Monday, 31 August 2015

31 Agustus 2015

MY HONOUR




My Honour: “Melayani”. 2 Tim 1:9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.” Kita perlu ‘melayani’ karena mengingat-kan kita tentang anugerah & kasih karuniaNya, sebuah kehormatan kalau kita bisa melayani & kita juga ‘dilayani’ sementara kita ‘melayani’. Amin. Sudahkah kita mendedikasi-kan hidup kita untuk “melayani DIA”? Ambil kesempatan yang membuat kita berbeda yaitu “MELAYANI”. Ada banyak bentuk pelaynan yang bisa kita lakukan di gereja lokal kita masing-masing: 1) Pelayanan Sekolah Minggu; 2) Pelayanan Buletin/Warta Gereja; 3) Pelayanan SoundMan, Lighting, Hospitality, Usher, Edukasi, Worship Director, Remaja, Multimedia, Kreatif, Konsumsi, Dekorasi, Musik, Promosi & Connect Center J. Mari melayani dengan HATI yang tulus, percayalah Tuhan sudah menyediakan upahNya bagi kita. Amin.

Respon 1
Ulangan 31:6, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Awali minggu yang baru ini dengan percaya bahwa Tuhan besertamu. Have an awesome week. (GNCC)

Respon 2
Renungan Pagi. Senin, 31 Agustus 2015. Bahan Bacaan: Matius 13:31-33. Nats: Apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya (Matius 13:32). PENGARUHNYA SEMAKIN BESAR. Di Indonesia, arus listrik sering padam. Entah karena kerusakan teknis atau pemadaman bergilir. Hal ini sangat meresahkan, karena masyarakat sudah sangat bergantung pada listrik. Dulu, listrik dipakai hanya sebatas menyalakan lampu. Kini, pemakaiannya merambah ke segala bidang. Hampir semua kegiatan memerlukan listrik: mendinginkan ruangan, menjalankan mesin, menonton televisi, menyalakan komputer, dan lain-lain. Pengaruhnya semakin besar. Tidak bisa lagi kita hidup nyaman tanpanya! Pengaruh atau dampak Kerajaan Surga juga begitu. Ia seumpama biji sesawi. Mula-mula kecil mungil. Tak terasa hadirnya, apalagi dampaknya. Namun, setelah tumbuh, ia menjadi pohon besar tempat bernaung burung-burung. Dampaknya sangat terasa. Burung-burung tak bisa hidup nyaman tanpanya. Kerajaan Surga juga seumpama ragi dalam adonan. Ketika ditaruh sejumput, tampaknya tidak terjadi apa-apa. Namun, perlahan tetapi pasti, 3-sukat adonan (hampir 40 liter) akan dipengaruhi hingga mengembang. Itulah yang terjadi saat kita hidup dalam Kerajaan Surga. Sewaktu baru beriman pada Kristus, mungkin Tuhan dan Firman-Nya belum terlalu memengaruhi hidup. Tetapi, makin lama dampaknya makin besar. Kristus dan Firman-Nya memengaruhi pikiran dan hati. Mewarnai setiap aksi. Menjadi sumber inspirasi. Hidup dalam Kerajaan Allah tak pernah statis. Ada pertumbuhan. Pengaruh Kristus seharusnya semakin terasa, hingga kita tak nyaman lagi hidup tanpa merasakan kehadiran-Nya. Seberapa besar Yesus telah memengaruhi cara pikir, sikap, dan tindakan Anda? IMAN yang HIDUP SELALU BERGERAK MAJU TIDAK PERNAH BERHENTI DI TEMPAT. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
Senin, 31 Agustus 2015. Bacaan: Daniel 3:8-30. Setahun: Ratapan 3-5. Nats: Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18). AKU BERSERAH. Ketika menyanyikan lagu, “Berserah kepada Yesus, tubuh roh dan jiwaku,” saya teringat akan pergumulan ayah saya dengan suatu penyakit terminal. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk berumur panjang. Kami berdoa untuk kesembuhan beliau. Namun, titik terjadinya mukjizat berlangsung ketika ayah berdoa, “Jadilah kehendak-Mu, aku berserah kepada-Mu.” Jamahan Tuhan terjadi. Ayah saya merasakan rasa hangat pada organ-organ tubuh yang sakit dan ia pun sembuh sempurna seketika. Ketika menghadapi ancaman hukuman mati karena tidak mau menyembah berhala, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berserah pada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa sekalipun Tuhan tidak menyelamatkan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah berhala yang didirikan oleh raja Nebukadnezar. Pada akhirnya Tuhan menolong mereka. Sikap berserah mereka pada gilirannya membuat raja Nebukadnezar menyaksikan kuasa Tuhan dan berbalik memuliakan nama-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa, “Jadilah kehendak-Mu” (Matius 6:10). Rolland Baker, seorang pendeta, mengatakan bahwa iman bukanlah soal meminta Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang kita inginkan. Sebaliknya, beriman berarti percaya pada Tuhan dan pada kehendak-Nya. Meskipun mungkin berbeda dari keinginan kita, kehendak Tuhan itu baik dan sempurna, melampaui kehendak kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya. Marilah beriman pada-Nya! --Ni Made Taganing Kurniati. BERSERAH MENUNJUKKAN KEPERCAYAAN PADA KEHENDAK TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
“Saat kita berakar di dalam Firman, pohon kehidupan kita justru menjulang tinggi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 5
PENDAMPING YANG MANIS. Bacaan: Yohanes 14:15-26. NATS: Roh Kebenaran ... menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yohanes 14:17). Ada seorang wanita tua di panti jompo yang tidak berbicara kepada orang lain ataupun meminta sesuatu. Tampaknya ia sekadar hadir di situ. Ia hanya berayun-ayun di kursi goyang tuanya yang berderik. Ia tidak dikunjungi banyak orang. Melihat hal itu, seorang perawat muda sering masuk ke kamarnya pada waktu istirahat. Ia tidak menanyakan apa pun untuk membuatnya berbicara. Ia hanya menarik sebuah kursi lain dan berayun bersamanya. Setelah beberapa bulan, wanita tua itu berkata kepadanya, Terima kasih telah berayun bersama saya. Ia berterima kasih atas kesediaan sang perawat mendampinginya. Sebelum naik ke surga, Yesus berjanji kepada para murid-Nya untuk mengirimkan seorang pendamping yang akan selalu menyertai mereka. Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sendirian, namun akan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai mereka (Yohanes 14:17). Janji itu masih berlaku bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus hari ini. Yesus mengatakan bahwa Allah Tritunggal tinggal dalam diri kita (ayat 23). Tuhan adalah pendamping yang dekat dan setia sepanjang hidup kita. Penyanyi Scott Krippayne mengungkapkan kebenaran ini dalam lagu: Pada malam tergelapku, Dia adalah bintang pemandu; di dalam keberdosaanku, Dia adalah hati yang mengampuni; sebuah telinga yang mau mendengar untuk setiap doa yang bisu, sebuah pundak bagi beban-beban yang tak dapat kutanggung. Dia adalah Pendamping yang manis mulai hari ini hingga selamanya. Kita dapat menikmati penyertaan-Nya yang manis hari ini. HATI SEORANG KRISTIANI ADALAH KEDIAMAN BAGI ROH KUDUS. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 6
Pernyataan ini benar & teguh: “… firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes. 55:11). Firman bagaikan hujan yang turun ke bumi. Tidak pernah kembali melainkan melaksanakan maksud-maksud Tuhan yaitu membawa kesegaran, kehidupan & kesuburan bagi tanah yang kering sehingga mampu menumbuhkan tanam-tanaman (55:10). Dari perumpamaan Yesus, kita juga tahu bahwa firman itu juga serupa benih. Sebagaimana benih itu pasti akan tumbuh ketika ditaburkan, mewujudkan kerinduan Tuhan atas benih yang akan menghasilkan makanan bagi manusia, begitu pula firman. Sebab benih firman-Nya ialah benih unggul, benih sorgawi, benih yang mengandung kuasa dari Yang Mahatinggi yang telah memfirmankan-Nya, yang hanya dari satu kata yang terucap dari bibir-Nya, alam semesta pun terciptalah. Jadi jika firman-Nya berkata ‘sembuh’, maka kita pasti sembuh. Jika firman-Nya berkata ‘kutuk’ maka kutuk itu pun menimpa. Juga jika itu berbunyi ‘diberkati’ maka berkat itu tentu dianugerahkan. Demikian pula janji-Nya pasti digenapi. Firman-Nya itu ‘ya’ dan ‘amin’. Tak mungkin gagal; pasti membawa hasil sebagaimana yang Tuhan inginkan. Hanya, pada sisi lain, ada keadaan-keadaan dimana firman terlihat tak berdampak. Benih itu seolah gagal mencapai tujuannya. Yesus memberitahukan kita sebabnya. Hati manusia yang kepadanya diberikan kehendak bebaslah yang seolah menjadikan firman itu tidak efektif. Hati yang serupa tepi jalan yang keras, hati yang penuh semak duri kesenangan-tipu daya kekayaan-kekuatiran dunia, hati yang dipenuhi batu-batu ketidakrelaan & ketakutan untuk membayar harga -demikianlah hati manusia yang menolak benih firman yang berkuasa menyelamatkan, memulihkan, & mengubah hidup mereka menjadi berarti, kaya akan kebajikan & kasih. Jadi, maukah Anda menerima dengan taat supaya firman itu menjadi berkat Anda ketimbang menjadi dasar penghakiman Tuhan atas hidup Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)




No comments:

Post a Comment