Saturday, 8 August 2015

8 Agustus 2015

MY HONOUR



Kis 2:46, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.” Ayat 47: “sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Tidak cukup bersekutu dengan Allah saja (melalui doa, pujian & penyembahan serta pembacaan firman), tetapi kita perlu bersekutu dengan saudara seiman lain juga. Mengapa? Pertama adalah tidak mungkin kita dapat mengasihi yang tidak kelihatan jika kita tidak dapat mengasihi yang ‘kelihatan’. Sudahkan saat ini kita tergabung dalam komunitas sel? Jadikan persekutuan dengan Tuhan sebagai prioritas utama & persekutuan dengan saudara seiman/komsel sebagai prioritas berikutnya. Bergabunglah dengan Komunitas Sel yang saling mengasihi, saling membangun & menguatkan.Amin.

Respon 1
“Jika Allah Bapa masih bertakhta, mengapa aku kuatir kehilangan kuasa? Jika Allah Putra masih punya cinta, mengapa aku merasa apa-apa? Jika Allah Roh Kudus tetap beserta, mengapa pula aku merasa nestapa?” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Renungan pagi. Sabtu, 8 Agustus 2015. Kejadian 39:1-12. Nats: Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar (Kejadian 39:12). LARI! JANGAN DIAM. Suatu kali ada seorang pemuda yang bertanya demikian, “Apa yang harus saya lakukan jika suatu hari saya jalan-jalan di pantai lalu melihat seorang wanita dengan pakaian ala kadarnya? Kan pada saat itu saya tidak sengaja melihatnya.” Jawabannya bukan pura-pura tidak melihat, menutup mata, atau mengalihkan pandangan ke arah yang lain, tetapi “LARILAH”. Pergilah dari tempat itu jangan berdiam diri. Mengapa? Karena kita harus menyadari kelemahan kita untuk jatuh dalam dosa. Apa yang dilakukan oleh Yusuf sangatlah tepat. Ketika godaan datang, ia tidak cuma “pura-pura tidak melihat”, tetapi benar-benar lari ke luar. Padahal saat itu sangatlah mudah bagi Yusuf untuk berbuat dosa sekaligus menutupinya. Pertama, dalam rumah Potifar pada saat itu sepi, tidak ada siapa-siapa. Kedua, Yusuf memiliki kuasa yang sangat besar untuk menutup mulut semua pegawainya agar tak memberitahukan perselingkuhan-nya kepada Potifar. Yusuf adalah seorang kepala rumah tangga yang mana semua pegawai di rumah itu harus tunduk kepada perintahnya, terlebih jikalau istri Potifar terlibat di sana. Jadi, secara posisi Yusuf berada di posisi yang aman untuk berbuat dosa. Akan tetapi, Yusuf tak melakukannya, dan ia tidak diam di tempat, tetapi ia lari meninggalkan godaan tersebut. Dalam hidup ini, jangalah sekali-kali merasa kuat terhadap godaan. Seperti Tuhan Yesus juga pernah mengingatkan, “roh memang penurut tetapi daging lemah” (Matius 26:41). Intinya jangan “bermain-main” dengan godaan, sebab akan ada satu titik di mana kita malah akan terseret. Jangan! Larilah menjauh. JIKALAU ADA SINGA DI DEPAN JALAN. KENAPA TIDAK MENCARI JALAN LAIN UNTUK MENGHIN-DARINYA. Pagi... Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3

Pemeriksaan Rutin. Joe Stowell. Mazmur 139:17-24, ‘Selidikilah aku, ya Allah, . . . lihatlah, apakah jalanku serong’ -Mazmur 139:23-24. Tibalah saatnya bagi saya untuk pergi ke dokter guna menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan. Meskipun saya merasa baik-baik saja dan tidak mengalami gangguan kesehatan apa pun, saya tahu bahwa pemeriksaan rutin itu penting karena pemeriksaan tersebut dapat menyingkapkan masalah-masalah tersembunyi, yang jika dibiarkan akan dapat berkembang menjadi penyakit serius. Saya tahu bahwa dengan memberikan izin kepada dokter untuk menemukan dan mengobati masalah kesehatan yang tak kelihatan itu, saya akan memiliki kesehatan yang baik untuk jangka panjang. Jelas bahwa pemazmur merasakan hal yang serupa secara rohani. Ketika pemazmur memohon agar Allah menyingkapkan dosanya yang tersembunyi, ia berdoa, “Selidikilah aku, ya Allah, . . . lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal” (Mzm. 139:23-24). Dengan berdiam diri guna memberikan kesempatan kepada Allah untuk menyelidikinya secara menyeluruh dan tanpa syarat, pemazmur pun menundukkan dirinya pada jalan-jalan Allah yang benar, yang akan membuatnya tetap sehat secara rohani. Jadi, walaupun Anda merasa baik-baik saja, inilah saat yang tepat untuk menjalani pemeriksaan rutin! Hanya Allah yang mengenali kondisi hati kita yang sebenarnya, dan hanya Dia yang dapat mengampuni, menyembuhkan, dan membimbing kita pada kehidupan yang bersih dan masa depan yang berbuah lebat. ‘Tuhan, Engkau mengenalku lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri. Selidikilah bagian hatiku yang terdalam, lihatlah apa saja yang tidak berkenan kepada-Mu. Bersihkanlah aku dari jalanku yang menyimpang dan tuntunlah aku di jalan-Mu yang baik dan benar.’ Pekerjaan Allah di dalam diri kita belum berakhir ketika kita menerima keselamatan—justru itu baru saja dimulai.

No comments:

Post a Comment