MY HONOUR
Ibrani 10:24-25, “Dan
marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan
dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan
ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling
menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
Sudahkah kita ada tertanam dalam sebuah komunitas sel? Sudahkah kita bertumbuh
dalam “Sekolah Kehidupan”/KomSel saat ini?? Bagi saya KomSel adalah tempat
kita praktek kata “SALING” J. Saling memperhatikan satu dengan yang lain, saling menguatakan,
saling mendoakan, saling mendahulukan, saling menghormati, dst (ada 25 kata
“SALING” yang bisa kita praktekkan sesuai Alkitab Perjanjian Baru J. Jadikan suatu
KEHORMATAN kalau kita bisa mempunyai saudara-saudara seiman dalam Komunitas
Sel, untuk mempraktekkan “Gaya Hidup Kristus”. Amin.
Respon 1
“Kemerdekaan sejati
diawali dengan menghambakan diri kepada Kristus.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Allah kita adalah
api yang menghanguskan (Ul. 4:24). Api yang kuat, besar & memakan habis.
Dan nyala api-Nya adalah cinta (Kid. 8:6). Suatu cinta yang sangat kuat yang
menginginkan yang dicintai-Nya hanya menjadi milik-Nya. Itulah sebabnya, Dia
disebut juga Allah yang cemburu -yang tidak dapat menerima yang dicintai-Nya
mengasihi yang lain. Cinta Tuhan yang kuat bagai nyala api yang besar, terus
menerus menyala sebagaimana cinta-Nya yang tak pernah surut khususnya bagi
manusia, lebih-lebih pada orang-orang yang mendapat kasih karunia di mata-Nya.
Sesungguhnya api adalah elemen yang tidak pernah berkata 'cukup' (Ams. 30:16).
Jika api itu berkobar maka tidak ada satupun yang tidak dilahapnya. Api yang
abadi ada pada pribadi Tuhan. Itu tidak akan pernah berhenti menyala karena
kasih-Nya selalu panas, kuat & tak terpadamkan. Api kasih yang sama yang
ada pada-Nya, rindu Dia nyalakan di hati kita. Oh betapa berhasratnya Dia
melihat kita mengasihi Dia seperti Dia mengasihi kita! Itu sebabnya Dia
melambangkan itu dengan api yang tak padam dalam mezbah korban bakaran &
mezbah ukupan di kemah suci Musa (Kel. 29:38-39; Bil. 28:1-8; Kel. 30:1-8).
Siang & malam terbakar di hadapan Tuhan sebagai ingat-ingatan bagi Israel
bahwa Tuhan mereka disenangkan oleh cinta umat-Nya. Roh Kudus adalah Api Allah,
utusan Bapa yang diberikan untuk berdiam dalam kita -itu sebabnya Dia
digambarkan dengan lidah-lidah api yang turun di antara murid-murid. Dan api
Roh itu mencurahkan cinta Tuhan rata di hati kita (Rom. 5:5, TL). Jika kita mau
membuka hati untuk pekerjaan Roh Kudus itu, kita tidak akan berhenti merasakan
cinta Tuhan itu & sebaliknya: kita pun tidak akan pernah merasa sudah cukup
mengasihi & berkorban bagi Tuhan. Oleh sebab api-Nya, roh Anda akan terus
menyala-nyala demi kemuliaan-Nya. Adakah Anda tak lagi bergairah bagi Tuhan?
Api Anda telah redup & hampir mati? Api-Nya sendirilah yang perlu
dinyalakan di hati Anda. Mintalah api yang abadi & illahi itu menghanguskan
Anda sekarang. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 3
Maz 108:13-14 –
Pertolongan manusia itu sia-sia, tapi dengan TUHAN kita akan melakukan
perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa! Mujizat pasti terjadi dalam hidupku.
Amin! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 4
Mazmur 3:4-6. (4)
Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku
dan yang mengangkat kepalaku. (5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan
Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela. (6) Aku membaringkan diri,
lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (GNCC)

No comments:
Post a Comment