Thursday, 5 October 2017

5 Oktober 2017

BILLIONAIRE






I'M Loved (5) – Fellowship
Bagian terakhir dari seri pembahasan kita: I'M LOVED – Fellowship/Bersekutu/Berkomunitas Sel

Apa sih pengalamanmu berkomunitas? Bagi saya yang sudah berkomunitas selama 15 tahun (sejak dimulainya Cell Group ini dari gereja lokal 2002-2017) sampai dengan hari ini: tidak pernah bisa dibayangkan bila saya tidak pernah mencoba untuk memulai ambil langakah untuk bergabung dengan komsel. Mungkin akan ada banyak kekacauan dalam hidup saya, banyak kekhawatiran, banyak kesalahpahaman dengan sesama, dll. Terpujilah nama Tuhan, di komunitas saya bertumbuh menjadi pribadi yang tidak saja lebih baik, saya dapatkan nilai-nilai yang berharga, jadi mengerti arti melayani, arti berbargi, arti mengasihi dll. Saya bertumbuh dari hal-hal yang paling kecil seperti belajar berdoa, belajar memimpin pujian, belajar membagikan Firman Tuhan. Di Komsel inilah Sekolah Kehidupan/Praktek/Aplikasi dari setiap minggu kita mendengarkan khotbah di gereja! Mari bagi yang belum berkomunitas, belum terlambat. Mulailah dari sekarang, tidak hanya Karakter kita yang bertumbuh tetapi hidup spritual kita semakin tangguh dalam DIA. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 23-25
PB: Ibrani 7

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 5 Oktober 2017. SAKSI ATAU KESAKSIAN? Bacaan: Yohanes 4:39-42. “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia” (Yohanes 4:42). Membaca kesaksian perempuan Samaria dan dampaknya pada penduduk kota itu, ada sisi yang menggelitik. Orang-orang itu tidak puas hanya mendengarkan kesaksian si perempuan. Mereka datang menemui Yesus sendiri. Mereka meminta Yesus mengajar mereka secara lebih mendalam. Yesus menyanggupi permintaan mereka. Pada akhirnya, mereka berkata pada perempuan itu, “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.” Sikap yang bagus dalam merespons kesaksian iman. Namun, sikap ini rasanya sekarang kurang terlihat. Orang tidak jarang meninggikan orang yang bersaksi. Terlebih jika saksi itu orang hebat. Ia diundang ke berbagai gereja. Umat terkesan oleh kesaksiannya. Umat mengagumi si orang hebat itu. Namun, sejatinya berapa banyak orang yang terdorong untuk semakin mengenal Yesus melalui kesaksiannya? Kesaksian seperti papan penunjuk: mengarahkan kita untuk bertemu dengan Yesus. Kita tidak berhenti dan berkumpul di sekitar papan penunjuk, melainkan terus berjalan untuk bertemu dengan Yesus. Memang, berbeda dari penduduk Samaria, kita tidak dapat menemui Yesus secara langsung. Namun, lebih dari penduduk Samaria, sekarang Yesus berdiam di dalam hati orang percaya. Nah, setelah mendengarkan kesaksian, apakah kita semakin mengasihi Yesus? Semakin termotivasi untuk menuruti perintah-Nya dalam keseharian kita? Semakin tergerak untuk menyatakan kasih-Nya kepada sesama? KESAKSIAN IMAN KITA BUKAN UNTUK MENINGGIKAN DIRI, MELAINKAN UNTUK MENDORONG ORANG SEMAKIN MENGASIHI YESUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 23-25 dan Ibrani 7.

No comments:

Post a Comment