MY HONOUR
Kis 2:46, “Dengan
bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.
Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan
bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.” Ayat 47: “sambil
memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah
jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Tidak cukup bersekutu dengan
Allah saja (melalui doa, pujian & penyembahan serta pembacaan firman),
tetapi kita perlu bersekutu dengan saudara seiman lain juga. Mengapa? Pertama
adalah tidak mungkin kita dapat mengasihi yang tidak kelihatan jika kita tidak
dapat mengasihi yang ‘kelihatan’. Sudahkan saat ini kita tergabung dalam
komunitas sel? Jadikan persekutuan dengan Tuhan sebagai prioritas utama &
persekutuan dengan saudara seiman/komsel sebagai prioritas berikutnya.
Bergabunglah dengan Komunitas Sel yang saling mengasihi, saling membangun &
menguatkan.Amin.
Respon 1
“Jika Allah Bapa
masih bertakhta, mengapa aku kuatir kehilangan kuasa? Jika Allah Putra masih
punya cinta, mengapa aku merasa apa-apa? Jika Allah Roh Kudus tetap beserta,
mengapa pula aku merasa nestapa?” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Renungan pagi.
Sabtu, 8 Agustus 2015. Kejadian 39:1-12. Nats: Tetapi Yusuf meninggalkan
bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar (Kejadian 39:12). LARI! JANGAN
DIAM. Suatu kali ada seorang pemuda yang bertanya demikian, “Apa yang harus
saya lakukan jika suatu hari saya jalan-jalan di pantai lalu melihat seorang
wanita dengan pakaian ala kadarnya? Kan pada saat itu saya tidak sengaja
melihatnya.” Jawabannya bukan pura-pura tidak melihat, menutup mata, atau
mengalihkan pandangan ke arah yang lain, tetapi “LARILAH”. Pergilah dari tempat
itu jangan berdiam diri. Mengapa? Karena kita harus menyadari kelemahan kita
untuk jatuh dalam dosa. Apa yang dilakukan oleh Yusuf sangatlah tepat. Ketika
godaan datang, ia tidak cuma “pura-pura tidak melihat”, tetapi benar-benar lari
ke luar. Padahal saat itu sangatlah mudah bagi Yusuf untuk berbuat dosa
sekaligus menutupinya. Pertama, dalam rumah Potifar pada saat itu sepi, tidak
ada siapa-siapa. Kedua, Yusuf memiliki kuasa yang sangat besar untuk menutup
mulut semua pegawainya agar tak memberitahukan perselingkuhan-nya kepada
Potifar. Yusuf adalah seorang kepala rumah tangga yang mana semua pegawai di
rumah itu harus tunduk kepada perintahnya, terlebih jikalau istri Potifar
terlibat di sana. Jadi, secara posisi Yusuf berada di posisi yang aman untuk
berbuat dosa. Akan tetapi, Yusuf tak melakukannya, dan ia tidak diam di tempat,
tetapi ia lari meninggalkan godaan tersebut. Dalam hidup ini, jangalah
sekali-kali merasa kuat terhadap godaan. Seperti Tuhan Yesus juga pernah
mengingatkan, “roh memang penurut tetapi daging lemah” (Matius 26:41). Intinya
jangan “bermain-main” dengan godaan, sebab akan ada satu titik di mana kita
malah akan terseret. Jangan! Larilah menjauh. JIKALAU ADA SINGA DI DEPAN JALAN.
KENAPA TIDAK MENCARI JALAN LAIN UNTUK MENGHIN-DARINYA. Pagi... Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Pemeriksaan Rutin.
Joe Stowell. Mazmur 139:17-24, ‘Selidikilah aku, ya Allah, . . . lihatlah,
apakah jalanku serong’ -Mazmur 139:23-24. Tibalah saatnya bagi saya untuk pergi
ke dokter guna menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan. Meskipun saya merasa
baik-baik saja dan tidak mengalami gangguan kesehatan apa pun, saya tahu bahwa
pemeriksaan rutin itu penting karena pemeriksaan tersebut dapat menyingkapkan
masalah-masalah tersembunyi, yang jika dibiarkan akan dapat berkembang menjadi
penyakit serius. Saya tahu bahwa dengan memberikan izin kepada dokter untuk
menemukan dan mengobati masalah kesehatan yang tak kelihatan itu, saya akan
memiliki kesehatan yang baik untuk jangka panjang. Jelas bahwa pemazmur
merasakan hal yang serupa secara rohani. Ketika pemazmur memohon agar Allah
menyingkapkan dosanya yang tersembunyi, ia berdoa, “Selidikilah aku, ya Allah,
. . . lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal”
(Mzm. 139:23-24). Dengan berdiam diri guna memberikan kesempatan kepada Allah
untuk menyelidikinya secara menyeluruh dan tanpa syarat, pemazmur pun
menundukkan dirinya pada jalan-jalan Allah yang benar, yang akan membuatnya
tetap sehat secara rohani. Jadi, walaupun Anda merasa baik-baik saja, inilah
saat yang tepat untuk menjalani pemeriksaan rutin! Hanya Allah yang mengenali
kondisi hati kita yang sebenarnya, dan hanya Dia yang dapat mengampuni,
menyembuhkan, dan membimbing kita pada kehidupan yang bersih dan masa depan
yang berbuah lebat. ‘Tuhan, Engkau mengenalku lebih baik daripada aku mengenal
diriku sendiri. Selidikilah bagian hatiku yang terdalam, lihatlah apa saja yang
tidak berkenan kepada-Mu. Bersihkanlah aku dari jalanku yang menyimpang dan
tuntunlah aku di jalan-Mu yang baik dan benar.’ Pekerjaan Allah di dalam diri
kita belum berakhir ketika kita menerima keselamatan—justru itu baru saja
dimulai.

No comments:
Post a Comment