MY HONOUR
Kis 8:5, “Dan
Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada
orang-orang di situ.” Seperti Filipus yang dipakai & dipimpin Roh
Kudus, untuk mewartakan Kristus diantara kelompok minoritas, bagaimana dengan
kita saat ini? BerSEDIAkah kita yang sudah “PERCAYA” ini seperti
Filipus? Dengan semangat & antusias membimbing/membawa jiwa-jiwa untuk 1
langkah datang & lebih dekat kepada Tuhan? Mari melalui One to One,
Komsel dan Ibadah Raya kita mau menuntun jiwa-jiwa untuk 1 langkah lebih dekat
& lebih bertumbuh, tertanam, berakar & bebuah-buah bagi kerajaanNya.
Amin.
Respon 1
Kej 18:14 – Adakah
sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pasti terjadi... Mark 9:23b – Tidak
ada yang mustahil bagi orang yang PERCAYA! Mujizat terjadi sekarang! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
Ayat bacaan: Ayub
23:1-17. Nats: Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku
akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Seperti Emas. Emas termasuk logam mulia,
yaitu logam yang tahan terhadap oksidasi dan korosi (karat). Berbeda dengan
kayu yang menjadi abu bila dibakar, emas tetap bertahan dalam kobaran api.
Hanya wujudnya yang mencair pada suhu sekitar 1000°C. Ayub menggambarkan
pengalaman dan ujian hidupnya sebagai proses pemurnian emas (ay. 10). Ia juga
menyadari hidup ini penuh misteri, termasuk fakta bahwa Allah seolah diam saja.
Di situ Ayub belajar beriman bahwa Allah itu hidup dan sedang menguji dirinya.
Seolah-olah, Ayub berkata kepada sahabatnya, “Hai Elifas, Bildad, dan Zofar,
sekalipun aku tak mampu menemukan hadirat Allah, aku yakin Dia hidup dan
mengetahui jalan hidupku. Dia tahu jalan yang kutempuh. Aku percaya kepada-Nya.
Setelah ujian ini berlalu, Dia akan membenarkan aku, sebab Dia tahu bagaimana
aku hidup di hadapan-Nya. Aku akan timbul seperti emas yang sudah teruji oleh
api pencobaan. Aku bersaksi bahwa aku menuruti jalan-Nya, dan firman-Nya aku
simpan dalam hatiku” (ay. 8-12). Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk
mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian
hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Cara Ayub memandang persoalan mengajar
kita bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan kita. Hidup kita ibarat emas dan
begitu berharga di mata Tuhan. Jika Tuhan membakar hidup kita, Dia tidak
bermaksud menghancurkannya. Sebaliknya, Dia ingin mendapati kualitas iman yang
teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela di hadapan-Nya. Semangat
pagi teman-teman, salam sukses. JBUs. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 3
Renungan Pagi.
Jumat, 28 Agustus 2015. Bahan Bacaan: 2 Korintus 3:1-6. Nats: Kamulah surat
pujian kami yang tertulis dalam hati kami, yang dikenal dan dapat dibaca oleh
semua orang (2 Korintus 3:2). SEBUAH PENSIL. Seorang pembuat pensil sebelum
mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan. (1) Kamu bisa melakukan
sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang.
(2) Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu
untuk menjadi pensil yang baik. (3) Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah
bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya. (4) Pada permukaan mana pun
juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis. Ilustrasi di atas
menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa. Pertama, kita memiliki potensi yang
luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan
diri berada di tangan Tuhan. Kedua, ada kalanya kita akan mengalami
proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat
kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi
kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter
ilahi muncul dalam hidup kita. Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita
adalah bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang
hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan
topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita. Keempat, di mana
pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau ‘tulisan-tulisan’ yang
benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. Jadilah orang kristiani
yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang
yang bertemu dengan kita. SUDAHKAH KITA MENJADI PENSIL yang MENINGGALKAN
GORESAN MENDALAM? Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment