Wednesday, 19 August 2015

19 Agustus 2015

MY HONOUR




Baca: Markus 12:28-34. Ayat 30: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Yang diminta oleh Allah dari semua orang percaya kepada Kristus & menerima keselamatanNya ialah kasih yang SETIA. Kasih ini menuntut SIKAP yang MENGHORMATI & MENGHARGAI Allah sehingga kita sungguh-sungguh merindukan “persekutuan”. Dengan DIA, berusaha untuk TAAT J. Apa artinya?  Kasih yang menguasai seluruh diri kita, kasih yang dibangkitkan oleh kasihNya kepada kita yang menyebabkan DIA mengutus AnakNya untuk kepentingan kita/KASIH yang mau berkorban (dipraktekkan) & bukan hanya kata-kata J. Amin. Sudahkah kita menjadikan Kristus prioritas dalam hidup kita? Yang utama & yang pertama?? Mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi & segenap kekuatan kita. Dipraktekkan melalui Sekolah Kehidupan, KOMSEL ya atau dengan mengasihi jiwa-jiwa yang sudah dipercayakan kepada setiap kita J. Amin.

Respon 1
Alkitab banyak menyebut tentang mahkota. Tentu saja sangat sedikit sekali di antara kita yang sempat merasakan mengenakan apalagi memiliki mahkota. Sebab mahkota adalah perhiasan yang mahal, mungkin yang termahal dari yang pernah ada. Bukan saja karena batu-batu atau logam-logam berharga yang menghiasi bentuk & ukurannya yang indah, namun juga nilai dari mahkota itu sendiri yang hanya diberikan kepada orang-orang yang dipandang layak mendapatkannya. Ada mahkota yang diperoleh karena kelahiran & keturunan. Itulah mahkota para pangeran & putri raja dimana mereka berhak atas mahkota-mahkota kebangsawanan. Ada juga mahkota yang didapat karena pencapaian & prestasi. Inilah mahkota yang diberikan pada para atlet yang telah bertanding dengan begitu baiknya & keluar sebagai juara seperti di zaman Romawi kuno. Mahkota yang lain adalah lambang kekuasaan. Yaitu mahkota yang dikenakan para raja sebagai tanda dialah sang pemegang otoritas yang besar. Pernahkah Anda membayangkan mengenakan atau memiliki salah satu dari mahkota-mahkota itu? Jika Anda berpikir mustahil, pikirlah ulang. Mahkota-mahkota yang disebutkan di atas, Tuhan sediakan bagi kita & Dia rindu supaya kita memilikinya! Atau, tidak tahukah Anda bahwa kepada kita sebagai manusia, Tuhan memberikan mahkota kemuliaan & hormat? (Maz. 8:5-7). Anda mungkin tidak melihatnya dengan mata jasmani, namun dalam penciptaannya, manusia adalah putra-putri penguasa sekalian alam. Meski tampak rapuh lagi lemah, manusia ditinggikan hampir sama dengan Allah, bahkan malaikat-malaikat pun harus melayani manusia (Mat. 18:10; 1 Pet. 1:12; Ibr. 1:14). Dalam keterpisahan dengan Tuhan, karena dosa, manusia kehilangan kemuliaannya & hidup amat rendah dalam cengkeraman iblis. Yesus Kristus telah datang untuk memulihkan kemuliaan yang hilang itu. Di dalam Dia, kita seharusnya hidup sebagai putra & putri raja. Bukan hanya di dalam kecukupannya tapi juga dalam tutur kata & tingkah laku sehari-hari. Terima & kenakan mahkota Anda sebagai pribadi-pribadi yang dikasihi oleh Raja segala raja. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
You are born to make an impact. Mazmur 139:14, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” (GNCC)
Respon 3
There is no reward from God for those who seek it from men. Tidak ada pahala dari Tuhan bagi mereka yang mencari pahala dari manusia. Matius 6:3, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Orang memberi banyak tujuannya, ada yang rindu ingin berbagi karena hatinya dipenuhi oleh kasih, ada juga yang kepingin nyari nama supaya terkenal sebagai orang sosial. Ketahuilah tidak ada pahala dari Tuhan, bagi kita yang suka mengejar pahala dari manusia, padahal hidup ini hanya sementara apa yang bisa dibawa nanti? Kejarlah pahala dari surga, yaitu keselamatan kekal dan mahkota kehidupan. GBU. (Ibu Lely Dewi – PT. HAS)

Respon 4
Rabu, 19 Agustus 2015. Bacaan: 1 Samuel 24:1-8. Setahun: Yeremia 19-22. Nats: Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul (1 Samuel 24:6). BERUANG TEDDY. Presiden Amerika ke-27, Theodore Roosevelt, dikenal jujur dan sportif. Ia gemar berburu beruang. Suatu hari ia tak memperoleh buruan. Penguasa setempat tidak ingin presiden malu dan pulang dengan tangan hampa. Ia memerintahkan untuk mengikat seekor beruang di dekat pohon sehingga siap untuk ditembak. Roosevelt menolak. Insiden tersebut membuat dirinya kian dikenal dan dihargai. Untuk menghormati sikap kepala negara, seorang pencipta mainan anak-anak membuat boneka beruang dan menamainya “Teddy”--Beruang Teddy. Aha! Peluang emas! Orang yang bikin hidupnya susah dan menghendaki kematiannya sedang lengah. Ia sedang buang hajat! Menikamnya dari belakang pada saat seperti itu bukan perkara sukar. Anak buahnya membujuk agar kesempatan emas itu jangan dilewatkan. Tetapi Daud menolak. Ia masih punya nurani yang berfungsi, masih bisa “berdebar-debar” memberinya sinyal untuk membedakan yang benar dari yang salah (ay. 6). Membunuh orang yang diurapi Tuhan, apalagi dengan cara yang tidak ksatria, bukanlah pilihannya. Sikap ksatria dan sportivitas dewasa ini merosot drastis. Atlet menggunakan dopping. Petinju menggigit bagian tubuh lawan. Pendukung tim sepakbola mengamuk dan menjadi anarkis. Berpolitik dengan kampanye hitam. Beli pendukung. Tak mau mengakui kekalahan, dan sebagainya. Padahal sportivitas dan sikap ksatrialah yang justru dikenang dan dihargai dalam jangka waktu yang panjang. Marilah kita kembali mengasah nurani bersama firman Tuhan agar tak menjadi tumpul digerus zaman --Pipi Dhali. PERTARUNGAN SEJATI ADA DI DALAM HATI. KEMENANGAN SEJATI ADA PADA NURANI. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Tubuh. Matius 6:22 – Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 49; Titus 3; Yesaya 51-52. Kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang jahat ditentukan oleh fokus pandangan mata rohani kita. Jika kita memusatkan mata kita pada uang, semisalnya, maka kita akan menikmati hidup senang untuk sesaat. Namun, keputusan-keputusan yang kita ambil akan menjadi kabur. Kita akan membuat keputusan yang bertentangan dengan norma-norma hidup kita sendiri pilihan-pilihan yang akhirnya dapat menghancurkan keluarga dan diri kita sendiri. Alkitab mengingatkan, “Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan” (1 Timotius 6:9). Jika kita mencintai uang, kita akan melakukan usaha apa saja untuk mendapatkannya. Sehingga akhirnya, “Betapa gelapnya kegelapan itu” (Matius 6:23). Dalam novel The Chronicles of Narnia karya C.S. Lewis, nafsu Edmund terhadap kembang gula membuat dia mengkhianati saudara-saudarinya. Hasrat Eustace untuk memiliki naga emas akhirnya menjadikannya seekor naga. Keserakahan memenuhi Pangeran Caspia di Pulau Deathwater ketika dia mendambakan kekuatan yang dapat diperolehnya dari air di pulau tersebut. Makanan, uang, kekuatan, atau apa pun yang menjadi fokus mata rohani kita akan menentukan apa yang kita dambakan, dan juga menentukan apakah hidup kita dipenuhi oleh terang atau kegelapan. Yesus berkata, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” Matius 6:22. Waspadailah pandangan mata Anda, karena itu akan menentukan hasrat Anda! -David Roper. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 6
“God is more than able to use our disabilities to deliver our divine destiny.” Xavier Quentin Pranata. “Tuhan lebih dari mampu untuk memakai ketidakmampuan kita untuk meluncurkan rancangan ilahi-Nya dalam diri kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment