Tuesday, 4 August 2015

4 Agustus 2015

MY HONOUR




My Honour: Dengan Bersujud. Wahyu 4:10-11, “maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: ‘Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.’” Saat kita ‘menyembah / bersujud’, kita sedang menjamah hadirat Tuhan & saat itu juga hadirat Tuhan menjamah kehidupan kita (proskuneo). Saat kita menjamah hadirat surga, hadirat surga menjamah kehidupan kita. Keakraban dengan Tuhan terjadi! Keintiman dengan Tuhan terjadi kesembuhan terjadi, mukjzat dapat terjadi, Tuhan sedang terlibat dalam Peperangan Hidup kita J. Jadikan sikap hati yang meyembah dengan ‘bersujud’ sebagai GAYA HIDUP kita. Amin.

Respon 1
Apa yang terjadi & ditampilkan di dunia dimana kita hidup, oleh Pengkhotbah, disebut sebagai “persaingan karena iri hati” satu dengan lainnya (Pkh. 4:4). Pencapaian-pencapaian yang ada bermula dari rasa iri hati dengan yang lain & ketika itu dicapai digunakan untuk menunjukkan pada semua orang bahwa dirinyalah yang kini terunggul di antara semua. Ini sia-sia, sebab ini semua tiada habisnya & tidak membawa dampak kekal. Persaingan itulah yang membuat manusia kemudian terseret arus permainan iblis atas dunia ini. Setelah ditarik & dikuasai oleh keinginan daging, dipikat & diikat oleh keinginan mata maka tahap selanjutnya yang ditawarkan oleh si jahat adalah ‘keangkuhan hidup’ (1 Yoh. 2:17). Keangkuhan hidup tidak lain adalah puncak dari kemegahan manusia dalam hidup duniawinya. Pada taraf ini, orang bermegah dalam keadaannya yang berada di atas rata-rata kebanyakan orang lainnya. Melalui prestasi & pencapaiannya: dalam ilmu pengetahuan, dalam mengumpulkan harta, dalam peragaan gaya hidup, bahkan juga dalam perbuatan-perbuatan amal baik, bersedekah atau kontribusi dalam bidang-bidang kemanusiaan. Tentu saja tidak akan banyak yang mengakuinya sebagai suatu keangkuhan, namun Tuhan yang melihat hati tahu apa yang ada di hati manusia yang terdalam. Seperti Nebukadnezar yang membanggakan diri meski telah diperingatkan oleh Daniel (Daniel 4), kesombongan manusia datang secara halus & tak mudah dideteksi. Keangkuhan perlahan merangkak naik menguasai hati orang saat ia mulai berpikir betapa banyak apa yang telah dicapainya sejauh ini, yang tanpa sadar kemudian menjadi ekspresi-ekspresi kebanggaan yang semakin sering muncul dalam perkataan, perbuatan bahkan gaya hidup sehari-hari yang lupa akan kekuasaan Tuhan. Keangkuhan hidup pada dasarnya memuliakan dunia ketimbang Tuhan -meski nama Tuhan disebut-sebut di sana. Biarlah kemegahan kita satu saja: di dalam Kristus yang telah menebus jiwa kita dari neraka & yang telah memberikan kita kesempatan menjadi sahabat-Nya (1 Kor. 5:31; Gal. 6:14). Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Mark 3:5 – YESUS: Ulurkanlah tanganmu! Dan ia mengulurkannya, maka SEMBUHlah tangannya itu! Ayoo ulurkan tanganmu (minta tolong). YESUS bisa menolongmu sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.



Respon 3
No one can have intimacy with God without daily communication (Charles Stanley). Tidak ada seorangpun yang bisa mempunyai keintiman dengan Tuhan tanpa komunikasi setiap hari (Charles Stanley). (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
Bukan apa yang kita kerjakan yang menjadikan berubah tetapi bagaimana cara kita mengerjakannya. Kejadian 30:29, “Sahut Yakub kepadanya: ‘Engkau sendiri tahu, bagaimana aku bekerja padamu, dan bagaimana keadaan ternakmu dalam penjagaanku.’” (GNCC)

Respon 5
“Guru yang baik bukan hanya berharap muridnya bisa kencing berlari, namun tahu cara kencing yang baik.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 6
Tuhan tidak memberkati kita hanya untuk membuat kita bahagia; Dia memberkati kita untuk membuat kita menjadi berkat »Warren Wiersbe«. Kejadian 12:2, ‘Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.’ Tuhan memberkati kita karena Dia ingin kita menjadi saluran berkat bagi orang lain, sebab itu jadilah bendahara Tuhan yang dapat dipercaya! Amsal 22:9, ‘orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.’ Kita sering menyaksikan bagaimana kehidupan seseorang yang murah hati, hidupnya tidak pernah berkekurangan, bahkan berlimpah-limpah. Tetapi orang pelit, walaupun hartanya banyak, hidupnya kurang bahagia penuh dengan kekuatiran dan ketakutan, dia tidak sadar bahwa apapun yang dimiliki hanya sekedar titipan Tuhan. Amsal 11:24, ‘ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkurangan.’ Inilah hukum Tuhan diberikan, agar kelimpahan berkat secara alami kita rasakan secara luar biasa, namun dia tidak dapat menikmati hidup. Kejadian 28:14, ‘Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.’ Selamat pagi. Selamat beraktivitas. God bless you... J (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)


No comments:

Post a Comment