Tuesday, 11 August 2015

11 Agustus 2015

MY HONOUR




Matius 6:6, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Melalui DOA kita menerima kekuatan dari Allah yang tak terbatas. Waktu yang kita pergunakan untuk berDOA tidak pernah sia-sia, dan menDOAkan sesama merupakan kehormatan bagi kita sekaligus tanggung jawab. Allah selalu dapat diakses/dijangkau kapanpun & oleh siapapun melalui DOA. DIA menanti & siap mendengarkan kita melalui DOA. Amin J.

Respon 1
1 Samuel 14:6, “...sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.” (GNCC)

Respon 2
Yes 57:15 – Tahta TUHAN bukan hanya di SORGA tapi juga di dalam hati yang susah dan rendah! TUHAN tahu kesusahan kita, DIA ada bersama kita. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
Bacaan: Efesus 5:1-20. Menikmati Hidup. Bosan, merupakan kata yang sering kita dengar. Kata yang sering terucap ini adalah hal wajar untuk kita sebagai manusia. Bisa saja bosan dan jenuh karena pekerjaan atau rutinitas lainnya yang biasa kita kerjakan. Berikut cara yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan rasa bosan atau jenuh terhadap rutinitas. (1) Sempatkanlah diri untuk berkumpul dengan teman-teman atau ajak mereka berlibur. (2) Janganlah banyak mengurung diri di rumah, carilah teman-teman baru. (3) Sempatkanlah diri untuk berolahraga. (4) Lakukanlah hal-hal baru atau lakukan hobi yang sempat terbengkalai karena sibuk. Cara-cara di atas memang cukup ampuh untuk mengatasi rasa bosan atau jenuh kita terhadap rutinitas. Namun tahukah kita bahwa ada cara ampuh dan murah untuk.mengatasi kejenuhan atau kebosanan itu? Ya, caranya adalah mengucap syukur kepada Allah. Dalam hal ini, yang dimaksudkan Paulus bukan hanya kita bersyukur atas segala sesuatu yang kita alami, tetapi terlebih dari itu kita harus bersyukur kepada Allah Bapa karena kita sudah bersatu dengan Tuhan kita, Yesus Kristus. Dengan demikian, baik atau tidaknya situasi yang kita alami tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur. Hal tersebut harus sangat kita syukuri karena: (1) Tak semua orang bersatu dengan Kristus jika ia tak beriman kepada-Nya. (2) Bersatu dengan Kristus berarti kita menjadi bagian dalam kerajaan Allah yang kekal. Bersatu dengan Kristus, berarti hidup kita bukan lagi milik kita sendiri tetapi juga milik Dia. Jadi bersemangatlah, karena kita membawa identitas Kristus. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Ef 5:20). (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 4
Every storm is a school. Each trial is a teacher. Every experience is an education. Every difficulty is for your development (Rick Warren). Setiap badai ialah pelajaran. Setiap ujian ialah guru. Setiap pengalaman ialah didikan. Setiap kesukaran ialah untuk mengembangkan Anda (Rick Warren). (Ibu Caroline – Bandung)



Respon 5
Adegan yang dipotret oleh Lukas dalam pasal 23 sesungguhnya bercerita banyak mengenai sifat & karakter manusia-manusia di dunia ini. Hari itu Yesus dibawa ke Pilatus oleh ribuan orang yang memfirnahnya dengan berbagai tuduhan. Yesus yang telah mengajar, menyembuhkan & mengadakan mujizat-mujizat, mereka tuduh sebagai pengajar aliran sesat, pemberontak terhadap pemerintah & mengklaim diri Mesias, pemimpin & juruselamat bangsa Yahudi (23:1-2). Pilatus berusaha membela Yesus, mencari berbagai jalan supaya Yesus tidak dihukum mati, supaya massa berhenti menuntut kematian Yesus. Tiga kali Pilatus bertanya, orang banyak justru memilih Barabas, pemberontak yang sesungguhnya (23:18-23). Pilatus akhirnya menyerah kepada tuntutan massa karena pertimbangan-pertimbangan politik & karirnya ke depan. Dan Orang yang tak bersalah pun disalibkan. Jadi, apakah yang ada dalam dunia? Dunia yang acap ditampilkan indah, gemerlap, penuh canda tawa, dihiasi dengan ragam budaya beserta ajaran-ajarannya baik di pemandangan orang? Tanpa menafikan hal-hal positif yang ada, kita harus realistis & tidak hanya bermimpi-mimpian akan dunia yang lebih baik. Sepenggal segmen penyaliban Yesus di atas menunjukkan apa yang ada dalam dunia & dikerjakan orang-orang di atasnya: persekongkolan jahat, tuduhan palsu, kebencian, kerumunan yang rusak jiwanya, permainan politik, kepentingan-kepentingan diri sendiri, kekejaman, ketidakadilan, penganiayaan, penyiksaan, kebiadaban, pembunuhan -bahkan atas orang-orang yang tidak bersalah. Itu sebabnya jangan berpikir ada pengharapan & kebaikan dari dunia ini. Yang dikatakan luhur hanya sepintas, yang disebut suci di dunia ini cuma sekilas. Dunia bukan tempat pengharapan & kelegaan. Bahkan agama, ajaran & kata-kata bijak sekalipun tak akan pernah memuaskan hati kita. Hanya kasih. Kasih dari Anak Manusia yang berlumur darah, bermahkota duri, yang tangan kakinya berlobang paku. Kasih Yesuslah pemuas dahaga jiwa kita. Kasih-Nya selama-lamanya menjadi penghiburan kita selama di dunia. Jangan menaruh harapan selain pada kasih-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment