BILLIONAIRE
Billionaire (20)
Mazmur 24:1, “Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi
serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”
Segala sesuatu
yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan, termasuk apa yang ada dalam hidup
kita? Termasuk apa yang ada dalam dompet kita? Yang ada dalam rekening tabungan
kita? DIA menghendaki kita menjadi hamba yang baik dan setia dalam mengelola
apa yang DIA percayakan pada kita: Matius 25:21. Maka kata tuannya itu
kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia;
engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung
jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan
tuanmu.” Sebagai pengikut Kristus, cara kita memakai uang kiranya bisa
membawa orang lain yang melihatNya, makin hormat dan kagum kepada Tuhan. Untuk
itu kita harus berani bayar harga untuk membatasi semua keinginan-keinginan
kita yang tidak penting. Kiranya kita dapat memakai uang kita untuk hal-hal
yang bermanfaat (yang bernilai kekal). Berapun yang Tuhan percayakan kepada
kita saat ini, mari kita kelola sebaik mungkin. Ada perkara besar yang Tuhan
sediakan kalau kita setia dalam hal-hal/perkara kecil. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 12-14
PB: Yohanes 1:1-28
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Dan. 12:3; Why. 22:16-17
Doa baca: Dan. 12:3
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya
cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti
bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Orang-orang Majus tidak hanya menemukan Kristus, mereka pun
menyembah Dia (ayat 11). Di antara orang-orang Israel, tidak ada seorang pun
diperbolehkan menerima penyembahan orang lain, karena itu dianggap suatu
penghinaan dan penghujatan terhadap Allah. Menurut mereka, hanya Allah yang
patut menerima penyembahan. Tetapi orang-orang majus itu justru menyembah
seorang anak kecil dan anak kecil ini ialah Allah. Anak yang dicari oleh
orang-orang Majus dinamakan Allah yang perkasa (Yes. 9:5). Orang-orang Majus
menyembah Dia dan mereka memberi persembahan kepada-Nya: emas, kemenyan, dan
mur (ayat 11).
Kita perlu mengetahui makna emas, kemenyan, dan mur. Dalam
perlambangan Alkitab, emas melambangkan sifat Allah. Ini menunjukkan bahwa bayi
Yesus ini memiliki sifat Allah. Ia kudus. Kemenyan melambangkan harum wangi
kebangkitan. Menurut otak agama alamiah kita, kebangkitan Yesus terjadi setelah
kematian-Nya. Namun sebelum Ia meninggal, Yesus memberi tahu Maria dan Marta
bahwa Ia adalah kebangkitan dan hayat (11:25). Jadi, sebelum Ia mati pun, Ia
adalah kebangkitan. Hayat Kristus ketika di bumi ini ialah hayat kebangkitan.
Dalam seluruh hayat dan kehidupan insani-Nya, terkandung keharuman dan
kemanisan kebangkitan. Maut tidak dapat menangkap Dia atau menjamah Dia. Ia
tidak hanya hayat, Ia pun kebangkitan. Mur melambangkan kematian dan pula harum
wangi kematian. Di antara bangsa manusia, maut tidak harum. Namun pada Yesus
terdapat harum dan wangi kematian.
Setelah orang-orang Majus itu menemukan Kristus, menyembah
Dia, dan mempersembahkan benda-benda berharga kepada-Nya, mereka diperingatkan
Allah supaya pulang melalui jalan lain (Mat. 2:12). Jalan lain ini bukan jalan
semula, jalan ini jalan yang benar. Setiap kali kita mencari Kristus dan
menemukan Dia, kita selalu diberi tahu supaya tidak kembali ke jalan semula.
Mencari Kristus dan menemukan Dia selalu mengalihkan kita ke jalan lain.
Kini kita harus nampak bagaimana kita bisa memiliki bintang
ini, bagaimana kita bisa mempunyai visi surgawi ini. Alkitab memberi tahu kita
bahwa bintang yang hidup ini ialah Kristus (Bil. 24:17; Mat. 2; Why. 22:16).
Bagaimana kita bisa memiliki Kristus sebagai bintang? Menurut 2 Petrus 1:19,
bintang itu berkaitan dengan Alkitab. Jika kita memperhatikan perkataan yang
lebih teguh ini, langit di dalam kita akan terang dan bintang fajar akan terbit
dalam hati kita. Memperhatikan perkataan yang lebih teguh berarti memperhatikan
firman hidup. Bukan hanya membaca firman, melainkan masuk ke dalam firman
hingga sesuatu terbit dari dalam kita. Kita menyebutnya fajar menyingsing atau
bintang fajar. Namun, firman tidak dapat menyinari Anda jika Anda tidak
memperhatikannya. Anda harus memperhatikan hingga sesuatu mulai bersinar di
dalam Anda.
Kristus ialah bintang. Alkitab mengatakan bahwa pengikut
Kristus juga adalah bintang-bintang. Wahyu 1:20 memberi tahu kita bahwa para
pemimpin dalam hidup gereja yang tepat adalah bintang-bintang. Mereka adalah
bintang-bintang, sebab mereka bersinar. Kitab Daniel 12:3 mengatakan bahwa
orang yang benar akan bersinar seperti bintang. Mereka yang memalingkan orang
lain kepada kebenaran, yang memalingkan mereka dari jalan yang keliru ke jalan
yang benar, akan bercahaya seperti bintang.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 7.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 27 Oktober 2017. RIUH DAN RUSUH. Bacaan:
Pengkhotbah 7:23-8:1. Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap
perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya (Amsal 14:15).
Sebuah lembaga survei mengeluarkan data bahwa 60 juta orang di Indonesia
memiliki ponsel pintar; itu membuat Indonesia menduduki peringkat kelima dunia
dalam kepemilikan ponsel pintar. Data lain, masyarakat Indonesia yang gemar
membaca jumlahnya konon hanya satu di antara seribu. Dua data ini pada akhirnya
berdampak pada penggunaan media sosial. Media sosial di internet- yang tentunya
sering diakses lewat ponsel pintar-pun jadi riuh dan rusuh. Karena sebagian besar
masyarakat pengakses media sosial kurang suka membaca sebelumnya, kabar burung
yang belum tentu benar, hoax (berita menipu), bahkan fitnah, mudah menyebar.
Orang yang suka membaca sebelumnya akan lebih berhati-hati terhadap berbagai
informasi yang didengar, dibaca, atau diterima. Mengapa membaca dapat membuat
orang jadi lebih berhati-hati? Nas hari ini menunjukkan kaitannya: membaca
membuat kita lebih berpengalaman. Selain itu, membaca dan menghayati kebenaran
dapat membuat kita bertindak hati-hati (lih. Yos. 1:8). Berpengalaman,
berhikmat, itulah hasil dari banyak membaca. Salomo, penulis kitab Pengkhotbah
melakukan serangkaian tindakan terhadap hikmat: diuji (ay. 23); berusaha
ditemukan (ay. 24); diperhatikan, dipahami, diselidiki, dan dicari (ay. 25);
baru pada akhirnya didapati (ay. 29). Dari Salomo kita pun tahu, ada upaya yang
lahir dari kesungguhan untuk mengetahui kebenaran. Sudahkah kita berupaya
demikian, atau mau tenggelam dalam riuh dan rusuh? BILA KITA KEHILANGAN MINAT
PADA KEHENINGAN, KITA PUN KEHILANGAN KEKUATAN SAAT SENDIRIAN. Selamat pagi.
Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 12-14 dan Yohanes
1:1-28.
Xavier Quentin Pranata
“Beban-beban kecil yang kita pikul justru melatih kita untuk
menghadapi pencobaan yang lebih besar.” Xavier Quentin Pranata.
GNCC
Kalau burung di udara Tuhan pelihara dan bunga dipadang
Tuhan dandani apalagi hidup kita yang jauh lebih berharga... #gncc #maturity
WM Stars
KEKECEWAAN. Lukas 7:23, "Dan berbahagialah orang yang
tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” KEKECEWAAN ADALAH PRODUK DARI
PENGHARAPAN yang SALAH. Jika kita Terus Membiarkan Kekecewaan Ada, maka kita
sendirilah yang RUGI. Di manapun kita Berada, pasti Ujungnya akan Terus Kecewa.
Yang perlu di perbaiki adalah PENGHARAPAN kita yang SALAH diubah menjadi
PENGHARAPAN yang BENAR! CARANYA? BELAJARLAH 'FLEKSIBLE' & 'MENSYUKURI'
APAPUN yang TERJADI. Air yang BENING tanpa SESUATU di dalamnya, walaupun
diaduk-aduk seperti apa pun, tidak akan jadi KERUH. MUNGKIN hanya berpusar,
beriak, bergelombang, tapi tak akan BERUBAH warna. SEPERTI itulah seharusnya
HATI kita, MARAH, KECEWA, SEDIH, hanyalah sebentar saja, tapi JANGAN sampai
HATI kita KEHILANGAN kejernihan & BERUBAH jadi tidak berakal budi. BERSABAR
layaknya MENENANGKAN permukaan air bening yang sedang BERGETAR. BERDAMAILAH
dengan KETIDAKSEMPURNAAN & KEKECEWAAN!!! Percayalah bahwa TUHAN pasti bisa
mengubah yang BURUK untuk mendatangkan KEBAIKAN pada akhirnya. “BIARLAH KITA
TERUS MEMPUNYAI HATI YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KUASA HADIRAT TUHAN SAMPAI
MENGENAL DAN DI KENAL SECARA PRIBADI OLEH TUHAN ALLAH YANG HIDUP.” Tuhan Yesus
memberkati.

No comments:
Post a Comment