Wednesday, 5 August 2015

5 Agustus 2015

MY HONOUR



My Honour: Mengangkat Tangan. Mazmur 141:2, “Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.” Salah satu sikap saat kita memuji Tuhan adalah ‘mengangkat tangan’/Yadah (sikap puji-pujian yang agung). Memuji = keluar suara: menyanyi dengan suara yang keras/mengakui kebesaran Tuhan/mengakui keajaiban Tuhan. Jangan ada yang malu dengan mengakui keluar suara ya saat memuji/menyayi, dengan memuji & mengangkat tangan inilah membuat kita mampu membagun hubungan yang baik dengan Tuhan. Amin.

Respon 1
Ketika dunia berkata “menyerah”, pengharapan berbisik “coba sekali lagi”. When the world says “give up”, hope whispers “one more time”. Roma 5:5, ‘Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.’ (GNCC)

Respon 2
Kol 3:8,14 – Buanglah marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor, dusta! Ayoo kenakanlah KASIH! Jangan simpan kepahitan, YESUS bisa AMPUNI dan BERKATI! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
“Making our lives is much more important than making a living.” Xavier Quentin Pranata.



Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 5 Agustus 2015. Mencukupkan Diri. Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (Filipi 4:11). Seorang pengusaha sukses mengalami kebangkrutan saat krisis moneter. Namun, ia tetap aktif melayani Tuhan dan tertawa-tawa, seolah tidak terjadi apa-apa. Rahasianya? “Saya memulai usaha dari bawah, dari sepetak kamar kontrakan. Kalau saya harus kehilangan semua, bukan masalah. Toh saya dapat mulai lagi dari sepetak kamar kontrakan. Saya dapat menjadi sopir taksi atau berjualan sate di pinggir jalan.” Saya terkesan oleh sikapnya yang dapat mencukupkan diri dalam segala keadaan itu. Sebelum bertobat, Paulus (dulunya Saulus) seorang yang berkuasa dan berkelimpahan materi. Dalam perjalanannya mengikut Kristus, sering kali hidupnya jauh dari kata “nyaman” menurut dunia. Ketika menuliskan surat ini, ia sedang menjadi tawanan di penjara Roma. Bukan karena Paulus hebat dan tahan banting jikalau ia telah dan dapat menanggung semua itu, tetapi karena ia belajar mencukupkan diri, menerima apa pun yang dialaminya, dan senantiasa percaya Tuhan memberikan kekuatan kepadanya (ay. 11-13). Terlebih lagi, Paulus belajar menerima dengan ucapan syukur segala bentuk pertolongan saudara-saudara seimannya (ay. 14-18) dan menyadari bahwa Allah akan menyediakan segala kebutuhan mereka (ay. 19). Memang tidak banyak dari kita yang mengalami kasus seperti Paulus, tetapi kita semua, mau tidak mau, suka tidak suka, pasti menghadapi kesulitan. Di tengah situasi yang berubah-ubah ini, Paulus mendorong kita untuk terus memercayai Allah yang sanggup memelihara dan mencukupkan kita dalam segala keadaan —DEW. KURANGNYA RASA BERSYU-KUR MENGAKIBATKAN KITA TIDAK PERNAH MERASA CUKUP. Selamat pagi. Bersyukur untuk hari ini. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
05 Agustus 2015. Ayat bacaan: 2 Raja-raja 18:13-16. Nats: Pada waktu itu Hizkia mengerat emas dari pintu-pintu dan dari jenang-jenang pintu bait TUHAN, yang telah dilapis oleh Hizkia, raja Yehuda; diberikannyalah semuanya kepada raja Asyur (2 Raja-raja 18:16). Menjual Allah? Bagaimana mungkin manusia menjual Allah? Sepintas hal ini kelihatan mustahil, namun kenyataannya tidak. Seseorang melepas kepercayaannya kepada Yesus agar mendapatkan jabatan atau seseorang bersedia mengikuti pasangannya berpindah ke kepercayaan lain. Ada banyak contoh bagaimana seorang Kristen bersedia untuk meninggalkan Allah demi sesuatu yang lain. Bukankah itu dapat disebut menjual Allah? Raja Hizkia bertindak serupa. Ia menjual Allah dengan memberikan kepada raja Asyur seluruh isi rumah Tuhan, termasuk mengerat emas pelapis pintu bait Tuhan! Rasa takutnya kepada raja Asyur membuatnya tidak segan-segan melakukan tindakan memalukan itu. Pada zaman itu bait Tuhan adalah lambang kehadiran Allah di tengah umat Israel. Apa yang terjadi pada Hizkia? Di ayat 5 kita melihat bagaimana Hizkia dikatakan mengikuti Tuhan; namun 14 tahun kemudian (ay. 13), ia takut akan Asyur. Padahal, Allah telah menyertainya untuk menghalau bangsa Filistin (ay. 8). Mungkin sekarang kita yakin dan dengan iman berkata, “Saya tidak akan menjadi seperti Hizkia! Saya sudah berjalan bersama dengan Allah dan taat.” Perhatikanlah, pada awalnya Hizkia juga taat (ay. 1-8). Melalui kisah ini, kita perlu mengerti bahwa ketaatan kepada Allah itu perjalanan seumur hidup dan diperlukan kewaspadaan selama kita hidup. “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Pet. 5:8) --Periadi E S Ritonga. Semangat pagi teman-teman, salam sukses. JBUs. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 6
Bertentangan dengan apa yang banyak orang pikirkan mengenai Tuhan yang sering tidak menjawab doa mereka, rasul Paulus dengan sangat yakin menyatakan kebalikannya: Tuhan suka melakukan lebih banyak daripada yang kita doakan & harapkan pada-Nya! (Ef. 3:20). Tidakkah Anda menyadarinya? -Tuhan mencurahkan berkat & kebaikan-Nya secara berlimpah-limpah dari yang kita perkirakan. Yesus berkata, “Aku datang supaya kamu mempunyai hidup” -dan tidak hanya itu. “Dan mempunyainya dalam kelimpahan” -itulah yang dijanjikan & pasti akan diberikan-Nya (Yoh. 10:10b). Tidak akan pernah kekurangan mereka yang mengasihi-Nya sebab Dia berjanji, “Carilah dulu Kerajaan Allah & kebenaran-Nya, maka semua itu (kebutuhan-kebutuhan hidup jasmani) akan DITAMBAHKAN kepada-mu.” -Tuhan memberikan jauh lebih baik daripada yang dapat kita pikirkan. Naaman dengan putus asa mencari kesembuhan bagi kustanya -ia mendapat kesembuhan & hubungan dengan Allah yang hidup. Petrus mendambakan mujizat dalam pekerjaannya & jalanya pun penuh -hanya untuk meninggal-kan semuanya itu demi mengikut Sang Guru yang memanggil-nya menjadi penjala manusia. Ada yang lebih baik Tuhan sediakan jika kita mau percaya sepenuhnya pada Dia. -Lebih daripada yang Anda sanggup pikirkan & rencanakan, karena doa-doa & iman Anda, TUHAN bekerja mendatangkan segala yang paling baik & paling berguna bagi hidup Anda. Orang sering memohon yang baik menurut pengertian-pengertiannya sendiri, namun tidak demikian dengan Tuhan yang melihat masa lalu bersamaan dengan masa kini & masa depan. Jika hari ini tampaknya Dia belum menjawab doa kita, bukan berarti Dia tidak melakukan sesuatu sebab di balik layar, Dia tidak pernah berdiam diri demi mengerjakan yang terbaik & sempurna bagi Anda. Kebodohan kitalah yang membatasi pengenalan kita akan karya-Nya di hidup kita. Hari ini & seterusnya, bersiaplah selalu untuk kejutan-kejutan terbaik Tuhan atas doa-doa Anda. Semua yang terbaik dari Tuhan akan menjadi milik orang-orang yang tak berhenti percaya & berharap. Pada waktunya, Anda akan menerima LEBIH. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 7
Yes! Perihal tanggung jawab, kita tidak boleh lepas tangan! Kalau kita sudah angkat tangan (bo hwat secara manusiawi) MAKA Tuhan akan turun tangan!  (Secara kodrati) (Bp. Gunadi Cahyono – PT. MDU)


No comments:

Post a Comment