Monday, 23 October 2017

23 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionaire (16)
Matius 6:24-34
Ayat 24: “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Uang memang penting dan uang memang bukan segalanya tetapi banyak hal dalam hidup ini butuh uang sehingga cara kita mengatur keuangan kita, menentukan hidup kita. Dan uang tidak boleh mengendalikan proses kita dalam mengambil keputusan. Dalam masa-masa sulit sekalipun setiap keputusan kita penting merupakan kesempatan untuk menumbuhkan iman kita kepadaNya. Dalam khotbahnya di bukit Tuhan mengajar kita untuk tidak memohon kekayaan yang berlimpah ruah melainkan yang secukupnya (Mat 6:11) bahkan DIA mengingatkan kita: Apa yang Tuhan ingin kan dari kita? Ayat 33: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Amin. Sudahkah kita mengutamakan DIA?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 1-2
PB: 1 Petrus 5

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 23 Oktober 2017. TERAPI KEJUT. Bacaan: Ester 4:6-17. “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput ... Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu” (Ester 4:13-14). Sikap penakut dan serba bergantung yang terus bercokol sungguh tidak sehat. Pada anak-anak masih wajar. Namun, pada orang dewasa jelas tidak. Seorang dewasa yang masih dikuasai oleh sikap tersebut perlu diberi tantangan agar berubah, yaitu menjadi berani dan mandiri. Jika bukan karena tantangan yang menggugah, seseorang tidak bakal berubah. Orang seperti itu memerlukan semacam terapi kejut. Penakut dan bergantung. Begitulah sosok Ester sebelum kejadian di pasal 4 ini. Takut salah. Takut gagal. Bergantung pada perasaan. Bergantung pada dukungan keadaan. Padahal, kalau banyak bergantung, akhirnya orang tidak melakukan sesuatu apa pun. Orang seperti ini tidak bergerak ke mana-mana dan tidak memberikan pengaruh apa-apa. Pilihannya hanya “berdiam diri saja” (ay. 14). Ibarat ulat yang hanya berkutat menggeliat di dalam rumah kepompongnya. Syukurlah, oleh perkataan Mordekhai yang tajam menantang dan menggugah, Ester kemudian berubah (ay. 16). Bangsa Yahudi pun terluput dari pembantaian. Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita menjadi alamat bagi sikap atau kata-kata yang keras dan tajam serba menusuk. Bisa datang dari siapa saja. Meski mengejutkan, bahkan menyakitkan, tetapi sebenarnya kita memerlukannya. Siapa tahu, mungkin kita sedang terlelap dalam kemalasan, ketakutan, kepasifan, atau ketidakpedulian. Jadi, harus ada “teriakan” yang membangunkan kita. Suatu kejutan, tetapi membawa kebaikan dan perbaikan. TUHAN TIDAK SEGAN MEMBERIKAN TEGURAN YANG KERAS JIKA HAL ITU DAPAT MENGUBAHKAN KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 1-2 dan 1 Petrus 5.

Xavier Quentin Pranata
“Saat hidup berada di paling bawah, kita justru butuh pertolongan dari tempat yang paling atas.” Xavier Quentin Pranata.

GNCC
Seringkali sesuatu yang tidak baik terjadi di dalam hidup kita bukan karena Tuhan tapi karena CARA HIDUP kita yang salah. #gncc #maturity

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Kel. 3:14
Doa baca: Kel. 3:14
Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Yesus ialah nama pemberian Allah, sedangkan Imanuel ialah nama panggilan oleh manusia. Malaikat Gabriel memberi tahu Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki dan menamai Dia Yesus (Luk. 1:31). Kemudian Malaikat Tuhan menampakkan kepada Yusuf dan memberi tahu dia untuk menamai Anak itu Yesus (Mat. 1:21, 25). Jadi, Yesus ialah nama pemberian Allah.
Nama Yesus meliputi nama Yehova. Dalam bahasa Ibrani, nama “Allah” berarti Yang Perkasa, Allah Mahakuasa; dan nama Yehova berarti Aku adalah — Aku adalah Aku adalah (Kel. 3:14 Tl.). Arti Yehova yang benar ialah bahwa Aku adalah Aku adalah, Sang unik dalam waktu sekarang, dalam waktu lampau, dan dalam waktu yang akan datang serta dalam kekekalan selama-lamanya. Inilah nama Yehova. Dari kekekalan lampau sampai pada kekekalan kelak, adalah Aku ini. Karena itu Tuhan Yesus dapat mengatakan tentang diri-Nya, “Sebelum Abraham ada, Aku telah ada” (Yoh. 8:58). Kita harus menyadari bahwa Yesus ialah Aku adalah yang agung itu dan percaya bahwa Dia ialah Aku adalah yang agung itu.
Unsur pertama yang termasuk dalam nama Yesus adalah Yehova. Kedua ialah Penyelamat. Yesus adalah Yehova Juruselamat, Sang Penyelamat yang menyelamatkan kita dari semua perkara negatif dan dosa-dosa kita, dari neraka, dari hukuman Allah, dan dari penghukuman kekal. Dia adalah Penyelamat. Dia menyelamatkan kita dari penghukuman Allah dan dari segala perkara yang kita benci. Kalau kita benci akan temperamen kita, Ia akan menyelamatkan kita dari temperamen kita. Ia menyelamatkan kita dari kekuasaan jahat setan, dari semua dosa yang merepotkan kita dalam kehidupan kita setiap hari, dan dari setiap belenggu serta kebiasaan jelek kita. Haleluya! Dialah Juruselamat.
Nama Yesus mengatasi segala nama (Flp. 2:9-10). Tidak ada nama yang setinggi dan seunggul nama Yesus. Tidak peduli Anda membenci Yesus atau mencintai-Nya, Anda bagi Dia atau melawan Dia, Anda harus tahu bahwa nama Yesus ialah nama istimewa. Sejarah memberi tahu kita bahwa selama dua ribu tahun yang lampau, setiap orang telah mengenal bahwa nama-Nya adalah nama yang tertinggi, nama yang luar biasa.
Pertama, nama Yesus adalah agar kita percaya ke dalam-Nya (Yoh. 1:12 Tl.). Kita semua harus percaya ke dalam nama Yesus. Ketika kita memberitakan Injil, kita harus membantu orang tidak hanya berdoa, tetapi juga memproklamirkan kepada seluruh alam semesta bahwa mereka percaya ke dalam nama Yesus. Ketika seorang dosa mau percaya Yesus, haruslah ia memproklamirkan, “Hari ini aku percaya ke dalam nama Yesus!”
Bagi kita, nama Yesus adalah yang olehnya kita diselamatkan (Kis. 4:12). Nama Yesus justru diberikan kepada kita agar kita dapat diselamatkan. Nama Yesus ialah nama yang menyelamatkan.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 6.

No comments:

Post a Comment