Friday, 20 October 2017

20 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionaire (13)

Lukas 16:10-14, 10Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 13Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. 14Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.”

Uang adalah tuan yang jahat tetapi hamba yang baik. Arti dari ungkapan ini adalah jika kita bisa mengatur uang maka uang akan menjadi perkara kecil/hamba yang melayani kita. Tetapi bila kita diatur oleh uang maka uang menjadi berhala/tuan yang memperbudak kita. Banyak orang banting tulang, banting pintu, banting istri demi mencari uang. Tuhan mau kita mensyukuri atas apa yang kita miliki dan Tuhan menjamin hidup kita! Uang memang bukan segalanya tetapi banyak hal dalam hidup ini butuh uang sehingga cara kita mengatur keuangan kita menentukan hidup kita, amin. Pertanyaannya: cara kita dapat mengatur keuangan kita? Ikuti pembahasannya besok Sabtu.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 59-61
PB: 1 Petrus 2

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:14; Rm. 8:3
Doa baca: Rm. 8:3
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tidak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan mengutus Anak-Nya sendiri sama seperti manusia yang berdosa dan untuk menghapuskan dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.

Meskipun telah ada kuasa kedaulatan Allah, ketaatan Maria, dan kekuatan Roh Kudus, namun masih perlu ada ketaatan dan koordinasi Yusuf (ayat 19-21, 24-25). Apa yang akan terjadi seandainya Yusuf tetap menuntut untuk bercerai? Ia sedang merencanakan itu. Tetapi, dia adalah orang yang dipilih Allah bagi kelahiran Kristus. Sebab itulah ia tidak bersikap kasar dan terburu-buru; malahan ia menaruh banyak pertimbangan dan berkepala dingin. Saat itu Yusuf masih muda. Karena itu, saya ingin sekali mengambil kesempatan ini untuk berkata satu dua patah kata kepada kaum muda: Jangan mengambil keputusan terlalu cepat atau bertindak terlalu tergesa-gesa. Perlahanlah sedikit agar Tuhan memiliki kesempatan untuk masuk. Setidak-tidaknya, tangguhkanlah masalah ini semalam saja. Pada malam itu, malaikat akan datang dan berbicara kepada Anda. Ini telah terjadi pada Yusuf. Ketika ia sedang mempertimbangkan hal ini, malaikat Tuhan muncul kepadanya dalam mimpi (ayat 20). Yusuf pun menaati perkataan malaikat.
Kelahiran Kristus merupakan perwujudan besar atas nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama. Nubuat pertama dalam Perjanjian Lama ialah Kejadian 3:15, yaitu setelah kejatuhan manusia, setelah ular menggarapkan dirinya ke dalam manusia melalui perempuan. Dalam Matius 1:22-23 janji ini dipenuhi oleh seorang anak dara yang mengandung seorang anak. Anak ini adalah keturunan perempuan. Dalam Galatia 4:4 Paulus mengatakan bahwa Kristus dilahirkan di bawah hukum dan juga dilahirkan dari perempuan. Kristus datang bukan hanya menggenapkan hukum, bahkan menggenapkan janji tentang keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular.
Memang sulit sekali menemukan sebuah ayat yang mengatakan bahwa Allah menjadi manusia. Yang Alkitab katakan adalah demikian: “Firman itu adalah Allah ... Firman itu telah menjadi daging” (Yoh. 1:1, 14 Tl.). Manusia itu istilah yang sopan, tetapi daging tidak. Dalam 1 Timotius 3:16 Paulus berkata, “Agunglah rahasia ... Allah menyatakan diri-Nya dalam daging”(Tl.). Meskipun daging bukanlah istilah yang baik, namun Alkitab mencantumkan bahwa Allah menampilkan diri dalam daging.
Kita adalah daging yang telah jatuh, dan Yesus datang ke dalam daging supaya Ia bisa membawakan Allah ke dalam manusia. Di dalam Dia, persona ilahi Allah telah dibaurkan dengan keinsanian. Kelahiran Kristus tidak hanya menghasilkan seorang Juruselamat, tetapi juga membawa Allah ke dalam manusia. Meskipun umat manusia telah jatuh, namun Allah sedikit pun tidak berbagian dalam sifat kejatuhan ini. Allah hanya mengenakan rupa daging yang telah jatuh, dan melalui ini Ia membaurkan diri-Nya dengan keinsanian. Kita tidak boleh memandang Yesus seperti orang pada umumnya. Kita harus menyadari bahwa Yesus adalah Allah yang berbaur dengan manusia yang telah jatuh, mengenakan rupa manusia, tetapi tanpa sifat dosa manusia. Inilah kelahiran Kristus.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 5.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 20 Oktober 2017. SESAMA BUS KOTA. Bacaan: 2 Tawarikh 16:1-9. Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda (2 Tawarikh 16:1). Hubungan yang paling rentan masalah ialah hubungan dekat dua pihak yang banyak kesetaraannya. Setara kedudukan dan profesi. Sebaya umur. Sama-sama perempuan. Setaraf prestasinya, dan seterusnya. Di antara kesamaan-kesamaan itu tergelar tirai tipis berupa potensi perseteruan yang amat menggoda dan acap kali tidak masuk akal. Ibarat peringatan “Sesama bus kota dilarang saling mendahului,” kita pun harus mewaspadai hubungan semacam ini. Prestasi raja Asa luar biasa. Selama 41 tahun pemerintahannya, Yehuda dikaruniai dan ditandai dengan keamanan (2 Taw 15:15, 19). Pembaruan spiritual yang dipimpinnya terbilang berani dan berhasil (2 Taw 15:10-16). Perang melawan musuh yang berpasukan lebih besar pun dimenangkannya (ay. 8-bdk. 2 Taw 14:9-15). Sayang, kala menanggapi manuver Baesa, Asa justru mengandalkan bantuan bangsa Aram, bukan Tuhan lagi (ay. 2-4, 7). Tatkala berurusan dengan Israel Utara, di bawah pimpinan Baesa, dirinya malah tergelincir dan kehilangan iman. Memang godaan terbesar dalam hidup Asa ada pada relasinya dengan si musuh bebuyutan, “sesama raja Israel,” Baesa (1 Raj. 15:16, 32). Di antara kita bisa terjalin keakraban karena faktor kesamaan. Misalnya, serupa hobi, sebaya umur, dan sebagainya. Namun serentak kesamaan bisa pula menggoda kita untuk masuk dalam kancah persaingan, tak jarang terselubung, bahkan perseteruan yang siap melunturkan iman dan integritas kita. Tak peduli seberapa pun matangnya umur dan iman kita, patutlah kebenaran yang satu ini kita waspadai. Selalu. DI ATAS ALAS KESETARAAN SELALU ADA BUTIRAN KERIKIL PERSAINGAN YANG BISA MEMBUAT KITA TERGELINCIR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 59-61 dan 1 Petrus 2.

Ibu Caroline – Bandung
“Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana...” (1 Raja-raja 17:4). Berbicara tentang pemeliharaan Tuhan di musim kering, kita belajar dari pengalaman Elia di tepi sungai Kerit (1 Raja-raja 17:1-6). Karena pemberontakan orang Israel kepada Allah, akibatnya negeri itu mengalami kekeringan karena Allah menahan hujan selama tiga setengah tahun (1 Raja-raja 17:1). Terjadi kekeringan luar biasa di negeri tersebut. Hal ini tentu juga berdampak pada Elia sebagai nabi Tuhan. Dia juga akan mengalami masalah pangan sebagaimana yang dialami oleh penduduk Israel yang lain. Tetapi Allah menyatakan pemeliharaannya kepada hamba-Nya yang takut akan Dia. Dua hal yang kita pelajari: Yang pertama... “TAAT”. Pemeliharaan Allah nyata dengan perintah-Nya. Bahwa jika kita TAAT pada kehendak-Nya maka pemeliharaan itu tetap akan ada. Sebaliknya terjadi jika kita tidak taat. “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan” (1 Raja-raja 17:3). Pemeliharaan Allah bagi Elia nyata apabila dia mau mengikuti perintah-Nya. Mungkin perintah itu sangat janggal (aneh/tidak lazim), tetapi dibutuhkan ketaatan dan itulah yang dilakukan oleh Elia (1 Raja-raja 17:5). Jika kita ingin mengalami pemeliharan Allah, maka berjalanlah sesuai dengan firman-Nya. Mungkin firman-Nya itu tidak dapat kita mengerti, tetapi taatilah dengan setia karena di dalam ketaatanlah mukjizat-Nya akan terjadi. Sebab Allah adalah Tuhan yang sanggup dan mampu melakukan jauh lebih dari apa yang manusia bisa lakukan (Efesus 3:20). Yang kedua... “PERCAYA”. Allah memelihara dengan cara-Nya yang unik, yang mungkin belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Allah memelihara Elia dari dampak kelaparan karena kekeringan itu dengan cara memerintahkan burung gagak menyediakan makanan setiap hari (1 Raja-raja 17:4). “Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu” (1 Raja-raja 17:7). Sesungguhnya sesuatu yang terlihat mustahil, karena bagaimana mungkin seekor burung gagak yang buas bisa merelakan makanannya sendiri untuk diberikan kepada makhluk lain. Tetapi itulah yang Tuhan, Dia sanggup melakukan itu semua karena Dia adalah Allah yang berkuasa. Jangan pernah mengatur cara Allah dalam menolong dan memelihara. Seringkali kita 'mendikte' Allah dengan menginginkan pertolongan dengan cara tertentu, karena sesungguhnya Dia bebas memakai siapapun dan apapun untuk menolong kehidupan kita. Allah yang mahakuasa sanggup memelihara kita dengan cara yang tak terduga dan akan kita alami jika kita mau TAAT. Pemeliharaan Allah dalam situasi apapun akan kita dapatkan jika kita tetap Taat dan berserah pada kehendak Allah. Gbu.

GNCC
Banyak orang rindu mengubah keadaan sekitarnya tetapi tidak banyak yang mau mengubah dirinya terlebih dahulu. #gncc #maturity

Xavier Quentin Pranata
“Meskipun melelahkan, bekerja jauh lebih menyenangkan ketimbang jadi pengangguran.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment