MY HONOUR
My Honour:
“Melayani”. 2 Tim 1:9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil
kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan
berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan
kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.” Kita perlu ‘melayani’
karena mengingat-kan kita tentang anugerah & kasih karuniaNya, sebuah
kehormatan kalau kita bisa melayani & kita juga ‘dilayani’ sementara kita ‘melayani’.
Amin. Sudahkah kita mendedikasi-kan hidup kita untuk “melayani DIA”?
Ambil kesempatan yang membuat kita berbeda yaitu “MELAYANI”. Ada banyak bentuk
pelaynan yang bisa kita lakukan di gereja lokal kita masing-masing: 1)
Pelayanan Sekolah Minggu; 2) Pelayanan Buletin/Warta Gereja; 3)
Pelayanan SoundMan, Lighting, Hospitality, Usher, Edukasi, Worship Director,
Remaja, Multimedia, Kreatif, Konsumsi, Dekorasi, Musik, Promosi & Connect
Center J. Mari melayani dengan HATI yang tulus, percayalah Tuhan sudah
menyediakan upahNya bagi kita. Amin.
Respon 1
Ulangan 31:6,
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena
mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak
akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Awali minggu yang
baru ini dengan percaya bahwa Tuhan besertamu. Have an awesome week. (GNCC)
Respon 2
Renungan Pagi.
Senin, 31 Agustus 2015. Bahan Bacaan: Matius 13:31-33. Nats: Apabila sudah
tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi
pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya
(Matius 13:32). PENGARUHNYA SEMAKIN BESAR. Di Indonesia, arus listrik sering
padam. Entah karena kerusakan teknis atau pemadaman bergilir. Hal ini sangat
meresahkan, karena masyarakat sudah sangat bergantung pada listrik. Dulu,
listrik dipakai hanya sebatas menyalakan lampu. Kini, pemakaiannya merambah ke
segala bidang. Hampir semua kegiatan memerlukan listrik: mendinginkan ruangan,
menjalankan mesin, menonton televisi, menyalakan komputer, dan lain-lain.
Pengaruhnya semakin besar. Tidak bisa lagi kita hidup nyaman tanpanya! Pengaruh
atau dampak Kerajaan Surga juga begitu. Ia seumpama biji sesawi. Mula-mula
kecil mungil. Tak terasa hadirnya, apalagi dampaknya. Namun, setelah tumbuh, ia
menjadi pohon besar tempat bernaung burung-burung. Dampaknya sangat terasa.
Burung-burung tak bisa hidup nyaman tanpanya. Kerajaan Surga juga seumpama ragi
dalam adonan. Ketika ditaruh sejumput, tampaknya tidak terjadi apa-apa. Namun,
perlahan tetapi pasti, 3-sukat adonan (hampir 40 liter) akan dipengaruhi hingga
mengembang. Itulah yang terjadi saat kita hidup dalam Kerajaan Surga. Sewaktu
baru beriman pada Kristus, mungkin Tuhan dan Firman-Nya belum terlalu memengaruhi
hidup. Tetapi, makin lama dampaknya makin besar. Kristus dan Firman-Nya
memengaruhi pikiran dan hati. Mewarnai setiap aksi. Menjadi sumber inspirasi.
Hidup dalam Kerajaan Allah tak pernah statis. Ada pertumbuhan. Pengaruh Kristus
seharusnya semakin terasa, hingga kita tak nyaman lagi hidup tanpa merasakan
kehadiran-Nya. Seberapa besar Yesus telah memengaruhi cara pikir, sikap, dan
tindakan Anda? IMAN yang HIDUP SELALU BERGERAK MAJU TIDAK PERNAH BERHENTI DI
TEMPAT. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Senin, 31 Agustus
2015. Bacaan: Daniel 3:8-30. Setahun: Ratapan 3-5. Nats: Tetapi seandainya
tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa
tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel
3:18). AKU BERSERAH. Ketika menyanyikan lagu, “Berserah kepada Yesus, tubuh roh
dan jiwaku,” saya teringat akan pergumulan ayah saya dengan suatu penyakit
terminal. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk berumur
panjang. Kami berdoa untuk kesembuhan beliau. Namun, titik terjadinya mukjizat
berlangsung ketika ayah berdoa, “Jadilah kehendak-Mu, aku berserah kepada-Mu.”
Jamahan Tuhan terjadi. Ayah saya merasakan rasa hangat pada organ-organ tubuh
yang sakit dan ia pun sembuh sempurna seketika. Ketika menghadapi ancaman
hukuman mati karena tidak mau menyembah berhala, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
berserah pada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa sekalipun Tuhan tidak
menyelamatkan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah berhala yang didirikan
oleh raja Nebukadnezar. Pada akhirnya Tuhan menolong mereka. Sikap berserah
mereka pada gilirannya membuat raja Nebukadnezar menyaksikan kuasa Tuhan dan
berbalik memuliakan nama-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa, “Jadilah
kehendak-Mu” (Matius 6:10). Rolland Baker, seorang pendeta, mengatakan bahwa
iman bukanlah soal meminta Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang kita
inginkan. Sebaliknya, beriman berarti percaya pada Tuhan dan pada kehendak-Nya.
Meskipun mungkin berbeda dari keinginan kita, kehendak Tuhan itu baik dan
sempurna, melampaui kehendak kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada
masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya. Marilah beriman pada-Nya! --Ni
Made Taganing Kurniati. BERSERAH MENUNJUKKAN KEPERCAYAAN PADA KEHENDAK TUHAN.
(Ibu Caroline – Bandung)
Respon 4
“Saat kita berakar
di dalam Firman, pohon kehidupan kita justru menjulang tinggi.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 5
PENDAMPING YANG
MANIS. Bacaan: Yohanes 14:15-26. NATS: Roh Kebenaran ... menyertai kamu dan
akan diam di dalam kamu (Yohanes 14:17). Ada seorang wanita tua di panti jompo
yang tidak berbicara kepada orang lain ataupun meminta sesuatu. Tampaknya ia
sekadar hadir di situ. Ia hanya berayun-ayun di kursi goyang tuanya yang
berderik. Ia tidak dikunjungi banyak orang. Melihat hal itu, seorang perawat
muda sering masuk ke kamarnya pada waktu istirahat. Ia tidak menanyakan apa pun
untuk membuatnya berbicara. Ia hanya menarik sebuah kursi lain dan berayun
bersamanya. Setelah beberapa bulan, wanita tua itu berkata kepadanya, Terima
kasih telah berayun bersama saya. Ia berterima kasih atas kesediaan sang
perawat mendampinginya. Sebelum naik ke surga, Yesus berjanji kepada para
murid-Nya untuk mengirimkan seorang pendamping yang akan selalu menyertai
mereka. Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sendirian,
namun akan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai mereka (Yohanes 14:17). Janji
itu masih berlaku bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus hari ini. Yesus
mengatakan bahwa Allah Tritunggal tinggal dalam diri kita (ayat 23). Tuhan
adalah pendamping yang dekat dan setia sepanjang hidup kita. Penyanyi Scott
Krippayne mengungkapkan kebenaran ini dalam lagu: Pada malam tergelapku, Dia
adalah bintang pemandu; di dalam keberdosaanku, Dia adalah hati yang
mengampuni; sebuah telinga yang mau mendengar untuk setiap doa yang bisu,
sebuah pundak bagi beban-beban yang tak dapat kutanggung. Dia adalah Pendamping
yang manis mulai hari ini hingga selamanya. Kita dapat menikmati penyertaan-Nya
yang manis hari ini. HATI SEORANG KRISTIANI ADALAH KEDIAMAN BAGI ROH KUDUS.
(Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 6
Pernyataan ini
benar & teguh: “… firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan
kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang
Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes.
55:11). Firman bagaikan hujan yang turun ke bumi. Tidak pernah kembali
melainkan melaksanakan maksud-maksud Tuhan yaitu membawa kesegaran, kehidupan
& kesuburan bagi tanah yang kering sehingga mampu menumbuhkan tanam-tanaman
(55:10). Dari perumpamaan Yesus, kita juga tahu bahwa firman itu juga serupa
benih. Sebagaimana benih itu pasti akan tumbuh ketika ditaburkan, mewujudkan
kerinduan Tuhan atas benih yang akan menghasilkan makanan bagi manusia, begitu
pula firman. Sebab benih firman-Nya ialah benih unggul, benih sorgawi, benih
yang mengandung kuasa dari Yang Mahatinggi yang telah memfirmankan-Nya, yang
hanya dari satu kata yang terucap dari bibir-Nya, alam semesta pun terciptalah.
Jadi jika firman-Nya berkata ‘sembuh’, maka kita pasti sembuh. Jika firman-Nya
berkata ‘kutuk’ maka kutuk itu pun menimpa. Juga jika itu berbunyi ‘diberkati’
maka berkat itu tentu dianugerahkan. Demikian pula janji-Nya pasti digenapi.
Firman-Nya itu ‘ya’ dan ‘amin’. Tak mungkin gagal; pasti membawa hasil
sebagaimana yang Tuhan inginkan. Hanya, pada sisi lain, ada keadaan-keadaan
dimana firman terlihat tak berdampak. Benih itu seolah gagal mencapai
tujuannya. Yesus memberitahukan kita sebabnya. Hati manusia yang kepadanya
diberikan kehendak bebaslah yang seolah menjadikan firman itu tidak efektif.
Hati yang serupa tepi jalan yang keras, hati yang penuh semak duri
kesenangan-tipu daya kekayaan-kekuatiran dunia, hati yang dipenuhi batu-batu
ketidakrelaan & ketakutan untuk membayar harga -demikianlah hati manusia
yang menolak benih firman yang berkuasa menyelamatkan, memulihkan, &
mengubah hidup mereka menjadi berarti, kaya akan kebajikan & kasih. Jadi,
maukah Anda menerima dengan taat supaya firman itu menjadi berkat Anda
ketimbang menjadi dasar penghakiman Tuhan atas hidup Anda? Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment