BILLIONAIRE
Billionaire (14)
Kemarin sudah dikatakan bahwa orang yang bisa dipercayai
dalam hal-hal kecil, bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar. Tetapi orang
yang tidak bisa dipercayai dalam hal-hal kecil tidak bisa dipercayai juga dalam
hal-hal besar. Ini artinya jika kita diberi tanggung jawab dalam pekerjaan
sekecil apapun kita harus kerjakan dengan sebaik-baiknya dan dengan
sejujur-jujurnya. Nantinya kita akan diberi tanggung jawab yang lebih besar.
Caranya? Bagaimana? Kita harus memiliki PRIORITAS yang benar dalam hidup kita
yaitu Setia Mengatur. 1 Tim 6:8, “Asal ada makanan dan pakaian,
cukuplah.” Mari kita mengelola semua yang Tuhan percayakan dengan bertanggung
jawab. Yang kedua, Setia Menerima (2 Tes 3:10-12). Mengapa harus setia
menerima? Karena apapun yang kita miliki adalah pemberian Tuhan/Sumber Berkat
yang sejati. Yang terakhir, Setia Memberi (2 Kor 9:6-8). Rajin menabur:
Memberi dengan rela hati, jangan terpaksa dan dengan sukacita, karena Tuhan
mengasihi orang yang memberi dengan sukacita! IA berkuasa memberi kepada kita
berkat yang melimpah supaya kita selalu mempunyai apa yang kita butuhkan,
bahkan kita akan berkelebihan untuk berbuat baik. Amin. Jika kita setia dalam
ketiga hal diatas, maka kita akan melihat bagaimana Tuhan mencurahkan
berkat-berkatNya dengan melimpah atas hidup kita.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 62-64
PB: 1 Petrus 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 21 Oktober 2017. TAKDIR YANG DIUBAHKAN.
Bacaan: Yohanes 5:1-9. Pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia
mengangkat tikarnya dan berjalan (Yohanes 5:9). Saya membayangkan peristiwa
dalam perikop di atas seperti di bawah ini dan saya mendapati pemaknaan baru
mengenai takdir. Bapak itu duduk termenung memandangi kolam di depannya.
Kakinya lumpuh. Kolam itu merupakan satu-satunya harapannya. Mengapa? Sebab
sewaktu-waktu malaikat Tuhan dapat turun mengguncangkan air kolam dan setiap
orang yang berhasil masuk paling awal ke dalamnya akan memperoleh kesembuhan.
Sekalipun bapak itu melihat pengharapan di depan matanya, ia seolah-olah tidak
mampu menggapainya. Sampai suatu hari, Yesus datang dan berkata kepadanya,
“Maukah engkau sembuh?” (ay. 6). Bagi si bapak, pertanyaan Yesus itu terasa
konyol. Bapak itu menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang membantunya
turun sewaktu air kolam berguncang. Dan, ketika ia berusaha untuk pergi menuju
kolam itu, orang lain sudah mendahuluinya (ay. 7). Yesus lalu berkata
kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tikarmu, dan berjalanlah.” Pada saat itu juga,
si bapak memperoleh kesembuhan (ay. 8, 9). Ternyata, Pribadi yang berada di
hadapan si bapak adalah sumber kesembuhan sejati. Si bapak mungkin merasa bahwa
ia ditakdirkan untuk duduk di serambi dekat kolam Betesda seumur hidupnya.
Namun, pada hari itu Yesus datang dan mengubah situasi hidupnya yang sulit.
Yesaya 42:3 mengatakan, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya,
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.” Sesulit apa pun
kondisi kehidupan kita, percayalah bahwa Tuhan sanggup mengubahnya menjadi
sebuah mukjizat. TIDAK ADA PERKARA APA PUN YANG TERLALU SULIT UNTUK DIUBAHKAN
OLEH TUHAN. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible
– Bacaan: Yesaya 62-64 dan 1 Petrus 3.
Xavier
Quentin Pranata
“Kita sering bertanya, ‘Apakah mungkin?’ sehingga lupa
berkata, ‘Mengapa tidak?’” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment