Monday, 17 August 2015

17 Agustus 2015

MY HONOUR




Baca: Filemon 1:1-7. Dalam suratnya, Paulus menjadi perantara untuk Onesimus dengan Filemon & memohon supaya Onesimus diterima kembali secara ramah sebagai orang percaya & sahabat Paulus. Dengan kasih yang sama sebagaimana dia menerima Paulus sendiri. Sebagai seorang mentor/pembina/pemurid, perhatian/kepedulian apa yang sudah kita berikan kepada anak-anak rohani kita maupun kepada sesama kita? Agar mereka tetap berpegang pada iman dalam Yesus bahkan ketika mereka telah merasa putus asa terhadap hidup ini? Besar sekali dampak yang bisa kita berikan: kasih/perhatian itu harus dimulai dari diri kita, bukan orang lain J. Bukankah itu yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita (kasihNya, mujizatNya bahkan pengorbananNya bagi kita?) Bila kita bisa menghayati kasih Tuhan maka itu akan menjadi kunci bagi kita untuk memperhatikan/mengasihi sesama. Filipi 2:4, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Amin.

Respon
Galatia 5:1, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Amin. Jbu. Merdeka!!!!! (Ibu Inggita – PKS CL 4)

No comments:

Post a Comment