MY HONOUR
Mengapa Menjangkau?
Matius 28:19-20, “19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Yesus
mengutus murid-muridNya untuk menghasilkan murid-murid Kristus yang baru J. Yesus tidak
berkata: Pergilah, jadikan semua bangsa “Orang Percaya” saja atau jadikan semua
bangsa Anak Allah? Tetapi bunyi ayat 19: Jadikan semua bangsa MURIDKU J. Ada beberapa
urutan: orang percaya, hamba kebenaran, anak Allah & murid Yesus &
terakhir tentara Allah J. Berada di level MURID Yesus & TENTARA Allah adalah level yang
kita mau J. Bagaimana menjadi murid & memuridkan? Terlibatlah dalam One
to One, terlibatlah dalam Tim Inti di komsel-komsel, bukan hanya
anggota tetapi Pemimpin Kelompok Sel J. Di dalam Komunitas Sel yang benar pasti ada
PERTUMBUHAN, pasti ada SALING (ada 25 kata SALING dalam Perjanjian Baru yang
bisa kita praktekkan dalam sekolah kehidupan). Baca Bible Messages tanggal 13
Agustus 2015 J. Bagaimana dengan kita hari ini? Sudahkah kita menjangkau/memuridkan
jiwa-jiwa yang sudah Tuhan percayakan? Atau kita hanya ‘Orang Percaya’ saja?
Respon 1
Maz 103:3 – DIA
yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Di
dalam YESUS ada PENGAMPUNAN dan KESEMBUHAN. Mujizat pasti terjadi! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
Ketika bangun pagi
mari kita katakan: Filipi 4:13, ‘SEGALA perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku.’ (GNCC)
Respon 3
Dunia masih penuh
dengan penindasan & ketidakadilan yang dialami baik secara pribadi atau
kelompok. Menghadapi hal-hal semacam itu, haruskah orang-orang Kristen melawan
menyerang balik? Ataukah pasrah dengan keadaan & menunggu takdir menjemput?
Bukan mudah menjawabnya, lebih-lebih jika menyangkut rasa sakit yang amat
sangat akibat penderitaan yang mungkin tak hanya menimpa kita tapi juga
orang-orang yang kita kasihi. Mazmur 103:6 memberitahu kita bahwa “TUHAN
menjalankan hukum dan keadilan bagi semua orang yang tertindas (BIS)”. Itu
berarti segala ketidakadilan yang kita alami tidak hanya menjadi sesuatu yang
kita rasakan secara pribadi. Tuhan sendiri melihat semuanya, Dia turut
merasakan kepedihannya & karena Dia tidak suka dengan penindasan maka Dia
menyatakan bahwa Dia tidak akan tetap berdiam diri membiarkan semuanya itu
terus terjadi & para pelakunya bebas dari penghukuman. Itu bukan omong
kosong belaka. Kitab Suci berkali-kali mencatatnya. Yusuf yang dianiaya
saudara-saudaranya, malah diangkat melebihi seluruh keluarganya. Lea yang tak
dicintai Yakub, Tuhan memberikan anak demi anak laki-laki padanya sedangkan
kandungan Rahel ditutupnya. Penderitaan Hana ditindas madunya pun diindahkannya
hingga dari rahimnya yang tertutup itu lahir Samuel dan lima saudaranya yang
lain. Deretan bukti masih sangat panjang namun sungguh sulit menemukan yang sedahsyat
Tuhan menghajar Mesir demi umat-Nya yang telah bertahun-tahun berseru-seru
& mengerang pada-Nya. Dengan tangan yang kuat, Israel pun dilepaskan-Nya
dari perbudakan! Tuhan tidak pernah berdiam diri melihat penindasan atas
hamba-hamba & orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia pasti akan bertindak,
melakukan keadilan & pembalasan -menurut waktu-Nya & dengan cara-Nya.
Adalah penting untuk menahan diri, belajar percaya, tidak menggunakan cara
& waktu kita sendiri mendapatkan keadilan. Itu sebabnya kita diperintahkan
mendoakan musuh-musuh kita sebab doa mengubah hati kita. Masalahnya, percayakah
Anda kepada Dia? Yang menampung setiap tetes air mata Anda di kirbat-Nya itu?
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Mazmur 143:8, ‘Perdengarkanlah
kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya!
Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat
jiwaku. 9Lepaskanlah aku dari pada musuh-musuhku, ya TUHAN,
pada-Mulah aku berteduh! 10Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab
Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang
rata! 11Hidupkanlah aku oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, keluarkanlah
jiwaku dari dalam kesesakan demi keadilan-Mu!’ Have a blessed day. Love you all
❤. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Ayat bacaan: Matius
11:2-19. Nats: Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku (Matius 11:6). Jangan
Mudah Kecewa. Seorang ibu kecewa dengan sikap seorang hamba Tuhan sampai ia
tidak mau ke gereja lagi. Berulang kali kami mengunjungi dan menasihatinya agar
tidak memandang manusia dan kembali ke gereja, namun ia selalu menolak. Sampai
akhir hidupnya, dalam keadaan sakit parah, ia bahkan berpesan kepada anaknya
agar upacara pemakamannya tidak dilakukan secara kristiani. Di dalam penjara, Yohanes
Pembaptis menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, apakah benar Dia
Mesias yang dinantikan. Yesus meminta mereka memberitahukan kepada Yohanes
tentang perbuataan-Nya, dan mengingatkannya agar tidak kecewa dan menolak Dia
(ay. 2, 6). Paulus mengalami hal lain lagi. Ia menghadapi banyak situasi buruk:
lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya
maut (2 Kor. 11:23). Tetapi Paulus menunjukkan bahwa sebagai pelayan Allah, ia
menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan, dan kesukaran. Ia
tidak tawar hati dan kecewa, sebab ia yakin bahwa penderitaan ringan yang
dialaminya itu mengerjakan baginya kemuliaan kekal yang melebihi segalagalanya.
Paulus tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan,
karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah
kekal (2 Kor. 4:17-18). Apakah saat ini Anda sedang menghadapi situasi buruk
dan seakan-akan Tuhan tinggal diam? Jangan menjadi kecewa dan meninggalkan
Tuhan. Percayalah, tersedia kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya di
balik situasi buruk Anda. Semangat pagi manteman, salam sukses. JBUs. (Bp. Budi
Hariono – PT. MPU)
Respon 6
Praise God!! “Jika
kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu & kamu akan
mengetahui kebenaran & kebenaran itu akan memerdekakan kamu” [Yoh 8:31-32].
Berakar dalam Tuhan tidak bisa lepas dari menjadi Murid Kristus, yang bukan
sekedar menjadi Kristen (sekalipun arti Kristen adalah ‘Pengikut Kristus’).
Seorang murid adalah orang yang ‘tetap dalam Firman Tuhan’ yang artinya... »
Sadar bahwa Firman Tuhan adalah kebutuhan esensi dalam hidupnya, hidup dipimpin
& dikendalikan oleh Firman Tuhan; » Hidup dalam & dengan Firman Tuhan
karena mempercayainya segenap hati; » Kesukaannya melakukan Firman Tuhan, bukan
sekedar mendengar & kagum (membaca & kagum terhadap Firman Tuhan belum
berarti memiliki kebenaran Firman Tuhan. Kebenaran Firman Tuhan kita miliki
jika kita melakukannya); » Tetap menghidupi Firman Tuhan dalam keadaan apapun
& berapapun harganya; » hidup seperti / meneladani Gurunya, hidup seperti
Kristus, sebab... Kekristenan adalah Gaya Hidup. Seorang murid Kristus 'Hidup
Merdeka' yang artinya merdeka... * Dari dosa, karena hidupnya dipimpin &
dikendalikan oleh Firman Tuhan (bukan hidup semaunya & merdeka dalam
berbuat dosa); * Untuk hidup benar; * Karena dapat membedakan mana yang benar
& yang salah, sebab memiliki Firman Tuhan dalam hidupnya; * Dari persoalan
bukan berarti tidak memiliki persoalan lagi. Merdeka dalam hal keuangan bukan
berarti punya uang banyak & kaya raya tapi uang tidak dapat menguasainya
karena uang bukan segala-galanya. Merdeka dari perlakuan tidak adil bukan
berarti selalu diistimewakan tapi apapun bentuk persoalan & perlakuan orang
yang dtg dalam hidupnya tidak mempengaruhinya, tidak membuatnya panik, tidak
membuatnya gelisah & takut, tidak membuatnya putus harapan, tidak
merontokkan percayanya kepada Tuhan, tidak membuatnya kecewa & apatis.
Menghidupi Firman Tuhan adalah... target hidup & kepuasan seorang Murid.
Kita murid atau sekedar pengagum? Morning... Jbu all. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment