Monday, 31 August 2015

MY HONOUR #2

 MY HONOUR



MY HONOUR #2
“Worship II”
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 09 Agustus 2015)


Kita semua sadar bahwa hidup ada UP ada DOWN. Ada pengalaman MENANG, ada pengalaman KALAH.
Dan kenyataan yang terjadi, kadang kita tidak tahu bagaimana bersikap saat kita lagi UP, dan kadang kita juga tidak tahu bagaimana bersikap saat kita lagi DOWN.
Dan yang sering terjadi, kita sibuk: memikirkan past performance kita sampai kita merasa Tidak Mampu untuk menghadapi kesempatan masa depan.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa kadang ada momen dimana kita merasa kuat dan semangat, tapi kadang ada momen dimana kita merasa lemah dan kehilangan semangat.
Tapi, Tuhan itu tahu sangat persis apa yang kita butuhkan, dan itu sebuah kehormatan besar bagi kita.
Dalam cerita yang akan kita baca, kalau Tuhan bisa mengerti kebutuhan kita dan menunjukkan cara untuk menolong kita, itu sebuah KEHORMATAN.

TEXT: 1 Raja raja 19:4-15

Cerita Nabi Elia, sama persis dengan setiap kita. Kita mengalami UP dan DOWN. Kita mengalami menang dan kalah. Dan Tuhan menunjukkan sebuah kehormatan yang Tuhan percayakan kepada kita, yaitu: THE POWER of FELLOWSHIP (KUASA PERSEKUTUAN).


Nabi Elia, memiliki 2 perjumpaan yang memberi kekuatan buat hidupnya:
Yang Pertama: dengan Malaikat. Ini bicara tentang pentingnya setiap orang untuk punya komunitas dan fellowship dengan orang-orang seiman, segereja (ber-KOMSEL).

Yang Kedua: dengan Tuhan. Ini bicara tentang pentingnya bersekutu dengan Tuhan, lewat pujian penyembahan, baca firman, beribadah dan mendengarkan firman!

  1. KEHORMATAN BERSEKUTU MELALUI FIRMAN DAN SAUDARA SEIMAN

Kita sangat percaya firman Tuhan itu hidup dan aktif. Ibrani 4:12, “sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata duapmanapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

Tapi, BER-KOMUNITAS itu sama pentingnya dengan membaca Alkitab.
Banyak orang meninggalkan Tuhan, hidupnya berantakan, hidupnya sembarangan, ada yang hidupnya makin kacau, BUKAN karena mereka tidak punya Alkitab (bahkan beberapa dari mereka, Alkitabnya lebih dari 1, tercecer di semua bagian rumah), TETAPI, karena mereka tidak punya orang lain (tidak punya komunitas) untuk berjalan bersama mereka.

Ada banyak orang yang masuk kembali kepada lifestyle-nya yang jelek, hubungan yang salah, BUKAN karena mereka tidak bisa menemukan Alkitabnya, TETAPI karena mereka tidak punya kawan seiman yang bisa memperhatikan dan menjadi kawan akuntabilitas.
Kita sangat mengakui kekuatan firman Tuhan. Itu merubah hati, pikiran saya. Bahkan firman Tuhan menjawab pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Firman Tuhan memberi jawaban-jawaban kehidupan.

TAPI, harus diakui, Hidup kita di-UBAHKAN, karena adanya orang-orang dalam kehidupan kita yang mencontohkan kepada kita apa artinya mengikut YESUS dalam hidup sehari-hari dan mengajak kita masuk dalam perjalanan bersama Yesus!  

Orang-orang di sekitar kita inilah yang menjadi faktor  yang membuat firman itu jadi hidup bagi kita, dan kembali lebih dekat dengan YESUS (sehingga tidak makin menjauh dari Tuhan).

Tantangan yang kita hadapi adalah: Orang percaya lupa bagaimana rasanya menjadi orang yang lahir baru (dibarui di dalam Yesus).
Kita lupa bahwa kita tidak hanya perlu diisi dan dibombardir dengan pengetahuan Alkitab, tapi kita perlu juga diundang untuk masuk ke sebuah kelompok (komsel) untuk bersama belajar menjadi pengikut YESUS yang baik dalam hidup sehari-hari.

Banyak orang Kristen yang bingung dan sendirian. Mereka baca Alkitab, tapi mereka masih bergumul dengan pergumulan pribadi mereka, dan bergumul dengan orang-orang yang salah.
Bahkan, orang baru maupun orang lama, yang pergi ke acara dikasih Alkitab, itupun tidak dibaca, dan pemberian Alkitab itu tidak menyelesaikan kerinduan seseorang yang terdalam, yaitu bersekutu dengan saudara seiman.


*Tahukah Anda kenyataan ini?
GEREJA MULA-MULA tidak pernah punya ALKITAB untuk tiap jemaat selama 300 tahun!!
Dan perlu diketahui, kebanyakan masyrakat zaman dulu tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis!!

** Selama 300 tahun mereka tidak punya Alkitab, TAPI yang mereka punyai adalah SATU SAMA LAIN! Dan kasih mula-mula mereka terhadap YESUS yang begitu menular!!!

Yesus nggak pernah kasih Alkitab kepada murid-muridnya dan berharap mereka akan “mengerti sendirinya”.
Yesus ajak mereka untuk ikut Dia, berkelompok bersama Dia, dan hampir tiap kali Yesus mencoba ngajak soal Ayat alkitab , murid-murid ini garuk-garuk dan kebingungan karena tidak mengerti.
TAPI… justru karena berkelompok (berkomsel) dengan Yesus, pria-pria ini membuat revolusi besar-besaran yang memberi dampak kepada dunia.
KARENA, mereka berkomunitas dengan YESUS!!!

Tuhan kasih kita kehormatan untuk berkomsel, bukan untuk kepentingan Tuhan, tapi untuk menjawab kebutuhan kita sendiri, agar kita bisa bertumbuh.

(Pernahkah Anda bayangkan, Tuhan secara sengaja set up yang namanya gaya hidup berkomunitas, supaya Anda tidak sendiri dalam hidup, tapi supaya kita bisa punya satu sama lain untuk maju dalam hidup! Itu kehormatan!




  1. KEHORMATAN BERJUMPA DENGAN TUHAN

Kita harus cinta firman Tuhan, bersekutu dengan Tuhan dan di saat bersamaan kita harus cinta berkomsel (berkelompok dengan kawan segereja).

Di 1 Raja 19. Elia mendapat kekuatan setelah berjumpa 2 kali dengan malaikat. Dan dia berlari 40 hari sampai ke sebuah gua. Dan saat dia ada di gua. Tuhan panggil Elia keluar dari gua tersebut.
Saat Elia keluar dari gua, Tuhan menemui dia, dalam angin sepoi-sepoi dan berbicara kepada dia. PERHATIKAN: Tuhan secara sengaja memanggil Elia keluar dari gua, untuk ngobrol, komunikasi dengan Tuhan! What an honor!
Dari perjmpaan itu Elia justru melangkah untuk kembali melakukan apa yang dia lakukan.
“You receive something when you encounter Jesus.”

KONKLUSI:
Di AOC, kita percaya bahwa kita tidak bisa menjalani hidup sendirian.
Jujur, buat saya pribadi, salah satu hal terpenting dalam hidup yang bisa membuat kita tetap dekat dengan Yesus adalah kawan-kawan rohani yang bisa tertawa dan menangis bersama ketika kita dalam kebutuhan.
Dan salah satu cara untuk bisa tetap dekat dengan Tuhan adalah punya kawan-kawan rohani lewat Kelompok Sel.


Sebuah Kehormatan dari Tuhan, kalau Tuhan secara sengaja memikirkan kawan-kawan rohani untuk mendampingi perjalanan hidup kita, supaya kita makin dekat dengan Tuhan dan makin maju dalam hidup!

No comments:

Post a Comment