Saturday, 14 October 2017

14 Oktober 2017

BILLIONAIRE






Billionare (7)
Belajar TAAT dalam Persembahan Perpuluhan

Perpuluhan jelas dicatat dalam alkitab, bukan karena Tuhan kekurangan sesuatu dan butuh persembahan kita. Tuhan itu Pemilik segala sesuatu, Pencipta dunia dan segala isinya. 2 Kor 9:7, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Tuhan ingin melihat hati kita seberapa TAAT kita kepadaNya? Belajar TAAT melalui persembahan perpuluhan membuat hidup kita bisa bersyukur, bahwa Tuhan-lah Sang Pemberi berkat, sudah sepatutnya kita mengutamakan DIA dengan belajar TAAT dan setia untuk mengembalikan 1/10 dari semua penghasilan kita. Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai DIA dan mengandalkan DIA. Kiranya Persembahan kita mengalir dari hati yang tulus, percaya serta mentaati firmanNya dengan sukacita. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 43-44
PB: Yakobus 1

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Xavier Quentin Pranata
'Awali hari dengan mengucap syukur kepada Sang Pencipta hari.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 14 Oktober 2017. HATI YANG LURUS. Bacaan: Kolose 3:5-10. Karena itu, matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala (Kolose 3:5). Kayu jati terkenal berkualitas unggul. Sebagai bahan bangunan atau mebel, jati memiliki karakter dan kriteria ideal. Wajarlah jika harganya dibanderol relatih lebih mahal daripada kayu jenis lain. Untuk menghasilkan kayu jati yang berkualitas, selain melakukan pemupukan dan penyiangan, petani jati harus melakukan pemangkasan ranting secara rutin supaya batang utama tumbuh lurus ke atas. Kriteria ideal murid Kristus adalah menjalani hidup menurut teladan Sang Guru, mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup, fokus pada kehendak Bapa. Kita tidak akan dapat “bertumbuh lurus ke atas” selama hati masih bercabang pada perkara duniawi: memberikan kesetiaan setara atau lebih besar kepada manusia, lembaga, tradisi, atau kesenangan duniawi. Keinginan duniawi ini mesti dipangkas. Bukan berarti kita harus beralih profesi menjadi rohaniwan. Pengusaha, pengacara, guru, polisi, pedagang, petani, dokter, buruh, dan tukang becak pun dapat dipakai Tuhan untuk mendatangkan berkat dan damai sejahtera. Namun, manusia lama yang menjadikan pekerjaan sebagai sarana untuk memperoleh kekayaan, jabatan, kehormatan, kenyamanan, dan eksistensi diri harus diubah. Apalagi jika dilakukan dengan mengumbar hawa nafsu, kejahatan, keserakahan, dan kenajisan. Manusia baru mengutamakan kemuliaan Tuhan. Ia belajar menguasai diri sehingga tidak tergoda oleh pencapaian semu yang ditawarkan oleh dunia. Ia bekerja dan melayani berdasarkan kasih dan kesetiaan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. SEMUA PEKERJAAN DAPAT MENJADI SARANA MEMULIAKAN TUHAN SELAMA DIJALANI DENGAN LANDASAN KASIH DAN KEBENARAN KRISTUS. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 43-44 dan Yakobus 1.

No comments:

Post a Comment