MY HONOUR
Setia & Mau
Belajar. Keluaran 33:11, “Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan
berhadapan muka seperti seorang berbicara kepda temannya; kemudian kembalilah
ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda,
tidaklah meninggalkan kemah itu.” Bilangan 11:27-29, “Lalu berlarilah
seorang muda memberitahukan kepada Musa: ‘Eldad dan Medad kepenuhan seperti
nabi di tempat perkemahan.’ Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya
menjadi abdi Musa: ‘Tuanku Musa, cegahlah mereka!’ Tetapi Musa berkata
kepadanya: ‘Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat
Tuhan menjadi nabi, oleh karena Tuhan memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka.’”
Ketika kita PERCAYA kita adalah pengikut Kristus/murid Kristus. Jika kita MURID
tentunya kita harus mau”belajar”, agar dapat “lulus” J. Dan yang terpenting,
pertanyaannya adalah apakah kita sudah lulus “SD”? (Jadi ingat: sharing dari
seorang pemimpin di kantor). Miliki jiwa besar, hikmat & dewasa adalah
sebutan bagi MURID yang lulus SD, yaitu lulus SD seperti Kristus. Amin J.
Respon 1
“Salah satu
kebaikan mengajar adalah bahwa guru bertambah pintar karena terus belajar.”
Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Sejarah peradaban
manusia menyampaikan bukti yang tak terbantahkan mengenai karakter alami
manusia. Sekalipun sebagian menyangkal keberadaan yang illahi & mengaku
tiada bertuhan, pada dasarnya manusia tidak dapat lepas dari apa yang disebut
sebagai penyembahan. Manusia dicipta untuk mengagumi, memuja bahkan menyembah
sesuatu. Entah mereka menyembah Tuhan sejati atau iblis, seseorang atau dirinya
sendiri, ciptaan Tuhan atau ciptaannya sendiri, atas apa yang di luar dirinya
atau di dalam dirinya -manusia sudah pasti memuja sesuatu. Bahkan
manusia-manusia yang tak pernah mengakui keberadaan Tuhan pada dasarnya memuja
akal pikirannya sendiri; kagum pada potensi kemandirian kemanusiaannya sendiri;
terpesona pada eksistensinya sendiri. Menyembah (baik dalam Perjanjian Lama
atau Baru) berarti “merendahkan & menundukkan (harga) diri, memberikan
penghormatan yang tinggi kepada yang disembahnya”. Praktek nyata secara
badaniah ialah sikap segan dengan tidak berlaku tidak sopan atau melecehkan,
sampai dengan membungkukkan badan, mencium tangan, kaki, berlutut hingga sujud
dengan dahi menyentuh lantai (lambang bagian teratas tubuh kita ditaruhkan di
bagian paling bawah) yang semuanya adalah tanda pengakuan bahwa yang disembah
lebih tinggi daripadanya & bahwa ia tunduk pada kekuasaannya. Tapi
penyembahan yang asli ada di dalam hati. Hati kitalah yang mengetahui kepada
siapa kita menundukkan diri & memberikan penghormatan yang tinggi. Batin
kita terdalam tahu benar siapa yang kita puja, muliakan, hormati, tinggikan,
agungkan, puja puji, banggakan, yang kepadanya kita tunduk & taat &
mengikuti setiap arahannya sehingga kita mengabdikan jam-jam & hari-hari
hidup kita melakukan kehendaknya. Jika mengaku Yesus ialah Tuhan, biarlah hati
& hidup kita sehari-hari didapati menunjukkan hal yang sama. Sebab Dia
Allah yang cemburuan (Kel. 34:14). Pastikan Anda sujud sepenuhnya -hati, jiwa,
kata & langkah- kepada Dia, Bapa yang kita kenal dalam Kristus Yesus.
Itulah penyembahan sejati Anda pada Allah yang benar. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)
Respon 3
Praise God...!! “Karena
dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan,
pencurian, sumpah palsu & hujat” [Mat 15:19]. Masih tentang hati yang
(beres) tulus & bersih. Hati yang 'tidak beres' menimbulkan masalah bagi
diri sendiri sebab semua sumbernya dari hati. Masalah timbul karena hatinya...
Serakah & egois, jadi trouble maker. Keras & tidak mau berubah, bikin
sengsara orang lain. Iri & sombong, reaksi membabi buta tanpa hikmat. Tawar
(hati), tidak percaya, meragukan & curiga terhadap Tuhan. Mendekat, melekat
& merendahkan diri kepada Tuhan adalah satu-satunya cara punya 'hati beres'
karena cuma Tuhan yang bisa pulihkan tiap hati. “Tinggi hati mendahului
kehancuran, tapi kerendahan hati mendahului kehormatan (ada wibawa & hikmat
Allah)” [Ams 18:12]. Let's do it! Hati beres, hidup beres... 1) Lemah lembut
& mau diajar, hati yang haus untuk dipimpin, dituntun, diarahkan &
diajar. 2) Tulus & mau taat, dalam segala hal fokusnya hanya “senangkan
& puaskan Tuhan bukan diri sendiri”. 3) Tekun & setia, tidak mudah
emosi & berontak. 4) Percaya & beriman, melakukan FT sebagai penyerahan
hidup. Masalah tidak selesai-selesai bukan karena Tuhan kehilangan kuasa tapi
karena kita-nya yang salah berespon melulu. Jangan salahkan Tuhan, tapi periksa
hati kita masing-masing & bereskan di hadapan Tuhan. Bisa berespon benar
jika hatinya beres, sehat, bersih & tulus. Morning... Jbu all.
Respon 4
Matius 6:27 –
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta
saja pada jalan hidupnya? 1 Petrus 5:7 – Serahkanlah segala kekuatiranmu
kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Rasa kuatir akan menghabiskan
energimu, percaya saja. (GNCC)
Respon 5
TUHAN ADALAH
PELINDUNG & PENOLONG YANG SETIA. Ketika kita setia kepadaNya, Dia juga
setia menyertai kita, ketika kita tidak setia kepadaNya, Dia tetap setia
menantikan pertobatan kita agar mau sadar & kembali kepadaNya. Segala
sesuatu ada awal juga ada akhir, ada sebab juga ada akibat, jangan frustasi
saat menghadapi badai masalah persoalan, jangan terfokus pada masalahnya yang
besar, tapi pandanglah Tuhan yang jauh lebih besar dari semua masalah persoalan
itu, setiap masalah punya akhiran, putus asa bukanlah pilihan, kuatkan iman
serta tetap taat & andalkan Dia, biarkan Dia yang berdaulat sepenuhnya atas
hidup kita. Ketika kita dekat dengan Tuhan, walau ada air mata, tapi suatu saat
Dia akan ubahkan air mata kita menjadi mata air; ketika kita taat kepada Tuhan,
walau ada kekurangan, suatu saat Dia akan mengantikan kekurangan itu dengan
kelimpahan; ketika kita tekun berdoa, walau harus menghadapi masa-masa sulit,
tapi suatu saat pasti ada kelegaan, tapi satu hal yang pasti, kita akan selalu
mengalami penyertaan dari Tuhan, Dia tahu waktu yang tepat untuk memberikan
yang terbaik, amin. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN,
kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari baitNya, teriakku
minta tolong masuk ke telingaNya (2 Sam 22:7). TUHAN memperlakukan aku sesuai
dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, sebab
aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai
orang fasik. Sebab segala hukumNya kuperhatikan dan dari ketetapanNya aku tidak
menyimpang; aku berlaku tidak bercela kepadaNya dan menjaga diri terhadap
kesalahan. Karena itu Tuhan membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai
dengan kesucianku di depan mataNya (2 Sam 22:21-25). Selamat pagi. Selamat
beraktivitas. Jbu (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

No comments:
Post a Comment