MY HONOUR
Seorang Murid
Memikul Salibnya. Roma 14:8, “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk
Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati,
kita adalah milik Tuhan.” Jika kita hidup sebagai milik Kristus maka setiap
orang harus hidup bagi Kristus dengan keyakinannya karena kehidupan &
kematian saja tidak dapat merusak “persekutuan” kita dengan Kristus. Seorang
murid, dia harus rela dibentuk & diproses, dia mau “berkorban” & “taat”
(memikul salibnya/kedagingannya). Tiada pegorbanan tanpa ketaatan. Amin.
Respon 1
BAPA surgawi. Pagi
ini kami Susanti dan Liching, kami bersatu hati mau berdoa untuk negara kami
Indonesia. Biarlah kasih karunia-MU turun atas Indonesia. Pemulihan sungguh
boleh terjadi atas bangsa. Politik dan ekonomi Indonesia. Pertobatan dan
penuaian satu milyar jiwa untuk nebayot boleh terjadi. Kemerdekaan jiwa-jiwa
bagi saudara-saudara teman-teman kami yang belum mengenal ENGKAU boleh
dinyatakan atas mereka. Rupiah akan semakin dikuatkan. Memberkati Presiden
Jokowi, Pak Ahok. Biarlah ada campur tangan-MU dalam pemerintahan mereka
sehingga Indonesia baru, Indonesia yang dipulihkan boleh kami alami dibawah
pemerintahan mereka. Kejayaan kemakmuran boleh KAU nyatakan atas negara kami
Indonesia. Kemenangan untuk bangsa kami ekonominya, politiknya, jiwa-jiwanya
boleh dinyatakan oleh kuasa-Mu. Thank You LORD... In the name of JESUS we pray.
Amen. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
Akan pertemuan
& hubungannya dengan pribadi yang dikenal baik & membawa kesan-kesan
mendalam di hidupnya, orang-orang sering mengatakan bahwa mereka bersyukur
pernah mengenal secara dekat sosok tersebut, bahkan merupakan hak istimewa bisa
mengenal secara dekat orang atau tokoh tersebut. Dan banyak orang Indonesia
senang dikenal & mengenal sosok-sosok penting & berpengaruh, yang
membuat mereka merasa spesial, bahkan terhormat. Hanya, berapa banyakkah orang
Kristen Indonesia berhasrat mengenal Pribadi paling berpengaruh di seluruh
jagad raya ini? Adakah di antara mereka yang mengaku Kristen memberikan seluruh
apa yang ada pada-Nya demi mengenal Yesus Kristus itu? Adalah kasih karunia
yang terbesar -melebihi kenal dekat dengan para selebritis atau orang-orang
berpengaruh lainnya- untuk dapat mengenal Tuhan & jalan-jalanNya. Sebab
tidak kepada semua orang Dia menyatakan diri-Nya & membukakan
rahasia-rahasiaNya (Luk. 10:21-22). Dia memiliki kasih karunia yang lebih dari
sekedar kasih karunia keselamatan. Itulah kasih karunia untuk mengenal Dia.
Inilah kasih karunia yang diminta oleh Musa: “Jika aku mendapat kasih karunia
di mata-Mu, tunjukkanlah jalanMu kepadaku...” (Kel. 33:13). Yang dikejar
Paulus: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia...” (Fill. 3:10). Yang didoakan
Daud: “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku...” (Maz.
27:11). Dan setiap dari mereka yang memintanya tahu benar apa & mengapa
yang mereka minta. Ini bukan sekedar keingintahuan rohani. Bukan usaha-usaha
menambah koleksi pengetahuan theologi. Bukan pula dorongan emosi. Berawal dari
hasrat untuk tak terpisahkan dengan Tuhan, menjadi suatu tekad suci &
dorongan yang kudus untuk mengenal Dia & menghabiskan hari-hari di dunia
bersama Tuhan, sang kekasih jiwa. Mereka yang meminta ini telah mengetahui
bahwa tidak ada yang lebih baik, berharga & penting dalam hidup selain
berada dalam jalan yang Tuhan tetapkan. Rindukah Anda menerima kasih karunia
ini? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 3
“Hukum seringkali
tumpul ke atas dan tajam ke bawah karena sebagian besar pisau memang yang tajam
yang di bawah.” Xavier Quentin Pranata

No comments:
Post a Comment