Tuesday, 31 October 2017

The Introduction

BILLIONAIRE






The Introduction
Billionaire 2017 Part 1
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elishebat Soetopo
October 15th 2017



Intro:
Satu hal yang tidak bisa kita pungkiri dalam hidup ini, yaitu:
“Uang memang bukan segalanya, tapi banyak hal dalam hidup ini butuh uang.” Sehingga, cara kita mengatur keuangan kita, menentukan hidup kita.

Beberapa pendapat & pertanyaan yang banyak orang tanyakan:
(1) Kenapa kita membicarakan tentang keuangan di gereja??
Sebab bagi beberapa orang, bagi beberapa gereja, membahas keuangan di gereja jadi sesuatu yang sensitif.

à Kalau Anda adalah orang Kristen, pengikut & murid Yesus dan memiliki keuangan yang tidak sehat/tidak seimbang, berarti kita juga tidak seimbang dalam hubungan kita dengan Bapa di Surga.

“Uang memang bukan segalanya, tapi banyak hal dalam hidup ini butuh uang.” Sehingga, cara kita mengatur keuangan kita, menentukan hidup kita. Termasuk kondisi hati kita terhadap Tuhan.

(2) “Tuhan dan keuangan itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa sejalan.”
Tapi pada kenyataannya, setiap dari kita, apapun background kita, apapun kondisi keuangan dan pekerjaan kita saat ini, berapapun usia kita, pasti pernah bilang, “Tuhan atau siapapun di atas sana, dewi kesuburan, Dewi Kwan Im, atau Nyi Roro siapapun, tolong bantu aku supaya ini bisa deal dengan customer ini…”
Kadang kita minta tolong Tuhan supaya kita menang tender atau supaya rumahnya bisa kejual atau supaya kontraknya bisa tembus, supaya menang tender.

à Kalau kita pernah mengucapkan doa yang demikian atau mikir soal hal demikian, kita sudah mencampurkan Tuhan dan keuangan. Which is OK! Nggak apa-apa. Malah itu adalah sesuatu yang baik. Karena pada kenyataannya, keuangan dan Tuhan tidak diciptakan supaya terpisah.

Hari ini kita akan melihat 2 ayat yang Yesus katakan tentang keuangan:
Matius 6:21 “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
Kalau Anda mau tahu dimana hati saya, lihat catatan bank saya.
Kalau Anda mau tahu dimana hati saya, lihat catatan kartu kredit.
Dimana uang/harta kita terbanyak, di situlah hati kita berada.

Tuhan tahu dan seolah Tuhan ingin bicara kepada kita, “Aku tahu hatimu akan ngikutin hartamu. Aku (Tuhan) nggak mau bersaing dengan barang & hartamu. Aku nggak butuh hartamu. Aku mau HATIMU. Dan karena Aku tahu hatimu akan mengikuti hartamu, aku mau kamu menyerahkan hartamu ke Aku. Supaya hatimu juga ada padaKu.”

AOC, Tuhan tidak butuh harta kita! Tuhan tidak ingin harta kita. Dia TUHAN. Dia tidak butuh apa-apa. Kekayaan kita seperti lelucon buat Tuhan. Di surga sana emas aja diinjak (jalanannya dari emas). Permata dibanting tiap hari (pintunya dari permata). Semua kekayaan kita terlalu kecil buat Tuhan kita.

Apa yang Tuhan inginkan? HATI ANDA & HATI SAYA!

“Uang memang bukan segalanya, tapi banyak hal dalam hidup ini butuh uang.” Sehingga, cara kita mengatur keuangan kita, menentukan hidup kita. Termasuk kondisi hati kita terhadap Tuhan.

Lukas 16:13 “…Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Mamon adalah dewa uang. Jadi pada intinya, ayat itu berkata, “Kamu tidak dapat melayani Tuhan dan uang”!

Ternyata, tension/pilihan kita setiap hari: antara Tuhan atau harta kita. Pertanyaannya, siapa yang akan kita layani? Intinya: Jangan jadi hamba uang, tapi perhamba uang Anda, supaya Yesus Tuan kita. Uang hamba kita.

Hari ini, ada sebuah prinsip fisika, yang akan membantu kita mengatur KESEIMBANGAN KEUANGAN kita.

1. TITIK ACUAN
Jika Anda ingin menyeimbangkan sesuatu, Anda harus memiliki titik acuan. Intinya: Punyai Titik Acuan, yaitu: firman YESUS dan nilai-nilai-Nya!

2. PENYESUAIAN TERUS MENERUS
Dalam berusaha menyeimbangkan, kita harus selalu menyesuaikan dan memperbaiki posisi tangan kita, supaya seimbang dan tidak jatuh.
Contoh: Saat kita mau nyebrang sungai/parit di jalanan kecil, apa yang kita lakukan? Kita rentangkan kedua tangan kita, ke kiri ke kanan, untuk berusaha menyeimbangkan. Selalu menyesuaikan dan memperbaiki.

3. PUNYAI TUJUAN YANG JELAS
TaHu apa yang sedang berusaha kita lakukan. Saat kita masukkan 3 prinsip ini ke keuangan kita, Anda akan seimbang secara keuangan. TUJUANNYA APA? Hati kita , Tuannya adalah YESUS. Uang (seberapa besar jumlahnya) itu hamba kita!
à Jika saya melanggar hukum keseimbangan fisika saat saya memegang tongkat ini, apa yang akan langsung terjadi? Tongkat ini akan langsung jatuh.
à Jika saya melanggar hukum keseimbangan keuangan, apa yang akan langsung terjadi? Tidak ada! 

Karena itulah, banyak dari kita tidak memperhatikan keadaan keuangan kita, tidak memperhatikan kebiasaan-kebiasaan kecil kita dalam mengurus keuangan dan tidak merasakan dampak apa-apa! Dan akibatnya, kita juga tidak melakukan perubahan & perbaikan apa-apa!

Hukum Keuangan bukan hukum Pinokio. Di cerita Pinokio, saat Pinokio berbohong, hidungnya jadi panjang. Akhirnya? Dia berusaha untuk tidak bohong! Karena dia malu hidungnya jadi panjang. Karena, sebagai manusia, kalau kita merasakan dampak secara langsung dari apa yang kita lakukan, kita akan melakukan perubahan.

Tapi, hukum keuangan adalah HUKUM TABUR TUAI. Hukum tabur tuai: “Saat saya menabur sekarang, saya menuai nanti dan menuai lebih besar.” Anda mungkin tidak melihat akibat dari kebiasaan Anda LANGSUNG. Tapi, kita menuai di kemudian hari dan menuai lebih besar.

--Kadang mungkin akibatnya tidak muncul di kehidupan kita sekarang. Kita dan pasangan dan keluarga baik-baik saja hari ini. Tapi kemudian, kebiasaan-kebiasaan buruk kita nurun ke anak. Dan suatu hari saat anak kita mau membangun keluarganya sendiri, mereka kerepotan, dan mewarisi kebiasaan keuangan yang tidak sehat ini dari kita, secara disadari atau tidak.

--Problem pernikahan bisa muncul. Banyak cekcok, dsb. Sumbernya dari kebiasaan keuangan yang tidak sehat.

--Jaman sekarang orang ingin jalan pintas “pisah harta”. Pernikahan jadi tidak ada valuenya, dan pasangan tersebut secara tidak sadar sedang mempersiapkan perceraian. Dari mana? Kebiasaan keuangan yang tidak sehat yang pernah terjadi!

--Trend yang mulai merebak di kalangan pasangan muda: tinggal bersama. Alasannya? “Saving uang. Kalau dua-duanya nge-kos, mahal. Dengan gini kan bisa lebih hemat.” Dari kebiasaan keuangan yang tidak sehat, malah dibawa bareng, malah makin bikin runyam.

Tidak seimbang dalam keuangan kita bisa beda-beda dalam tiap orang.
- Ada yang pintar menyimpan. Dan saking pintarnya menyimpan uang, sampai tidak bisa memberi. Ada apapun, tidak bisa memberi. Perpuluhan nggak gerak. Memberi yang lain nggak gerak.
- Ada yang boros sekali sampai nggak bisa nabung.
- Ada yang terlalu Pe-De dengan masa depan, sehingga mikir, “Oh bulan depan ada bonusan kok, jadi nggak apa ini dibeli dulu aja”.
Dan semakin banyak uang yang kita pegang, semakin gampang untuk terjebak dalam ketidak-seimbangan.

Kita bisa mempercayai Tuhan dengan keuangan kita. Tuhan tidak butuh harta kita! Tuhan tidak even ingin harta kita. Apa yang Tuhan inginkan? HATI ANDA & HATI SAYA! Ijinkan Tuhan berperkara dengan keuangan kita dalam beberapa minggu ke depan ini.

No comments:

Post a Comment