Friday, 21 August 2015

21 Agustus 2015

MY HONOUR




Pentingnya Pelayanan. 1 Kor 2:5-9, 5Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 6Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 7Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 8Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. 9Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.” Melayani Kristus itu butuh ketekunan. Seluruh kehidupan kita adalah milik Tuhan. Apakah kita sudah mendedikasikan diri kita untuk melayani? Jadikan keluarga, tempat praktek yang pertama untuk kita boleh melayani mereka, jadikan tempat pekerjaan & tempat pelayanan/di gereja lokal kita sebagai tempat pelayanan berikutnya, kedua-duanya harus berjalan berdampingan, berikan pelaynan yang berkualitas, yang sama profesionalnya dengan saat kita bekerja. Di tempat kerja kita & jadilah anak-anak Tuhan yang menjadi berkat dimana pun kita bekerja & melayani, & hasilkan sesuatu yang terbaik, niscaya nama Tuhan dimuliakan melalui pelayanan kita. Amin.

Respon 1
Luk 6:19 – Semua orang banyak itu berusaha menjamah YESUS, sebab ada KUASA yang keluar daripada-NYA dan semua disembuhkan-NYA. Sekarang yang baca ini SEMBUH! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.



Respon 2
DOA YANG BERKUASA. “TUHAN telah mendengar permohonanku,TUHAN menerima doaku” (Mazmur 6:9). DOA adalah sarana menyampaikan permohonan kita kepada TUHAN. Setiap DOA pasti TUHAN dengar & terima, tapi didengar & diterima TUHAN belum tentu dijawab ya, sebab soal jawaban DOA itu sepenuhnya adalah kuasa TUHAN. Kualitas DOA tidak ditentukan kemampuan retorika,bahasa & gaya kita berdoa. Bahasa (baca: bahasa roh, lidah, dll) yang kita gunakan juga tidak memengaruhi jawaban TUHAN atas DOA kita. Kualitas DOA ditentukan oleh pribadi si pendoa itu sendiri. “Doa orang yang benar,bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16b). Berarti bukan DOAnya yang benar, melainkan orangnya yang harus benar. Orang benar di sini adalah berbicara tentang hati yang benar, tidak menyimpan kepahitan, penghakiman, iri dengki serta kenajisan. Jadi jika kita ingin memiliki DOA yang berkuasa, maka kita harus senantiasa menjaga hati kita, agar tetap Hidup Benar & Penuh Kasih. Karena itu janganlah kita memaksa TUHAN dalam berdoa, tapi paksalah diri kita berjalan dalam kebenaran TUHAN, maka Kuasa DOA kita akan besar. DOA YANG BERKUASA ADALAH DOA YANG LAHIR DARI IMAN!!! “TETAPLAH BERDOA...” (1 Tesalonika 5:17). (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 3
Apa yang terpikir & muncul di benak Anda saat mendengar atau membaca kata-kata “mengikut Yesus”? Seperti apakah menurut Anda menghitung Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat kita itu? Jika mau jujur, sebagian dari kita berpikir bahwa ikut Yesus adalah percaya Yesus sebagai Tuhan. Itu saja. Yang lain merasa yakin jika ikut Yesus berarti datang & rajin berbakti atau melayani Tuhan di rumah-rumah ibadah. Sedangkan sebagian yang lain menganggap itu adalah menyerahkan diri ke ladang-ladang misi & menjadi pendeta atau hamba Tuhan. Faktanya, pengikut-pengikut Yesus bisa dari berbagai latar belakang & tidak selalu menjadi rohaniwan. Di sisi lain, mengikut Yesus bukan juga sekedar menjadi orang (yang disebut atau yang beragama) Kristen -dimana seringkali ikut Yesus dengan alasan-alasan yang menguntungkan pribadi-Nya ketimbang hubungan kasih dengan Tuhan. Bagi Yesus sendiri, mengikut Dia harus memenuhi persyaratan (Mat.10:28;16:24; Mrk. 8:34; Luk. 9:23;14:27). Jika tidak memenuhinya, kita belum diperhitungkan sebagai pengikut-pengikutNya. Itu bukan sekedar percaya akan keberadaan & ketuhanan-Nya tetapi suatu keputusan untuk mempercayakan diri & hidup ke dalam tangan-Nya APAPUN YANG TERJADI. Itu sebabnya mengikut Yesus disebut sebagai “menyangkal diri”: tidak lagi mengejar apa yang menyenangkan & penting bagi diri kita lagi tapi bagi kerajaan & kemuliaan-Nya. Itu juga dinamakan “memikul salib”: ada suatu misi & tugas yang harus kita tanggung selagi mengiring Yesus, yang serupa salib yang memalukan itu. Jika kita pernah mengikat janji dengan sesama manusia yang lain (entah itu pasangan hidup atau sahabat kita) untuk selalu bersama dalam suka & duka, dalam sehat atau sakit, kelebihan atau keterbatasan, hingga maut memisahkan -mungkinkah berjalan bersama-sama Kristus akan kurang daripada itu? Mampukah kita mengikrarkan ikrar yang sama kepada Kekasih jiwa kita yang agung itu untuk mengikut Dia kemanapun Dia pergi & berada? Itu sebabnya hanya yang sangat mengasihi Tuhan yang akan benar-benar mengikut Dia. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment