BILLIONAIRE
Billionaire (15)
Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan
itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku
dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu
tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
Amin. Salah satu kunci berkat adalah kalau kita setia dalam perkara kecil
(Lukas 16:10) seperti pembahasan kita 2 hari berturut-turut. Hari ini adalah
kesaksian saya: Sejak bekerja ditahun 1983 sampai dengan hari ini, hal pertama
yang selalu saya lakukan adalah memberikan apa yang menjadi bagian Tuhan
(seperti yang ada didalam Maleakhi 3:10). Jangan pernah hitung-hitungan dengan
Tuhan karena apa yang DIA janjikan Itu Ya dan Amin. 1 hal yang saya rasakan
saat kita bisa memberi (dengan taat dan setia) maka Persembahan kita baik
kepada Tuhan maupun sesama tidak akan sia-sia. Ada perasaan sukacita
yang tidak bisa digantikan dengan apapun juga, ada hati yang lega/plong, ada
hati yang semakin ingin memberi/memberkati saudara yang lain saat pemberian
kita (yang mungkin nilai nya kecil, tapi akan sangat berarti bagi saudara kita
yang sangat membutuhkan saat kita bisa memberi kepadanya ❤). Jadikan
Persembahan Persepuluhan sebagai PAGAR yang melindungi LADANG kita dan
Persembahan khusus sebagai BENIH yang ditanam untuk menghasilkan Buah! Amin.
Apakah saudara masih ragu untuk memberikan Persembahanmu? Ingat pemberian kita
kepada Tuhan bukan sumbangan semata, tetapi persembahan kita harus kita lakukan
dengan kesadaran bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Jadi kita
bukan hanya perlu memberi harta kita, tetapi hidup kita, ibadah kita dan
pelayanan kita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 65-66
PB: 1 Petrus 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 22 Oktober 2017. ALLAH MAHA PEMURAH.
Bacaan: Yunus 3:10-4:11. Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
(Matius 20:15b) Yunus marah. Allah memilih mengampuni Niniwe dan kemudian
sebuah pohon yang menaunginya mati tiba-tiba. Ia memilih ngambek dan protes
atas sikap dan perbuatan Tuhan tersebut. Melalui cara-Nya, Tuhan menyadarkan
Yunus bahwa kasih sayangnya kepada pohon peneduh itu tidak seberapa jika
dibandingkan dengan kasih sayang-Nya kepada bangsa Niniwe, yang memilih untuk
bertobat dari dosa mereka (ay. 11). Yunus menganggap bangsa Niniwe tak layak
diampuni. Ia bahkan lupa bahwa Allah baru saja menyelamatkannya dari dahsyatnya
gelombang laut karena kesalahan dan dosanya sendiri. Ya, berulang-ulang Allah
menyatakan kemurahan hati-Nya kepada mereka yang tidak layak menerimanya,
kepada Yunus yang sempat mengingkari panggilan-Nya, kepada Niniwe yang akhirnya
memilih bertobat dan percaya. Dan, betapa kerap kali banyak dari kita yang
bersikap seperti Yunus. Setelah menyadari bahwa dosanya diampuni, ada orang
yang kemudian merasa berhak mengatur Allah, siapa yang seharusnya Dia tolong,
siapa yang layak Dia ampuni. Allah yang kita sembah adalah Allah Maha Pemurah.
Sebagai anak-Nya, kita hendaknya sadar bahwa Allah yang telah mengampuni kita
itu juga berhak sepenuhnya untuk mengampuni siapa pun yang percaya kepada-Nya
tanpa terkecuali (Yoh. 3:16). Alih-alih mempertanyakan kemurahan Allah, kita
semestinya menyebarkan kebenaran yang menggembirakan ini ke segala penjuru
dunia. Dan, sepatutnya kita bersukacita ketika orang lain juga mengalami
kemurahan Allah. KEMURAHAN HATI ALLAH SEHARUSNYA MENGINSPIRASI KITA UNTUK
MELAKUKAN HAL YANG SAMA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 65-66 dan 1 Petrus 4.
Xavier Quentin Pranata
“Sekali kita salah menempatkan prioritas hidup kita
berantakan.” Xavier Quentin Pranata.
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
ALLAH PEDULI. 2 Raja-Raja 4:41, “Tetapi berkatalah Elisa:
‘Ambillah tepung!’ Dilemparkannya itu ke dalam kuali serta berkata: ‘Cedoklah
sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!’ Maka tidak ada lagi
sesuatu bahaya dalam kuali itu.” 2 Raja-Raja 4:42, “Datanglah seseorang dari
Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh
roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa:
‘Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan.’” 2 Raja-Raja 4:43,
“Tetapi pelayannya itu berkata: ‘Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di
depan seratus orang?’ Jawabnya: ‘Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya
mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada
sisanya.’” 2 Raja-Raja 4:44, “Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka
makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.”
Ketenangan, kemantaban langkah yang diambil nabi Elisa saat
dihadapkan pada situasi yang sulit, dimana dia harus menyediakan makan bagi
banyak orang yang kelaparan, akan tetapi yang dimiliki hanya tanaman liar
beracun dan tepung. Nabi-nabi lain datang dan mengingatkan itu tanaman yang
sangat beracun, Elisa pun tetap tenang dan bahkan menyuruh bujangnya untuk
mencampur dan memasaknya serta membagikan kepada orang-orang itu dan masih ada
hasilnya. Terbukti TUHAN peduli kepada Elisa, yang selalu berserah dan
menempatkan TUHAN diatas segalanya. Puji TUHAN.
Apakah kita memiliki sifat dan sikap seperti nabi Elisa?
Terbukti didalam alkitab, TUHAN peduli dan memberikan jalan yang terbaik,
lengkap dan tidak kurang sesuatupun. Refresh pemahaman, Improve keyakinan dan
Iman kita, agar hidup kitapun dipelihara-Nya… Amin.
Bapa disurga, dimuliakanlah nama-Mu dibumi maupun di surga.
Engkaulah Khalik sang empunya bumi dan seisinya, kami serahkan seluruh hidup
dan apa yang kami punya hanya kepada-Mu dan untuk kemuliaan-Mu. Jadikanlah diri
hamba seperti yang Engkau mau, ya Bapa… Amin
https://www.youtube.com/watch?v=lvMCrjoSFeE&list=RDe4U8CBQs-3I&index=21
Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Matius 19-23.
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

No comments:
Post a Comment