Saturday, 22 August 2015

22 Agustus 2015

MY HONOUR




Efesus 4:11-12, 11Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12untuk memper-lengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Tugas para rasul, nabi, penginjil, gembala & pengajar ini adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, artinya: Persiapan & pelatihan bagi pelayan-pelayan itu penting agar membuat sesorang memliki kualifikasi yang penuh akan ‘sesuatu hal’. “Orang kudus” dalam Efesus 4:12 ini adalah setiap orang percaya, jadi setiap orang percaya adalah Hamba & Pelayan Tuhan. Pelayanan tidak terbatas di hari Minggu saja, setiap orang percaya dapat memiliki ‘pelayanan yang tidak terbatas’. Contohnya: melalui Kelompok Sel, kita bisa memenagkan jiwa, memuridkan (one to one), mendoakan, dll. Setiap orang percaya adalah Hamba & Pelayan Tuhan, ingat tidak ada pengangguran dalam Kerajaan Allah. Amin :).

Respon 1
Kasih karunia Tuhan. Kita mengetahuinya, menerimanya, merasakannya, hidup di dalamnya. Meski begitu, belum tentu kita memahaminya. Sebab kasih-Nya terlalu besar, melebihi segala akal. Maka kasih karunia Tuhan sering masih merupakan misteri bagi kita. Beruntunglah jika sekilas saja kita boleh mengenal & mengerti betapa ‘lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,’ yang melampaui segala pengetahuan (Ef. 3:18-19). Pikiran kita yang terbatas sukar untuk dapat menyelami mengapa seolah-olah Tuhan memberikan banyak -entah secara jasmani atau rohani- kepada satu orang tetapi dalam ukuran yang berbeda atau sedikit dibandingkan yang lain. Dalam hal-hal semacam inilah sering manusia berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Pikiran penuh curiga & negatif pada Tuhan, jika kita tidak berhati-hati, dapat menjadi tempat bagi iblis menumbuhkan benih-benih ketidakpuasan yang berujung pada sikap memberontak kepada Tuhan, menolak hikmat & kedaulatan-Nya sehingga kita terpisah selamanya dari Sang Pemberi & Penguasa Kehidupan. Sebagai contoh, ada orang yang lahir dalam keluarga Kristen, yang setiap hari mendengar nama Yesus & berdoa pada Yesus, dimana terdapat setiap kesempatan untuk berbakti & belajar kebenaran firman; di sisi lain ada yang lahir dari keluarga yang tak kenal Kristus & dibiasakan untuk menghina & menghujat Kristus serta pengikut-pengikutNya. Menurut Anda, siapakah yang lebih banyak mendapat kasih karunia? Jawabannya jelas. Meski begitu, bagaimana ternyata jika yang dari keluarga Kristen justru hidupnya jauh dari Tuhan & mencari kesenangan dunia, lalu yang diajar membenci Kristus malah menjadi murid yang taat bahkan hamba Tuhan yang setia? Siapa di antara mereka yang menyia-nyiakankan kasih karunia itu? Yang perlu kita persoalkan bukan besar kecilnya kasih karunia itu. TANGGAPAN KITA pada kasih karunia itulah yang penting. Bersyukurlah & jangan sia-siakan kasih karunia Tuhan bagi Anda -seberapa pun itu. Jadilah orang-orang yang bertumbuh makin indah di hadapan Tuhan. Dalam kasih karunia-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Titus 2:7-8 (TB) – dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Tuhan beri kami, Siu Siang dan Liching untuk.... bisa jadi teladan untuk keluarga dan sesama kami. Kami menyadari tanpa Tuhan, kami tidak bisa berbuat apa-apa... Sebab itu... kami menyerahkan pikiran dan perbuatan kami tunduk pada pimpinan Roh Kudus. Kuasai kami sepenuhnya, jadikan kami alatMu. Biar melalui hidup kami, nama Tuhan dipermuliakan. Kuatkan dan teguhkan kami. Berkati seluruh keluarga kami... Proteksi Tuhan menaungi kami semua. In Jesus name! Amen! (Ibu Caroline – Bandung)


No comments:

Post a Comment