa membaca dan tidak bisa
menulis!!
** Selama 300 tahun
mereka tidak punya Alkitab, TAPI yang mereka punyai adalah SATU SAMA LAIN! Dan
kasih mula-mula mereka terhadap YESUS yang begitu menular!!!
Yesus nggak pernah
kasih Alkitab kepada murid-muridnya dan berharap mereka akan “mengerti
sendirinya”.
Yesus ajak mereka
untuk ikut Dia, berkelompok bersama Dia, dan hampir tiap kali Yesus mencoba
ngajak soal Ayat alkitab , murid-murid ini garuk-garuk dan kebingungan karena
tidak mengerti.
TAPI… justru karena
berkelompok (berkomsel) dengan Yesus, pria-pria ini membuat revolusi besar-besaran
yang memberi dampak kepada dunia.
KARENA, mereka
berkomunitas dengan YESUS!!!
Tuhan kasih kita
kehormatan untuk berkomsel, bukan untuk kepentingan Tuhan, tapi untuk menjawab
kebutuhan kita sendiri, agar kita bisa bertumbuh.
(Pernahkah Anda
bayangkan, Tuhan secara sengaja set up yang namanya gaya hidup
berkomunitas, supaya Anda tidak sendiri dalam hidup, tapi supaya kita bisa
punya satu sama lain untuk maju dalam hidup! Itu kehormatan!
- KEHORMATAN BERJUMPA DENGAN TUHAN
Kita harus cinta
firman Tuhan, bersekutu dengan Tuhan dan di saat bersamaan kita harus cinta
berkomsel (berkelompok dengan kawan segereja).
Di 1 Raja 19. Elia
mendapat kekuatan setelah berjumpa 2 kali dengan malaikat. Dan dia berlari 40
hari sampai ke sebuah gua. Dan saat dia ada di gua. Tuhan panggil Elia keluar
dari gua tersebut.
Saat Elia keluar
dari gua, Tuhan menemui dia, dalam angin sepoi-sepoi dan berbicara kepada dia.
PERHATIKAN: Tuhan secara sengaja memanggil Elia keluar dari gua, untuk ngobrol,
komunikasi dengan Tuhan! What an honor!
Dari perjmpaan itu
Elia justru melangkah untuk kembali melakukan apa yang dia lakukan.
“You receive
something when you encounter Jesus.”
KONKLUSI:
Di AOC, kita
percaya bahwa kita tidak bisa menjalani hidup sendirian.
Jujur, buat saya
pribadi, salah satu hal terpenting dalam hidup yang bisa membuat kita tetap
dekat dengan Yesus adalah kawan-kawan rohani yang bisa tertawa dan menangis
bersama ketika kita dalam kebutuhan.
Dan salah satu cara
untuk bisa tetap dekat dengan Tuhan adalah punya kawan-kawan rohani lewat
Kelompok Sel.
Sebuah Kehormatan
dari Tuhan, kalau Tuhan secara sengaja memikirkan kawan-kawan rohani untuk
mendampingi perjalanan hidup kita, supaya kita makin dekat dengan Tuhan dan
makin maju dalam hidup!
No comments:
Post a Comment