BILLIONAIRE
Billionaire (22)
The Basic
1 Raja-Raja 17:7-16
Cerita janda Sarfat tentang minyak dan tepung yang tinggal
sedikit diberikan kepada IMAM terlebih dulu adalah perumpamaan tentang
Pengelolahan Harta/Uang yaitu jika kita menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup
kita maka segala kebutuhan kita akan dicukupkanNya. Amin. Bukan soal seberapa
besar uang yang kita dapat, tetapi uang yang kita kelola itu yang akan
memerdekakan kita, inilah Hikmat Pengelolaan. Tuhan Yesus sendiri
menjelaskan bahwa salah satu tanda seseorang memiliki kehidupan rohani yang
sehat adalah memiliki sikap yang benar terhadap Uang dan harta. Apa prinsip
dasar dari Perencanaan Pengelolaan Keuangan itu? Setia Mengatur. List
pengaturan yang sesuai dengan Firman Tuhan adalah:
- Perpuluhan
- Menabung untuk jangka Panjang
- Menabung untuk jangka Pendek
- Kebutuhan sehari-hari
- Lain-lain
Prinsip yang utama adalah kalau kita menjadikan Tuhan
sebagai pusat hidup kita dan dengan setia mengembalikan bagian Tuhan terlebih
dulu (urutan A ke E), uang yang sudah kita bagikan habis tetapi tujuan
kita jelas. Dan kalau kita balik dari urutan E ke A, uang kita juga
sama-sama habis tetapi untuk tujuan yang tidak jelas. Bagaimana dengan
kita? Sudahkah kita melakukan prinsip dasar dalam mengelola keuangan kita?
Mengembalikan bagian Tuhan yang Pertama dan mengelola kebutuhan yang lain-lain
dengan hikmat Tuhan. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 20-21
PB: Yohanes 3:1-21
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Sumber: Warta Komsel 29 Oktober 2017
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 30 Oktober 2017. RENDAH HATI DAN PERCAYA
DIRI. Bacaan: Kejadian 37:1-10; 41. Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali
aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku
Firaun” (Kejadian 41:16). Waktu SD, saya merasa percaya diri dengan kecerdasan
saya karena selalu mendapat ranking. Yusuf, anak kesayangan Yakub, juga sangat
percaya diri pada masa mudanya. Ia memakai jubah maha indah dari ayahnya, dan
menceritakan mimpinya yang membuat saudara-saudaranya dengki karena mereka
menganggapnya sebagai tanda bahwa Yusuf akan menguasai mereka. Tak lama kemudian,
Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya. Dia dibawa ke Mesir, menjadi sukses, tapi
akhirnya dimasukkan ke penjara. Namun dari sana, ia bisa bertemu Firaun.
Walaupun juru minuman telah memberitahu Firaun tentang kemampuan Yusuf
menafsirkan mimpi, di hadapan Firaun, Yusuf berkata: “Bukan sekali-kali aku,
melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku
Firaun.” Di sini kita melihat bahwa Yusuf sungguh telah bertumbuh dalam
kematangan dan hubungannya dengan Tuhan. Jawabannya menunjukkan kombinasi
karakter yang langka, yaitu kerendahan hati dan kepercayaan diri. Namun
kepercayaan diri yang kali ini ia tunjukkan tidaklah sama dengan kepercayaan
diri yang ia miliki saat masih muda. Melainkan, dia percaya bahwa Tuhanlah yang
bekerja melalui dia, maka dia bisa. Jadi, kepercayaan diri yang dulu ia miliki
sudah diganti dengan ketergantungannya pada Tuhan. Firaun, terpukau dengan
kebijakan dan keyakinan Yusuf akan Allah, mengangkat Yusuf sebagai penguasa di
Mesir. Inilah sikap yang layaknya kita bawa ketika menelusuri badai hidup.
“Bukan aku, melainkan Tuhan.” Dengan begitu, seperti Yusuf, kita pun dapat
menjalani hidup dengan kekuatan yang baru. BUKAN KARENA KEBAIKAN DAN
KEMAMPUANKU. JIKA AKU BISA, ITU KARENA ANUGERAH ALLAH YANG BEKERJA DI DALAM AKU.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 20-21 dan
Yohanes 3:1-21.

No comments:
Post a Comment