Wednesday, 26 August 2015

26 Agustus 2015

MY HONOUR




Mengapa Menjangkau? Matius 28:19-20, 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Yesus mengutus murid-muridNya untuk menghasilkan murid-murid Kristus yang baru J. Yesus tidak berkata: Pergilah, jadikan semua bangsa “Orang Percaya” saja atau jadikan semua bangsa Anak Allah? Tetapi bunyi ayat 19: Jadikan semua bangsa MURIDKU J. Ada beberapa urutan: orang percaya, hamba kebenaran, anak Allah & murid Yesus & terakhir tentara Allah J. Berada di level MURID Yesus & TENTARA Allah adalah level yang kita mau J. Bagaimana menjadi murid & memuridkan? Terlibatlah dalam One to One, terlibatlah dalam Tim Inti di komsel-komsel, bukan hanya anggota tetapi Pemimpin Kelompok Sel J. Di dalam Komunitas Sel yang benar pasti ada PERTUMBUHAN, pasti ada SALING (ada 25 kata SALING dalam Perjanjian Baru yang bisa kita praktekkan dalam sekolah kehidupan). Baca Bible Messages tanggal 13 Agustus 2015 J. Bagaimana dengan kita hari ini? Sudahkah kita menjangkau/memuridkan jiwa-jiwa yang sudah Tuhan percayakan? Atau kita hanya ‘Orang Percaya’ saja?

Respon 1
Maz 103:3 – DIA yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Di dalam YESUS ada PENGAMPUNAN dan KESEMBUHAN. Mujizat pasti terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


Respon 2
Ketika bangun pagi mari kita katakan: Filipi 4:13, ‘SEGALA perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.’ (GNCC)

Respon 3
Dunia masih penuh dengan penindasan & ketidakadilan yang dialami baik secara pribadi atau kelompok. Menghadapi hal-hal semacam itu, haruskah orang-orang Kristen melawan menyerang balik? Ataukah pasrah dengan keadaan & menunggu takdir menjemput? Bukan mudah menjawabnya, lebih-lebih jika menyangkut rasa sakit yang amat sangat akibat penderitaan yang mungkin tak hanya menimpa kita tapi juga orang-orang yang kita kasihi. Mazmur 103:6 memberitahu kita bahwa “TUHAN menjalankan hukum dan keadilan bagi semua orang yang tertindas (BIS)”. Itu berarti segala ketidakadilan yang kita alami tidak hanya menjadi sesuatu yang kita rasakan secara pribadi. Tuhan sendiri melihat semuanya, Dia turut merasakan kepedihannya & karena Dia tidak suka dengan penindasan maka Dia menyatakan bahwa Dia tidak akan tetap berdiam diri membiarkan semuanya itu terus terjadi & para pelakunya bebas dari penghukuman. Itu bukan omong kosong belaka. Kitab Suci berkali-kali mencatatnya. Yusuf yang dianiaya saudara-saudaranya, malah diangkat melebihi seluruh keluarganya. Lea yang tak dicintai Yakub, Tuhan memberikan anak demi anak laki-laki padanya sedangkan kandungan Rahel ditutupnya. Penderitaan Hana ditindas madunya pun diindahkannya hingga dari rahimnya yang tertutup itu lahir Samuel dan lima saudaranya yang lain. Deretan bukti masih sangat panjang namun sungguh sulit menemukan yang sedahsyat Tuhan menghajar Mesir demi umat-Nya yang telah bertahun-tahun berseru-seru & mengerang pada-Nya. Dengan tangan yang kuat, Israel pun dilepaskan-Nya dari perbudakan! Tuhan tidak pernah berdiam diri melihat penindasan atas hamba-hamba & orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia pasti akan bertindak, melakukan keadilan & pembalasan -menurut waktu-Nya & dengan cara-Nya. Adalah penting untuk menahan diri, belajar percaya, tidak menggunakan cara & waktu kita sendiri mendapatkan keadilan. Itu sebabnya kita diperintahkan mendoakan musuh-musuh kita sebab doa mengubah hati kita. Masalahnya, percayakah Anda kepada Dia? Yang menampung setiap tetes air mata Anda di kirbat-Nya itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Mazmur 143:8, ‘Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku. 9Lepaskanlah aku dari pada musuh-musuhku, ya TUHAN, pada-Mulah aku berteduh! 10Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata! 11Hidupkanlah aku oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, keluarkanlah jiwaku dari dalam kesesakan demi keadilan-Mu!’ Have a blessed day. Love you all ❤. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Ayat bacaan: Matius 11:2-19. Nats: Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku (Matius 11:6). Jangan Mudah Kecewa. Seorang ibu kecewa dengan sikap seorang hamba Tuhan sampai ia tidak mau ke gereja lagi. Berulang kali kami mengunjungi dan menasihatinya agar tidak memandang manusia dan kembali ke gereja, namun ia selalu menolak. Sampai akhir hidupnya, dalam keadaan sakit parah, ia bahkan berpesan kepada anaknya agar upacara pemakamannya tidak dilakukan secara kristiani. Di dalam penjara, Yohanes Pembaptis menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, apakah benar Dia Mesias yang dinantikan. Yesus meminta mereka memberitahukan kepada Yohanes tentang perbuataan-Nya, dan mengingatkannya agar tidak kecewa dan menolak Dia (ay. 2, 6). Paulus mengalami hal lain lagi. Ia menghadapi banyak situasi buruk: lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut (2 Kor. 11:23). Tetapi Paulus menunjukkan bahwa sebagai pelayan Allah, ia menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan, dan kesukaran. Ia tidak tawar hati dan kecewa, sebab ia yakin bahwa penderitaan ringan yang dialaminya itu mengerjakan baginya kemuliaan kekal yang melebihi segalagalanya. Paulus tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal (2 Kor. 4:17-18). Apakah saat ini Anda sedang menghadapi situasi buruk dan seakan-akan Tuhan tinggal diam? Jangan menjadi kecewa dan meninggalkan Tuhan. Percayalah, tersedia kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya di balik situasi buruk Anda. Semangat pagi manteman, salam sukses. JBUs. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 6
Praise God!! “Jika kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu & kamu akan mengetahui kebenaran & kebenaran itu akan memerdekakan kamu” [Yoh 8:31-32]. Berakar dalam Tuhan tidak bisa lepas dari menjadi Murid Kristus, yang bukan sekedar menjadi Kristen (sekalipun arti Kristen adalah ‘Pengikut Kristus’). Seorang murid adalah orang yang ‘tetap dalam Firman Tuhan’ yang artinya... » Sadar bahwa Firman Tuhan adalah kebutuhan esensi dalam hidupnya, hidup dipimpin & dikendalikan oleh Firman Tuhan; » Hidup dalam & dengan Firman Tuhan karena mempercayainya segenap hati; » Kesukaannya melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar mendengar & kagum (membaca & kagum terhadap Firman Tuhan belum berarti memiliki kebenaran Firman Tuhan. Kebenaran Firman Tuhan kita miliki jika kita melakukannya); » Tetap menghidupi Firman Tuhan dalam keadaan apapun & berapapun harganya; » hidup seperti / meneladani Gurunya, hidup seperti Kristus, sebab... Kekristenan adalah Gaya Hidup. Seorang murid Kristus 'Hidup Merdeka' yang artinya merdeka... * Dari dosa, karena hidupnya dipimpin & dikendalikan oleh Firman Tuhan (bukan hidup semaunya & merdeka dalam berbuat dosa); * Untuk hidup benar; * Karena dapat membedakan mana yang benar & yang salah, sebab memiliki Firman Tuhan dalam hidupnya; * Dari persoalan bukan berarti tidak memiliki persoalan lagi. Merdeka dalam hal keuangan bukan berarti punya uang banyak & kaya raya tapi uang tidak dapat menguasainya karena uang bukan segala-galanya. Merdeka dari perlakuan tidak adil bukan berarti selalu diistimewakan tapi apapun bentuk persoalan & perlakuan orang yang dtg dalam hidupnya tidak mempengaruhinya, tidak membuatnya panik, tidak membuatnya gelisah & takut, tidak membuatnya putus harapan, tidak merontokkan percayanya kepada Tuhan, tidak membuatnya kecewa & apatis. Menghidupi Firman Tuhan adalah... target hidup & kepuasan seorang Murid. Kita murid atau sekedar pengagum? Morning... Jbu all. (Madam Ossy)



No comments:

Post a Comment