Monday, 24 August 2015

24 Agustus 2015

MY HONOUR




BERUBAH. Roma 12:1-2, 1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu memper-sembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Anak-anak Tuhan adalah manusia yang terus menerus diperbaharui & mengalami proses perubahan menuju kesempurnaan dalam keberadaan kekal kita kelak! Dan perubahan itu dialami melalui pembaharuan BUDI & respon kita atas panggilanNya J. Bagaimana kita menjalani hidup saat ini?? Apakah kita sudah mempersembahkan hidup kita? Atau kita masih mementingkan kemauan sendiri? Dengan kekuatan sendiri? Dan untuk diri sendiri? ‘Persembahan yang hidup’ itu adalah satu-satunya Jalan Hidup yang selayaknya bagi seseorang yang telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah (Ayat 6). Amin. Sudahkah kita mengikuti kehendakNya yang ‘baik, berkenan & sempurna’??

Respon 1
“Saat kita memandang langit yang kelam, kita bisa memilih untuk melihat bulan dan bintang.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Ams 10:22 – Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya! Berkat jasmani terlebih rohani yang dari TUHAN YESUS. Pasti bisa kita NIKMATI. Alami sendiri sekarang juga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
DI BELAKANG LAYAR. Bacaan: Yohanes 3:22-36. NATS: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30). Orang-orang di seluruh dunia akan dapat segera mengenali tokoh Big Bird dan Oscar the Grouch di pertunjukan televisi untuk anak-anak, Sesame Street. Akan tetapi, Caroll Spinney bukanlah seorang selebriti yang terkenal, meskipun ia telah menghidupkan kedua tokoh tersebut dalam acara yang populer ini sejak tahun 1969. Sebagai seorang dalang yang terampil dalam permainan boneka, Spinney sudah merasa puas bekerja di belakang layar. Saya percaya bahwa setiap pengikut Yesus harus melakukan pendekatan yang serupa dalam memperkenalkan Dia kepada dunia. Yohanes Pembaptis berkata kepada para pendengarnya: “Aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya .... Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:28,30). Yohanes mengakui bahwa ia bukanlah mempelai laki-laki itu, melainkan hanya sahabat-Nya (ayat 29). Oswald Chambers mengingatkan kita: “Kebaikan dan kesucian tidak boleh digunakan untuk menarik perhatian bagi diri sendiri, tetapi harus menjadi magnet untuk menarik orang kepada Yesus Kristus. Seorang saleh yang baik dapat menjadi penghalang apabila ia tidak mengenalkan Yesus Kristus, tetapi hanya menunjukkan apa saja yang telah Kristus lakukan baginya; ia akan meninggalkan kesan-‘Alangkah baiknya orang itu!’-bahwa ia bukanlah sahabat sejati Mempelai laki-laki. Aku semakin bertambah, sedangkan Dia tidak.” Yesus Sang Juru Selamat berada di atas panggung, sedangkan kita harus berada di belakang layar. SIAPA SAJA YANG BERMEGAH HENDAKLAH IA BERMEGAH DI DALAM TUHAN – 2 Korintus 10:17.


Respon 4
Tuhan memberikan perintah yang sangat serius mengenai bagaimana orang-orang yang disebut sebagai umat-Nya harus menanggapi ketetapan-ketetapanNya. Berikut ini beberapa perintah utama & terpenting untuk itu: Perintah itu harus diperhatikan (Ul. 6:6;32:46). Itu harus diajarkan berulang-ulang pada anak & keturunan mereka; dijadikan bahan pembicaraan di rumah, saat duduk diam bersama atau dalam perjalanan, bahkan saat berbaring atau sedang terjaga (Ul. 6:7). Bahkan lebih dari itu. Suatu tanda di tangan & dahi harus dibuat untuk mengingatnya; juga bunyi firman itu Tuhan perintahkan untuk dituliskan di tiang pintu rumah mereka & gerbang-gerbang kota mereka (Ul. 6:8-9). Maka segenap firman itu harus direnungkan siang & malam (Yos. 1:8; Maz. 1:2) & tentu saja yang terpenting ialah semuanya itu harus dilakukan dengan setia seumur hidup mereka (Ul. 5:32-33;6:3). Kesimpulan dari semuanya ialah Tuhan menghendaki agar mereka yang menyebut diri sebagai umat-Nya untuk menghargai, menjunjung tinggi, sungguh-sungguh mempedulikan & menaruh perhatian bahkan menujukan seluruh hati, pikiran kepada kebenaran-kebenaran firman-Nya, baik secara pribadi maupun dalam keluarga & komunitas mereka. Itu berarti firman Tuhan bukan sekedar pelengkap hidup atau pencerah hari, yang bisa dibaca dengan cepat-cepat lalu dilupakan, atau sekedar menjadi bacaan pengisi waktu senggang, yang waktunya disesuaikan dengan kesibukan kita. Tidak seharusnya cukup untuk mendengar satu jam khotbah & beberapa menit menyimak renungan harian setiap hari. Pikiran kita harus didisiplinkan & dibiasakan memikirkan, merenung-kan, menghubungkan setiap pesan-pesan Illahi itu di setiap urusan-urusan sehari-hari kita. Firman itu mesti melekat di seluruh keberadaan kita (1 Pet. 4:11a; Yoh. 15:7) menjadi ukuran kesucian kita di hadapan-Nya (Yoh. 15:3). Itulah yang dimaksud dengan mencari Tuhan dengan segenap hati. Hanya dengan hati pikiran yang dipenuhi firman, memperkatakan firman & melakukan firman kita akan dikenal sebagai orang-orang yang mengasihi Tuhan. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 5
“Saat kita memandang langit yang kelam, kita bisa memilih untuk melihat bulan dan bintang.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment