Monday, 3 August 2015

3 Agustus 2015

MY HONOUR




Seri My Honour: Worship – Part 1 (Kis 16:24-26); Menyembah dengan Intim. Kita harus ‘secara sengaja’ memlih untuk menyembah / memuji dalam Pujian & Penyembahan, justru di saat kita sedang tidak ingin memuji/menyembah. Mengapa? Karena apa yang kita lakukan secara fisik memberi dampak kepada hal-hal yang tidak kelihatan! Contoh: Saat Paulus & Silas memuji. Kis 16:26, “Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.” Sendi, pintu & belenggu berbicara: Sendi = Hal-hal yang tidak kelihatan; Pintu = Kesempatan untuk hidup kita akan terbuka; Belenggu = keterikatan dilepaskan. Mari memuji DIA lebih intim lagi melalui lagu-lagu pujian yang kita bisa nyanyikan, rasakan hadirat-Nya, rasakan kuasaNya bekerja atas hidup kita. Amin.

Respon 1
Renungan Pagi. Senin, 03 Agustus 2015. Bahan Bacaan: Bilangan 13. Nats: Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13:30). MENTAL BLOCK. Saat memutuskan menyeberangi Terusan St. Bernard di Pegunungan Alpen yang terkenal menakutkan, Napoleon Bonaparte ditertawakan oleh orang-orang Inggris dan Austria. Ia dicemooh karena membawa 60.000 tentara lengkap dengan meriam, berpeti-peti peluru, dan barang bawaan melewati kawasan itu, dianggap mustahil. Namun, Napoleon tidak terpengaruh. Ia memilih untuk melakukan perjalanan yang dianggap mustahil itu. Dan ternyata ia berhasil! Ada dua kegagalan besar dalam hidup kita. Pertama, ketika kita tidak tahan menghadapi pandangan negatif, cemoohan, dan kritikan orang lain, lalu memilih mundur. Kedua, ketika kita meyakinkan diri sendiri bahwa kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu. Konon dua kata yang paling banyak mendatangkan kegagalan adalah: ‘Tidak bisa’. Sebab, ketika kita berkata ‘tidak bisa’, secara tidak langsung sebetulnya kita sedang membangun tembok kegagalan. Mental block. Ibarat atlet yang sudah kalah sebelum bertanding. Itulah juga yang terjadi kepada sepuluh pengintai yang diutus Musa, dan yang ternyata lebih dituruti oleh seluruh umat (Bilangan 14:1-4). Tanah Perjanjian sudah di depan mata, tetapi mereka melihat tantangan yang ada teramat besar. “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya,” begitu mereka berkata (ayat 32). Namun, Yosua dan Kaleb, dua pengintai yang lain, membuktikan bahwa pandangan kesepuluh rekan-nya itu salah! JADIKAN KRITIKAN DAN CEMOOHAN SEBAGAI BATU LONCATAN BUKAN BATU SANDUNGAN.

Respon 2
Seorang PEMENANG tidak pernah menyerah. 1 Korintus 9:24, ‘Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!’ (GNCC)

Respon 3
Maz 37:5 – Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-NYA dan IA akan bertindak! Percayai YESUS mampu menolong dan memberkati kita. Mukjizat terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
Learn to pray not because you need something, but because you ought to thank him for everything »Oswald Chambers«. Belajarlah berdoa bukan karena Anda membutuhkan sesuatu, tetapi karena anda harus bersyukur atas segala hal »Oswald Chambers«. Mazmur 23:2-3, ‘Ia membaringkan aku di padang rumput yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang, Ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya.’ Jangan berdoa seperti tukang minta-minta, tapi berdoalah sebab kita rindu untuk mengobrol sama Bapa di Surga. Sebab siapakah kita? Dari antara enam milyar manusia kita bisa terpilih dan boleh mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruslamat kita. Dalam hadiratNya kita nikmati kasih dan anugrahNya, Dia segarkan tubuh, jiwa dan roh kita, membuat mata hati kita menjadi terang menyaksikan kebaikan dan pemeliharaanNya. Dalam doa keintiman kita selalu ingin mempersembahkan yang terbaik, yaitu hidup benar sesuai dengan tuntunanNya, semakin hari semakin diperbaharui mengubah hidup kita semakin berkenan kepadaNya. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Jesus bless you all... J (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 5
Salah satu tanda orang-orang akhir zaman yang disebutkan dalam 2 Timotius 3:7 adalah “selalu ingin diajar namun tidak pernah mengenal kebenaran.” Dan ini akan semakin bertam-bah mendekati kesudahan segala sesuatu. Dengan bertambah luas & mudahnya akses informasi, pengajaran firman sudah tentu semakin marak melalui berbagai media sosial & berbagai sarana komunikasi dimana kini khotbah-khotbah tidak hanya dinikmati sesekali di hari Minggu atau melalui kaset-kaset rekaman. Sayangnya, minat akan berbagai pengajaran rupanya tidak selalu sebanding dengan pengenalan akan kebenaran. Bagaimana bisa banyak menerima pengajaran namun tidak pernah sampai pada kebenaran sejati? -Karena hanya terfokus & berhenti pada menikmati bahan-bahan & program-program pengajaran firman saja. Dimanapun, pembicara-pembicara yang baik menarik minat banyak orang. Menjadi pendengar dari pembicara hebat adalah keasyikan tersendiri. Itu sebabnya seminar-seminar motivasi atau ibadah-ibadah dengan pengkhotbah yang fasih dipenuhi pemirsa -namun tidak selalu yang disampaikan lalu segera dapat dipahami begitu saja. Perenungan lebih lanjut selalu diperlukan; -Sebab pengajaran yang disampaikan belum tentu sepenuhnya kebenaran. Separuh kebenaran yang tercampur dusta & kelirunya pemahaman dari sang penyampai firman akan 'menodai' kemurnian kebenaran firman sejati. Dan yang sebagian saja yang benar bukan seluruh kebenaran itu sendiri; - Karena untuk benar-benar dimengerti sepenuhnya, prinsip-prinsip firman Tuhan harus diterapkan dalam hidup sehari-hari. Tidak ada seorangpun yang benar-benar ahli dalam suatu bidang dengan hanya menguasai teorinya saja. Pengertian sebenar-benarnya ditemukan dari perpaduan kuat antara teori & praktek. Itulah sebabnya kita diperintahkan menjadi pelaku-pelaku firman, bukan pendengar saja. Menikmati berbagai pelajaran Alkitab beserta penyingkapan-penyingkapan terbarunya hanya membuang-buang waktu jika kebenaran tak pernah menjadi milik kita. Putuskan hari ini untuk tidak membiarkan diri Anda termasuk dalam golongan mereka yang sesat jalan di akhir zaman. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment