MY HONOUR
Baca: Filemon
1:1-7. Dalam suratnya, Paulus menjadi perantara untuk Onesimus dengan
Filemon & memohon supaya Onesimus diterima kembali secara ramah sebagai
orang percaya & sahabat Paulus. Dengan kasih yang sama sebagaimana dia
menerima Paulus sendiri. Sebagai seorang mentor/pembina/pemurid,
perhatian/kepedulian apa yang sudah kita berikan kepada anak-anak rohani kita
maupun kepada sesama kita? Agar mereka tetap berpegang pada iman dalam Yesus
bahkan ketika mereka telah merasa putus asa terhadap hidup ini? Besar sekali
dampak yang bisa kita berikan: kasih/perhatian itu harus dimulai dari diri
kita, bukan orang lain J. Bukankah itu yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita (kasihNya,
mujizatNya bahkan pengorbananNya bagi kita?) Bila kita bisa menghayati kasih
Tuhan maka itu akan menjadi kunci bagi kita untuk memperhatikan/mengasihi
sesama. Filipi 2:4, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan
kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Amin.
Respon
Galatia 5:1,
“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena
itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Amin. Jbu.
Merdeka!!!!! (Ibu Inggita – PKS CL 4)

No comments:
Post a Comment