Sunday, 1 October 2017

1 Oktober 2017

BILLIONAIRE






I'M Loved (1) - Aku DIkasihi/Aku DicintaiNya ❤
Discipleship: Bertumbuh adalah Suatu Proses

Efesus 2:7, “supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” 2 Petrus 3:18, “Tetapi BERTUMBUHLAH dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Kita diselamatkan karena kasih karunia, tetapi tidak berhenti disitu saja, kita perlu BERTUMBUH dalam Kasih Karunia. Kata bertumbuh = auxano = bertumbuh hingga batasan yang ekstrem. Tidak peduli berapa tinggi/besar tingkat kedewasaan iman kita, kita tetap BISA dan PERLU BERTUMBUH. Dan selalu ada tantangan dalam hidup yang mengharuskan kita senantiasa BERTUMBUH menjadi LEBIH BAIK. Saat kita dimuridkan/memuridkan itulah kesempatan untuk kita terus BERTUMBUH. Jadi Tuhan tidak memberikan KASIH KARUNIA-Nya hanya sekedar agar kita DISELAMATKAN tetapi juga penting untuk BERTUMBUH dalam Kasih KaruniaNya. Kekayaan Kasih KaruniaNya akan menolong kita untuk terus bertumbuh dalam... Ikuti pembahasan selanjutnya: Besok 2 Oktober.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 11-13
PB: Ibrani 3

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 1 Oktober 2017. JEJAK YANG TERTOREHKAN. Bacaan: 2 Timotius 1:1-5. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan aku yakin hidup juga di dalam dirimu (2 Timotius 1:5). Dinasti Syailendra mewariskan candi Borobudur, dan wangsa Sanjaya mewariskan candi Prambanan. Rabindranath Tagore mewariskan karya sastra (drama, cerpen, novel, puisi), lukisan, dan ribuan gubahan musik. Demikianlah, tokoh-tokoh besar menorehkan jejak-jejak monumental. Hanya tokoh besarkah yang menorehkan jejak dalam hidup? Hanya jejak monumentalkah yang bermakna? Tentu, tidaklah demikian halnya. Tiap orang, juga kita semua, menorehkan jejak. Kadang banyak, kadang sedikit. Kadang besar, kadang kecil. Kadang masyhur, kadang tak dikenal. Jejak yang besar tidak selalu positif, dan yang kecil bisa saja justru mulia. Memang, ini bukan soal besar atau banyak, melainkan jejak macam apa yang kita torehkan dalam hidup. Seraya memuji Timotius, Rasul Paulus menyiratkan bagaimana iman tumbuh dalam diri pemuda itu. Iman Timotius "pertama-tama" hidup dalam diri Lois, neneknya, dan Eunike, ibunya (2 Timotius 1:5). "Pertama-tama", artinya: dari sanalah semua bermula. Iman Lois dan Eunike, yang terwujudnyatakan dalam hidup sehari-hari yang mereka bangun, menjadi pengalaman spiritual yang membekas amat dalam, menorehkan iman yang tulus ikhlas dalam jiwa Timotius. Itulah jejak yang berharga tiada tara. Dan, seperti Tuhan memercayakan Timotius kepada Lois dan Eunike, Tuhan memercayakan anak-anak kita kepada kita. Kepada diri sendiri, kita patut bertanya: Hidup seperti apakah yang kita wujudkan di tengah anak-anak? Jejak apakah yang kita torehkan dalam diri dan hati mereka? Jejak-jejak imankah? DI PUSARAN ZAMAN YANG MEMILIN DAN MENYERET SEMUA ORANG, JEJAK MACAM APAKAH YANG KITA TOREHKAN DALAM HIDUP ANAK-ANAK KITA? Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 11-13 dan Ibrani 3.

Ibu Caroline – Bandung
Doa Hari Minggu, 01 Oktober 2017
Tuhan Yesus, pada hari ini di seluruh dunia memperingati hari lanjut usia. Kami bersyukur bahwa ayah dan ibu kami, orang-orang yang kami kasihi yang sudah lanjut usia masih berada bersama kami. Kami berdoa bagi mereka yang lanjut usia ya Tuhan, berkatilah mereka, berilah mereka kesehatan yang baik, iman yang teguh, dan hati yang selalu penuh suka cita. Kami menyadari, terkadang menjadi tua itu adalah masa yang sangat ditakuti oleh banyak orang, karena saat itu kondisi kesehatan, kekuatan, daya ingat sudah menurun. Apa yang tadinya bisa dilakukan pada masa muda, di saat tua mungkin sudah tidak bisa lagi dilakukan. Ada rasa sepi, merasa tidak dibutuhkan, diabaikan, dan perasaan tidak berguna lagi.
Ya Tuhan, kiranya ayah dan ibu, serta orang-orang yang lanjut usia tidak merasa takut akan kehidupan mereka, kiranya mereka boleh ingat bahwa ada Engkau Tuhan Yesus yang menjaga dan memelihara kehidupan mereka; bahwa sekalipun usia sudah lanjut, mereka tetap dapat berguna seperti Bernilai di usianya yang ke 80 memberikan teladan kesetiaan dan kemurahan dengan berinisiatif menyediakan kebutuhan raja pilihan Tuhan berserta segenap rakyat yang mengikutinya dalam pengungsian (2 Samuel 17:27-29).
Sebagai orang yang masih muda, kiranya kami juga belajar menghargai dan tetap menghormati ayah, ibu, dan orang-orang yang sudah lanjut usia. Berilah kami kesabaran dalam menghadapi orang tua kami yang terkadang bertingkah seperti anak kecil yang suka ngambek, yang geraknya sudah mulai lambat, pendengaranpun mulai berkurang. Ingatkanlah kami bahwa tanpa mereka, tanpa kasih sayang dan pemeliharan serta didikan dari orang tua kami, tak mungkin kami ada seperti saat ini. Ampunilah kami jika terkadang kami memarahi orang tua kami, yang seharusnya tidak kami lakukan. Ampunilah jika kami berkata kasar dan terkadang mengabaikan orang tua kami. Tolong kami Tuhan untuk dapat menjadi anak-anak yang menghormati dan menyayangi orang tua kami sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya untuk kami dengan berkelimpahan. Ajar kami untuk lebih memperhatikan kesehatan, dan segala kebutuhan orang tua kami, dan mereka yang lanjut usia, untuk menyediakan waktu bagi mereka, menemani berbicara, mengajak makan bersama ataupun berekreasi bersama. Kami menyerahkan ayah dan ibu serta mereka yang lanjut usia ke dalam pimpinan dan pemeliharaanMu Tuhan Yesus. Di dalam namaMu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

No comments:

Post a Comment