Thursday, 13 August 2015

13 Agustus 2015

MY HONOUR




Ibrani 10:24-25, “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Sudahkah kita ada tertanam dalam sebuah komunitas sel? Sudahkah kita bertumbuh dalam “Sekolah Kehidupan”/KomSel saat ini?? Bagi saya KomSel adalah tempat kita praktek kata “SALING” J. Saling memperhatikan satu dengan yang lain, saling menguatakan, saling mendoakan, saling mendahulukan, saling menghormati, dst (ada 25 kata “SALING” yang bisa kita praktekkan sesuai Alkitab Perjanjian Baru J. Jadikan suatu KEHORMATAN kalau kita bisa mempunyai saudara-saudara seiman dalam Komunitas Sel, untuk mempraktekkan “Gaya Hidup Kristus”. Amin.

Respon 1
“Kemerdekaan sejati diawali dengan menghambakan diri kepada Kristus.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Allah kita adalah api yang menghanguskan (Ul. 4:24). Api yang kuat, besar & memakan habis. Dan nyala api-Nya adalah cinta (Kid. 8:6). Suatu cinta yang sangat kuat yang menginginkan yang dicintai-Nya hanya menjadi milik-Nya. Itulah sebabnya, Dia disebut juga Allah yang cemburu -yang tidak dapat menerima yang dicintai-Nya mengasihi yang lain. Cinta Tuhan yang kuat bagai nyala api yang besar, terus menerus menyala sebagaimana cinta-Nya yang tak pernah surut khususnya bagi manusia, lebih-lebih pada orang-orang yang mendapat kasih karunia di mata-Nya. Sesungguhnya api adalah elemen yang tidak pernah berkata 'cukup' (Ams. 30:16). Jika api itu berkobar maka tidak ada satupun yang tidak dilahapnya. Api yang abadi ada pada pribadi Tuhan. Itu tidak akan pernah berhenti menyala karena kasih-Nya selalu panas, kuat & tak terpadamkan. Api kasih yang sama yang ada pada-Nya, rindu Dia nyalakan di hati kita. Oh betapa berhasratnya Dia melihat kita mengasihi Dia seperti Dia mengasihi kita! Itu sebabnya Dia melambangkan itu dengan api yang tak padam dalam mezbah korban bakaran & mezbah ukupan di kemah suci Musa (Kel. 29:38-39; Bil. 28:1-8; Kel. 30:1-8). Siang & malam terbakar di hadapan Tuhan sebagai ingat-ingatan bagi Israel bahwa Tuhan mereka disenangkan oleh cinta umat-Nya. Roh Kudus adalah Api Allah, utusan Bapa yang diberikan untuk berdiam dalam kita -itu sebabnya Dia digambarkan dengan lidah-lidah api yang turun di antara murid-murid. Dan api Roh itu mencurahkan cinta Tuhan rata di hati kita (Rom. 5:5, TL). Jika kita mau membuka hati untuk pekerjaan Roh Kudus itu, kita tidak akan berhenti merasakan cinta Tuhan itu & sebaliknya: kita pun tidak akan pernah merasa sudah cukup mengasihi & berkorban bagi Tuhan. Oleh sebab api-Nya, roh Anda akan terus menyala-nyala demi kemuliaan-Nya. Adakah Anda tak lagi bergairah bagi Tuhan? Api Anda telah redup & hampir mati? Api-Nya sendirilah yang perlu dinyalakan di hati Anda. Mintalah api yang abadi & illahi itu menghanguskan Anda sekarang. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
Maz 108:13-14 – Pertolongan manusia itu sia-sia, tapi dengan TUHAN kita akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa! Mujizat pasti terjadi dalam hidupku. Amin! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
Mazmur 3:4-6. (4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela. (6) Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (GNCC)

No comments:

Post a Comment