BILLIONAIRE
Billionaire (12)
Lukas 16:10-14, “10Barangsiapa setia dalam
perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan
barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam
perkara-perkara besar. 11Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal
Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang
sesungguhnya? 12Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain,
siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 13Seorang
hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan
membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang
seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada
Allah dan kepada Mamon. 14Semuanya itu didengar oleh orang-orang
Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.”
Bendahara yang tidak jujur itu bukanlah contoh yang patut
ditiru. Kita bisa belajar menjadi bendahara yang baik (ayat 10-12). Mamon/uang
tidak pernah boleh menggantikan posisi Tuhan. Tuhan jadikan kami hambaMu yang
cerdik sekaligus setia dalam mengelola keuangan kami. Jadikan kami setia dalam
perkara kecil karena kami tahu Kesetiaan dalam hal/perkara kecil yang adalah
perkara yang besar. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 56-58
PB: 1 Petrus 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 19 Oktober 2017. KETIKA SEMUA BERANTAKAN.
Bacaan: Habakuk 1:2-4. Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak
Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?
(Habakuk 1:2). Penggalan lirik lagu Bimbo berbunyi, “Aku jauh, Engkau jauh. Aku
dekat, Engkau dekat.” Atau, lirik lagu yang dipopulerkan Nikita, “Dia hanya
sejauh doa.” Para lirikus, juga filsuf, tampaknya sering digelisahkan oleh
kehadiran Tuhan. Kapankah kehadiran Tuhan menjadi persoalan bagi manusia?
Ketika Dia terasa begitu jauh. Lalu, kapankah Dia terasa begitu jauh? Ketika
semua hal dalam hidup kita berantakan. Nabi Habakuk menyaksikan hal-hal yang
membuatnya putus asa ketika bangsa Yehuda berubah setia kepada Tuhan. Habakuk
sudah berseru kepada Tuhan lewat doa-doanya agar Tuhan bertindak mengganjar
kelaliman bangsa itu, tapi Tuhan sepertinya terdiam; walaupun pada akhirnya
Tuhan bertindak menghukum bangsa Yehuda dengan penyerbuan orang Kasdim (lih.
Hab. 1:5-11). Tindakan Tuhan membuat Habakuk resah, dan lewat ilham Roh Kudus,
muncullah kata-katanya yang terus bergema sepanjang sejarah: “orang yang benar
itu akan hidup oleh percayanya” (Hab. 2:4)-orang benar akan hidup oleh iman. Di
bagian akhir kitab Habakuk kita bisa membaca, ia menemukan alasan untuk tetap
bersyukur (bdk. Hab. 3:17-18) meskipun segala sesuatu yang ia doakan tak lekas
dijawab Tuhan. Ia setia menunggu, meyakini bahwa Tuhan tak pernah diam untuk
segala ketidakadilan yang disaksikannya. Sangat mudah kehilangan kepercayaan
ketika harapan dan impian kita tak segera mewujud nyata. Namun, iman sejati
mewujud dalam hati yang bersukacita, menanti, dan percaya, bahwa rencana dan
tindakan Tuhan selalu mendatangkan kebaikan. KEBENARAN LAHIR DARI SERANGKAIAN
UJIAN; DAN KALAU KEBENARAN DITENTUKAN DARI IMAN, MAKA IMAN ITU PUN HARUS DIUJI.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 56-58 dan
1 Petrus 1.

No comments:
Post a Comment