BILLIONAIRE
2 Korintus 9:7, “Hendaklah masing-masing memberikan
menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab
Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Orang yang suka memberi pasti akan diberi. Amsal 11:25, “Siapa
banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan
diberi minum.” Amin. Tuhan sangat mengasihi orang yang memberi dengan
sukacita, memberi seharusnya bukan didasarkan oleh perasaan bersalah atau
tepaksa. Saat kita memberi dengan murah hati dan sukacita maka yang akan kita
rasakan adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima! Tuhan terima kasih
Engkau teladan dalam hal memberi bagi kami. Ampuni kami kalau seringkali kami
tidak peka dengan semua hal yang Engkau nyatakan bagi kami. Tunjukkan kepada
kami apa yang dapat kami lakukan saat kami memberi! Biarlah saat kami memberi,
kami memberi dengan sukacita dan rela. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 15-17
PB: Yohanes 1:29-51
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
WM Stars
SUDAH DIBAYAR DENGAN SEGELAS SUSU. Galatia 6:9-10, “9Janganlah
kita jemu-jemu berbuat baik,karena apabila sudah datang waktunya, kita akan
menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10Karena itu, selama masih
ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang.”
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari
menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya
tersisa beberapa sen uangnya & dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut
memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu
kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu
tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita
tersebut melihat & berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh
karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan
lambat & kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar
susu ini?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun. Ibu kami
mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu
menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya & berkata: “Dari
dalam hatiku aku berterima kasih pada Anda.” Setelah sekian tahun kemudian,
wanita tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu
sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar,
dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Horward Kelly (Johns Hopkins University) dipanggil untuk melakukan
pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut,
terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit
& bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.
Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali
wanita tersebut. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi & memutuskan untuk
melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu,
ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui
perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.... Wanita itu sembuh!!
Dr. Kelly meminta bagian keuangan RS untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya
pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya & menuliskan
sesuatu pada pojok atas lembar tagihan & kemudian mengirimkannya ke kamar
pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa
ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur
hidupnya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut & ada
sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia
membaca tulisan yang berbunyi: “Telah dibayar lunas dengan segelas besar
susu!!” tertanda, Dr Horward Kelly. Air mata kebahagiaan kehilangan membanjiri
matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh
bumi melalui hati & tangan manusia.” Saudaraku... Jangan pernah kita
menahan diri untuk memberi lebih atas orang yang butuh pertolongan darimu.
Janganlah kita berdiam diri melihat orang lain kesusahan. Pertolongan kita
dengan tulus iklhas tanpa adanya pamrih. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment