BILLIONAIRE
Billionare (7)
Belajar TAAT dalam Persembahan
Perpuluhan
Perpuluhan jelas dicatat dalam alkitab, bukan karena Tuhan
kekurangan sesuatu dan butuh persembahan kita. Tuhan itu Pemilik segala
sesuatu, Pencipta dunia dan segala isinya. 2 Kor 9:7, “Hendaklah
masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati
atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Tuhan ingin melihat hati kita seberapa TAAT kita kepadaNya? Belajar TAAT
melalui persembahan perpuluhan membuat hidup kita bisa bersyukur, bahwa
Tuhan-lah Sang Pemberi berkat, sudah sepatutnya kita mengutamakan DIA dengan
belajar TAAT dan setia untuk mengembalikan 1/10 dari semua penghasilan kita.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai
DIA dan mengandalkan DIA. Kiranya Persembahan kita mengalir dari hati yang
tulus, percaya serta mentaati firmanNya dengan sukacita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 43-44
PB: Yakobus 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Xavier Quentin Pranata
'Awali hari dengan mengucap syukur kepada Sang Pencipta
hari.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 14 Oktober 2017. HATI YANG LURUS. Bacaan:
Kolose 3:5-10. Karena itu, matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,
yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang
sama dengan penyembahan berhala (Kolose 3:5). Kayu jati terkenal berkualitas
unggul. Sebagai bahan bangunan atau mebel, jati memiliki karakter dan kriteria
ideal. Wajarlah jika harganya dibanderol relatih lebih mahal daripada kayu
jenis lain. Untuk menghasilkan kayu jati yang berkualitas, selain melakukan
pemupukan dan penyiangan, petani jati harus melakukan pemangkasan ranting
secara rutin supaya batang utama tumbuh lurus ke atas. Kriteria ideal murid
Kristus adalah menjalani hidup menurut teladan Sang Guru, mempersembahkan diri
sebagai persembahan yang hidup, fokus pada kehendak Bapa. Kita tidak akan dapat
“bertumbuh lurus ke atas” selama hati masih bercabang pada perkara duniawi:
memberikan kesetiaan setara atau lebih besar kepada manusia, lembaga, tradisi,
atau kesenangan duniawi. Keinginan duniawi ini mesti dipangkas. Bukan berarti
kita harus beralih profesi menjadi rohaniwan. Pengusaha, pengacara, guru,
polisi, pedagang, petani, dokter, buruh, dan tukang becak pun dapat dipakai
Tuhan untuk mendatangkan berkat dan damai sejahtera. Namun, manusia lama yang
menjadikan pekerjaan sebagai sarana untuk memperoleh kekayaan, jabatan,
kehormatan, kenyamanan, dan eksistensi diri harus diubah. Apalagi jika
dilakukan dengan mengumbar hawa nafsu, kejahatan, keserakahan, dan kenajisan.
Manusia baru mengutamakan kemuliaan Tuhan. Ia belajar menguasai diri sehingga
tidak tergoda oleh pencapaian semu yang ditawarkan oleh dunia. Ia bekerja dan
melayani berdasarkan kasih dan kesetiaan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.
SEMUA PEKERJAAN DAPAT MENJADI SARANA MEMULIAKAN TUHAN SELAMA DIJALANI DENGAN
LANDASAN KASIH DAN KEBENARAN KRISTUS. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 43-44 dan Yakobus 1.

No comments:
Post a Comment