BILLIONAIRE
New
Series: Billonaire – “Diberkati untuk Memberkati”.
Mazmur 31:20, “Alangkah
limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan
Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di
hadapan manusia!”
Memang berkat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kita bahkan
sering kali tidak selalu menyadari “sesuatu” sebagai berkat.
Bahkan ketika kita melakukan segala sesuatu yang kita anggap sebagai
kehendak Tuhan atas hidup kita bisa saja kita masih mengalami
penderitaan. Terkadang kita dibuat kecewa saat Tuhan tidak menjawab
doa-doa kita sesuai dengan keinginan kita/ketika DIA tidak langsung
memberikan apa yang kita minta. Saat
kita kehilangan satu berkat seringkali ada berkat lain yang tanpa
disangka-sangka diberikan untuk menggantikannya
(CS Lewis). Tuhan, Engkau mengasihi kami dengan kasih yang luar
biasa, tetapi sangat sering kami tidak mempercayai-Mu saat krisis
melanda. Tolong kami untuk belajar & menghargai bahwa Engkau
menyediakan segala kebutuhan kami dan bahkan lebih banyak lagi. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Sabtu, 1 Oktober 2016. Bacaan: 2 Korintus 8:1-15. Setahun:
Matius 1-4. Nas: Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu
akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu,
bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu (2 Korintus 8:12).
Memberi Itu Membahagiakan. Memberi merupakan kata yang cukup
menakutkan dan tidak disukai sebagian orang. Dalam benak mereka
memberi berarti kepunyaannya berkurang. Jika tadinya mempunyai
sepuluh, memberi dua berarti tinggal delapan. Jika prinsip matematika
itu dipakai, selama hidup kita tak akan pernah mau memberi. Prinsip
ekonomi mengajarkan orang mengeluarkan biaya seminimal mungkin untuk
mendapatkan untung sebanyak-banyaknya. Namun, jika diterapkan dalam
kehidupan bermasyarakat, prinsip itu membuat kita tumbuh menjadi
orang yang tamak dan egois. Coba kita renungkan berapa banyak berkat
yang telah Tuhan berikan kepada kita. Masih bisa melihat matahari,
menghirup udara segar, bertemu keluarga, punya pekerjaan-sungguh tak
terhitung berkat yang Tuhan berikan. Lalu mengapa sulit memberi?
Sebenarnya kita memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada sesama
yang membutuhkan. Bisa harta, waktu, tenaga, pikiran, pengampunan,
perhatian, atau sekadar sapaan hangat dan senyuman manis. Minimal
salah satu dari begitu banyak karunia Tuhan ada pada kita. Jangan
menganggap kita masih berkekurangan, tidak punya apa-apa, dan masih
menunggu berkelimpahan baru bisa memberi. Justru ketika kita memberi
dari kekurangan, rela, tulus, dan penuh sukacita, hal itu akan lebih
bermakna. Memberi tidak akan membuat kita menjadi miskin. Sebaliknya,
memberi membuat apa yang ada pada kita menjadi berlipat ganda dan
tidak sia-sia. Memberi itu membahagiakan diri. Maka, mulailah
memberi. MEMBERI TIDAK AKAN PERNAH SIA-SIA. MEMBERI JUSTRU
MEMBAHAGIAKAN DIRI.
Xavier
Quentin Pranata
“Hidup
yang selalu mengucap syukur membuat kita panjang umur.” Xavier
Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment