Saturday, 7 October 2017

7 Oktober 2017

BILLIONAIRE






I'M Loved (7) – Fellowship
Bagian terakhir dari seri pembahasan kita: I'M LOVED – Fellowship/Bersekutu/Berkomunitas Sel

Efesus 4:11-12, 11Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Amin. Kita semua diberi karunia rohani yang berbeda-beda untuk dipakai disaat yang berbeda dan cara yang berbeda pula. Namun semua harus dipakai untuk membangun tubuh Kristus. Demikian juga dengan kita saat berkomunitas, hendaknya kita saling membangun, menguatkan bahkan saling melayani satu dengan yang lain. Gunakan karunia rohani kita untuk memberi pelayanan bagi sesama. Sudahkah kita terlibat dalam komunitas sel? Apakah kita sudah aktif untuk SALING melayani? SALING menguatkan dan SALING mendoakan? Komsel BERDOA adalah bagian dari sekolah kehidupan yang bila kita praktekkan bersama akan besar kuasaNya! Yak 5:16, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 28-29
PB: Ibrani 9

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 7 Oktober 2017. CARA TUHAN MENYELAMATKAN. Bacaan: Kisah Para Rasul 16:19-34. Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kisah Para Rasul 16:31). Ibu saya mengenal Yesus secara unik. Ketika masih gadis, ia berkunjung ke rumah tetangga, seorang penjahit pemeluk Kristen. Ia melihat sebuah buku nyanyian gereja, lalu terlibat dalam obrolan ringan. Entah bagaimana, sejak itu muncul keinginan dalam dirinya untuk pergi ke gereja. Kebetulan orangtuanya tidak melarangnya sekalipun berbeda keyakinan. Singkat cerita, ibu saya lalu bergabung dengan salah satu gereja, dibaptis, dan menjadi Kristen hingga sekarang. Pengalaman kepala penjara di Filipi juga unik. Semuanya berawal dari gempa bumi yang diikuti dengan terbukanya semua pintu penjara dan belenggu para tahanan. Dalam kondisi ketakutan-karena khawatir semua tahanan melarikan diri-kepala penjara itu sempat ingin bunuh diri sebelum Paulus menenangkannya (ay. 28-29). Setelah keadaan tenang, kepala penjara itu bertanya pada Paulus, “Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” (ay. 30). Paulus dan Silas menasihatinya agar percaya kepada Kristus, maka ia dan seisi rumahnya akan selamat. Akhirnya, kepala penjara menuruti nasihat Paulus dan Silas, dan ia bersukacita. Di sekitar kita masih banyak orang belum percaya kepada Yesus Kristus. Tugas kitalah untuk memberitakan Kabar Baik itu dan mendoakan agar Roh Kudus menjamah hati mereka sehingga mereka datang dan percaya kepada Kristus. Caranya? Serahkanlah kepada Tuhan karena Dia punya banyak cara untuk membawa manusia agar percaya dan menerima keselamatan dari-Nya. TANPA KARYA ROH KUDUS, TAK SEORANG PUN DAPAT DATANG KEPADA KRISTUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 28-29 dan Ibrani 9.

Ibu Caroline – Bandung
https://youtu.be/4iZ6CQxXTFk
Thank You LORD... Setiap kali mendengar lagu-lagu dari Album JPCC More Than Enough... Saya selalu berlinang air mata... Terkenang pada kasih YESUS yang besar dan luar biasa untuk Brielle. Kuasa TUHAN yang besar dahsyat amazing... Untuk Brielle, untuk kami semua. Thank You LORD, tak terungkapkan rasa terima kasih kami padaMU TUHAN... KAU dahsyat dan luar biasa... KasihMU menguatkan kami... KasihMU membalut setiap luka kami. Thank You LORD. Thank You for YOUR love... More than enough. Great, is our GOD. YOUR love is powerful... Knees shall bow. YOUR love is mighty, the earth will shake... YOUR grace abounds in us, YOU're more than enough for me...

Xavier Quentin Pranata
“Pernikahan bukan akhir perjalanan namun justru awal proses saling melengkapi untuk kebahagiaan bersama.” Xavier Quentin Pranata

No comments:

Post a Comment