Tuesday, 3 October 2017

3 Oktober 2017

BILLIONAIRE






I'M Loved (3) - Aku DIkasihi/Aku DicintaiNya ❤
Discipleship: Gaya Hidup, Setiap Orang Pasti Punya Gayanya

Demikian juga dengan murid Kristus! Pasti punya gaya hidup/lifestyle yang bisa dilihat oleh orang lain. Dan Tuhan memanggil kita untuk memiliki gaya hidupNya yaitu memuridkan! Selama hidupNya di dunia, Tuhan Yesus berjalan dengan ke-12 murid-muridNya. DIA mengajarkan tentang arti memulai, memelihara dan mengakhiri sebuah HUBUNGAN. Membangun hubungan itu sangat penting! Ternyata kesuksesan adalah 80% pandai dalam membangun hubungan dan 20% adalah kecerdasan! Jadikan pemuridan sebagai GAYA HIDUP bukan sekedar perintah. Matius 28:18-20, 18Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 17-19
PB: Ibrani 5

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 3 Oktober 2017. KETIKA SI SULUNG LAHIR. Bacaan: Efesus 6:1-9. Dan kamu, Bapak-bapak, janganlah bangkitkan kemarahan di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4). “Aku sekarang punya anak”, gumam Pak SWS sambil menatap anak sulungnya yang baru lahir. “Apa yang harus aku lakukan untuk anakku?” lanjutnya lirih dengan wajah serius. Tercekat hati saya mendengar pertanyaan itu. Entah kepada siapa pertanyaan itu ditujukan. Namun jelas, itu adalah pertanyaan yang sangat serius. Pertanyaan sangat serius yang juga “menghantui” saya ketika anak sulung saya lahir. Dan, siapa tahu, itu pula pertanyaan banyak orangtua baru yang lain. Jelas, itu bukan pertanyaan yang cukup dijawab dengan “Didiklah anakmu di dalam Tuhan”. Itu justru pertanyaan “Jika aku ingin mendidik anakku di dalam Tuhan, langkah konkret apa yang tepatnya harus aku ambil?” Efesus 6:4 mengisyaratkan bahwa meski untuk tujuan mulia “mendidik anak di dalam Tuhan”, ada cara yang benar, dan ada juga cara yang salah. Efesus 6:4 jelas mengisyaratkan bahwa Tuhan menghendaki agar para orangtua mendidik anak-anak mereka dengan cara yang benar. Dan, tepat pada titik itulah Pak SWS bertanya: Manakah cara yang benar itu? Maka, pertanyaan lain pun berdesakan muncul: Adakah semua orangtua, juga kita, bertanya seperti itu? Jika tidak, bukan masalah seriuskah itu? Pihak manakah yang secara prinsip berkewajiban dan karenanya berwenang menunjukkan kepada para orangtua tentang apa yang secara konkret harus mereka lakukan untuk mendidik anak-anak di dalam Tuhan? Sudahkah upaya-upaya memadai dilakukan untuk menolong orangtua seperti Pak SWS? Atau, akankah pertanyaan Pak SWS berlalu bersama angin? MENDIDIK ANAK DI DALAM TUHAN ADALAH KEWAJIBAN ORANGTUA. TETAPI, SIAPAKAH YANG MEMPERSIAPKAN MEREKA UNTUK MELAKUKANNYA? Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 17-19 dan Ibrani 5.

No comments:

Post a Comment