Monday, 31 October 2016

The Church Just Wants Your Money, Really?

BILLIONAIRE




The Church Just Wants Your Money, Really?
-Billionaire Part 4-
Alfa Omega Church Sunday Service
October 23rd 2016


Intro:
Sebuah prinsip yang bagus berkata: “Cara untuk menang dalam hal keuangan adalah: memiliki gaya hidup memberi”. Tapi, prinsip yang benar ini banyak disalah-artikan sampai membuat banyak orang berpikir bahwa gereja hanya ingin uang kita. Karena pemikiran yang keliru ini, akhirnya orang tidak memberi – entah karena malas, atau kecewa, atau bahkan mungkin tidak tahu bahwa memberi itu salah satu kunci – sehingga tidak pernah melihat mujizat, terobosan, dan kemajuan dalam hal keuangan.

Tapi, apakah benar gereja hanya ingin uang Anda? Apa sebenarnya kehendak Tuhan untuk keuangan Anda? Apa sebenarnya prinsip memberi? Mengapa kita harus memberi? Bagaimana kita harus memberi?

MENGAPA MEMBERI?
Yohanes 3:16 (BIS)
Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.”

(1) God is a Giver – Tuhan adalah Pemberi
Bahkan sebelum kita tahu apa yang baik, Dia telah terlebih dahulu memberikan Anak-Nya. Bukan hanya itu, setiap hari, udara yang kita hirup, otak kita masih bekerja, tubuh kita masih berfungsi, kita masih bernapas, kita masih bisa bergerak, planet di sekitar kita tidak saling bertabrakan atau menyerang bumi ini – semuanya itu adalah karena Tuhan MEMBERI kepada kita (Lukas 6:36).

(2) Tuhan ingin membangun hubungan dengan kita
Matius 6:20-21

(3) Tuhan PERLU untuk memberkati kita
Salah kalau kita berpikir, Tuhan perlu uang kita. Gereja perlu uang kita. Yohanes 10:10, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

APA SAJA JENIS PERSEMBAHAN/PEMBERIAN?
Kata-kata persembahan berasal dari kata-kata bahasa Ibrani “Karbanot” — (ing) “sacrifices”, “offerings”. Asal mula kata-kata “Karbanot” ini artinya “to draw near” – untuk mendekat. Jadi, persembahan membawa kita lebih mendekat kepada Tuhan.

Ada 5 jenis persembahan yang bisa kita lakukan:
1. PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN
Persembahan persepuluhan adalah 10% dari pemasukan kita setiap bulannya (Maleakhi 3:10, 11). Saat kita memberi perpuluhan, artinya: Kita berbicara kepada Tuhan, “Tuhan yang aku punya adalah milikMu”.

Story: William Colgate

Tuhan butuh kita hidup dalam kelimpahan. Karena itu, kita perlu memberi.

2. PERSEMBAHAN SUKARELA
Lukas 6:38
Persembahan sukarela adalah persembahan lain yang kita berikan, di luar persembahan perpuluhan kita.”
2 Korintus 7:9
Sukarela bukan berarti “se-sesukanya, se-relanya, sak welase”. Sukarela bicara tentang attitude (sikap) hati kita saat memberi. Ingat, Tuhan bukan pengemis sampai kita memberi “se-sesukanya, se-relanya, sak welase”. Dia tetap layak mendapat kualitas yang baik dari hidup kita.

Tuhan bukan butuh uang kita. Tuhan butuh HATI kita, dan Ia mau memberkati kita. “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Berilah dengan ukuran iman yang besar!

3. PERSEMBAHAN BUAH SULUNG
Amsal 3:9-10. Buah sulung adalah hasil pertama dari pendapatan kita. Antara lain seperti:
- gaji pertama yang diterima saat bekerja
- gaji pertama dalam tahun itu

Saat kita mengambil langkah iman melakukan ini, Tuhan berjanji “maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Tuhan perlu memberkati kita. Maukah kita men-stretch iman kita untuk melihat mujizat lebih lagi?

4. PERSEMBAHAN JANJI IMAN
2 Korintus 9:6, 10-11. Persembahan janji iman adalah persembahan khusus (di luar persembahan persepuluhan dan lainnya), yang kita berikan. Biasanya untuk investasi gereja, pembangunan gedung gereja, program pelayanan yang ada (Sound of Praise, Natal, dll).

Sekarang setelah ladang kita dilindungi, ladang ini perlu ditaburi benih. Perlu ditanami. Kalau tidak, tidak akan menghasilkan. Persembahan persepuluhan itu ibarat pagar untuk ladang Anda. Persembahan khusus/janji iman, ibarat benih yang kita tabur pada lahan yang sudah dipagari & dilindungi. Bukan kita berpikir “Nanti Tuhan, kalau keuangan sudah lebih stabil, sudah mulai lancar.” Justru saat kita berkebutuhan, kita di posisi yang paling pas untuk menerima mujizat!!! Sehingga, saat gereja mengumumkan kesempatan untuk kita terlibat secara keuangan, terlibatlah.

Justru saat kita berkebutuhan, kita di posisi yang paling pas untuk menerima mujizat!!!

Conclusion:
Bayangkan…
- Kita punya Tuhan yang nggak butuh duit kita. Tapi justru dia PERLU untuk memberkati kita!!!
- Tuhan perlu hidup kita berlimpah
- Bayangkan Anda melangkah dengan berani, belajar memberi. Yang sudah setia memberi, terus memberi, bahkan meningkatkan level & persentase pemberian Anda. Yang belum, Anda belajar melangkah.
- Bayangkan semua kebutuhan hidup Anda, semua hal yang mungkin masih kurang… Tapi juga bayangkan justru saat kita berkebutuhan, kita di posisi yang paling pas untuk menerima mujizat!!!
Kita punya Tuhan yang PERLU MEMBERKATI kita dan MELIMPAHI kita semua. 

No comments:

Post a Comment