Thursday, 19 October 2017

19 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionaire (12)
Lukas 16:10-14, 10Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 13Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. 14Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.”

Bendahara yang tidak jujur itu bukanlah contoh yang patut ditiru. Kita bisa belajar menjadi bendahara yang baik (ayat 10-12). Mamon/uang tidak pernah boleh menggantikan posisi Tuhan. Tuhan jadikan kami hambaMu yang cerdik sekaligus setia dalam mengelola keuangan kami. Jadikan kami setia dalam perkara kecil karena kami tahu Kesetiaan dalam hal/perkara kecil yang adalah perkara yang besar. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 56-58
PB: 1 Petrus 1

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 19 Oktober 2017. KETIKA SEMUA BERANTAKAN. Bacaan: Habakuk 1:2-4. Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong? (Habakuk 1:2). Penggalan lirik lagu Bimbo berbunyi, “Aku jauh, Engkau jauh. Aku dekat, Engkau dekat.” Atau, lirik lagu yang dipopulerkan Nikita, “Dia hanya sejauh doa.” Para lirikus, juga filsuf, tampaknya sering digelisahkan oleh kehadiran Tuhan. Kapankah kehadiran Tuhan menjadi persoalan bagi manusia? Ketika Dia terasa begitu jauh. Lalu, kapankah Dia terasa begitu jauh? Ketika semua hal dalam hidup kita berantakan. Nabi Habakuk menyaksikan hal-hal yang membuatnya putus asa ketika bangsa Yehuda berubah setia kepada Tuhan. Habakuk sudah berseru kepada Tuhan lewat doa-doanya agar Tuhan bertindak mengganjar kelaliman bangsa itu, tapi Tuhan sepertinya terdiam; walaupun pada akhirnya Tuhan bertindak menghukum bangsa Yehuda dengan penyerbuan orang Kasdim (lih. Hab. 1:5-11). Tindakan Tuhan membuat Habakuk resah, dan lewat ilham Roh Kudus, muncullah kata-katanya yang terus bergema sepanjang sejarah: “orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (Hab. 2:4)-orang benar akan hidup oleh iman. Di bagian akhir kitab Habakuk kita bisa membaca, ia menemukan alasan untuk tetap bersyukur (bdk. Hab. 3:17-18) meskipun segala sesuatu yang ia doakan tak lekas dijawab Tuhan. Ia setia menunggu, meyakini bahwa Tuhan tak pernah diam untuk segala ketidakadilan yang disaksikannya. Sangat mudah kehilangan kepercayaan ketika harapan dan impian kita tak segera mewujud nyata. Namun, iman sejati mewujud dalam hati yang bersukacita, menanti, dan percaya, bahwa rencana dan tindakan Tuhan selalu mendatangkan kebaikan. KEBENARAN LAHIR DARI SERANGKAIAN UJIAN; DAN KALAU KEBENARAN DITENTUKAN DARI IMAN, MAKA IMAN ITU PUN HARUS DIUJI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 56-58 dan 1 Petrus 1.

No comments:

Post a Comment