Friday, 6 October 2017

6 Oktober 2017

BILLIONAIRE






I'M Loved (6) – Fellowship
Bagian terakhir dari seri pembahasan kita: I'M LOVED – Fellowship/Bersekutu/Berkomunitas Sel

Pernahkah kita mengalami kekecewaan saat kita melayani/memuridkan satu dengan yang lain? Pasti pernah ya. Pernahkah kita juga mengalami kemenangan/sukacita saat kita melihat jiwa-jiwa yang kita muridkan dalam komsel boleh semakin bertumbuh dan bahkan sudah terlibat lebih lagi dalam melayani pekerjaan Tuhan? Mengalami kemenangan-kemenangan saat kita berdoa bersama-sama dalam komsel? Apapun yang kita hadapi didalam berkomsel: suka/duka pasti akan mewarnainya. 1 hal yang harus kita pilih: TETAP melayani/TETAP memuridkan. Sebesar apapun tantangannya, percayalah arti bahwa kita mengasihi Tuhan (yang tidak kelihatan) adalah mengasihi sesama melalui jiwa-jiwa (yang kelihatan) sebagai aplikasi kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati segenap jiwa dan segenap akal budi kita. Matius 22:37, “Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Matius 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Amin. Apakah kita masih rela dan tulus melayani jiwa jiwa sekalupun mungkin kita sudah banyak mengalami dikecewakan disakiti dsbnya. TETAP mengasihi seperti DIA sudah mengasihi dan mengampuni kita terlebih dulu, amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 26-27
PB: Ibrani 8

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 6 Oktober 2017. MENJAGA TITIPAN TUHAN. Bacaan: Ayub 1:1-5. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka ... lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya, “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa....” Demikianlah dilakukan Ayub (Ayub 1:5). Sepanjang tahun 2011-2015, pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur di Indonesia menyumbang rata-rata 4.000 kecelakaan per tahun. Para orangtua mendapat kritik pedas karena mengizinkan anak-anak di bawah umur mengemudi kendaraan bermotor, karena tak peduli bahwa ketidakmatangan anak-anak itu membuat mereka rawan menjadi penyebab dan korban kecelakaan. Tentu, tak semua orangtua bersikap begitu. Tetapi, data itu menunjukkan bahwa di antara banyak bahaya yang mengintai anak-anak, tak sedikit yang bermula atau mendapatkan jalan justru dari keputusan orangtua. Tetapi, tengok sikap Ayub. Pesta anak-anak Ayub itu pesta keluarga. Di rumah. Dengan ayah seperti Ayub, pesta itu jauh dari hal buruk. Namun, pikir Ayub, “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa.” Maka, tiap kali pesta usai, Ayub mempersembahkan korban, menguduskan anak-anaknya. Alkitab mencatat, “Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” Apa yang kita lihat pada Ayub? Orangtua yang mengasihi anak-anak, yang sadar bahwa keselamatan anak-anak adalah tanggung jawabnya, yang karenanya selalu berjaga dan mengambil langkah yang perlu agar hanya hal-hal baik yang terjadi pada anak-anaknya. Sikap Ayub mengingatkan kita, orangtua, bahwa melindungi anak dari bahaya adalah kewajiban moral yang tak boleh ditawar. Mengapa? Karena anak kita adalah milik Tuhan, buah hati Tuhan, yang Tuhan titipkan kepada kita. Tuhan ingin agar kita dapat dipercaya. Maka, kita pun paham kita harus apa. MENJAGA ANAK-ANAK ADALAH KEWAJIBAN MORAL ORANGTUA. KEWAJIBAN MORAL AMAT PENTING YANG TAK BOLEH DITAWAR, APALAGI DIINGKARI. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 26-27 dan Ibrani 8.

WM Stars
CUMA SOAL SEPELE... Untuk memperingati ulang tahun pernikahan mereka, sepasang suami istri makan malam di sebuah restoran. Semua berjalan dengan lancar..., makanan enak..., suasana romantis..., mereka bicara tentang hal-hal menyenangkan dan bernostalgia... Ketika hendak membayar tagihan, sang istri terkejut melihat ada kesalahan sebesar Rp 10.000,-. Ia menanyakan hal itu dan mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari si pelayan restoran... Sang suami memilih untuk mengajak istrinya pulang saja, tidak usah diperdebatkan... Namun didalam mobil, sang istri tetap mengomel, termasuk kepada suaminya yang menurutnya tidak membelanya... Malam yang sedianya indah, mendadak berubah menjadi tegang... Saat itu suaminya berkata: Sadarkah bahwa kamu sudah MENUKAR SUKACITA dan keindahan malam ini hanya dengan 10 ribu rupiah saja... Berapa banyak kita sering bersikap demikian: Sukacita kita “tukar” dengan ucapan seseorang... Sepuluh tahun Persahabatan DIHAPUS hanya oleh sepuluh menit Perselisihan... Sepuluh tahun kerjasama yang baik HANCUR oleh masalah hutang sekian juta... Hubungan keluarga yang semula harmonis PUTUS oleh masalah rupiah... Banyak hal besar dan penting tanpa sadar kita tukar begitu saja dengan hal-hal yang nilainya sepele saja. Banyak orang yang hanya bisa menyesal saat perselisihan telah terjadi, hubungan menjadi rusak dan sukacita hilang... Saat kita marah, maka kita sudah menukar sukacita itu hanya dengan hal yang sepele saja... KEEP YOUR HEART! (Amsal 4:23) Have a Nice Day! God Bless You.

Bp. Peter – Worship Center Surabaya
INDONESIA ADALAH BANGSA YANG VISIONER. Oleh: Bpk. Didit I.
http://worshipcenterindonesia.blogspot.co.id/2017/09/indonesia-adalah-bangsa-yang-visioner.html

Salah satu faktor yang mempersatukan manusia adalah visi. Tanpa visi maka kekacauan akan terjadi (Amsal 29:18). Visi selalu membangkitkan semangat dan gairah hidup manusia bahkan membawa manusia mencapai karya-karya besar.
Dan ketika saya berdoa bagi Indonesia Tuhan menyampaikan bahwa “Indonesia sesungguhnya adalah bangsa yang visioner.” Seorang pemimpin yang visioner adalah orang yang mampu melihat masa depan, potensi dirinya serta orang lain yang kemudian bangkit dan menggerakkan orang-orang tersebut untuk bersama-sama memperjuangkan masa depan bersama yang lebih baik. Tuhan tunjukkan hal ini melalui sejarah Indonesia seperti Gajah Mada yang memiliki visi mempersatukan nusantara. Ir. Soekarno memiliki visi untuk melihat Indonesia merdeka dan berdikari. Mereka memiliki visi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan dengan penuh keberanian memperjuangkan visi tersebut. Inilah yang menggemparkan bangsa-bangsa lain saat melihat Indonesia kala itu. Bagaimana bangsa yang besar bersatu, tanpa persenjataan yang memadai bisa melawan penjajah yang memiliki angkatan perang dan persenjataan yang lebih maju. Jika ada satu orang visioner yang tulus, rendah hati, berhikmat dan berani memperjuangkan kepentingan bangsa maka bangsa ini akan bangkit dari keterpurukan dan mencengangkan bangsa-bangsa.

Kebalikan dari masa lalu Indonesia, kondisi Indonesia saat ini justru mengalami krisis kepemimpinan dimana banyak pemimpin berusaha menjadikan visi hanya sebagai pencitraan. Mereka membuat dan memanfaatkan visi untuk mendapatkan/mempertahankan kenyamanan hidup mereka sendiri. Sistem kepemimpinan digunakan untuk mengintimidasi, teror, dan diktatorisme. Mereka memanfaatkan segala sesuatu untuk mengaburkan hukum, prinsip-prinsip firman Tuhan, undang-undang, dan lain-lain. Mirisnya lagi, mereka tidak mau mendengarkan suara rakyat tetapi lebih mendengarkan egonya, tidak mau introspeksi, tidak mau jujur pada diri sendiri apalagi menguji segala sesuatu. Pikiran mereka hanya terfokus untuk mencari kesempatan mendapatkan kekayaan, jabatan dengan cara mencari-cari kesalahan orang-orang yang menghalangi rencana mereka demi mengamankan otoritas dan kenyamanan hidupnya. Hati mereka telah dikuasai oleh keserakahan dan iri hati. Dampaknya adalah LAHIR GENERASI TANPA VISI yang hanya tunduk kepada otoritas karena intimidasi dari para pemimpin yang egois.

Semua hal tersebut merupakan refleksi dari kepemimpinan rohani di Indonesia, sebab kondisi suatu bangsa adalah cermin dari kondisi umat Tuhan di dalamnya. Apa yang terjadi atas bangsa ini adalah buah-buah dari apa yang dikerjakan oleh umatNya khususnya para pemimpin rohani. Para pemimpin rohani yang egois menyalahgunakan otoritas dan ayat-ayat Firman Tuhan untuk menekan dan mengintimidasi seperti ‘jemaat harus tunduk kepada pemimpin’ dan bukan ‘jemaat harus menguji segala sesuatu dan tunduk kepada Kristus’, gereja dan doktrin golongan tertentu lebih benar daripada gereja dan doktrin lainnya. Mereka berusaha mendapatkan kekuasaan untuk mengendalikan orang lain demi memperoleh atau bahkan mempertahankan kenyamanan hidup di dunia. Inilah alasan mengapa gereja-gereja Tuhan tidak membawa dampak yang besar bagi Indonesia untuk menggenapi takdirnya (dalam rencana Tuhan), sebab gereja-gereja belum mengetahui dan menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya. Mereka hanya fokus pada kepentingannya sendiri. Tuhan rindu umatNya, gereja-gerejaNya menjadi orang-orang yang visioner, dimana mereka memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, bertumbuh secara rohani, dan mencapai tujuan-tujuan Tuhan. Tuhan sampaikan bahwa jika gereja-gereja menjadi visioner maka akan membawa umat Tuhan naik dalam tingkat-tingkat kedewasaan rohani hingga melihat rahasia kehendakNya atas Indonesia dan bangsa-bangsa. Sebab melalui umatNya Tuhan hendak membawa Indonesia menggenapi takdirnya.

Takdir Tuhan atas gereja-gerejaNya dan Indonesia
Di pertengahan tahun 2017 saat berdoa untuk Indonesia Tuhan menyingkapan masa depan Indonesia. Tuhan mengumpamakan umat Tuhan di Indonesia seperti teropong bintang yang besar. Permukaan teropong terdapat ukiran bunga saffron dan tanaman dudaim yang berbuah lebat. Bunga Safron bermanfaat untuk obat herbal, bahan pewarna, minyak wangi dan bahan makanan mahal di dunia. Buah dudaim bermanfaat untuk membangkitkan gairah. Semuanya berlapis emas murni. Anda tidak akan ingin mengalihkan perhatian dari teropong bintang tersebut karena keindahan dan keunikannya menyimpan maksud dan tujuan Tuhan untuk Indonesia demikianlah Tuhan memandang Indonesia sebagai bangsa yang sangat berarti di hatiNya. Hal ini membuat hati saya bersukacita sebab suatu kali Tuhan akan mengubah Indonesia sebagai salah satu bangsa yang visioner. Hati saya bersukacita dan heran melihat penglihatan tersebut. Mengapa Tuhan memilih teropong bintang untuk menggambarkan Indonesia? Bukankah ada banyak jenis teropong dan fungsinya? Teropong bintang merupakan alat bantu untuk melihat benda-benda di langit bukan di bumi. Teropong bintang memiliki kemampuan khusus untuk melihat benda-benda yang sangat jauh. Bentuknya yang unik dan mahal membuat Anda terus tertarik untuk mengamati ukiran dan fungsinya. Bangsa Indonesia yang visioner yang dimaksud Tuhan adalah:
# Teropong bintang menggambarkan prinsip-prinsip, pengajaran, artikel, pewahyuan kebijakan dan hikmat yang menyingkapkan maksud dan tujuan Tuhan di masa depan dengan sangat jelas dan detail. Indonesia akan dimampukan untuk mengetahui kehendak Tuhan melalui penyelidikan ayat-ayat di Alkitab, mengamati dan belajar dari berbagai peristiwa-peristiwa, masalah, keadaan alam dan mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan sehingga dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
# Bunga Safron menggambarkan hasil-hasil pemikiran, prinsip-prinsip, pengajaran, artikel, pewahyuan kebijakan dan hikmat yang sangat bermanfaat dan hampir tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain karena memiliki ketepatan dalam melihat rencana Tuhan di masa depan. Di tengah krisis yang melanda bangsa-bangsa, Tuhan akan memakai Indonesia seperti Yusuf yang dapat mengetahui maksud Tuhan pada masa akan datang dan memiliki hikmat untuk menghadapinya. Bahkan pemikiran-pemikiran tersebut akan membawa bangsa-bangsa lain untuk memahami maksud dan tujuan Tuhan dan menjadi solusi bagi bangsa-bangsa dalam menghadapi krisis.
# Tanaman dudaim menggambarkan hasil-hasil pemikiran prinsip-prinsip, pengajaran, artikel, pewahyuan kebijakan dan hikmat rohani yang akan membangkitkan semangat/gairah dan cinta yang besar akan Tuhan. Orang-orang akan diingatkan akan cintanya mula-mula kepada Tuhan, sehingga mereka menyerahkan diri untuk hidup sepenuhnya dalam tujuan Tuhan.
# Emas menggambarkan nilai-nilai visi Tuhan yang tinggi dan murni serta teruji oleh waktu (tergenapi) karena menyingkapkan rahasia-rahasia kehendakNya yang sangat mendalam dan besar di masa depan.

Tuhan memanggil umatNya di Indonesia untuk melihat masa depan secara jelas, detail sehingga membangkitkan kasih mula-mula/gairah yang besar akan Tuhan dan mengadakan terobosan-terobosan rohani yang besar serta berdampak di alam nyata. Inilah pemikiran gereja-gereja yang visioner. Gereja-gereja yang tahu tujuan Tuhan, tahu langkah-langkah yang harus dilakukan sesuai pimpinan Roh Kudus dan setiap langkahnya mendatangkan terobosan demi terobosan rohani dan jasmani.

Tuhan mengingatkan saya akan keledai Isakhar dalam kejadian 49:15 yang menyatakan, “Ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri itu permai………” Tuhan memanggil orang-orang Indonesia mengerti dengan jelas, detail terkait tujuannya. Inilah bangsa yang visioner dan mampu melihat masa depan dengan jelas. Dapatkah Anda membayangkan keledai itu mengamati keadaan negeri itu sehingga melihat keindahan, keuntungan, kemuliaan di masa depannya. Semuanya itu membangkitkan semangat dalam dirinya untuk tetap setia sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Dan kita akan mendengar orang-orang Indonesia berdoa “utuslah aku Tuhan” untuk memberitakan injil dan melayani Tuhan di tempat yang sulit dan dikuasai oleh kegelapan.

Dengan kasih yang berkobar, para misionaris akan memberitakan injil dan menyalakan api kebangunan rohani di wilayah-wilayah gelap. Para pengajar akan mendidik umatNya menjadi murid-murid Kristus. Para gembala akan membimbing umatNya untuk mengenal Tuhan dan menemukan tujuan hidup. Para konselor bukan hanya memberikan bimbingan untuk solusi dari masalahnya, tetapi membantu umatNya memahami proses Tuhan dalam kehidupan jemaat secara pribadi. Para pendoa akan berdoa dengan tepat seperti yang ada di hati Tuhan. Para nabi akan menyampaikan isi hati dan pikiran Tuhan yang murni. Para rasul akan memimpin gereja-gerejaNya untuk masuk dalam kegerakan Tuhan. Dan jemaat Tuhan dapat mengetahui rahasia kehendakNya dengan sangat jelas. Umat Tuhan bukan hanya mengerti kehendak Tuhan, tetapi memahami masa depan yang terbaik dari Tuhan.

Kuasa Tuhan dalam gereja-gerejaNya akan mengubah keadaan ekonomi, politik dan membangkitkan para pemimpin yang visioner di berbagai bidang. Hal ini ditandai dengan para pejabat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, lembaga negara, organisasi masyarakat dan masyarakat bersatu untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia, para pemimpin akan memuridkan pemimpin yang baru yang berkualitas, memperjuangkan sistem pemerintahan yang bebas dari korupsi, berkarya dan mendatangkan berbagai terobosan-terobosan baru bahkan kebijakan pemerintahan Indonesia akan menyelamatkan banyak negara keluar dari krisis dan mendamaikan perselisihan antara bangsa yang tidak perlu terjadi.

Umat Tuhan yang visioner akan nyata ketika gereja Tuhan bertumbuh dan semakin kuat dalam hal:
# Tekun dalam menguji, menyelidiki dan melakukan kehendak Tuhan sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan rintangan;
# Mencari, menemukan dan hidup sesuai dengan tujuan hidup dari Tuhan;
# Bapa-bapa rohani (para pembimbing rohani) yang takut akan Tuhan memuridkan jiwa-jiwa menjadi murid Kristus dan jiwa-jiwa menyediakan diri untuk belajar dan diajar akan jalan-jalan Tuhan yang sejati;
# Berbagai denominasi gereja bersatu, merendahkan diri dan mencari kehendak Tuhan atas gereja, kota dan bangsa sampai gereja-gereja bersama-sama melihat rencana Tuhan untuk Indonesia;
# Gereja-gereja dari berbagai denominasi bekerjasama membuat berbagai gerakan-gerakan rohani untuk mempersiapkan diri dan masuk dalam rencana Tuhan;
# Gereja-gereja akan melatih dan mengutus murid-muridNya sesuai dengan kehendak Tuhan.

Inilah isi hatiNya bagi umatNya dan Indonesia. Bangsa yang visioner dimulai dari gereja-gereja yang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, melihat tujuan Tuhan dan hidup didalamNya hingga membawa Indonesia menggenapi rencana Tuhan. Semuanya pasti terjadi jika kita mau membayar harganya.

Adakah kita rindu menggenapi takdir kita di dalam Tuhan?

No comments:

Post a Comment