MY HONOUR
Baca: 1 Raja-Raja
10:1-13. Dari Kisah 1 Raja-Raja 10 ini memberikan pandangan sekilas bahwa
Ratu Negeri Syeba tidak pulang dengan rasa kecewa, Dia melihat bahwa Tuhan yang
disembah Salomo mengasihinya & memilih untuk memberkati Israel melalui
kepemimpinan Salomo. Gambaran dari sudut pandang dunia/Ratu Syeba yang melihat
anak-anak Tuhan/Salomo: hikmat & kemakmurannya melampaui segala sesuatu
yang tidak ia duga sebelumnya (ayat 4-5). Seberapa besar upaya yang sudah kita
berikan dalam menjangkau jiwa-jiwa? Adakah kita yang hidup di jaman ini lebih
merindukan untuk mengikut Yesus yang menawarkan “kekayaan sejati & hikmat
yang sempurna’ dengan menjangkau jiwa-jiwa lebih lagi??
Respon 1
Minggu, 30 Agustus
2015. Bacaan: Efesus 6:1-9. Setahun: Ratapan 1-2. Nats: ...dan yang dengan rela
menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan
manusia (Efesus 6:7). SEPERTI MELAYANI TUHAN. Saya sedang menunggu antrean
pelayanan fotokopi di kios kecil. Udara sedang gerah dan antrean padat, namun
remaja putri itu tetap melayani dengan ramah. Saya berada di urutan kelima
sehingga sempat mengamatinya melayani empat pelanggan terdahulu. Remaja ini
bekerja dengan gesit, penuh senyum, dengan tutur kata yang sopan. Ternyata
keramahannya itu memengaruhi semua orang dalam antrian sehingga tak ada yang
beranjak dan tetap mau menunggu dengan patuh sampai gilirannya tiba. Firman
Tuhan mengingatkan kita untuk bekerja dengan sepenuh hati dan bukan sekadar
untuk menyenangkan hati atasan. Mau melayani dengan rela dan sukacita itu
menandakan bahwa kita sedang melayani Tuhan dan bukan manusia (ay. 7). Ketika
kita memberikan pelayanan yang terbaik, kita pun mengalami kasih Tuhan dan
kiranya mendapatkan penghargaan dari manusia. Namun, kita sering melayani
dengan asal-asalan, setengah hati, memandang ringan pelayanan terhadap sesama,
bersungut-sungut, serta hanya memberikan sisa-sisa waktu, tenaga dan uang. Hal
itu mendukakan hati Tuhan, yang hendak menyatakan pelayanan yang terbaik
melalui hidup kita. Marilah bekerja dengan sepenuh hati dan penuh tanggung
jawab. Kasih karunia Tuhan akan terpancar lewat setiap gerakgerik, tutur kata
dan tingkah laku kita ketika sedang melayani. Melayani dengan penuh rasa hormat
tanpa pandang bulu, sama seperti kita sedang melayani Tuhan. Apa pun bentuk
pekerjaan kita, bekerjalah dengan rela, penuh pengabdian dan dedikasi
--Jacqualine Bunga. MELAYANI TUHAN BERARTI BEKERJA DENGAN PENUH DEDIKASI DAN
PENGABDIAN. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
Praise God!! “Tapi
orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan” [Mat 24:10-13]. Bertahan
sampai akhir hidup dengan prinsip-prinsip kebanaran... Harusnya ini yang
menjadi motivasi & tujuan hidup kita. Gagal bertahan sampai akhir &
murtad karena tidak berakar dalam kebenaran Firman Tuhan, hidup dengan buat
aturan sendiri, kompromi sebab tidak tahan menderita, kurang berjuang untuk
jaga fokus sebab lebih tertarik pada pesona duniawi. Memang harus kita sadari
bahwa untuk bertahan sampai akhir berhadapan dengan berbagai tantangan &
persoalan... Pemicu kebencian & pengkhianatan (ay. 10).
Pengajaran-pengajaran sesat yang menipu (ay. 11). Kejahatan-kejahatan yang
merajalela (ay. 12a). Krisis kasih (ay. 12b). Inilah pentingnya selama hidup di
dunia kita dipanggil untuk berjuang mengerjakan keselamatan [Flp 2:12]. Let's
do it! Situasi sekitar kita sarat dengan tentangan yang selalu menyeret kita
untuk mengerjakan hal-hal yang bertolak belakang dengan prinsip kebenaran
Firman Tuhan. Keputusan terbaik kita sehari-hari adalah... Waspada terhadap
tiap situasi yang kita harus hadapi, giat dalam persekutuan pribadi dengan
Tuhan & firmanNya, meneguhkan hati kita untuk mengerjakan & menghidupi
prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan, menjaga ‘fokus kepada Tuhan’
(ingat Tuhan, tanya Tuhan, percaya Tuhan) tidak bergeser karena tantangan &
penderitaan sesaat. Kok lagi-lagi prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan sih?
Tidak ada jalan alternatif & tidak ada buku aturan lain yang dapat membawa
kita kepada keselamatan kekal. Jaga hidup dengan lakukan Firman Tuhan dalam
hidup ssehari-hari pasti selamat sampai kekekalan. Prinsip kebenaran Firman
Tuhan yang kita hidupi memagari kita untuk tidak keluar dari anugerah
keselamatan & membawa kita bertahan sampai akhir dalam kehendak &
rancangan Tuhan. Selamat beribadah. Jbu all. (Madam Ossy)
Respon 3
“Saat yang membuat
kita meriang adalah saat ketika orang-orang yang seharusnya melimpahkan kasih
sayang justru menabuh genderang perang.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Yeh 12:25 – Apa
yang KUfirmankan akan terjadi dan firman itu tidak akan ditunda-tunda lagi!
Pasti terjadi, janji-janji-NYA, firman-firman-NYA kita alami sekarang. Selamat
ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 5
SEPERTI EMAS.
Bacaan: Ayub 23:1-17. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku,
aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Bacaan setahun: Yeremia 49-50. Emas
termasuk logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap oksidasi dan korosi
(karat). Berbeda dengan kayu yang menjadi abu bila dibakar, emas tetap bertahan
dalam kobaran api. Hanya wujudnya yang mencair pada suhu sekitar 1000°C. Ayub
menggambarkan pengalaman dan ujian hidupnya sebagai proses pemurnian emas (ay.
10). Ia juga menyadari hidup ini penuh misteri, termasuk fakta bahwa Allah
seolah diam saja. Di situ Ayub belajar beriman bahwa Allah itu hidup dan sedang
menguji dirinya. Seolah-olah, Ayub berkata kepada sahabatnya, “Hai Elifas,
Bildad, dan Zofar, sekalipun aku tak mampu menemukan hadirat Allah, aku yakin
Dia hidup dan mengetahui jalan hidupku. Dia tahu jalan yang kutempuh. Aku
percaya kepada-Nya. Setelah ujian ini berlalu, Dia akan membenarkan aku, sebab
Dia tahu bagaimana aku hidup di hadapan-Nya. Aku akan timbul seperti emas yang
sudah teruji oleh api pencobaan. Aku bersaksi bahwa aku menuruti jalan-Nya, dan
firman-Nya aku simpan dalam hatiku” (ay. 8-12). Kisah penderitaan Ayub ini
dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di
balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Cara Ayub memandang
persoalan mengajar kita bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan kita. Hidup kita
ibarat emas dan begitu berharga di mata Tuhan. Jika Tuhan ‘membakar’ hidup
kita, Dia tidak bermaksud menghancurkannya. Sebaliknya, Dia ingin mendapati
kualitas iman yang teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela di
hadapan-Nya. TUHAN MENGUJI BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN HIDUP KITA.SEBALIKNYA, DIA
SEDANG MEMURNIKAN KITA SEPERTI EMAS. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

No comments:
Post a Comment