BILLIONAIRE
I'M Loved (5) – Fellowship
Bagian terakhir dari seri pembahasan
kita: I'M LOVED – Fellowship/Bersekutu/Berkomunitas Sel
Apa sih pengalamanmu berkomunitas? Bagi saya yang sudah
berkomunitas selama 15 tahun (sejak dimulainya Cell Group ini dari
gereja lokal 2002-2017) sampai dengan hari ini: tidak pernah bisa dibayangkan
bila saya tidak pernah mencoba untuk memulai ambil langakah untuk bergabung
dengan komsel. Mungkin akan ada banyak kekacauan dalam hidup saya, banyak
kekhawatiran, banyak kesalahpahaman dengan sesama, dll. Terpujilah nama Tuhan,
di komunitas saya bertumbuh menjadi pribadi yang tidak saja lebih baik, saya
dapatkan nilai-nilai yang berharga, jadi mengerti arti melayani, arti berbargi,
arti mengasihi dll. Saya bertumbuh dari hal-hal yang paling kecil seperti
belajar berdoa, belajar memimpin pujian, belajar membagikan Firman Tuhan. Di
Komsel inilah Sekolah Kehidupan/Praktek/Aplikasi dari setiap minggu kita
mendengarkan khotbah di gereja! Mari bagi yang belum berkomunitas, belum
terlambat. Mulailah dari sekarang, tidak hanya Karakter kita yang bertumbuh
tetapi hidup spritual kita semakin tangguh dalam DIA. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 23-25
PB: Ibrani 7
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 5 Oktober 2017. SAKSI ATAU KESAKSIAN?
Bacaan: Yohanes 4:39-42. “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang
kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu bahwa Dialah
benar-benar Juruselamat dunia” (Yohanes 4:42). Membaca kesaksian perempuan
Samaria dan dampaknya pada penduduk kota itu, ada sisi yang menggelitik.
Orang-orang itu tidak puas hanya mendengarkan kesaksian si perempuan. Mereka datang
menemui Yesus sendiri. Mereka meminta Yesus mengajar mereka secara lebih
mendalam. Yesus menyanggupi permintaan mereka. Pada akhirnya, mereka berkata
pada perempuan itu, “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang
kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah
benar-benar Juruselamat dunia.” Sikap yang bagus dalam merespons kesaksian
iman. Namun, sikap ini rasanya sekarang kurang terlihat. Orang tidak jarang
meninggikan orang yang bersaksi. Terlebih jika saksi itu orang hebat. Ia
diundang ke berbagai gereja. Umat terkesan oleh kesaksiannya. Umat mengagumi si
orang hebat itu. Namun, sejatinya berapa banyak orang yang terdorong untuk
semakin mengenal Yesus melalui kesaksiannya? Kesaksian seperti papan penunjuk:
mengarahkan kita untuk bertemu dengan Yesus. Kita tidak berhenti dan berkumpul
di sekitar papan penunjuk, melainkan terus berjalan untuk bertemu dengan Yesus.
Memang, berbeda dari penduduk Samaria, kita tidak dapat menemui Yesus secara
langsung. Namun, lebih dari penduduk Samaria, sekarang Yesus berdiam di dalam
hati orang percaya. Nah, setelah mendengarkan kesaksian, apakah kita semakin
mengasihi Yesus? Semakin termotivasi untuk menuruti perintah-Nya dalam
keseharian kita? Semakin tergerak untuk menyatakan kasih-Nya kepada sesama?
KESAKSIAN IMAN KITA BUKAN UNTUK MENINGGIKAN DIRI, MELAINKAN UNTUK MENDORONG
ORANG SEMAKIN MENGASIHI YESUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 23-25 dan Ibrani 7.

No comments:
Post a Comment