MY HONOUR
My Honour:
Mengangkat Tangan. Mazmur 141:2, “Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti
persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada
waktu petang.” Salah satu sikap saat kita memuji Tuhan adalah ‘mengangkat
tangan’/Yadah (sikap puji-pujian yang agung). Memuji = keluar
suara: menyanyi dengan suara yang keras/mengakui kebesaran
Tuhan/mengakui keajaiban Tuhan. Jangan ada yang malu dengan mengakui keluar
suara ya saat memuji/menyayi, dengan memuji & mengangkat tangan inilah
membuat kita mampu membagun hubungan yang baik dengan Tuhan. Amin.
Respon 1
Ketika dunia
berkata “menyerah”, pengharapan berbisik “coba sekali lagi”. When the world says
“give up”, hope whispers “one more time”. Roma 5:5, ‘Dan pengharapan tidak
mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh
Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.’ (GNCC)
Respon 2
Kol 3:8,14 –
Buanglah marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor, dusta! Ayoo
kenakanlah KASIH! Jangan simpan kepahitan, YESUS bisa AMPUNI dan BERKATI!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
“Making our lives
is much more important than making a living.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 5
Agustus 2015. Mencukupkan Diri. Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam
segala keadaan (Filipi 4:11). Seorang pengusaha sukses mengalami kebangkrutan
saat krisis moneter. Namun, ia tetap aktif melayani Tuhan dan tertawa-tawa,
seolah tidak terjadi apa-apa. Rahasianya? “Saya memulai usaha dari bawah, dari
sepetak kamar kontrakan. Kalau saya harus kehilangan semua, bukan masalah. Toh
saya dapat mulai lagi dari sepetak kamar kontrakan. Saya dapat menjadi sopir
taksi atau berjualan sate di pinggir jalan.” Saya terkesan oleh sikapnya yang
dapat mencukupkan diri dalam segala keadaan itu. Sebelum bertobat, Paulus
(dulunya Saulus) seorang yang berkuasa dan berkelimpahan materi. Dalam
perjalanannya mengikut Kristus, sering kali hidupnya jauh dari kata “nyaman”
menurut dunia. Ketika menuliskan surat ini, ia sedang menjadi tawanan di
penjara Roma. Bukan karena Paulus hebat dan tahan banting jikalau ia telah dan
dapat menanggung semua itu, tetapi karena ia belajar mencukupkan diri, menerima
apa pun yang dialaminya, dan senantiasa percaya Tuhan memberikan kekuatan
kepadanya (ay. 11-13). Terlebih lagi, Paulus belajar menerima dengan ucapan
syukur segala bentuk pertolongan saudara-saudara seimannya (ay. 14-18) dan
menyadari bahwa Allah akan menyediakan segala kebutuhan mereka (ay. 19). Memang
tidak banyak dari kita yang mengalami kasus seperti Paulus, tetapi kita semua,
mau tidak mau, suka tidak suka, pasti menghadapi kesulitan. Di tengah situasi
yang berubah-ubah ini, Paulus mendorong kita untuk terus memercayai Allah yang
sanggup memelihara dan mencukupkan kita dalam segala keadaan —DEW. KURANGNYA
RASA BERSYU-KUR MENGAKIBATKAN KITA TIDAK PERNAH MERASA CUKUP. Selamat pagi.
Bersyukur untuk hari ini. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
05 Agustus 2015.
Ayat bacaan: 2 Raja-raja 18:13-16. Nats: Pada waktu itu Hizkia mengerat emas
dari pintu-pintu dan dari jenang-jenang pintu bait TUHAN, yang telah dilapis
oleh Hizkia, raja Yehuda; diberikannyalah semuanya kepada raja Asyur (2 Raja-raja
18:16). Menjual Allah? Bagaimana mungkin manusia menjual Allah? Sepintas hal
ini kelihatan mustahil, namun kenyataannya tidak. Seseorang melepas
kepercayaannya kepada Yesus agar mendapatkan jabatan atau seseorang bersedia
mengikuti pasangannya berpindah ke kepercayaan lain. Ada banyak contoh
bagaimana seorang Kristen bersedia untuk meninggalkan Allah demi sesuatu yang
lain. Bukankah itu dapat disebut menjual Allah? Raja Hizkia bertindak serupa.
Ia menjual Allah dengan memberikan kepada raja Asyur seluruh isi rumah Tuhan,
termasuk mengerat emas pelapis pintu bait Tuhan! Rasa takutnya kepada raja
Asyur membuatnya tidak segan-segan melakukan tindakan memalukan itu. Pada zaman
itu bait Tuhan adalah lambang kehadiran Allah di tengah umat Israel. Apa yang
terjadi pada Hizkia? Di ayat 5 kita melihat bagaimana Hizkia dikatakan
mengikuti Tuhan; namun 14 tahun kemudian (ay. 13), ia takut akan Asyur.
Padahal, Allah telah menyertainya untuk menghalau bangsa Filistin (ay. 8).
Mungkin sekarang kita yakin dan dengan iman berkata, “Saya tidak akan menjadi
seperti Hizkia! Saya sudah berjalan bersama dengan Allah dan taat.”
Perhatikanlah, pada awalnya Hizkia juga taat (ay. 1-8). Melalui kisah ini, kita
perlu mengerti bahwa ketaatan kepada Allah itu perjalanan seumur hidup dan
diperlukan kewaspadaan selama kita hidup. “Sadarlah dan berjaga-jagalah!
Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan
mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Pet. 5:8) --Periadi E S Ritonga.
Semangat pagi teman-teman, salam sukses. JBUs. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 6
Bertentangan dengan
apa yang banyak orang pikirkan mengenai Tuhan yang sering tidak menjawab doa
mereka, rasul Paulus dengan sangat yakin menyatakan kebalikannya: Tuhan suka
melakukan lebih banyak daripada yang kita doakan & harapkan pada-Nya! (Ef.
3:20). Tidakkah Anda menyadarinya? -Tuhan mencurahkan berkat & kebaikan-Nya
secara berlimpah-limpah dari yang kita perkirakan. Yesus berkata, “Aku datang
supaya kamu mempunyai hidup” -dan tidak hanya itu. “Dan mempunyainya dalam
kelimpahan” -itulah yang dijanjikan & pasti akan diberikan-Nya (Yoh.
10:10b). Tidak akan pernah kekurangan mereka yang mengasihi-Nya sebab Dia
berjanji, “Carilah dulu Kerajaan Allah & kebenaran-Nya, maka semua itu
(kebutuhan-kebutuhan hidup jasmani) akan DITAMBAHKAN kepada-mu.” -Tuhan
memberikan jauh lebih baik daripada yang dapat kita pikirkan. Naaman dengan
putus asa mencari kesembuhan bagi kustanya -ia mendapat kesembuhan &
hubungan dengan Allah yang hidup. Petrus mendambakan mujizat dalam pekerjaannya
& jalanya pun penuh -hanya untuk meninggal-kan semuanya itu demi mengikut
Sang Guru yang memanggil-nya menjadi penjala manusia. Ada yang lebih baik Tuhan
sediakan jika kita mau percaya sepenuhnya pada Dia. -Lebih daripada yang Anda
sanggup pikirkan & rencanakan, karena doa-doa & iman Anda, TUHAN
bekerja mendatangkan segala yang paling baik & paling berguna bagi hidup
Anda. Orang sering memohon yang baik menurut pengertian-pengertiannya sendiri,
namun tidak demikian dengan Tuhan yang melihat masa lalu bersamaan dengan masa
kini & masa depan. Jika hari ini tampaknya Dia belum menjawab doa kita,
bukan berarti Dia tidak melakukan sesuatu sebab di balik layar, Dia tidak
pernah berdiam diri demi mengerjakan yang terbaik & sempurna bagi Anda. Kebodohan
kitalah yang membatasi pengenalan kita akan karya-Nya di hidup kita. Hari ini
& seterusnya, bersiaplah selalu untuk kejutan-kejutan terbaik Tuhan atas
doa-doa Anda. Semua yang terbaik dari Tuhan akan menjadi milik orang-orang yang
tak berhenti percaya & berharap. Pada waktunya, Anda akan menerima LEBIH.
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 7
Yes! Perihal
tanggung jawab, kita tidak boleh lepas tangan! Kalau kita sudah angkat tangan
(bo hwat secara manusiawi) MAKA Tuhan akan turun tangan! (Secara kodrati) (Bp. Gunadi Cahyono – PT.
MDU)

No comments:
Post a Comment