MY HONOUR
Baca: Filemon
1:8-22. Onesimus adalah seorang hamba milik Filemon, telah melarikan diri,
mungkin dengan membw harta milik tuannya (ayat 15,16,18,19). Paulus melalui
surat ini memohon agar Filemon menerima Onesimus kembali dengan
kelemahlembutan, kasih & pengampunan. Amin. Bagaimana dengan kita? Sebagai
mentor / pembina / pemurid apakah kita sudah memiliki hati yang lemah lembut,
kasih & pengampunan kepada anak-anak rohani kita?? Bahkan dengan lemah
lembut membimbing mereka untuk semakin maju dalam iman??
Respon 1
Orang-orang Kristen
sering disebut sebagai orang-orang percaya (believers). Sebutan yang berasal
dari ajaran Kristen yang berdasar iman. Sayangnya, percaya mengandung
tingkatan-tingkatan. Tidak semua yang disebut percaya merupakan percaya yang
diinginkan Tuhan. Seorang yang percaya Tuhan itu ada belum tentu ia percaya
jika Tuhan yang ada itu mengatur hidupnya. Seorang yang yakin bahwa Tuhan itu
baik, bisa jadi tidak percaya bahwa Yesus Kristuslah Tuhan yang baik itu. Ada
ukuran tertentu untuk kepercayaan atau iman yang disyaratkan oleh Tuhan, yang
diperhitungkan-Nya sebagai iman sejati & kebenaran di hadapan-Nya. Seperti
itulah yang tersirat sewaktu Yesus berkata di depan banyak orang: “BAGAIMANAKAH
KAMU DAPAT PERCAYA, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain & yang
tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?” (Yoh. 5:44). Bertepatan
dengan suatu hari raya sekaligus hari Sabat, di hadapan orang-orang Yahudi
& pemimpin-pemimpinnya yang hari itu semakin dikuatkan untuk menganiaya &
membunuh-Nya, sesungguhnya Yesus menyampaikan suatu rahasia yang besar. Yesus
sedang mengatakan bahwa sekalipun mereka rajin beribadah, mengetahui &
menjalankan hukum taurat (yaitu agama & kepercayaan mereka sejak nenek
moyang) & mengaku sebagai penyembah-penyembah Tuhan -mereka tidak pernah
benar-benar percaya kepada Tuhan sejati & satu-satunya itu. Sebab apa?
Sebab mereka mengarahkan ibadah mereka untuk memperoleh keuntungan pribadi,
pengakuan manusia & kemegahan diri. Bukan semata-mata kepada Tuhan. Kepercayaan
kita diperhitungkan Tuhan bukan karena kita beragama atau rajin menjalankan
kewajiban agama. Iman kita berharga di mata-Nya sebab kita menggantungkan jiwa
raga, hidup & mati kita semata-mata pada-Nya, mencari hormat, pengakuan
& kemuliaan yang daripada-Nya saja. Tidak mengherankan jika rajin dalam
kegiatan-kegiatan rohani bahkan menjadi pemimpin rohani tidak menjamin orang
mengenal Tuhan & mengalami perubahan hidup. Sebab Dia hanya dapat dikenal
melalui hati yang mempercayakan seluruh hidup hanya pada Dia. Bagaimana dengan
Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Efesus 6:10,
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
Finally my brethren, be strong in the Lord and in the power of His mighy. (GNCC)
Respon 3
“Saat kita
menghamba pada Tuhan yang benar kita tidak ikut tercemar.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 4
MENGHADAPI MUSUH.
Bacaan: Mazmur 27. NATS: Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut
hatiku (Mazmur 27:3). Semasa Perang Saudara Amerika Serikat, meletuslah sebuah
pertempuran yang sengit di dekat Moorefield, Virginia Barat. Karena terletak di
dekat di garis musuh, maka kota tersebut dikendalikan secara bergantian oleh
pasukan Serikat dan pasukan Konfederasi. Di pusat kota itu, tinggallah seorang
wanita yang sudah tua. Menurut kesaksian seorang pendeta Presbiterian, pada
suatu pagi beberapa tentara musuh menggedor pintu rumah wanita tersebut dan
menuntut agar mereka disediakan makan pagi. Ia kemudian mengajak mereka masuk
dan berkata bahwa ia akan menyiapkan sesuatu bagi mereka. Ketika makanan telah
siap, ia berkata, Saya biasa membaca Alkitab dan berdoa sebelum makan pagi.
Saya harap kalian tidak keberatan mengikuti kebiasaan saya. Mereka pun setuju.
Kemudian ia mengambil Alkitabnya, membukanya secara acak, dan mulai membaca
Mazmur 27. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus
takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (ayat
1). Ia membacanya terus hingga ayat terakhir: Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan
teguhkanlah hatimu! (ayat 14). Setelah selesai membaca, ia berkata, Marilah
kita berdoa. Ketika ia sedang berdoa, ia mendengar suara para tentara itu
mondar-mandir di dalam ruangan rumahnya. Pada saat ia berkata amin dan mengangkat
kepala, ternyata para tentara itu sudah pergi dari situ. Renungkanlah Mazmur
27. Jika Anda sedang menghadapi musuh, Allah akan menggunakan firman-Nya untuk
menolong Anda –HWR. IZINKANLAH KETAKUTAN MEMBAWA ANDA KEPADA BAPA SURGAWI. (Ibu
Caroline – Bandung)

No comments:
Post a Comment