Saturday, 15 August 2015

15 Agustus 2015

MY HONOUR




Seorang Murid Memikul Salibnya. Roma 14:8, “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Jika kita hidup sebagai milik Kristus maka setiap orang harus hidup bagi Kristus dengan keyakinannya karena kehidupan & kematian saja tidak dapat merusak “persekutuan” kita dengan Kristus. Seorang murid, dia harus rela dibentuk & diproses, dia mau “berkorban” & “taat” (memikul salibnya/kedagingannya). Tiada pegorbanan tanpa ketaatan. Amin.

Respon 1
BAPA surgawi. Pagi ini kami Susanti dan Liching, kami bersatu hati mau berdoa untuk negara kami Indonesia. Biarlah kasih karunia-MU turun atas Indonesia. Pemulihan sungguh boleh terjadi atas bangsa. Politik dan ekonomi Indonesia. Pertobatan dan penuaian satu milyar jiwa untuk nebayot boleh terjadi. Kemerdekaan jiwa-jiwa bagi saudara-saudara teman-teman kami yang belum mengenal ENGKAU boleh dinyatakan atas mereka. Rupiah akan semakin dikuatkan. Memberkati Presiden Jokowi, Pak Ahok. Biarlah ada campur tangan-MU dalam pemerintahan mereka sehingga Indonesia baru, Indonesia yang dipulihkan boleh kami alami dibawah pemerintahan mereka. Kejayaan kemakmuran boleh KAU nyatakan atas negara kami Indonesia. Kemenangan untuk bangsa kami ekonominya, politiknya, jiwa-jiwanya boleh dinyatakan oleh kuasa-Mu. Thank You LORD... In the name of JESUS we pray. Amen. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Akan pertemuan & hubungannya dengan pribadi yang dikenal baik & membawa kesan-kesan mendalam di hidupnya, orang-orang sering mengatakan bahwa mereka bersyukur pernah mengenal secara dekat sosok tersebut, bahkan merupakan hak istimewa bisa mengenal secara dekat orang atau tokoh tersebut. Dan banyak orang Indonesia senang dikenal & mengenal sosok-sosok penting & berpengaruh, yang membuat mereka merasa spesial, bahkan terhormat. Hanya, berapa banyakkah orang Kristen Indonesia berhasrat mengenal Pribadi paling berpengaruh di seluruh jagad raya ini? Adakah di antara mereka yang mengaku Kristen memberikan seluruh apa yang ada pada-Nya demi mengenal Yesus Kristus itu? Adalah kasih karunia yang terbesar -melebihi kenal dekat dengan para selebritis atau orang-orang berpengaruh lainnya- untuk dapat mengenal Tuhan & jalan-jalanNya. Sebab tidak kepada semua orang Dia menyatakan diri-Nya & membukakan rahasia-rahasiaNya (Luk. 10:21-22). Dia memiliki kasih karunia yang lebih dari sekedar kasih karunia keselamatan. Itulah kasih karunia untuk mengenal Dia. Inilah kasih karunia yang diminta oleh Musa: “Jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, tunjukkanlah jalanMu kepadaku...” (Kel. 33:13). Yang dikejar Paulus: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia...” (Fill. 3:10). Yang didoakan Daud: “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku...” (Maz. 27:11). Dan setiap dari mereka yang memintanya tahu benar apa & mengapa yang mereka minta. Ini bukan sekedar keingintahuan rohani. Bukan usaha-usaha menambah koleksi pengetahuan theologi. Bukan pula dorongan emosi. Berawal dari hasrat untuk tak terpisahkan dengan Tuhan, menjadi suatu tekad suci & dorongan yang kudus untuk mengenal Dia & menghabiskan hari-hari di dunia bersama Tuhan, sang kekasih jiwa. Mereka yang meminta ini telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih baik, berharga & penting dalam hidup selain berada dalam jalan yang Tuhan tetapkan. Rindukah Anda menerima kasih karunia ini? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
“Hukum seringkali tumpul ke atas dan tajam ke bawah karena sebagian besar pisau memang yang tajam yang di bawah.” Xavier Quentin Pranata

No comments:

Post a Comment