BILLIONAIRE
Billionare (4)
Lukas 14:28, “Sebab siapakah di antara kamu yang kalau
mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya,
kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?”
Seringkali kita bersikap kurang bijaksana dalam mengelola
uang, seringkali kita tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak penting. Kita
perlu belajar prioritas dalam menggunakan uang. Dalam ayat ini Tuhan sedang
mengajarkan tentang membikin anggaran. Luar biasa, Tuhan berbicara tentang
rencana anggaran. Pertanyaan ini sangat mengena kepada saya/kita semua: ketika
hendak mencapai sesuatu, siapa yang tidak berhitung dengan cermat? Membangun
menara adalah sesuatu yang besar, yang butuh biaya yang tidak sedikit. Cara
kita mengelola uang harus bijaksana, berani untuk memutuskan tidak membeli
semua keinganan-keinginan kita. Berapapun yang Tuhan percayakan kepada kita
saat ini, kelolalah dengan sebaik mungkin (tidak mudah tapi pasti bisa jika
kita berjuang dan Tuhan yang memapukan kita mengatur prioritas keuangan kita).
Setialah dalam perkara kecil ini (membuat anggaran) ada hal-hal besar yang
Tuhan sediakan bagi perkara kecil yang kita lakukan. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 37-38
PB: Ibrani 11:20-40
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 11 Oktober 2017. MATANG DI POHON. Bacaan:
Pengkhotbah 3:1-15. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya...
(Pengkhotbah 3:11). Waktu saya kecil, Ibu sering mengajak saya ke pasar. Di
depan tukang buah, biasanya Ibu memilih buah yang ditawarkan sambil bertanya,
“Pak, ini buahnya matang di pohon?” Saya baru mengerti beberapa tahun kemudian
istilah “matang di pohon”. Menurut Ibu, buah yang matang di pohon dan baru
dipetik rasanya lebih enak daripada buah yang setengah matang, lalu dipetik dan
diperam. Mereka memetik buah yang setengah matang lalu memeramnya agar cepat
matang dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih cepat. Dalam hidup kita juga
mengalami banyak proses yang bertujuan “mematangkan” kita. Dan, setiap proses
membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ada yang sebentar, ada yang lama. Namun,
tiap-tiap proses itu perlu dijalani sampai tuntas bila kita ingin hidup lebih
baik. Masalahnya, kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung karena
hanya Tuhan sendiri yang mengetahuinya. Hal ini membuat kita kadang-kadang
merasa ingin mempercepat proses yang kita jalani. Buah yang matang diperam
masih dapat dinikmati, tetapi proses kehidupan yang dipercepat kemungkinan
besar justru akan merugikan kita. Yang namanya proses memang tidak enak apalagi
kalau kita tidak tahu kapan berakhirnya. Namun, proses seperti ini justru akan
mendatangkan kebaikan. Pilihannya hanya dua: apakah kita akan mengikuti
prosesnya sampai selesai, “matang di pohon,” atau kita akan memilih untuk
mengambil jalan pintas, berusaha mempercepat proses yang kita alami, “matang
dengan diperam”? Pilihan ada di tangan kita. SETIAP PROSES BERTUJUAN MEMBUAT
KITA JADI LEBIH BAIK, JADI KITA PERLU BELAJAR MENIKMATINYA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 37-38 dan Ibrani 11:20-40.

No comments:
Post a Comment