Tuesday, 31 October 2017

The Basic

BILLIONAIRE






The Basic
Billionaire Part 2
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Ezra Soetopo
October 29th 2017



Intro:
-Menurut Anda, 1 juta itu besar atau kecil?
-Menurut Anda 10 juta itu besar atau kecil?
-Menurut Anda 100 juta itu besar atau kecil?
Perbedaan besar atau kecilnya sebuah nilai, ternyata disatupadukan oleh yang namanya persamaan, yaitu dalam hal: MENGATUR/MENGELOLA. Alkitab menunjukkan, serta menuntun kita melihat, apa hal basic, tapi powerful, membuat kita bukan hanya berhasil, tapi bisa Berjaya!!

Text:
2 Raja Raja 17:7-16
 “It’s not how much you make, it’s the money you manage that will set you free. It is called the wisdom of stewardship!”
(Bukan soal berapa besar uang yang kita dapat, tetapi uang yang kita kelola itu yang akan memerdekakan kita. Ini disebut hikmat pengelolaan)
Cerita Yusuf – Kejadian 41:35
Apa prinsip yang bisa kita ambil:
“It’s not how much you make, it’s the money you manage that will set you free. It is called the wisdom of stewardship!”
(Bukan soal berapa besar uang yang kita dapat, tetapi uang yang kita kelola itu yang akan memerdekakan kita. Ini disebut hikmat pengelolaan)

Psalm 1 : 1 - 3 “Oh, the joys of those who do not follow the advice of the wicked, or stand around with sinners, or join in with mockers. But they delight in the law of the lord, meditating on it day and night. They are like trees planted along the riverbank, bearing fruit each season. Their leaves never wither, and they prosper in all they do.”
Menunjukkan ternyata, kalau pengelolaanya dengan values yang baik, maka hidup kita bukan hanya berhasil, tapi bisa Berjaya!

(Bukan soal berapa besar uang yang kita dapat, tetapi uang yang kita kelola itu yang akan memerdekakan kita. Ini disebut hikmat pengelolaan)

Perhatikan ini:
Bahkan Yesus sendiri, Yesus Kristus menjelaskan bahwa: Salah satu tanda seseorang memiliki kehidupan rohani yang sehat adalah memiliki sikap yang benar terhadap uang dan harta.

What are the Basic ?
I.                    MENGATUR
Perencanaan, entah itu buruk atau baik, selalu berdasarkan Nilai dan Prinsip! Apa List Pengaturan yang sesuai firman Tuhan? Apa yang harus kita lakukan?
1.      Perpuluhan
Sikap yang mengatakan: Engkau adalah Pusat dari segala-galanya.
2.      Tabungan jangka panjang
Contoh: Rumah, emas, tanah, dll.
3.      Tabungan jangan pendek
Ini ketika Anda punya keinginan untuk beli kendaraan, alat gadget, TV, dan barang-barang sekunder.
4.      Kebutuhan
Disini pentingnya:
A.      Tahu dan punya info tentang tempat-tempat yang diskon, barang-barang yang sale, kebutuhan-kebutuhan yang buy 1 get 1.
B.      Menghindari tagihan-tagihan mengagetkan
C.      Advice dari Health Finance Consultant, pemakaian kartu kredit hanya diijinkan untuk belanja kebutuhan hidup yang bisa dapat diskon dan ada potongan. Serta: dalam batas (budget)! Ini guideline-nya!
Dan hanya untuk automatic payment (entah itu tagihan air, listrik) yang bisa kasih point. Tetap, advice-nya: dalam batas (budget!)
5.      Lain lain.
Anda yang mengisi sendiri lain-lain bagi diri Anda masing masing.

PERTANYAAN PENTING:
Kalau kita mengikuti urutan 1 sampai 5. Apakah uang yang kita dapat akan habis?
Jawabnya pasti: YA!

Pertanyaan berikutnya. Kalau kita membalik urutan pengaturan keuangan ini. Dari 5 sampai 1. Apakah uang yang kita dapat akan habis?
Jawabnya pasti: YA!

Kalau pemasukannya 5 jt. 10jt. Atau 20 jt.
Akan sama-sama habis.

Tapi bedanya:
Pengaturan keuangan dari 5 sampai 1. HABIS TIDAK JELAS! Karena anda akan keluarkan untuk hal2 lain sangat banyak. Kebutuhan hidup. Dan di akhir bulan, kita susah menabung. Sehingga, orang bilang, buat hidup aja ngga cukup. Jangankan perpuluhan, nabung aja susah.
Di momen orang berkata seperti itu. Berarti ada urutan pengaturan yang kurang tepat!

Sedangkan, kalau orang menggunakan Pengaturan dari nomor 1 sampai nomor 5. Mungkin uang bulan itu juga akan habis. Tapi habisnya adalah HABIS JELAS!! Anda tahu kemana uang pergi. Anda tahu uang Anda suatu hari akan jadi apa!

INGAT:
Bukan soal berapa besar uang yang kita dapat, tetapi uang yang kita kelola itu yang akan memerdekakan kita. Ini disebut hikmat pengelolaan!

“Untuk mencapai Keuangan yang Merdeka, Anda perlu menabung lebih banyak dan membelanjakan lebih sedikit”- Clark Howard

Kalau Anda punya masalah dalam membelanjakan uang, segala macam bentuk pengganti pembayaran uang cash adalah hal yang berbahaya. Tidak pernah saya temukan hal yang lebih efektif daripada mengontrol pengeluaran dan belanja kita, dan melakukan pembayaran kita dengan uang cash, bukan uang hutang.

II.       PINJAM - MEMINJAM ?
Dalam hal mengatur, cepat atau lambat pasti kita akan berjumpa dengan Pinjam – Meminjam.

Mengenai Pinjam-Meminjam

Prinsip Dasar:
Alkitab mengajarkan memberi pinjaman daripada meminjam karena itu menghasilkan kebebasan keuangan (Ul. 15:5-6). Peminjaman atau hutang yang tidak bijak bisa membuat kita diperbudak uang (Ams. 22:7). Gunakan kredit sebijak mungkin dan hindari kredit sebisa mungkin. Mengenai kredit ada 2 alternatif dasar: (a) Beli sekarang dengan kredit dan bayar bersama dengan bunga. (b) Tabung sekarang dan beli kemudian dengan tunai dan simpan bunganya.

Kalau itu Prinsip Dasar Pinjam Meminjam, maka prinsip apa yang harus di ketahui:
-Jaga Pinjaman Sekecil Mungkin, -kalau kita berniat membayar-(sebab, kalau jauh di luar kapasitas dan melebihi kapasitas, survey mengatakan ada kemungkinan (5% dalam benak seseorang) kita berniat tidak membayar

Mengapa jaga pinjaman sekecil mungkin?
1.      Bunga pinjaman menambah biaya hidup dan mengurangi kemampuan kita untuk melayani dengan baik. Jika kita harus meminjam, kita harus mencari bunga yang rendah dan jangka pendek.
2.      Kredit bisa berbahaya karena itu bisa memperbudak orang kepada kreditor dan keinginan mereka daripada keinginan Tuhan.
3.      Kredit bisa menjadi pengganti kepercayaan pada Tuhan dan mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa menunggu waktu Tuhan. (Ps. 37:7-9, 34; 147:11; Matt. 6:30-34; Fil. 4:19).
4.      Kredit mengurangi kemampuan kita memberi pada Tuhan dan mereka yang membutuhkan.
5.      Penggunaan kredit menunjukkan kegagalan untuk puas dengan apa yang telah kita miliki.

No comments:

Post a Comment