Saturday, 21 October 2017

21 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionaire (14)

Kemarin sudah dikatakan bahwa orang yang bisa dipercayai dalam hal-hal kecil, bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar. Tetapi orang yang tidak bisa dipercayai dalam hal-hal kecil tidak bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar. Ini artinya jika kita diberi tanggung jawab dalam pekerjaan sekecil apapun kita harus kerjakan dengan sebaik-baiknya dan dengan sejujur-jujurnya. Nantinya kita akan diberi tanggung jawab yang lebih besar. Caranya? Bagaimana? Kita harus memiliki PRIORITAS yang benar dalam hidup kita yaitu Setia Mengatur. 1 Tim 6:8, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” Mari kita mengelola semua yang Tuhan percayakan dengan bertanggung jawab. Yang kedua, Setia Menerima (2 Tes 3:10-12). Mengapa harus setia menerima? Karena apapun yang kita miliki adalah pemberian Tuhan/Sumber Berkat yang sejati. Yang terakhir, Setia Memberi (2 Kor 9:6-8). Rajin menabur: Memberi dengan rela hati, jangan terpaksa dan dengan sukacita, karena Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita! IA berkuasa memberi kepada kita berkat yang melimpah supaya kita selalu mempunyai apa yang kita butuhkan, bahkan kita akan berkelebihan untuk berbuat baik. Amin. Jika kita setia dalam ketiga hal diatas, maka kita akan melihat bagaimana Tuhan mencurahkan berkat-berkatNya dengan melimpah atas hidup kita.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 62-64
PB: 1 Petrus 3

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 21 Oktober 2017. TAKDIR YANG DIUBAHKAN. Bacaan: Yohanes 5:1-9. Pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tikarnya dan berjalan (Yohanes 5:9). Saya membayangkan peristiwa dalam perikop di atas seperti di bawah ini dan saya mendapati pemaknaan baru mengenai takdir. Bapak itu duduk termenung memandangi kolam di depannya. Kakinya lumpuh. Kolam itu merupakan satu-satunya harapannya. Mengapa? Sebab sewaktu-waktu malaikat Tuhan dapat turun mengguncangkan air kolam dan setiap orang yang berhasil masuk paling awal ke dalamnya akan memperoleh kesembuhan. Sekalipun bapak itu melihat pengharapan di depan matanya, ia seolah-olah tidak mampu menggapainya. Sampai suatu hari, Yesus datang dan berkata kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” (ay. 6). Bagi si bapak, pertanyaan Yesus itu terasa konyol. Bapak itu menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang membantunya turun sewaktu air kolam berguncang. Dan, ketika ia berusaha untuk pergi menuju kolam itu, orang lain sudah mendahuluinya (ay. 7). Yesus lalu berkata kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tikarmu, dan berjalanlah.” Pada saat itu juga, si bapak memperoleh kesembuhan (ay. 8, 9). Ternyata, Pribadi yang berada di hadapan si bapak adalah sumber kesembuhan sejati. Si bapak mungkin merasa bahwa ia ditakdirkan untuk duduk di serambi dekat kolam Betesda seumur hidupnya. Namun, pada hari itu Yesus datang dan mengubah situasi hidupnya yang sulit. Yesaya 42:3 mengatakan, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.” Sesulit apa pun kondisi kehidupan kita, percayalah bahwa Tuhan sanggup mengubahnya menjadi sebuah mukjizat. TIDAK ADA PERKARA APA PUN YANG TERLALU SULIT UNTUK DIUBAHKAN OLEH TUHAN. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 62-64 dan 1 Petrus 3.

 Xavier Quentin Pranata
“Kita sering bertanya, ‘Apakah mungkin?’ sehingga lupa berkata, ‘Mengapa tidak?’” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment