Sunday, 22 October 2017

22 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionaire (15)

Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Amin. Salah satu kunci berkat adalah kalau kita setia dalam perkara kecil (Lukas 16:10) seperti pembahasan kita 2 hari berturut-turut. Hari ini adalah kesaksian saya: Sejak bekerja ditahun 1983 sampai dengan hari ini, hal pertama yang selalu saya lakukan adalah memberikan apa yang menjadi bagian Tuhan (seperti yang ada didalam Maleakhi 3:10). Jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan karena apa yang DIA janjikan Itu Ya dan Amin. 1 hal yang saya rasakan saat kita bisa memberi (dengan taat dan setia) maka Persembahan kita baik kepada Tuhan maupun sesama tidak akan sia-sia. Ada perasaan sukacita yang tidak bisa digantikan dengan apapun juga, ada hati yang lega/plong, ada hati yang semakin ingin memberi/memberkati saudara yang lain saat pemberian kita (yang mungkin nilai nya kecil, tapi akan sangat berarti bagi saudara kita yang sangat membutuhkan saat kita bisa memberi kepadanya ❤). Jadikan Persembahan Persepuluhan sebagai PAGAR yang melindungi LADANG kita dan Persembahan khusus sebagai BENIH yang ditanam untuk menghasilkan Buah! Amin. Apakah saudara masih ragu untuk memberikan Persembahanmu? Ingat pemberian kita kepada Tuhan bukan sumbangan semata, tetapi persembahan kita harus kita lakukan dengan kesadaran bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Jadi kita bukan hanya perlu memberi harta kita, tetapi hidup kita, ibadah kita dan pelayanan kita. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Yesaya 65-66
PB: 1 Petrus 4

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 22 Oktober 2017. ALLAH MAHA PEMURAH. Bacaan: Yunus 3:10-4:11. Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (Matius 20:15b) Yunus marah. Allah memilih mengampuni Niniwe dan kemudian sebuah pohon yang menaunginya mati tiba-tiba. Ia memilih ngambek dan protes atas sikap dan perbuatan Tuhan tersebut. Melalui cara-Nya, Tuhan menyadarkan Yunus bahwa kasih sayangnya kepada pohon peneduh itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kasih sayang-Nya kepada bangsa Niniwe, yang memilih untuk bertobat dari dosa mereka (ay. 11). Yunus menganggap bangsa Niniwe tak layak diampuni. Ia bahkan lupa bahwa Allah baru saja menyelamatkannya dari dahsyatnya gelombang laut karena kesalahan dan dosanya sendiri. Ya, berulang-ulang Allah menyatakan kemurahan hati-Nya kepada mereka yang tidak layak menerimanya, kepada Yunus yang sempat mengingkari panggilan-Nya, kepada Niniwe yang akhirnya memilih bertobat dan percaya. Dan, betapa kerap kali banyak dari kita yang bersikap seperti Yunus. Setelah menyadari bahwa dosanya diampuni, ada orang yang kemudian merasa berhak mengatur Allah, siapa yang seharusnya Dia tolong, siapa yang layak Dia ampuni. Allah yang kita sembah adalah Allah Maha Pemurah. Sebagai anak-Nya, kita hendaknya sadar bahwa Allah yang telah mengampuni kita itu juga berhak sepenuhnya untuk mengampuni siapa pun yang percaya kepada-Nya tanpa terkecuali (Yoh. 3:16). Alih-alih mempertanyakan kemurahan Allah, kita semestinya menyebarkan kebenaran yang menggembirakan ini ke segala penjuru dunia. Dan, sepatutnya kita bersukacita ketika orang lain juga mengalami kemurahan Allah. KEMURAHAN HATI ALLAH SEHARUSNYA MENGINSPIRASI KITA UNTUK MELAKUKAN HAL YANG SAMA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 65-66 dan 1 Petrus 4.

Xavier Quentin Pranata
“Sekali kita salah menempatkan prioritas hidup kita berantakan.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
ALLAH PEDULI. 2 Raja-Raja 4:41, “Tetapi berkatalah Elisa: ‘Ambillah tepung!’ Dilemparkannya itu ke dalam kuali serta berkata: ‘Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!’ Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu.” 2 Raja-Raja 4:42, “Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: ‘Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan.’” 2 Raja-Raja 4:43, “Tetapi pelayannya itu berkata: ‘Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?’ Jawabnya: ‘Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya.’” 2 Raja-Raja 4:44, “Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.”
Ketenangan, kemantaban langkah yang diambil nabi Elisa saat dihadapkan pada situasi yang sulit, dimana dia harus menyediakan makan bagi banyak orang yang kelaparan, akan tetapi yang dimiliki hanya tanaman liar beracun dan tepung. Nabi-nabi lain datang dan mengingatkan itu tanaman yang sangat beracun, Elisa pun tetap tenang dan bahkan menyuruh bujangnya untuk mencampur dan memasaknya serta membagikan kepada orang-orang itu dan masih ada hasilnya. Terbukti TUHAN peduli kepada Elisa, yang selalu berserah dan menempatkan TUHAN diatas segalanya. Puji TUHAN.

Apakah kita memiliki sifat dan sikap seperti nabi Elisa? Terbukti didalam alkitab, TUHAN peduli dan memberikan jalan yang terbaik, lengkap dan tidak kurang sesuatupun. Refresh pemahaman, Improve keyakinan dan Iman kita, agar hidup kitapun dipelihara-Nya… Amin.

Bapa disurga, dimuliakanlah nama-Mu dibumi maupun di surga. Engkaulah Khalik sang empunya bumi dan seisinya, kami serahkan seluruh hidup dan apa yang kami punya hanya kepada-Mu dan untuk kemuliaan-Mu. Jadikanlah diri hamba seperti yang Engkau mau, ya Bapa… Amin

https://www.youtube.com/watch?v=lvMCrjoSFeE&list=RDe4U8CBQs-3I&index=21

Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Matius 19-23.
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

No comments:

Post a Comment