BILLIONAIRE
I'M Loved (1) - Aku DIkasihi/Aku
DicintaiNya ❤
Discipleship: Bertumbuh adalah Suatu
Proses
Efesus 2:7, “supaya pada masa yang akan datang Ia
menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai
dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” 2 Petrus 3:18, “Tetapi
BERTUMBUHLAH dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan
Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai
selama-lamanya.” Kita diselamatkan karena kasih karunia, tetapi tidak
berhenti disitu saja, kita perlu BERTUMBUH dalam Kasih Karunia. Kata bertumbuh
= auxano = bertumbuh hingga batasan yang ekstrem. Tidak peduli berapa
tinggi/besar tingkat kedewasaan iman kita, kita tetap BISA dan PERLU BERTUMBUH.
Dan selalu ada tantangan dalam hidup yang mengharuskan kita senantiasa
BERTUMBUH menjadi LEBIH BAIK. Saat kita dimuridkan/memuridkan itulah kesempatan
untuk kita terus BERTUMBUH. Jadi Tuhan tidak memberikan KASIH KARUNIA-Nya hanya
sekedar agar kita DISELAMATKAN tetapi juga penting untuk BERTUMBUH dalam Kasih
KaruniaNya. Kekayaan Kasih KaruniaNya akan menolong kita untuk terus bertumbuh
dalam... Ikuti pembahasan selanjutnya: Besok 2 Oktober.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 11-13
PB: Ibrani 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 1 Oktober 2017. JEJAK YANG TERTOREHKAN.
Bacaan: 2 Timotius 1:1-5. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas,
yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu
Eunike dan aku yakin hidup juga di dalam dirimu (2 Timotius 1:5). Dinasti
Syailendra mewariskan candi Borobudur, dan wangsa Sanjaya mewariskan candi
Prambanan. Rabindranath Tagore mewariskan karya sastra (drama, cerpen, novel,
puisi), lukisan, dan ribuan gubahan musik. Demikianlah, tokoh-tokoh besar
menorehkan jejak-jejak monumental. Hanya tokoh besarkah yang menorehkan jejak
dalam hidup? Hanya jejak monumentalkah yang bermakna? Tentu, tidaklah demikian
halnya. Tiap orang, juga kita semua, menorehkan jejak. Kadang banyak, kadang
sedikit. Kadang besar, kadang kecil. Kadang masyhur, kadang tak dikenal. Jejak
yang besar tidak selalu positif, dan yang kecil bisa saja justru mulia. Memang,
ini bukan soal besar atau banyak, melainkan jejak macam apa yang kita torehkan
dalam hidup. Seraya memuji Timotius, Rasul Paulus menyiratkan bagaimana iman
tumbuh dalam diri pemuda itu. Iman Timotius "pertama-tama" hidup
dalam diri Lois, neneknya, dan Eunike, ibunya (2 Timotius 1:5).
"Pertama-tama", artinya: dari sanalah semua bermula. Iman Lois dan
Eunike, yang terwujudnyatakan dalam hidup sehari-hari yang mereka bangun,
menjadi pengalaman spiritual yang membekas amat dalam, menorehkan iman yang
tulus ikhlas dalam jiwa Timotius. Itulah jejak yang berharga tiada tara. Dan,
seperti Tuhan memercayakan Timotius kepada Lois dan Eunike, Tuhan memercayakan
anak-anak kita kepada kita. Kepada diri sendiri, kita patut bertanya: Hidup
seperti apakah yang kita wujudkan di tengah anak-anak? Jejak apakah yang kita
torehkan dalam diri dan hati mereka? Jejak-jejak imankah? DI PUSARAN ZAMAN YANG
MEMILIN DAN MENYERET SEMUA ORANG, JEJAK MACAM APAKAH YANG KITA TOREHKAN DALAM
HIDUP ANAK-ANAK KITA? Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 11-13 dan Ibrani 3.
Ibu Caroline – Bandung
Doa Hari Minggu, 01 Oktober 2017
Tuhan Yesus, pada hari ini di seluruh dunia memperingati
hari lanjut usia. Kami bersyukur bahwa ayah dan ibu kami, orang-orang yang kami
kasihi yang sudah lanjut usia masih berada bersama kami. Kami berdoa bagi
mereka yang lanjut usia ya Tuhan, berkatilah mereka, berilah mereka kesehatan
yang baik, iman yang teguh, dan hati yang selalu penuh suka cita. Kami
menyadari, terkadang menjadi tua itu adalah masa yang sangat ditakuti oleh
banyak orang, karena saat itu kondisi kesehatan, kekuatan, daya ingat sudah
menurun. Apa yang tadinya bisa dilakukan pada masa muda, di saat tua mungkin
sudah tidak bisa lagi dilakukan. Ada rasa sepi, merasa tidak dibutuhkan,
diabaikan, dan perasaan tidak berguna lagi.
Ya Tuhan, kiranya ayah dan ibu, serta orang-orang yang
lanjut usia tidak merasa takut akan kehidupan mereka, kiranya mereka boleh
ingat bahwa ada Engkau Tuhan Yesus yang menjaga dan memelihara kehidupan
mereka; bahwa sekalipun usia sudah lanjut, mereka tetap dapat berguna seperti
Bernilai di usianya yang ke 80 memberikan teladan kesetiaan dan kemurahan
dengan berinisiatif menyediakan kebutuhan raja pilihan Tuhan berserta segenap
rakyat yang mengikutinya dalam pengungsian (2 Samuel 17:27-29).
Sebagai orang yang masih muda, kiranya kami juga belajar
menghargai dan tetap menghormati ayah, ibu, dan orang-orang yang sudah lanjut
usia. Berilah kami kesabaran dalam menghadapi orang tua kami yang terkadang
bertingkah seperti anak kecil yang suka ngambek, yang geraknya sudah mulai
lambat, pendengaranpun mulai berkurang. Ingatkanlah kami bahwa tanpa mereka,
tanpa kasih sayang dan pemeliharan serta didikan dari orang tua kami, tak
mungkin kami ada seperti saat ini. Ampunilah kami jika terkadang kami memarahi
orang tua kami, yang seharusnya tidak kami lakukan. Ampunilah jika kami berkata
kasar dan terkadang mengabaikan orang tua kami. Tolong kami Tuhan untuk dapat menjadi
anak-anak yang menghormati dan menyayangi orang tua kami sebagaimana mereka
telah mencurahkan kasih sayangnya untuk kami dengan berkelimpahan. Ajar kami
untuk lebih memperhatikan kesehatan, dan segala kebutuhan orang tua kami, dan
mereka yang lanjut usia, untuk menyediakan waktu bagi mereka, menemani
berbicara, mengajak makan bersama ataupun berekreasi bersama. Kami menyerahkan
ayah dan ibu serta mereka yang lanjut usia ke dalam pimpinan dan pemeliharaanMu
Tuhan Yesus. Di dalam namaMu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

No comments:
Post a Comment