MY HONOUR
Baca: Markus
12:28-34. Ayat 30: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap
kekuatanmu.” Yang diminta oleh Allah dari semua orang percaya kepada
Kristus & menerima keselamatanNya ialah kasih yang SETIA. Kasih ini
menuntut SIKAP yang MENGHORMATI & MENGHARGAI Allah sehingga kita
sungguh-sungguh merindukan “persekutuan”. Dengan DIA, berusaha untuk TAAT J. Apa artinya? Kasih yang menguasai seluruh diri kita, kasih
yang dibangkitkan oleh kasihNya kepada kita yang menyebabkan DIA mengutus
AnakNya untuk kepentingan kita/KASIH yang mau berkorban (dipraktekkan) &
bukan hanya kata-kata J. Amin. Sudahkah kita menjadikan Kristus prioritas dalam hidup kita?
Yang utama & yang pertama?? Mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa,
segenap akal budi & segenap kekuatan kita. Dipraktekkan melalui Sekolah
Kehidupan, KOMSEL ya atau dengan mengasihi jiwa-jiwa yang sudah dipercayakan
kepada setiap kita J. Amin.
Respon 1
Alkitab banyak menyebut
tentang mahkota. Tentu saja sangat sedikit sekali di antara kita yang sempat
merasakan mengenakan apalagi memiliki mahkota. Sebab mahkota adalah perhiasan
yang mahal, mungkin yang termahal dari yang pernah ada. Bukan saja karena
batu-batu atau logam-logam berharga yang menghiasi bentuk & ukurannya yang
indah, namun juga nilai dari mahkota itu sendiri yang hanya diberikan kepada
orang-orang yang dipandang layak mendapatkannya. Ada mahkota yang diperoleh
karena kelahiran & keturunan. Itulah mahkota para pangeran & putri raja
dimana mereka berhak atas mahkota-mahkota kebangsawanan. Ada juga mahkota yang
didapat karena pencapaian & prestasi. Inilah mahkota yang diberikan pada
para atlet yang telah bertanding dengan begitu baiknya & keluar sebagai
juara seperti di zaman Romawi kuno. Mahkota yang lain adalah lambang kekuasaan.
Yaitu mahkota yang dikenakan para raja sebagai tanda dialah sang pemegang
otoritas yang besar. Pernahkah Anda membayangkan mengenakan atau memiliki salah
satu dari mahkota-mahkota itu? Jika Anda berpikir mustahil, pikirlah ulang.
Mahkota-mahkota yang disebutkan di atas, Tuhan sediakan bagi kita & Dia
rindu supaya kita memilikinya! Atau, tidak tahukah Anda bahwa kepada kita
sebagai manusia, Tuhan memberikan mahkota kemuliaan & hormat? (Maz. 8:5-7).
Anda mungkin tidak melihatnya dengan mata jasmani, namun dalam penciptaannya,
manusia adalah putra-putri penguasa sekalian alam. Meski tampak rapuh lagi
lemah, manusia ditinggikan hampir sama dengan Allah, bahkan malaikat-malaikat
pun harus melayani manusia (Mat. 18:10; 1 Pet. 1:12; Ibr. 1:14). Dalam
keterpisahan dengan Tuhan, karena dosa, manusia kehilangan kemuliaannya &
hidup amat rendah dalam cengkeraman iblis. Yesus Kristus telah datang untuk
memulihkan kemuliaan yang hilang itu. Di dalam Dia, kita seharusnya hidup
sebagai putra & putri raja. Bukan hanya di dalam kecukupannya tapi juga
dalam tutur kata & tingkah laku sehari-hari. Terima & kenakan mahkota
Anda sebagai pribadi-pribadi yang dikasihi oleh Raja segala raja. Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
You are born to
make an impact. Mazmur 139:14, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku
dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar
menyadarinya.” (GNCC)
Respon 3
There is no reward
from God for those who seek it from men. Tidak ada pahala dari Tuhan bagi
mereka yang mencari pahala dari manusia. Matius 6:3, “Tetapi jika engkau
memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan
kananmu. 4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka
Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Orang memberi
banyak tujuannya, ada yang rindu ingin berbagi karena hatinya dipenuhi oleh
kasih, ada juga yang kepingin nyari nama supaya terkenal sebagai orang sosial.
Ketahuilah tidak ada pahala dari Tuhan, bagi kita yang suka mengejar pahala
dari manusia, padahal hidup ini hanya sementara apa yang bisa dibawa nanti?
Kejarlah pahala dari surga, yaitu keselamatan kekal dan mahkota kehidupan. GBU.
(Ibu Lely Dewi – PT. HAS)
Respon 4
Rabu, 19 Agustus
2015. Bacaan: 1 Samuel 24:1-8. Setahun: Yeremia 19-22. Nats: Kemudian
berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul (1 Samuel
24:6). BERUANG TEDDY. Presiden Amerika ke-27, Theodore Roosevelt, dikenal jujur
dan sportif. Ia gemar berburu beruang. Suatu hari ia tak memperoleh buruan.
Penguasa setempat tidak ingin presiden malu dan pulang dengan tangan hampa. Ia
memerintahkan untuk mengikat seekor beruang di dekat pohon sehingga siap untuk
ditembak. Roosevelt menolak. Insiden tersebut membuat dirinya kian dikenal dan
dihargai. Untuk menghormati sikap kepala negara, seorang pencipta mainan
anak-anak membuat boneka beruang dan menamainya “Teddy”--Beruang Teddy. Aha!
Peluang emas! Orang yang bikin hidupnya susah dan menghendaki kematiannya
sedang lengah. Ia sedang buang hajat! Menikamnya dari belakang pada saat
seperti itu bukan perkara sukar. Anak buahnya membujuk agar kesempatan emas itu
jangan dilewatkan. Tetapi Daud menolak. Ia masih punya nurani yang berfungsi, masih
bisa “berdebar-debar” memberinya sinyal untuk membedakan yang benar dari yang
salah (ay. 6). Membunuh orang yang diurapi Tuhan, apalagi dengan cara yang
tidak ksatria, bukanlah pilihannya. Sikap ksatria dan sportivitas dewasa ini
merosot drastis. Atlet menggunakan dopping. Petinju menggigit bagian tubuh
lawan. Pendukung tim sepakbola mengamuk dan menjadi anarkis. Berpolitik dengan
kampanye hitam. Beli pendukung. Tak mau mengakui kekalahan, dan sebagainya.
Padahal sportivitas dan sikap ksatrialah yang justru dikenang dan dihargai
dalam jangka waktu yang panjang. Marilah kita kembali mengasah nurani bersama
firman Tuhan agar tak menjadi tumpul digerus zaman --Pipi Dhali. PERTARUNGAN
SEJATI ADA DI DALAM HATI. KEMENANGAN SEJATI ADA PADA NURANI. (Ibu Caroline –
Bandung)
Respon 5
Tubuh. Matius 6:22
– Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Bacaan
Alkitab Setahun: Mazmur 49; Titus 3; Yesaya 51-52. Kemampuan untuk membedakan
yang baik dan yang jahat ditentukan oleh fokus pandangan mata rohani kita. Jika
kita memusatkan mata kita pada uang, semisalnya, maka kita akan menikmati hidup
senang untuk sesaat. Namun, keputusan-keputusan yang kita ambil akan menjadi
kabur. Kita akan membuat keputusan yang bertentangan dengan norma-norma hidup
kita sendiri pilihan-pilihan yang akhirnya dapat menghancurkan keluarga dan
diri kita sendiri. Alkitab mengingatkan, “Mereka yang ingin kaya terjatuh ke
dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa
dan yang mencelakakan” (1 Timotius 6:9). Jika kita mencintai uang, kita akan
melakukan usaha apa saja untuk mendapatkannya. Sehingga akhirnya, “Betapa
gelapnya kegelapan itu” (Matius 6:23). Dalam novel The Chronicles of Narnia
karya C.S. Lewis, nafsu Edmund terhadap kembang gula membuat dia mengkhianati
saudara-saudarinya. Hasrat Eustace untuk memiliki naga emas akhirnya
menjadikannya seekor naga. Keserakahan memenuhi Pangeran Caspia di Pulau
Deathwater ketika dia mendambakan kekuatan yang dapat diperolehnya dari air di
pulau tersebut. Makanan, uang, kekuatan, atau apa pun yang menjadi fokus mata
rohani kita akan menentukan apa yang kita dambakan, dan juga menentukan apakah
hidup kita dipenuhi oleh terang atau kegelapan. Yesus berkata, “Mata adalah
pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” Matius 6:22.
Waspadailah pandangan mata Anda, karena itu akan menentukan hasrat Anda! -David
Roper. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 6
“God is more than
able to use our disabilities to deliver our divine destiny.” Xavier Quentin
Pranata. “Tuhan lebih dari mampu untuk memakai ketidakmampuan kita untuk
meluncurkan rancangan ilahi-Nya dalam diri kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment