MY HONOUR
BERUBAH. Roma
12:1-2, “1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku
menasihatkan kamu, supaya kamu memper-sembahkan tubuhmu sebagai persembahan
yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang
sejati. 2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi
berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah
kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Anak-anak Tuhan adalah manusia yang terus menerus diperbaharui &
mengalami proses perubahan menuju kesempurnaan dalam keberadaan kekal
kita kelak! Dan perubahan itu dialami melalui pembaharuan BUDI & respon
kita atas panggilanNya J. Bagaimana kita menjalani hidup saat ini?? Apakah kita sudah mempersembahkan
hidup kita? Atau kita masih mementingkan kemauan sendiri? Dengan kekuatan
sendiri? Dan untuk diri sendiri? ‘Persembahan yang hidup’ itu adalah
satu-satunya Jalan Hidup yang selayaknya bagi seseorang yang telah mati
bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah (Ayat 6). Amin. Sudahkah kita mengikuti
kehendakNya yang ‘baik, berkenan & sempurna’??
Respon 1
“Saat kita
memandang langit yang kelam, kita bisa memilih untuk melihat bulan dan
bintang.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Ams 10:22 – Berkat
TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya! Berkat
jasmani terlebih rohani yang dari TUHAN YESUS. Pasti bisa kita NIKMATI. Alami
sendiri sekarang juga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
DI BELAKANG LAYAR.
Bacaan: Yohanes 3:22-36. NATS: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin
kecil (Yohanes 3:30). Orang-orang di seluruh dunia akan dapat segera mengenali
tokoh Big Bird dan Oscar the Grouch di pertunjukan televisi untuk anak-anak,
Sesame Street. Akan tetapi, Caroll Spinney bukanlah seorang selebriti yang
terkenal, meskipun ia telah menghidupkan kedua tokoh tersebut dalam acara yang
populer ini sejak tahun 1969. Sebagai seorang dalang yang terampil dalam
permainan boneka, Spinney sudah merasa puas bekerja di belakang layar. Saya
percaya bahwa setiap pengikut Yesus harus melakukan pendekatan yang serupa
dalam memperkenalkan Dia kepada dunia. Yohanes Pembaptis berkata kepada para
pendengarnya: “Aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk
mendahului-Nya .... Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”
(Yohanes 3:28,30). Yohanes mengakui bahwa ia bukanlah mempelai laki-laki itu,
melainkan hanya sahabat-Nya (ayat 29). Oswald Chambers mengingatkan kita:
“Kebaikan dan kesucian tidak boleh digunakan untuk menarik perhatian bagi diri
sendiri, tetapi harus menjadi magnet untuk menarik orang kepada Yesus Kristus.
Seorang saleh yang baik dapat menjadi penghalang apabila ia tidak mengenalkan
Yesus Kristus, tetapi hanya menunjukkan apa saja yang telah Kristus lakukan
baginya; ia akan meninggalkan kesan-‘Alangkah baiknya orang itu!’-bahwa ia
bukanlah sahabat sejati Mempelai laki-laki. Aku semakin bertambah, sedangkan
Dia tidak.” Yesus Sang Juru Selamat berada di atas panggung, sedangkan kita
harus berada di belakang layar. SIAPA SAJA YANG BERMEGAH HENDAKLAH IA BERMEGAH
DI DALAM TUHAN – 2 Korintus 10:17.
Respon 4
Tuhan memberikan
perintah yang sangat serius mengenai bagaimana orang-orang yang disebut sebagai
umat-Nya harus menanggapi ketetapan-ketetapanNya. Berikut ini beberapa perintah
utama & terpenting untuk itu: Perintah itu harus diperhatikan (Ul.
6:6;32:46). Itu harus diajarkan berulang-ulang pada anak & keturunan
mereka; dijadikan bahan pembicaraan di rumah, saat duduk diam bersama atau
dalam perjalanan, bahkan saat berbaring atau sedang terjaga (Ul. 6:7). Bahkan
lebih dari itu. Suatu tanda di tangan & dahi harus dibuat untuk
mengingatnya; juga bunyi firman itu Tuhan perintahkan untuk dituliskan di tiang
pintu rumah mereka & gerbang-gerbang kota mereka (Ul. 6:8-9). Maka segenap
firman itu harus direnungkan siang & malam (Yos. 1:8; Maz. 1:2) & tentu
saja yang terpenting ialah semuanya itu harus dilakukan dengan setia seumur
hidup mereka (Ul. 5:32-33;6:3). Kesimpulan dari semuanya ialah Tuhan
menghendaki agar mereka yang menyebut diri sebagai umat-Nya untuk menghargai,
menjunjung tinggi, sungguh-sungguh mempedulikan & menaruh perhatian bahkan
menujukan seluruh hati, pikiran kepada kebenaran-kebenaran firman-Nya, baik
secara pribadi maupun dalam keluarga & komunitas mereka. Itu berarti firman
Tuhan bukan sekedar pelengkap hidup atau pencerah hari, yang bisa dibaca dengan
cepat-cepat lalu dilupakan, atau sekedar menjadi bacaan pengisi waktu senggang,
yang waktunya disesuaikan dengan kesibukan kita. Tidak seharusnya cukup untuk
mendengar satu jam khotbah & beberapa menit menyimak renungan harian setiap
hari. Pikiran kita harus didisiplinkan & dibiasakan memikirkan,
merenung-kan, menghubungkan setiap pesan-pesan Illahi itu di setiap
urusan-urusan sehari-hari kita. Firman itu mesti melekat di seluruh keberadaan
kita (1 Pet. 4:11a; Yoh. 15:7) menjadi ukuran kesucian kita di hadapan-Nya
(Yoh. 15:3). Itulah yang dimaksud dengan mencari Tuhan dengan segenap hati.
Hanya dengan hati pikiran yang dipenuhi firman, memperkatakan firman &
melakukan firman kita akan dikenal sebagai orang-orang yang mengasihi Tuhan.
Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 5
“Saat kita
memandang langit yang kelam, kita bisa memilih untuk melihat bulan dan
bintang.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment