BILLIONAIRE
Billionaire (11)
Markus 12:43-44, “43Maka dipanggil-Nya
murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan
uang ke dalam peti persembahan. 44Sebab mereka semua memberi dari
kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada
padanya, yaitu seluruh nafkahnya.’”
Kisah dari pemberian seorang janda memang berfokus pada
uang. Tetapi apapun pemberian kita dapat menjadi ungkapan ketaatan dan
penyembahan kita kepadaNya. Janda itu menghormati Allah dengan memberi
persembahan yang tulus, penuh pengorbanan dari apapun yang dia punya. Ketika
kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan,apa motivasi kita? Apakah dengan
pamrih supaya Tuhan memberkati kita lebih? Atau Persembahan kita persembahan
yang penuh pengorbanan (karena sudah tidak ada lagi yang dimiliki)? Terima
kasih Tuhan, beri kami hatiMu untuk bisa memberikan persembahan yang terbaik
dengan motivasi yang benar bahwa kami mengasihiMu, amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 53-55
PB: Yakobus 5
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 18 Oktober 2017. KOPI DAN GULA. Bacaan:
Lukas 17:7-10. “Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala
sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami hamba-hamba yang
tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan” (Lukas 17:10).
Jika kopi terlalu pahit, gula disalahkan karena terlalu sedikit. Jika kopi
terlalu manis, gula juga disalahkan karena terlalu banyak. Jika takaran kopi
dan gula seimbang, orang memuji: kopinya mantap. Namun, bila berhubungan dengan
penyakit, barulah disebut penyakit gula. Nasib gula mirip dengan keadaan
seorang hamba. Hamba melakukan tugasnya tanpa popularitas, pujian, penghargaan
(ay. 7-8), dan ucapan terima kasih (ay. 9). Pelayanannya tidak diperhitungkan
sebagai jasa (ay. 10). Seorang budak atau hamba adalah orang yang telah dibeli.
Ia menjadi milik tuannya. Rasul Paulus mengatakan bahwa kita telah dibeli dan
harganya telah lunas dibayar (1Kor. 6:20, 7:23). Berarti kita adalah milik
Tuhan, hamba Tuhan. Dalam konteks pelayanan, kita menempatkan diri sebagai
hamba. Kita menjalankan pelayanan dengan bersyukur bahwa kita dilayakkan dan
diberi kehormatan untuk mengabdi kepada Tuhan. Kita melakukan segala sesuatu
bukan untuk manusia, melainkan untuk Tuhan. Sebagai hamba Tuhan, kita tidak
perlu marah dan kecewa bila tidak ada orang yang mengingat nama kita, tidak ada
orang yang memperhitungkan dan menghargai pelayanan kita. Sebaliknya, orang
bisa jadi malah menyalahkan pelayanan dan pengorbanan yang sudah kita lakukan.
Bukan berarti kita membiarkan diri ditindas atau diperlakukan tidak adil,
melainkan-seperti teladan Yesus-kita rela melepaskan hak dan kepentingan
pribadi demi menaati kehendak Tuhan dan mendatangkan kesejahteraan bagi sesama.
KITA MELAYANI BUKAN UNTUK MENDAPATKAN PENGHARGAAN DARI MANUSIA, MELAINKAN
SEBAGAI UNGKAPAN RASA SYUKUR ATAS ANUGERAH TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 53-55 dan Yakobus 5.

No comments:
Post a Comment