MY HONOUR
Efesus 4:11-12, “11Dan
Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12untuk
memper-lengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus.” Tugas para rasul, nabi, penginjil, gembala & pengajar
ini adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan,
bagi pembangunan tubuh Kristus, artinya: Persiapan & pelatihan bagi
pelayan-pelayan itu penting agar membuat sesorang memliki kualifikasi yang
penuh akan ‘sesuatu hal’. “Orang kudus” dalam Efesus 4:12 ini adalah setiap
orang percaya, jadi setiap orang percaya adalah Hamba & Pelayan Tuhan.
Pelayanan tidak terbatas di hari Minggu saja, setiap orang percaya dapat
memiliki ‘pelayanan yang tidak terbatas’. Contohnya: melalui Kelompok Sel, kita
bisa memenagkan jiwa, memuridkan (one to one), mendoakan, dll. Setiap
orang percaya adalah Hamba & Pelayan Tuhan, ingat tidak ada pengangguran
dalam Kerajaan Allah. Amin :).
Respon 1
Kasih karunia
Tuhan. Kita mengetahuinya, menerimanya, merasakannya, hidup di dalamnya. Meski
begitu, belum tentu kita memahaminya. Sebab kasih-Nya terlalu besar, melebihi
segala akal. Maka kasih karunia Tuhan sering masih merupakan misteri bagi kita.
Beruntunglah jika sekilas saja kita boleh mengenal & mengerti betapa ‘lebarnya
dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,’ yang melampaui segala
pengetahuan (Ef. 3:18-19). Pikiran kita yang terbatas sukar untuk dapat
menyelami mengapa seolah-olah Tuhan memberikan banyak -entah secara jasmani
atau rohani- kepada satu orang tetapi dalam ukuran yang berbeda atau sedikit
dibandingkan yang lain. Dalam hal-hal semacam inilah sering manusia berpikir
bahwa Tuhan tidak adil. Pikiran penuh curiga & negatif pada Tuhan, jika
kita tidak berhati-hati, dapat menjadi tempat bagi iblis menumbuhkan
benih-benih ketidakpuasan yang berujung pada sikap memberontak kepada Tuhan,
menolak hikmat & kedaulatan-Nya sehingga kita terpisah selamanya dari Sang
Pemberi & Penguasa Kehidupan. Sebagai contoh, ada orang yang lahir dalam
keluarga Kristen, yang setiap hari mendengar nama Yesus & berdoa pada
Yesus, dimana terdapat setiap kesempatan untuk berbakti & belajar kebenaran
firman; di sisi lain ada yang lahir dari keluarga yang tak kenal Kristus &
dibiasakan untuk menghina & menghujat Kristus serta pengikut-pengikutNya.
Menurut Anda, siapakah yang lebih banyak mendapat kasih karunia? Jawabannya
jelas. Meski begitu, bagaimana ternyata jika yang dari keluarga Kristen justru
hidupnya jauh dari Tuhan & mencari kesenangan dunia, lalu yang diajar
membenci Kristus malah menjadi murid yang taat bahkan hamba Tuhan yang setia?
Siapa di antara mereka yang menyia-nyiakankan kasih karunia itu? Yang perlu
kita persoalkan bukan besar kecilnya kasih karunia itu. TANGGAPAN KITA pada
kasih karunia itulah yang penting. Bersyukurlah & jangan sia-siakan kasih
karunia Tuhan bagi Anda -seberapa pun itu. Jadilah orang-orang yang bertumbuh
makin indah di hadapan Tuhan. Dalam kasih karunia-Nya. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)
Respon 2
Titus 2:7-8 (TB) –
dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah
engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela
dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk
yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Tuhan beri kami, Siu Siang dan Liching
untuk.... bisa jadi teladan untuk keluarga dan sesama kami. Kami menyadari
tanpa Tuhan, kami tidak bisa berbuat apa-apa... Sebab itu... kami menyerahkan
pikiran dan perbuatan kami tunduk pada pimpinan Roh Kudus. Kuasai kami
sepenuhnya, jadikan kami alatMu. Biar melalui hidup kami, nama Tuhan
dipermuliakan. Kuatkan dan teguhkan kami. Berkati seluruh keluarga kami...
Proteksi Tuhan menaungi kami semua. In Jesus name! Amen! (Ibu Caroline –
Bandung)

No comments:
Post a Comment