MY HONOUR
Ibrani 10:24, “Dan
marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan
dalam pekerjaan baik.” Ayat 25: “Janganlah kita menjauhkan diri dari
pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi
marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari
Tuhan yang mendekat.” Melalui Komunitas Sel kita dapat mengaplikasikan/‘Praktek
Sekolah Kehidupan’ untuk belajar saling membangun saling memperhatikan bahkan ‘saling
mengasihi’ dengan saudara-saudara yang lain. Apakah kita sudah connect/terhubung
dengan Komunitas Sel? Apakah kita sudah semakin giat MELAYANI jiwa-jiwa melalui
praktek sekolah kehidupan ini?? Jangan menjauh tetapi semakin mendekatlah
(bersekutu) menjelang hari kedatanganNya. Amin.
Respon 1
Kisah Amazia, raja
Yehuda, termasuk dalam salah satu kisah tragis dalam Alkitab. Dari hidupnya
kita bisa melihat gambaran kehidupan orang PERCAYA TAPI TIDAK SEGENAP HATI
mengikut Tuhan (2 Taw. 25:2). Amazia bukan orang yang melawan Tuhan. Dia
mengikuti petunjuk taurat Musa (2 Taw. 25:4) bahkan dia pun rela mengalami
kerugian demi mengikuti petunjuk dari nabi Tuhan (25:5-10). Dan karena itu
semua, Tuhan memberikan kemenangan yang besar baginya atas musuh bangsanya (25:11-12).
Meskipun begitu, rupanya Amazia tidak pernah benar-benar terhubung dengan
Tuhannya -tak sepenuh hatinya ia rindu mengenal Jehovah. Dan inilah yang
kemudian terjadi. Amazia justru terpesona dengan berhala-berhala orang Edom
yang baru saja dikalahkannya secara telak. Ia bahkan membawa illah-illah itu
pulang ke istananya & menyembah mereka (25:14)! Ketika Tuhan menegurnya,
bukannya bertobat, dalam keangkuhannya Amazia menolak Tuhan & perkataannya
bahkan mengancam membunuh nabi Tuhan itu (25:16). Kisah selanjutnya ialah kisah
mengenai suatu kejatuhan rohani. Amazia mengandal-kan kekuatannya sendiri &
bersaing dalam perang dengan raja Israel. Ia kalah telak & makin jauh dari
Tuhan (25:27). Hari-hari terakhirnya dihabiskan dalam pelarian di kota berbenteng
kuat (yang lagi-lagi tak dapat menyelamatkannya) dimana para pemberontak lalu
menghabisinya (25:27-28). Kisah Amazia memberitahu kita pelajaran penting
tentang mengikut Tuhan. Meski mendengar firman, mengikuti petunjuk &
pimpinan Tuhan bahkan merasakan keberhasilan & pencapaian bersama Tuhan
-tanpa suatu hubungan yang pribadi & mendalam dengan Tuhan, orang akan
menyimpang & terpikat illah-illah dunia ini, lalu berpaling dari Tuhan.
Setengah hati mengikut Tuhan itu mengaku sebagai umat-Nya namun hidup dalam jalan-jalan
& kekuatannya sendiri. Mengaku bertuhan & mungkin masih beribadah tapi
hari-harinya dijalani tanpa melibatkan Tuhan. Jadi, biarlah kita sadar &
benar-benar mengetahui maksud hati-Nya. Allah, Bapa kita, menginginkan segenap
hati kita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Maz 73:24 – Dengan
firman-MU ENGKAU menuntun aku dan kemudian ENGKAU mengangkat aku ke dalam
KEMULIAAN! Luar biasa YESUSku, dituntun dan diangkat, diangkat sampai masuk
dalam kemuliaan-NYA. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Respon 3
“Saat kita merasa
begitu bersalah, justru itulah saat yang paling tepat untuk kembali ke rumah.”
Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment