MY HONOUR
Dampak
Penyembahan (Part 2). Dampak selanjutnya bila kita menyembah ke 3: Mempererat
hubungan kita dengan Tuhan. Yakobus 4:8a, “Mendekatlah kepada Allah, dan
Ia akan mendekat kepadamu.” Ke 4: Memberi kekuatan. Mazmur 138:3: “Pada
hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam
jiwaku, bahkan memberikan kelepasan.” Baca: Kis 16:19-42. Ayat 25: “Tetapi
kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian
kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” Ayat 26: “Akan
tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu
goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu
mereka semua.” Percayalah pada saat kita memuji menyembah DIA, maka sendi-sendi
= hal-hal yang tidak kelihatan; pintu = kesempatan akan dibukakan,
bahkan belenggu/semua ‘beban’/‘keterikatan’ dilepaskan. Amin. Sudahkah
kita memuji & menyembah DIA pagi hari ini?? Jangan tinggalkan hari ini
sebelum kita ‘Bersarapan Pagi’ bersama DIA J. Amin.
Respon 1
Pengkotbah 3:11 –
TUHAN membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya! Indah rencana-MU TUHAN
didalam hidupku. DIA tidak pernah terlambat tapi tepat pada waktunya! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
Berubahlah dan perbaharui
pikiranmu dengan KEBENARAN. Penuhi hatimu senantiasa dengan KASIH. Hidup bukan
untulk dilayani melainkan untuk MELAYANI.
Respon 3
Namun apa yang
terjadi dalam beberapa hari setelahnya? Sebagian dari orang banyak itu berbalik
dan menuntut agar Yesus disalibkan Matius 27:20-23. Pada hari Minggu mereka
menyembah Dia, tetapi pada hari Jumat mereka tak lagi menginginkan Dia. Dalam
hubungan dengan Tuhan, janganlah kita berubah-ubah sikap. Kadang kita menyembah
Yesus dengan segenap hati di hari Minggu, tetapi tepat keesokan harinya, kita
hidup dengan sikap seakan-akan kehadiran-Nya mengganggu kita. Atau, di hari
Minggu kita mengatakan kepada-Nya bahwa kita mengasihi Dia, tetapi kemudian
kita lalai menaati Dia sepanjang minggu itu. Janganlah menjadi pengikut Yesus
yang tidak konsisten. Jangan jadi pengikut tak setia yang berkata mengasihi
Tuhan, tetapi setiap hari menjauh dari-Nya dan firman-Nya yang menghidupkan.
(Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat,
7 Agustus 2015. Keberuntungan Kimhan. Tetapi inilah hambamu Kimham, ia boleh
ikut dengan tuanku raja; perbuatlah kepadanya apa yang tuanku pandang baik (2
Samuel 19:37). George Washington, presiden pertama Amerika Serikat, memiliki
banyak budak kulit hitam. Namun, ia terbilang tuan yang baik. Ia melarang
budaknya dijual kepada majikan lain jikalau budak itu memiliki hubungan
keluarga dengan budak lain miliknya juga, sebab ia tak mau mereka dipisahkan
dari keluarganya. Dalam surat wasiat tertulisnya, semua budaknya boleh bebas
jika ia dan istrinya telah meninggal. Washington memikirkan nasib para
budaknya. Beruntunglah Kimham, budak Barzilai. Tuannya orang yang baik. Sebagai
pendukung setia raja, Barzilai amat berjasa kala Daud sedang terancam oleh
upaya kudeta yang dipimpin Absalom. Maka, sesudah berhasil kembali ke takhta,
Daud bermaksud menghadiahinya kesempatan yang tak didapatkan oleh sembarang
orang: tinggal bersama raja di istana (ay. 33). Barzilai menolak dengan alasan
usia. Sebagai gantinya, ia mengajukan Kimham, agar Daud membawanya ke istana
menjadi hamba raja (ay. 37). Barzilai melihat ada kesempatan baik untuk Kimham.
Ia memikirkan budaknya itu. Hidup seseorang bisa berubah ketika ada pihak yang
mau memikirkannya. Memikirkan kesehatannya, kesejahteraannya, pendidikannya,
masa depannya, dan sebagainya. Karena memikirkan, ia ikut memperjuangkan atau
mencarikan jalan demi kebaikannya. Adakah seseorang yang kehidupannya berubah
karena Anda ikut memikirkan dia? Kimham beruntung karena ada Barzilai. Siapakah
yang beruntung karena ada Anda dalam hidupnya? —PAD. SEMAKIN TULUS DAN SERIUS
KITA MEMIKIRKAN SESEORANG, SEMAKIN NYATA KITA BERBUAT SESUATU DEMI KEBAIKANNYA.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Adalah suatu fakta yang
telah menjadi sejarah bagi bangsa Israel saat Yosua mengatakan perkataan Tuhan
ini: “Kepada Esau Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya, sedang Yakub
serta anak-anaknya pergi ke Mesir” (Yos. 24:4). Sungguh benar bahwa kepada
Esau, Tuhan -dalam kedaulatan & kasih karunia-Nya pada keturunan hamba-hambaNya-
memberikan bagian warisan pada Esau & keturunannya, dimana itu tidak boleh
diganggu gugat oleh siapapun juga bahkan oleh Israel yang adalah umat
pilihan-Nya sendiri (Kej. 36:8; Ula. 2:4-6,12,22). Jadi, mengapa Esau
mendapatkan warisan & tempat untuk berdiam dengan aman & tenang
sedangkan Yakub & anak-anaknya harus menumpang di negeri orang? Bukankah
hak kesulungan ada pada Yakub? Tidakkah Yakub semestinya mendapatkan tempat
lebih dahulu & lebih baik daripada Esau? Mengapa keturunan Yakub yang
adalah bangsa pilihan Allah harus diperbudak di Mesir & baru menempuh
perjalanan kepada warisannya 400 tahun kemudian dengan melalui padang belantara
selama 40 tahun? Mengapa hidup Esau & keturunannya tampak lebih mudah,
sedangkan Israel harus jatuh bangun menerima warisannya? Dari sini kita belajar
satu pelajaran penting. Yaitu bahwa kehidupan anak-anak yang dikasihi-Nya,
tidak dipenuhi & ditandai dengan kelancaran & kemudahan. Justru hidup
orang-orang pilihan Tuhan sering banyak diwarnai kesukaran, penderitaan, jalan
yang tidak mulus. Bukankah kakak-kakak Daud telah berkarir di bidang militer
sedangkan Daud masih terkucil menggembala domba? Meski demikian, tidak ada yang
lebih baik & lebih indah selain hidup di dalam penyertaan &
rancangan-rancanganNya bagi kita. Ada proses menyakitkan yang harus dilalui
memang, namun hasil akhirnya adalah kemuliaan bagi yang mau & rela
menjalaninya. Esau bisa jadi hidup nyaman ia namun kehilangan persekutuan &
pengalaman yang indah berjalan bersama Tuhan. Selagi hampir semua orang mencari
kenyamanan & keamanan dalam hidup, maukah Anda masuk & merangkul
petualangan bersama Tuhan & masuk dalam rencana terbaik-Nya bagi hidup
Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment