Friday, 27 October 2017

27 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionaire (20)
Mazmur 24:1, “Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” 

Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan, termasuk apa yang ada dalam hidup kita? Termasuk apa yang ada dalam dompet kita? Yang ada dalam rekening tabungan kita? DIA menghendaki kita menjadi hamba yang baik dan setia dalam mengelola apa yang DIA percayakan pada kita: Matius 25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Sebagai pengikut Kristus, cara kita memakai uang kiranya bisa membawa orang lain yang melihatNya, makin hormat dan kagum kepada Tuhan. Untuk itu kita harus berani bayar harga untuk membatasi semua keinginan-keinginan kita yang tidak penting. Kiranya kita dapat memakai uang kita untuk hal-hal yang bermanfaat (yang bernilai kekal). Berapun yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini, mari kita kelola sebaik mungkin. Ada perkara besar yang Tuhan sediakan kalau kita setia dalam hal-hal/perkara kecil. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 12-14
PB: Yohanes 1:1-28

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Dan. 12:3; Why. 22:16-17
Doa baca: Dan. 12:3
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Orang-orang Majus tidak hanya menemukan Kristus, mereka pun menyembah Dia (ayat 11). Di antara orang-orang Israel, tidak ada seorang pun diperbolehkan menerima penyembahan orang lain, karena itu dianggap suatu penghinaan dan penghujatan terhadap Allah. Menurut mereka, hanya Allah yang patut menerima penyembahan. Tetapi orang-orang majus itu justru menyembah seorang anak kecil dan anak kecil ini ialah Allah. Anak yang dicari oleh orang-orang Majus dinamakan Allah yang perkasa (Yes. 9:5). Orang-orang Majus menyembah Dia dan mereka memberi persembahan kepada-Nya: emas, kemenyan, dan mur (ayat 11).
Kita perlu mengetahui makna emas, kemenyan, dan mur. Dalam perlambangan Alkitab, emas melambangkan sifat Allah. Ini menunjukkan bahwa bayi Yesus ini memiliki sifat Allah. Ia kudus. Kemenyan melambangkan harum wangi kebangkitan. Menurut otak agama alamiah kita, kebangkitan Yesus terjadi setelah kematian-Nya. Namun sebelum Ia meninggal, Yesus memberi tahu Maria dan Marta bahwa Ia adalah kebangkitan dan hayat (11:25). Jadi, sebelum Ia mati pun, Ia adalah kebangkitan. Hayat Kristus ketika di bumi ini ialah hayat kebangkitan. Dalam seluruh hayat dan kehidupan insani-Nya, terkandung keharuman dan kemanisan kebangkitan. Maut tidak dapat menangkap Dia atau menjamah Dia. Ia tidak hanya hayat, Ia pun kebangkitan. Mur melambangkan kematian dan pula harum wangi kematian. Di antara bangsa manusia, maut tidak harum. Namun pada Yesus terdapat harum dan wangi kematian.
Setelah orang-orang Majus itu menemukan Kristus, menyembah Dia, dan mempersembahkan benda-benda berharga kepada-Nya, mereka diperingatkan Allah supaya pulang melalui jalan lain (Mat. 2:12). Jalan lain ini bukan jalan semula, jalan ini jalan yang benar. Setiap kali kita mencari Kristus dan menemukan Dia, kita selalu diberi tahu supaya tidak kembali ke jalan semula. Mencari Kristus dan menemukan Dia selalu mengalihkan kita ke jalan lain.
Kini kita harus nampak bagaimana kita bisa memiliki bintang ini, bagaimana kita bisa mempunyai visi surgawi ini. Alkitab memberi tahu kita bahwa bintang yang hidup ini ialah Kristus (Bil. 24:17; Mat. 2; Why. 22:16). Bagaimana kita bisa memiliki Kristus sebagai bintang? Menurut 2 Petrus 1:19, bintang itu berkaitan dengan Alkitab. Jika kita memperhatikan perkataan yang lebih teguh ini, langit di dalam kita akan terang dan bintang fajar akan terbit dalam hati kita. Memperhatikan perkataan yang lebih teguh berarti memperhatikan firman hidup. Bukan hanya membaca firman, melainkan masuk ke dalam firman hingga sesuatu terbit dari dalam kita. Kita menyebutnya fajar menyingsing atau bintang fajar. Namun, firman tidak dapat menyinari Anda jika Anda tidak memperhatikannya. Anda harus memperhatikan hingga sesuatu mulai bersinar di dalam Anda.
Kristus ialah bintang. Alkitab mengatakan bahwa pengikut Kristus juga adalah bintang-bintang. Wahyu 1:20 memberi tahu kita bahwa para pemimpin dalam hidup gereja yang tepat adalah bintang-bintang. Mereka adalah bintang-bintang, sebab mereka bersinar. Kitab Daniel 12:3 mengatakan bahwa orang yang benar akan bersinar seperti bintang. Mereka yang memalingkan orang lain kepada kebenaran, yang memalingkan mereka dari jalan yang keliru ke jalan yang benar, akan bercahaya seperti bintang.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 7.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 27 Oktober 2017. RIUH DAN RUSUH. Bacaan: Pengkhotbah 7:23-8:1. Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya (Amsal 14:15). Sebuah lembaga survei mengeluarkan data bahwa 60 juta orang di Indonesia memiliki ponsel pintar; itu membuat Indonesia menduduki peringkat kelima dunia dalam kepemilikan ponsel pintar. Data lain, masyarakat Indonesia yang gemar membaca jumlahnya konon hanya satu di antara seribu. Dua data ini pada akhirnya berdampak pada penggunaan media sosial. Media sosial di internet- yang tentunya sering diakses lewat ponsel pintar-pun jadi riuh dan rusuh. Karena sebagian besar masyarakat pengakses media sosial kurang suka membaca sebelumnya, kabar burung yang belum tentu benar, hoax (berita menipu), bahkan fitnah, mudah menyebar. Orang yang suka membaca sebelumnya akan lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi yang didengar, dibaca, atau diterima. Mengapa membaca dapat membuat orang jadi lebih berhati-hati? Nas hari ini menunjukkan kaitannya: membaca membuat kita lebih berpengalaman. Selain itu, membaca dan menghayati kebenaran dapat membuat kita bertindak hati-hati (lih. Yos. 1:8). Berpengalaman, berhikmat, itulah hasil dari banyak membaca. Salomo, penulis kitab Pengkhotbah melakukan serangkaian tindakan terhadap hikmat: diuji (ay. 23); berusaha ditemukan (ay. 24); diperhatikan, dipahami, diselidiki, dan dicari (ay. 25); baru pada akhirnya didapati (ay. 29). Dari Salomo kita pun tahu, ada upaya yang lahir dari kesungguhan untuk mengetahui kebenaran. Sudahkah kita berupaya demikian, atau mau tenggelam dalam riuh dan rusuh? BILA KITA KEHILANGAN MINAT PADA KEHENINGAN, KITA PUN KEHILANGAN KEKUATAN SAAT SENDIRIAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 12-14 dan Yohanes 1:1-28.

Xavier Quentin Pranata
“Beban-beban kecil yang kita pikul justru melatih kita untuk menghadapi pencobaan yang lebih besar.” Xavier Quentin Pranata.

GNCC
Kalau burung di udara Tuhan pelihara dan bunga dipadang Tuhan dandani apalagi hidup kita yang jauh lebih berharga... #gncc #maturity

WM Stars
KEKECEWAAN. Lukas 7:23, "Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” KEKECEWAAN ADALAH PRODUK DARI PENGHARAPAN yang SALAH. Jika kita Terus Membiarkan Kekecewaan Ada, maka kita sendirilah yang RUGI. Di manapun kita Berada, pasti Ujungnya akan Terus Kecewa. Yang perlu di perbaiki adalah PENGHARAPAN kita yang SALAH diubah menjadi PENGHARAPAN yang BENAR! CARANYA? BELAJARLAH 'FLEKSIBLE' & 'MENSYUKURI' APAPUN yang TERJADI. Air yang BENING tanpa SESUATU di dalamnya, walaupun diaduk-aduk seperti apa pun, tidak akan jadi KERUH. MUNGKIN hanya berpusar, beriak, bergelombang, tapi tak akan BERUBAH warna. SEPERTI itulah seharusnya HATI kita, MARAH, KECEWA, SEDIH, hanyalah sebentar saja, tapi JANGAN sampai HATI kita KEHILANGAN kejernihan & BERUBAH jadi tidak berakal budi. BERSABAR layaknya MENENANGKAN permukaan air bening yang sedang BERGETAR. BERDAMAILAH dengan KETIDAKSEMPURNAAN & KEKECEWAAN!!! Percayalah bahwa TUHAN pasti bisa mengubah yang BURUK untuk mendatangkan KEBAIKAN pada akhirnya. “BIARLAH KITA TERUS MEMPUNYAI HATI YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KUASA HADIRAT TUHAN SAMPAI MENGENAL DAN DI KENAL SECARA PRIBADI OLEH TUHAN ALLAH YANG HIDUP.” Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment