Saturday, 1 October 2016

1 Oktober 2016

BILLIONAIRE




New Series: Billonaire – “Diberkati untuk Memberkati”. Mazmur 31:20, “Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!” Memang berkat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kita bahkan sering kali tidak selalu menyadari “sesuatu” sebagai berkat. Bahkan ketika kita melakukan segala sesuatu yang kita anggap sebagai kehendak Tuhan atas hidup kita bisa saja kita masih mengalami penderitaan. Terkadang kita dibuat kecewa saat Tuhan tidak menjawab doa-doa kita sesuai dengan keinginan kita/ketika DIA tidak langsung memberikan apa yang kita minta. Saat kita kehilangan satu berkat seringkali ada berkat lain yang tanpa disangka-sangka diberikan untuk menggantikannya (CS Lewis). Tuhan, Engkau mengasihi kami dengan kasih yang luar biasa, tetapi sangat sering kami tidak mempercayai-Mu saat krisis melanda. Tolong kami untuk belajar & menghargai bahwa Engkau menyediakan segala kebutuhan kami dan bahkan lebih banyak lagi. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Sabtu, 1 Oktober 2016. Bacaan: 2 Korintus 8:1-15. Setahun: Matius 1-4. Nas: Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu (2 Korintus 8:12). Memberi Itu Membahagiakan. Memberi merupakan kata yang cukup menakutkan dan tidak disukai sebagian orang. Dalam benak mereka memberi berarti kepunyaannya berkurang. Jika tadinya mempunyai sepuluh, memberi dua berarti tinggal delapan. Jika prinsip matematika itu dipakai, selama hidup kita tak akan pernah mau memberi. Prinsip ekonomi mengajarkan orang mengeluarkan biaya seminimal mungkin untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya. Namun, jika diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, prinsip itu membuat kita tumbuh menjadi orang yang tamak dan egois. Coba kita renungkan berapa banyak berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Masih bisa melihat matahari, menghirup udara segar, bertemu keluarga, punya pekerjaan-sungguh tak terhitung berkat yang Tuhan berikan. Lalu mengapa sulit memberi? Sebenarnya kita memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada sesama yang membutuhkan. Bisa harta, waktu, tenaga, pikiran, pengampunan, perhatian, atau sekadar sapaan hangat dan senyuman manis. Minimal salah satu dari begitu banyak karunia Tuhan ada pada kita. Jangan menganggap kita masih berkekurangan, tidak punya apa-apa, dan masih menunggu berkelimpahan baru bisa memberi. Justru ketika kita memberi dari kekurangan, rela, tulus, dan penuh sukacita, hal itu akan lebih bermakna. Memberi tidak akan membuat kita menjadi miskin. Sebaliknya, memberi membuat apa yang ada pada kita menjadi berlipat ganda dan tidak sia-sia. Memberi itu membahagiakan diri. Maka, mulailah memberi. MEMBERI TIDAK AKAN PERNAH SIA-SIA. MEMBERI JUSTRU MEMBAHAGIAKAN DIRI.

Xavier Quentin Pranata
Hidup yang selalu mengucap syukur membuat kita panjang umur.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment