MY HONOUR
Pentingnya
Pelayanan. 1 Kor 2:5-9, “5Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus?
Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut
jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 6Aku menanam, Apolos menyiram,
tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 7Karena itu yang penting
bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi
pertumbuhan. 8Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama;
dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. 9Karena
kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”
Melayani Kristus itu butuh ketekunan. Seluruh kehidupan kita adalah
milik Tuhan. Apakah kita sudah mendedikasikan diri kita untuk melayani?
Jadikan keluarga, tempat praktek yang pertama untuk kita boleh melayani
mereka, jadikan tempat pekerjaan & tempat pelayanan/di gereja lokal kita
sebagai tempat pelayanan berikutnya, kedua-duanya harus berjalan berdampingan,
berikan pelaynan yang berkualitas, yang sama profesionalnya dengan saat kita
bekerja. Di tempat kerja kita & jadilah anak-anak Tuhan yang menjadi berkat
dimana pun kita bekerja & melayani, & hasilkan sesuatu yang terbaik,
niscaya nama Tuhan dimuliakan melalui pelayanan kita. Amin.
Respon 1
Luk 6:19 – Semua
orang banyak itu berusaha menjamah YESUS, sebab ada KUASA yang keluar
daripada-NYA dan semua disembuhkan-NYA. Sekarang yang baca ini SEMBUH! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
DOA YANG
BERKUASA. “TUHAN telah mendengar permohonanku,TUHAN menerima doaku” (Mazmur
6:9). DOA adalah sarana menyampaikan permohonan kita kepada TUHAN. Setiap DOA
pasti TUHAN dengar & terima, tapi didengar & diterima TUHAN belum tentu
dijawab ya, sebab soal jawaban DOA itu sepenuhnya adalah kuasa TUHAN. Kualitas
DOA tidak ditentukan kemampuan retorika,bahasa & gaya kita berdoa. Bahasa
(baca: bahasa roh, lidah, dll) yang kita gunakan juga tidak memengaruhi jawaban
TUHAN atas DOA kita. Kualitas DOA ditentukan oleh pribadi si pendoa itu
sendiri. “Doa orang yang benar,bila dengan yakin didoakan, sangat besar
kuasanya” (Yakobus 5:16b). Berarti bukan DOAnya yang benar, melainkan orangnya
yang harus benar. Orang benar di sini adalah berbicara tentang hati yang benar,
tidak menyimpan kepahitan, penghakiman, iri dengki serta kenajisan. Jadi jika
kita ingin memiliki DOA yang berkuasa, maka kita harus senantiasa menjaga hati
kita, agar tetap Hidup Benar & Penuh Kasih. Karena itu janganlah kita
memaksa TUHAN dalam berdoa, tapi paksalah diri kita berjalan dalam kebenaran
TUHAN, maka Kuasa DOA kita akan besar. DOA YANG BERKUASA ADALAH DOA YANG LAHIR
DARI IMAN!!! “TETAPLAH BERDOA...” (1 Tesalonika 5:17). (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 3
Apa yang terpikir
& muncul di benak Anda saat mendengar atau membaca kata-kata “mengikut
Yesus”? Seperti apakah menurut Anda menghitung Yesus sebagai Tuhan &
Juruselamat kita itu? Jika mau jujur, sebagian dari kita berpikir bahwa ikut
Yesus adalah percaya Yesus sebagai Tuhan. Itu saja. Yang lain merasa yakin jika
ikut Yesus berarti datang & rajin berbakti atau melayani Tuhan di
rumah-rumah ibadah. Sedangkan sebagian yang lain menganggap itu adalah
menyerahkan diri ke ladang-ladang misi & menjadi pendeta atau hamba Tuhan.
Faktanya, pengikut-pengikut Yesus bisa dari berbagai latar belakang & tidak
selalu menjadi rohaniwan. Di sisi lain, mengikut Yesus bukan juga sekedar
menjadi orang (yang disebut atau yang beragama) Kristen -dimana seringkali ikut
Yesus dengan alasan-alasan yang menguntungkan pribadi-Nya ketimbang hubungan
kasih dengan Tuhan. Bagi Yesus sendiri, mengikut Dia harus memenuhi persyaratan
(Mat.10:28;16:24; Mrk. 8:34; Luk. 9:23;14:27). Jika tidak memenuhinya, kita
belum diperhitungkan sebagai pengikut-pengikutNya. Itu bukan sekedar percaya
akan keberadaan & ketuhanan-Nya tetapi suatu keputusan untuk mempercayakan
diri & hidup ke dalam tangan-Nya APAPUN YANG TERJADI. Itu sebabnya mengikut
Yesus disebut sebagai “menyangkal diri”: tidak lagi mengejar apa yang
menyenangkan & penting bagi diri kita lagi tapi bagi kerajaan &
kemuliaan-Nya. Itu juga dinamakan “memikul salib”: ada suatu misi & tugas
yang harus kita tanggung selagi mengiring Yesus, yang serupa salib yang
memalukan itu. Jika kita pernah mengikat janji dengan sesama manusia yang lain
(entah itu pasangan hidup atau sahabat kita) untuk selalu bersama dalam suka
& duka, dalam sehat atau sakit, kelebihan atau keterbatasan, hingga maut memisahkan
-mungkinkah berjalan bersama-sama Kristus akan kurang daripada itu? Mampukah
kita mengikrarkan ikrar yang sama kepada Kekasih jiwa kita yang agung itu untuk
mengikut Dia kemanapun Dia pergi & berada? Itu sebabnya hanya yang sangat
mengasihi Tuhan yang akan benar-benar mengikut Dia. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment