Monday, 30 October 2017

30 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionaire (22)
The Basic
1 Raja-Raja 17:7-16

Cerita janda Sarfat tentang minyak dan tepung yang tinggal sedikit diberikan kepada IMAM terlebih dulu adalah perumpamaan tentang Pengelolahan Harta/Uang yaitu jika kita menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita maka segala kebutuhan kita akan dicukupkanNya. Amin. Bukan soal seberapa besar uang yang kita dapat, tetapi uang yang kita kelola itu yang akan memerdekakan kita, inilah Hikmat Pengelolaan. Tuhan Yesus sendiri menjelaskan bahwa salah satu tanda seseorang memiliki kehidupan rohani yang sehat adalah memiliki sikap yang benar terhadap Uang dan harta. Apa prinsip dasar dari Perencanaan Pengelolaan Keuangan itu? Setia Mengatur. List pengaturan yang sesuai dengan Firman Tuhan adalah:
  1. Perpuluhan
  2. Menabung untuk jangka Panjang
  3. Menabung untuk jangka Pendek
  4. Kebutuhan sehari-hari
  5. Lain-lain
Prinsip yang utama adalah kalau kita menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita dan dengan setia mengembalikan bagian Tuhan terlebih dulu (urutan A ke E), uang yang sudah kita bagikan habis tetapi tujuan kita jelas. Dan kalau kita balik dari urutan E ke A, uang kita juga sama-sama habis tetapi untuk tujuan yang tidak jelas. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita melakukan prinsip dasar dalam mengelola keuangan kita? Mengembalikan bagian Tuhan yang Pertama dan mengelola kebutuhan yang lain-lain dengan hikmat Tuhan. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 20-21
PB: Yohanes 3:1-21

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Sumber: Warta Komsel 29 Oktober 2017

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 30 Oktober 2017. RENDAH HATI DAN PERCAYA DIRI. Bacaan: Kejadian 37:1-10; 41. Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun” (Kejadian 41:16). Waktu SD, saya merasa percaya diri dengan kecerdasan saya karena selalu mendapat ranking. Yusuf, anak kesayangan Yakub, juga sangat percaya diri pada masa mudanya. Ia memakai jubah maha indah dari ayahnya, dan menceritakan mimpinya yang membuat saudara-saudaranya dengki karena mereka menganggapnya sebagai tanda bahwa Yusuf akan menguasai mereka. Tak lama kemudian, Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya. Dia dibawa ke Mesir, menjadi sukses, tapi akhirnya dimasukkan ke penjara. Namun dari sana, ia bisa bertemu Firaun. Walaupun juru minuman telah memberitahu Firaun tentang kemampuan Yusuf menafsirkan mimpi, di hadapan Firaun, Yusuf berkata: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.” Di sini kita melihat bahwa Yusuf sungguh telah bertumbuh dalam kematangan dan hubungannya dengan Tuhan. Jawabannya menunjukkan kombinasi karakter yang langka, yaitu kerendahan hati dan kepercayaan diri. Namun kepercayaan diri yang kali ini ia tunjukkan tidaklah sama dengan kepercayaan diri yang ia miliki saat masih muda. Melainkan, dia percaya bahwa Tuhanlah yang bekerja melalui dia, maka dia bisa. Jadi, kepercayaan diri yang dulu ia miliki sudah diganti dengan ketergantungannya pada Tuhan. Firaun, terpukau dengan kebijakan dan keyakinan Yusuf akan Allah, mengangkat Yusuf sebagai penguasa di Mesir. Inilah sikap yang layaknya kita bawa ketika menelusuri badai hidup. “Bukan aku, melainkan Tuhan.” Dengan begitu, seperti Yusuf, kita pun dapat menjalani hidup dengan kekuatan yang baru. BUKAN KARENA KEBAIKAN DAN KEMAMPUANKU. JIKA AKU BISA, ITU KARENA ANUGERAH ALLAH YANG BEKERJA DI DALAM AKU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 20-21 dan Yohanes 3:1-21.

No comments:

Post a Comment