Sunday, 15 October 2017

15 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionare (8)
Kisah Para Rasul 20:35b, “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Ketika kita “memberi” apa yang kamu rasakan? Pasti ada yang berkurang dari milik kita. Pasti jauh lebih baik jika kita menerima dari pada memberi! Kita semua pasti lebih senang menerima sesuatu seperti hadiah, perhatian, bahkan “penerimaan”, dll daripada MEMBERI sesuatu ya. Memberi tidak hanya memuliakan Tuhan, tetapi juga merupakan anugerah Tuhan bagi kita. Ketika kita memberi kepada kepadaNya atau melalui sesama sebagai ungkapan syukur kita atas anugerahNya, itu sepertinya ada sukacita yang tidak bisa tergantikan yang kita rasakan, baik itu kepada orang tua, saudara-saudara kita/keluarga/rekan-rekan sekerja, bahkan mungkin orang lain yang membutuhkan yang tidak kita kenal mungkin! Memberi adalah Hak Istimewa yang diberikan Tuhan kepada kita. Memberilah dengan sukacita bukan dengan sedih hati atau paksaan. Amin. Bagaimana perasaanmu saat memberi?? Merasakan kehilangan/merasa sedih? Atau justru kamu BERBAHAGIA saat MEMBERI?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 45-46
PB: Yakobus 2

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod

Xavier Quentin Pranata
“Karena tiap orang punya tanggal kedaluwarsa masing-masing, marilah kita gunakan sebaik-baiknya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 15 Oktober 2017. AYAH-IBUKU BAHAGIAKU. Bacaan: Amsal 31:10-31. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia... (Amsal 31:28a). Amsal 31:10-31 bertutur tentang ibu luar biasa yang membahagiakan keluarga dengan penuh dedikasi. Respons anak-anaknya sungguh mengharukan. Bagi anak-anak itu, ibu mereka adalah “malaikat” mereka, idola mereka. Karena itu, “Anak-anaknya bangun dan menyebutnya berbahagia” (ay. 28a). Tiap hari, begitu membuka mata, hal pertama yang memenuhi kesadaran mereka adalah: “Ibuku bahagiaku”. Amsal 31:10-31 berbicara tentang peran ibu. Tetapi, dalam pada itu, Amsal ini berbicara tentang peran orangtua, dan buahnya bagi relasi mereka dengan anak-anak. Amsal ini adalah teladan agar orangtua membangun relasi yang karib dan dalam dengan anak-anak, agar orangtua melekat di hati mereka. Itu dibutuhkan untuk menuntun mereka di jalan yang patut. Dalam sebuah lagu lama, seorang penyanyi cilik berseru, “Oh, Daddy. You are my superstar!” (https://www.youtube.com/ watch?v=Awuk7_c6XNs). Jelas, figur daddy bukan figur sempurna. Maka, sebutan superstar pada daddy itu bukan gambaran objektif tentang figur ayah. “Daddy, you are my superstar” adalah ungkapan subjektif yang sarat muatan rasa, yang berakar pada hubungan yang amat dekat antara anak dan ayahnya. Merenungi Amsal 31:10-31 membuat saya teringat pada lagu lama itu. Dan, hati saya pun tercekat. Sekarib dan sedalam itukah relasi saya dengan anak-anak saya? Dengan kualitas relasi yang saya bangun, adakah mereka berbisik dalam hati, “Ayah, Ibu, kalian bahagiaku”? Adakah hati mereka menyebut kami, orangtua mereka, berbahagia? Atau, jangan-jangan...? RELASI YANG KARIB SERTA DALAM DENGAN ANAK-ANAK ADALAH JALAN UNTUK MENGAJAK MEREKA MENGHIDUPI JALAN YANG PATUT. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 45-46 dan Yakobus 2.

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Mat. 1:6. Doa baca: Mat. 1:6. Isai mempunyai anak, Raja Daud. Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria.
Matius 1:6 mengatakan, “Daud mempunyai anak, Salomo.” Bandingkan kalimat ini dengan ungkapan yang berbunyi, “Natan, anak Daud” (Luk. 3:31). Bila kita membaca 1 Tawarikh 3:5, jelas bahwa mereka adalah dua orang yang berbeda. Catatan Lukas adalah silsilah Natan, putra Daud, yang adalah leluhur Maria; sedangkan catatan Matius adalah silsilah Salomo, putra Daud, yang adalah leluhur Yusuf. Satu silsilah adalah garis Maria, garis istri; yang lain adalah garis Yusuf, garis suami. Maria dan Yusuf adalah keturunan Daud, tetapi mereka diturunkan dari dua keluarga yang berasal dari leluhur yang sama. Yang satu keluarga Salomo, yang lain keluarga Natan. Di bawah kedaulatan Allah, Maria dan Yusuf — keturunan dari dua keluarga ini, bertunangan dan melahirkan Kristus. Kristus terhitung sebagai keturunan Daud melalui Salomo dan Natan. Inilah sebabnya Dia mempunyai dua silsilah.
Kita maju terus ke Rehabeam, anak Salomo (ayat 7). Mulai dari Rehabeam, kerajaan Daud terpecah (1 Raj. 11:9-12; 12:1-17). Dari kedua belas suku, satu suku diberikan karena Daud (1 Raj. 11:13), yaitu karena Kristus. Kristus memerlukan kerajaan yang menjadi milik keluarga Daud, karena Dia harus terlahir sebagai pewaris takhta Daud. Apabila seluruh kerajaan hancur luluh, niscaya tidak ada apa pun yang tersisa bagi Kristus untuk dilahirkan sebagai pewaris kerajaan Daud.
Ayat 8, “Yoram mempunyai anak, Uzia.” Matius tidak menyebutkan tiga generasi yang terdapat dalam 1 Tawarikh — Ahazia, Yoas, dan Amazia. Ini tentu dikarenakan pernikahan yang jahat antara Yoram dengan anak perempuan Ahab dan Izebel yang merusak keturunan Yoram (2 Taw. 21:5-6; 22:1-4). Ahab adalah raja dari kerajaan utara, sedangkan Izebel istrinya adalah seorang perempuan jahat yang sepenuhnya berhubungan dengan berhala-berhala. Ia bersatu dengan Iblis, dan merusak suaminya. Mereka melahirkan seorang putri, dan Yoram, salah seorang raja dari raja-raja Yehuda, menikahi dia. Perempuan ini mengajar Yoram untuk menyembah kepada berhala-berhala, menjadi satu dengan berhala-berhala. Akibat-nya, keluarga mereka dirusak. Berdasarkan Keluaran 20:5, tiga generasi dari keturunan Yoram dikesampingkan dari silsilah Kristus. Keluaran 20:5 memberitahukan bahwa orang yang meninggalkan Allah dan menyembah kepada berhala-berhala akan merusak dirinya dan akan mendapatkan kutukan Allah sampai tiga atau empat keturunan. Sebab itu, tiga generasi dari Raja Yoram telah dikesampingkan dari silsilah Kristus. Di sini kita wajib mempelajari satu pelajaran. Jika kita mau terkait dengan Kristus, sekali-kali tidak boleh melibatkan diri dengan barang yang ada hubungannya dengan berhala-berhala. Allah itu pencemburu dan Dia tidak akan pernah bertoleransi terhadap penyembahan berhala.
Yekhonya tidak dianggap sebagai raja dalam silsilah ini karena dia dilahirkan dalam pembuangan dan berstatus tawanan (2 Taw. 36:9-10, Yoyakin adalah Yekhonya). Menurut nubuat dalam Yeremia 22:28-30, tidak ada keturunan Yekhonya yang mewarisi takhta Daud. Seluruh keturunannya disingkirkan dari takhta Daud. Jika Kristus adalah keturunan langsung dari Yekhonya, Ia tidak akan bersyarat mewarisi takhta Daud. Meskipun Yeremia 22:28-30 mengatakan bahwa semua keturunan Yekhonya disingkirkan dari takhta Daud, tetapi pasal selanjutnya ayat 5 mengatakan bahwa Allah akan menumbuhkan tunas bagi Daud, seorang raja yang akan memerintah dan semarak. Tunas ini adalah Kristus. Nubuat ini menegaskan bahwa walaupun Kristus bukan keturunan langsung dari Yekhonya, tetapi Ia adalah keturunan Daud, akan mewarisi takhta Daud.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 4.

No comments:

Post a Comment