BILLIONAIRE
I'M Loved (6) – Fellowship
Bagian terakhir dari seri pembahasan
kita: I'M LOVED – Fellowship/Bersekutu/Berkomunitas Sel
Pernahkah kita mengalami kekecewaan saat kita
melayani/memuridkan satu dengan yang lain? Pasti pernah ya. Pernahkah kita juga
mengalami kemenangan/sukacita saat kita melihat jiwa-jiwa yang kita muridkan
dalam komsel boleh semakin bertumbuh dan bahkan sudah terlibat lebih lagi dalam
melayani pekerjaan Tuhan? Mengalami kemenangan-kemenangan saat kita berdoa
bersama-sama dalam komsel? Apapun yang kita hadapi didalam berkomsel: suka/duka
pasti akan mewarnainya. 1 hal yang harus kita pilih: TETAP melayani/TETAP
memuridkan. Sebesar apapun tantangannya, percayalah arti bahwa kita mengasihi
Tuhan (yang tidak kelihatan) adalah mengasihi sesama melalui jiwa-jiwa (yang
kelihatan) sebagai aplikasi kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati segenap
jiwa dan segenap akal budi kita. Matius 22:37, “Jawab Yesus kepadanya:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu.” Matius 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang
sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Amin. Apakah kita masih rela dan tulus melayani jiwa jiwa sekalupun mungkin
kita sudah banyak mengalami dikecewakan disakiti dsbnya. TETAP mengasihi
seperti DIA sudah mengasihi dan mengampuni kita terlebih dulu, amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 26-27
PB: Ibrani 8
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 6 Oktober 2017. MENJAGA TITIPAN TUHAN.
Bacaan: Ayub 1:1-5. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub
memanggil mereka, dan menguduskan mereka ... lalu mempersembahkan korban
bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya, “Mungkin anak-anakku
sudah berbuat dosa....” Demikianlah dilakukan Ayub (Ayub 1:5). Sepanjang tahun
2011-2015, pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur di Indonesia menyumbang
rata-rata 4.000 kecelakaan per tahun. Para orangtua mendapat kritik pedas
karena mengizinkan anak-anak di bawah umur mengemudi kendaraan bermotor, karena
tak peduli bahwa ketidakmatangan anak-anak itu membuat mereka rawan menjadi
penyebab dan korban kecelakaan. Tentu, tak semua orangtua bersikap begitu.
Tetapi, data itu menunjukkan bahwa di antara banyak bahaya yang mengintai
anak-anak, tak sedikit yang bermula atau mendapatkan jalan justru dari
keputusan orangtua. Tetapi, tengok sikap Ayub. Pesta anak-anak Ayub itu pesta
keluarga. Di rumah. Dengan ayah seperti Ayub, pesta itu jauh dari hal buruk.
Namun, pikir Ayub, “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa.” Maka, tiap kali
pesta usai, Ayub mempersembahkan korban, menguduskan anak-anaknya. Alkitab
mencatat, “Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” Apa yang kita lihat pada Ayub?
Orangtua yang mengasihi anak-anak, yang sadar bahwa keselamatan anak-anak
adalah tanggung jawabnya, yang karenanya selalu berjaga dan mengambil langkah
yang perlu agar hanya hal-hal baik yang terjadi pada anak-anaknya. Sikap Ayub
mengingatkan kita, orangtua, bahwa melindungi anak dari bahaya adalah kewajiban
moral yang tak boleh ditawar. Mengapa? Karena anak kita adalah milik Tuhan,
buah hati Tuhan, yang Tuhan titipkan kepada kita. Tuhan ingin agar kita dapat
dipercaya. Maka, kita pun paham kita harus apa. MENJAGA ANAK-ANAK ADALAH
KEWAJIBAN MORAL ORANGTUA. KEWAJIBAN MORAL AMAT PENTING YANG TAK BOLEH DITAWAR,
APALAGI DIINGKARI. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 26-27 dan Ibrani 8.
WM Stars
CUMA SOAL SEPELE... Untuk memperingati ulang tahun
pernikahan mereka, sepasang suami istri makan malam di sebuah restoran. Semua
berjalan dengan lancar..., makanan enak..., suasana romantis..., mereka bicara
tentang hal-hal menyenangkan dan bernostalgia... Ketika hendak membayar
tagihan, sang istri terkejut melihat ada kesalahan sebesar Rp 10.000,-. Ia
menanyakan hal itu dan mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari si pelayan
restoran... Sang suami memilih untuk mengajak istrinya pulang saja, tidak usah
diperdebatkan... Namun didalam mobil, sang istri tetap mengomel, termasuk
kepada suaminya yang menurutnya tidak membelanya... Malam yang sedianya indah,
mendadak berubah menjadi tegang... Saat itu suaminya berkata: Sadarkah bahwa
kamu sudah MENUKAR SUKACITA dan keindahan malam ini hanya dengan 10 ribu rupiah
saja... Berapa banyak kita sering bersikap demikian: Sukacita kita “tukar”
dengan ucapan seseorang... Sepuluh tahun Persahabatan DIHAPUS hanya oleh
sepuluh menit Perselisihan... Sepuluh tahun kerjasama yang baik HANCUR oleh
masalah hutang sekian juta... Hubungan keluarga yang semula harmonis PUTUS oleh
masalah rupiah... Banyak hal besar dan penting tanpa sadar kita tukar begitu
saja dengan hal-hal yang nilainya sepele saja. Banyak orang yang hanya bisa
menyesal saat perselisihan telah terjadi, hubungan menjadi rusak dan sukacita
hilang... Saat kita marah, maka kita sudah menukar sukacita itu hanya dengan
hal yang sepele saja... KEEP YOUR HEART! (Amsal 4:23) Have a Nice Day! God
Bless You.
Bp. Peter – Worship Center Surabaya
INDONESIA ADALAH BANGSA YANG VISIONER. Oleh: Bpk. Didit I.
http://worshipcenterindonesia.blogspot.co.id/2017/09/indonesia-adalah-bangsa-yang-visioner.html
Salah satu faktor yang mempersatukan manusia adalah visi.
Tanpa visi maka kekacauan akan terjadi (Amsal 29:18). Visi selalu membangkitkan
semangat dan gairah hidup manusia bahkan membawa manusia mencapai karya-karya
besar.
Dan ketika saya berdoa bagi Indonesia Tuhan menyampaikan
bahwa “Indonesia sesungguhnya adalah bangsa yang visioner.” Seorang pemimpin
yang visioner adalah orang yang mampu melihat masa depan, potensi dirinya serta
orang lain yang kemudian bangkit dan menggerakkan orang-orang tersebut untuk
bersama-sama memperjuangkan masa depan bersama yang lebih baik. Tuhan tunjukkan
hal ini melalui sejarah Indonesia seperti Gajah Mada yang memiliki visi
mempersatukan nusantara. Ir. Soekarno memiliki visi untuk melihat Indonesia
merdeka dan berdikari. Mereka memiliki visi untuk masa depan Indonesia yang
lebih baik dan dengan penuh keberanian memperjuangkan visi tersebut. Inilah
yang menggemparkan bangsa-bangsa lain saat melihat Indonesia kala itu.
Bagaimana bangsa yang besar bersatu, tanpa persenjataan yang memadai bisa
melawan penjajah yang memiliki angkatan perang dan persenjataan yang lebih maju.
Jika ada satu orang visioner yang tulus, rendah hati, berhikmat dan berani
memperjuangkan kepentingan bangsa maka bangsa ini akan bangkit dari
keterpurukan dan mencengangkan bangsa-bangsa.
Kebalikan dari masa lalu Indonesia, kondisi Indonesia saat
ini justru mengalami krisis kepemimpinan dimana banyak pemimpin berusaha
menjadikan visi hanya sebagai pencitraan. Mereka membuat dan memanfaatkan visi
untuk mendapatkan/mempertahankan kenyamanan hidup mereka sendiri. Sistem
kepemimpinan digunakan untuk mengintimidasi, teror, dan diktatorisme. Mereka
memanfaatkan segala sesuatu untuk mengaburkan hukum, prinsip-prinsip firman
Tuhan, undang-undang, dan lain-lain. Mirisnya lagi, mereka tidak mau
mendengarkan suara rakyat tetapi lebih mendengarkan egonya, tidak mau
introspeksi, tidak mau jujur pada diri sendiri apalagi menguji segala sesuatu.
Pikiran mereka hanya terfokus untuk mencari kesempatan mendapatkan kekayaan,
jabatan dengan cara mencari-cari kesalahan orang-orang yang menghalangi rencana
mereka demi mengamankan otoritas dan kenyamanan hidupnya. Hati mereka telah
dikuasai oleh keserakahan dan iri hati. Dampaknya adalah LAHIR GENERASI TANPA
VISI yang hanya tunduk kepada otoritas karena intimidasi dari para pemimpin
yang egois.
Semua hal tersebut merupakan refleksi dari kepemimpinan
rohani di Indonesia, sebab kondisi suatu bangsa adalah cermin dari kondisi umat
Tuhan di dalamnya. Apa yang terjadi atas bangsa ini adalah buah-buah dari apa
yang dikerjakan oleh umatNya khususnya para pemimpin rohani. Para pemimpin
rohani yang egois menyalahgunakan otoritas dan ayat-ayat Firman Tuhan untuk
menekan dan mengintimidasi seperti ‘jemaat harus tunduk kepada pemimpin’ dan
bukan ‘jemaat harus menguji segala sesuatu dan tunduk kepada Kristus’, gereja
dan doktrin golongan tertentu lebih benar daripada gereja dan doktrin lainnya.
Mereka berusaha mendapatkan kekuasaan untuk mengendalikan orang lain demi
memperoleh atau bahkan mempertahankan kenyamanan hidup di dunia. Inilah alasan
mengapa gereja-gereja Tuhan tidak membawa dampak yang besar bagi Indonesia
untuk menggenapi takdirnya (dalam rencana Tuhan), sebab gereja-gereja belum
mengetahui dan menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya. Mereka hanya fokus pada
kepentingannya sendiri. Tuhan rindu umatNya, gereja-gerejaNya menjadi orang-orang
yang visioner, dimana mereka memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, bertumbuh
secara rohani, dan mencapai tujuan-tujuan Tuhan. Tuhan sampaikan bahwa jika
gereja-gereja menjadi visioner maka akan membawa umat Tuhan naik dalam
tingkat-tingkat kedewasaan rohani hingga melihat rahasia kehendakNya atas
Indonesia dan bangsa-bangsa. Sebab melalui umatNya Tuhan hendak membawa
Indonesia menggenapi takdirnya.
Takdir Tuhan atas gereja-gerejaNya dan Indonesia
Di pertengahan tahun 2017 saat berdoa untuk Indonesia Tuhan
menyingkapan masa depan Indonesia. Tuhan mengumpamakan umat Tuhan di Indonesia
seperti teropong bintang yang besar. Permukaan teropong terdapat ukiran bunga
saffron dan tanaman dudaim yang berbuah lebat. Bunga Safron bermanfaat untuk
obat herbal, bahan pewarna, minyak wangi dan bahan makanan mahal di dunia. Buah
dudaim bermanfaat untuk membangkitkan gairah. Semuanya berlapis emas murni.
Anda tidak akan ingin mengalihkan perhatian dari teropong bintang tersebut
karena keindahan dan keunikannya menyimpan maksud dan tujuan Tuhan untuk
Indonesia demikianlah Tuhan memandang Indonesia sebagai bangsa yang sangat
berarti di hatiNya. Hal ini membuat hati saya bersukacita sebab suatu kali
Tuhan akan mengubah Indonesia sebagai salah satu bangsa yang visioner. Hati
saya bersukacita dan heran melihat penglihatan tersebut. Mengapa Tuhan memilih
teropong bintang untuk menggambarkan Indonesia? Bukankah ada banyak jenis
teropong dan fungsinya? Teropong bintang merupakan alat bantu untuk melihat
benda-benda di langit bukan di bumi. Teropong bintang memiliki kemampuan khusus
untuk melihat benda-benda yang sangat jauh. Bentuknya yang unik dan mahal
membuat Anda terus tertarik untuk mengamati ukiran dan fungsinya. Bangsa
Indonesia yang visioner yang dimaksud Tuhan adalah:
# Teropong bintang menggambarkan prinsip-prinsip,
pengajaran, artikel, pewahyuan kebijakan dan hikmat yang menyingkapkan maksud
dan tujuan Tuhan di masa depan dengan sangat jelas dan detail. Indonesia akan
dimampukan untuk mengetahui kehendak Tuhan melalui penyelidikan ayat-ayat di
Alkitab, mengamati dan belajar dari berbagai peristiwa-peristiwa, masalah,
keadaan alam dan mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan sehingga dapat
mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
# Bunga Safron menggambarkan hasil-hasil pemikiran,
prinsip-prinsip, pengajaran, artikel, pewahyuan kebijakan dan hikmat yang
sangat bermanfaat dan hampir tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain karena
memiliki ketepatan dalam melihat rencana Tuhan di masa depan. Di tengah krisis
yang melanda bangsa-bangsa, Tuhan akan memakai Indonesia seperti Yusuf yang
dapat mengetahui maksud Tuhan pada masa akan datang dan memiliki hikmat untuk
menghadapinya. Bahkan pemikiran-pemikiran tersebut akan membawa bangsa-bangsa
lain untuk memahami maksud dan tujuan Tuhan dan menjadi solusi bagi
bangsa-bangsa dalam menghadapi krisis.
# Tanaman dudaim menggambarkan hasil-hasil pemikiran
prinsip-prinsip, pengajaran, artikel, pewahyuan kebijakan dan hikmat rohani
yang akan membangkitkan semangat/gairah dan cinta yang besar akan Tuhan.
Orang-orang akan diingatkan akan cintanya mula-mula kepada Tuhan, sehingga
mereka menyerahkan diri untuk hidup sepenuhnya dalam tujuan Tuhan.
# Emas menggambarkan nilai-nilai visi Tuhan yang tinggi dan
murni serta teruji oleh waktu (tergenapi) karena menyingkapkan rahasia-rahasia
kehendakNya yang sangat mendalam dan besar di masa depan.
Tuhan memanggil umatNya di Indonesia untuk melihat masa
depan secara jelas, detail sehingga membangkitkan kasih mula-mula/gairah yang
besar akan Tuhan dan mengadakan terobosan-terobosan rohani yang besar serta
berdampak di alam nyata. Inilah pemikiran gereja-gereja yang visioner.
Gereja-gereja yang tahu tujuan Tuhan, tahu langkah-langkah yang harus dilakukan
sesuai pimpinan Roh Kudus dan setiap langkahnya mendatangkan terobosan demi
terobosan rohani dan jasmani.
Tuhan mengingatkan saya akan keledai Isakhar dalam kejadian
49:15 yang menyatakan, “Ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri
itu permai………” Tuhan memanggil orang-orang Indonesia mengerti dengan jelas,
detail terkait tujuannya. Inilah bangsa yang visioner dan mampu melihat masa
depan dengan jelas. Dapatkah Anda membayangkan keledai itu mengamati keadaan
negeri itu sehingga melihat keindahan, keuntungan, kemuliaan di masa depannya.
Semuanya itu membangkitkan semangat dalam dirinya untuk tetap setia sekalipun
menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Dan kita akan mendengar
orang-orang Indonesia berdoa “utuslah aku Tuhan” untuk memberitakan injil dan
melayani Tuhan di tempat yang sulit dan dikuasai oleh kegelapan.
Dengan kasih yang berkobar, para misionaris akan
memberitakan injil dan menyalakan api kebangunan rohani di wilayah-wilayah
gelap. Para pengajar akan mendidik umatNya menjadi murid-murid Kristus. Para
gembala akan membimbing umatNya untuk mengenal Tuhan dan menemukan tujuan
hidup. Para konselor bukan hanya memberikan bimbingan untuk solusi dari
masalahnya, tetapi membantu umatNya memahami proses Tuhan dalam kehidupan
jemaat secara pribadi. Para pendoa akan berdoa dengan tepat seperti yang ada di
hati Tuhan. Para nabi akan menyampaikan isi hati dan pikiran Tuhan yang murni.
Para rasul akan memimpin gereja-gerejaNya untuk masuk dalam kegerakan Tuhan.
Dan jemaat Tuhan dapat mengetahui rahasia kehendakNya dengan sangat jelas. Umat
Tuhan bukan hanya mengerti kehendak Tuhan, tetapi memahami masa depan yang
terbaik dari Tuhan.
Kuasa Tuhan dalam gereja-gerejaNya akan mengubah keadaan
ekonomi, politik dan membangkitkan para pemimpin yang visioner di berbagai
bidang. Hal ini ditandai dengan para pejabat pemerintah, tokoh-tokoh
masyarakat, lembaga negara, organisasi masyarakat dan masyarakat bersatu untuk
memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia, para pemimpin akan memuridkan
pemimpin yang baru yang berkualitas, memperjuangkan sistem pemerintahan yang
bebas dari korupsi, berkarya dan mendatangkan berbagai terobosan-terobosan baru
bahkan kebijakan pemerintahan Indonesia akan menyelamatkan banyak negara keluar
dari krisis dan mendamaikan perselisihan antara bangsa yang tidak perlu
terjadi.
Umat Tuhan yang visioner akan nyata ketika gereja Tuhan
bertumbuh dan semakin kuat dalam hal:
# Tekun dalam menguji, menyelidiki dan melakukan kehendak
Tuhan sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan rintangan;
# Mencari, menemukan dan hidup sesuai dengan tujuan hidup
dari Tuhan;
# Bapa-bapa rohani (para pembimbing rohani) yang takut akan
Tuhan memuridkan jiwa-jiwa menjadi murid Kristus dan jiwa-jiwa menyediakan diri
untuk belajar dan diajar akan jalan-jalan Tuhan yang sejati;
# Berbagai denominasi gereja bersatu, merendahkan diri dan
mencari kehendak Tuhan atas gereja, kota dan bangsa sampai gereja-gereja
bersama-sama melihat rencana Tuhan untuk Indonesia;
# Gereja-gereja dari berbagai denominasi bekerjasama membuat
berbagai gerakan-gerakan rohani untuk mempersiapkan diri dan masuk dalam
rencana Tuhan;
# Gereja-gereja akan melatih dan mengutus murid-muridNya
sesuai dengan kehendak Tuhan.
Inilah isi hatiNya bagi umatNya dan Indonesia. Bangsa yang
visioner dimulai dari gereja-gereja yang memiliki hubungan pribadi dengan
Tuhan, melihat tujuan Tuhan dan hidup didalamNya hingga membawa Indonesia
menggenapi rencana Tuhan. Semuanya pasti terjadi jika kita mau membayar
harganya.
Adakah kita rindu menggenapi takdir kita di dalam Tuhan?

No comments:
Post a Comment