Sunday, 9 August 2015

9 Agustus 2015

MY HONOUR



Ibrani 10:24, “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Ayat 25: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Melalui Komunitas Sel kita dapat mengaplikasikan/‘Praktek Sekolah Kehidupan’ untuk belajar saling membangun saling memperhatikan bahkan ‘saling mengasihi’ dengan saudara-saudara yang lain. Apakah kita sudah connect/terhubung dengan Komunitas Sel? Apakah kita sudah semakin giat MELAYANI jiwa-jiwa melalui praktek sekolah kehidupan ini?? Jangan menjauh tetapi semakin mendekatlah (bersekutu) menjelang hari kedatanganNya. Amin.

Respon 1
Kisah Amazia, raja Yehuda, termasuk dalam salah satu kisah tragis dalam Alkitab. Dari hidupnya kita bisa melihat gambaran kehidupan orang PERCAYA TAPI TIDAK SEGENAP HATI mengikut Tuhan (2 Taw. 25:2). Amazia bukan orang yang melawan Tuhan. Dia mengikuti petunjuk taurat Musa (2 Taw. 25:4) bahkan dia pun rela mengalami kerugian demi mengikuti petunjuk dari nabi Tuhan (25:5-10). Dan karena itu semua, Tuhan memberikan kemenangan yang besar baginya atas musuh bangsanya (25:11-12). Meskipun begitu, rupanya Amazia tidak pernah benar-benar terhubung dengan Tuhannya -tak sepenuh hatinya ia rindu mengenal Jehovah. Dan inilah yang kemudian terjadi. Amazia justru terpesona dengan berhala-berhala orang Edom yang baru saja dikalahkannya secara telak. Ia bahkan membawa illah-illah itu pulang ke istananya & menyembah mereka (25:14)! Ketika Tuhan menegurnya, bukannya bertobat, dalam keangkuhannya Amazia menolak Tuhan & perkataannya bahkan mengancam membunuh nabi Tuhan itu (25:16). Kisah selanjutnya ialah kisah mengenai suatu kejatuhan rohani. Amazia mengandal-kan kekuatannya sendiri & bersaing dalam perang dengan raja Israel. Ia kalah telak & makin jauh dari Tuhan (25:27). Hari-hari terakhirnya dihabiskan dalam pelarian di kota berbenteng kuat (yang lagi-lagi tak dapat menyelamatkannya) dimana para pemberontak lalu menghabisinya (25:27-28). Kisah Amazia memberitahu kita pelajaran penting tentang mengikut Tuhan. Meski mendengar firman, mengikuti petunjuk & pimpinan Tuhan bahkan merasakan keberhasilan & pencapaian bersama Tuhan -tanpa suatu hubungan yang pribadi & mendalam dengan Tuhan, orang akan menyimpang & terpikat illah-illah dunia ini, lalu berpaling dari Tuhan. Setengah hati mengikut Tuhan itu mengaku sebagai umat-Nya namun hidup dalam jalan-jalan & kekuatannya sendiri. Mengaku bertuhan & mungkin masih beribadah tapi hari-harinya dijalani tanpa melibatkan Tuhan. Jadi, biarlah kita sadar & benar-benar mengetahui maksud hati-Nya. Allah, Bapa kita, menginginkan segenap hati kita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Maz 73:24 – Dengan firman-MU ENGKAU menuntun aku dan kemudian ENGKAU mengangkat aku ke dalam KEMULIAAN! Luar biasa YESUSku, dituntun dan diangkat, diangkat sampai masuk dalam kemuliaan-NYA. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.




Respon 3
“Saat kita merasa begitu bersalah, justru itulah saat yang paling tepat untuk kembali ke rumah.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment