Friday, 14 August 2015

14 Agustus 2015

MY HONOUR




Setia & Mau Belajar. Keluaran 33:11, “Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepda temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.” Bilangan 11:27-29, “Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: ‘Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan.’ Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: ‘Tuanku Musa, cegahlah mereka!’ Tetapi Musa berkata kepadanya: ‘Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat Tuhan menjadi nabi, oleh karena Tuhan memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka.’” Ketika kita PERCAYA kita adalah pengikut Kristus/murid Kristus. Jika kita MURID tentunya kita harus mau”belajar”, agar dapat “lulus” J. Dan yang terpenting, pertanyaannya adalah apakah kita sudah lulus “SD”? (Jadi ingat: sharing dari seorang pemimpin di kantor). Miliki jiwa besar, hikmat & dewasa adalah sebutan bagi MURID yang lulus SD, yaitu lulus SD seperti Kristus. Amin J.

Respon 1
“Salah satu kebaikan mengajar adalah bahwa guru bertambah pintar karena terus belajar.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Sejarah peradaban manusia menyampaikan bukti yang tak terbantahkan mengenai karakter alami manusia. Sekalipun sebagian menyangkal keberadaan yang illahi & mengaku tiada bertuhan, pada dasarnya manusia tidak dapat lepas dari apa yang disebut sebagai penyembahan. Manusia dicipta untuk mengagumi, memuja bahkan menyembah sesuatu. Entah mereka menyembah Tuhan sejati atau iblis, seseorang atau dirinya sendiri, ciptaan Tuhan atau ciptaannya sendiri, atas apa yang di luar dirinya atau di dalam dirinya -manusia sudah pasti memuja sesuatu. Bahkan manusia-manusia yang tak pernah mengakui keberadaan Tuhan pada dasarnya memuja akal pikirannya sendiri; kagum pada potensi kemandirian kemanusiaannya sendiri; terpesona pada eksistensinya sendiri. Menyembah (baik dalam Perjanjian Lama atau Baru) berarti “merendahkan & menundukkan (harga) diri, memberikan penghormatan yang tinggi kepada yang disembahnya”. Praktek nyata secara badaniah ialah sikap segan dengan tidak berlaku tidak sopan atau melecehkan, sampai dengan membungkukkan badan, mencium tangan, kaki, berlutut hingga sujud dengan dahi menyentuh lantai (lambang bagian teratas tubuh kita ditaruhkan di bagian paling bawah) yang semuanya adalah tanda pengakuan bahwa yang disembah lebih tinggi daripadanya & bahwa ia tunduk pada kekuasaannya. Tapi penyembahan yang asli ada di dalam hati. Hati kitalah yang mengetahui kepada siapa kita menundukkan diri & memberikan penghormatan yang tinggi. Batin kita terdalam tahu benar siapa yang kita puja, muliakan, hormati, tinggikan, agungkan, puja puji, banggakan, yang kepadanya kita tunduk & taat & mengikuti setiap arahannya sehingga kita mengabdikan jam-jam & hari-hari hidup kita melakukan kehendaknya. Jika mengaku Yesus ialah Tuhan, biarlah hati & hidup kita sehari-hari didapati menunjukkan hal yang sama. Sebab Dia Allah yang cemburuan (Kel. 34:14). Pastikan Anda sujud sepenuhnya -hati, jiwa, kata & langkah- kepada Dia, Bapa yang kita kenal dalam Kristus Yesus. Itulah penyembahan sejati Anda pada Allah yang benar. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


Respon 3
Praise God...!! “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu & hujat” [Mat 15:19]. Masih tentang hati yang (beres) tulus & bersih. Hati yang 'tidak beres' menimbulkan masalah bagi diri sendiri sebab semua sumbernya dari hati. Masalah timbul karena hatinya... Serakah & egois, jadi trouble maker. Keras & tidak mau berubah, bikin sengsara orang lain. Iri & sombong, reaksi membabi buta tanpa hikmat. Tawar (hati), tidak percaya, meragukan & curiga terhadap Tuhan. Mendekat, melekat & merendahkan diri kepada Tuhan adalah satu-satunya cara punya 'hati beres' karena cuma Tuhan yang bisa pulihkan tiap hati. “Tinggi hati mendahului kehancuran, tapi kerendahan hati mendahului kehormatan (ada wibawa & hikmat Allah)” [Ams 18:12]. Let's do it! Hati beres, hidup beres... 1) Lemah lembut & mau diajar, hati yang haus untuk dipimpin, dituntun, diarahkan & diajar. 2) Tulus & mau taat, dalam segala hal fokusnya hanya “senangkan & puaskan Tuhan bukan diri sendiri”. 3) Tekun & setia, tidak mudah emosi & berontak. 4) Percaya & beriman, melakukan FT sebagai penyerahan hidup. Masalah tidak selesai-selesai bukan karena Tuhan kehilangan kuasa tapi karena kita-nya yang salah berespon melulu. Jangan salahkan Tuhan, tapi periksa hati kita masing-masing & bereskan di hadapan Tuhan. Bisa berespon benar jika hatinya beres, sehat, bersih & tulus. Morning... Jbu all.

Respon 4
Matius 6:27 – Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 1 Petrus 5:7 – Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Rasa kuatir akan menghabiskan energimu, percaya saja. (GNCC)
Respon 5
TUHAN ADALAH PELINDUNG & PENOLONG YANG SETIA. Ketika kita setia kepadaNya, Dia juga setia menyertai kita, ketika kita tidak setia kepadaNya, Dia tetap setia menantikan pertobatan kita agar mau sadar & kembali kepadaNya. Segala sesuatu ada awal juga ada akhir, ada sebab juga ada akibat, jangan frustasi saat menghadapi badai masalah persoalan, jangan terfokus pada masalahnya yang besar, tapi pandanglah Tuhan yang jauh lebih besar dari semua masalah persoalan itu, setiap masalah punya akhiran, putus asa bukanlah pilihan, kuatkan iman serta tetap taat & andalkan Dia, biarkan Dia yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita. Ketika kita dekat dengan Tuhan, walau ada air mata, tapi suatu saat Dia akan ubahkan air mata kita menjadi mata air; ketika kita taat kepada Tuhan, walau ada kekurangan, suatu saat Dia akan mengantikan kekurangan itu dengan kelimpahan; ketika kita tekun berdoa, walau harus menghadapi masa-masa sulit, tapi suatu saat pasti ada kelegaan, tapi satu hal yang pasti, kita akan selalu mengalami penyertaan dari Tuhan, Dia tahu waktu yang tepat untuk memberikan yang terbaik, amin. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari baitNya, teriakku minta tolong masuk ke telingaNya (2 Sam 22:7). TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik. Sebab segala hukumNya kuperhatikan dan dari ketetapanNya aku tidak menyimpang; aku berlaku tidak bercela kepadaNya dan menjaga diri terhadap kesalahan. Karena itu Tuhan membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mataNya (2 Sam 22:21-25). Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Jbu (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

No comments:

Post a Comment