Thursday, 27 October 2016

27 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Memberi tidak menunggu saat kita sudah kaya atau saat kita sudah berkelimpahan tetapi justru disaat kita “berkekurangan” itulah pemberian kita akan lebih bermakna :). Dan orang yang menerimapun lebih berbahagia. Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita memberi disaat kita sendiri sangat membutuhkan? :) Belajar memberi dengan HATI. Kis 20:35b, “adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Amin.

Xavier Quentin Pranata
Kado yang terbaik adalah kehadiran kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 27 Oktober 2016. SETIA SAMPAI AKHIR. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asalkan aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk bersaksi tentang Injil anugerah Allah (Kisah Para Rasul 20:24). Pada masa Perang Dunia I, untuk menyampaikan pesan digunakan burung merpati. Menurut catatan, ada sekitar 250.000 ekor merpati yang digunakan selama itu. Salah satu merpati yang berjasa menyelamatkan banyak tentara Perancis adalah Cher Ami. Suatu ketika, saat sedang terbang membawa pesan, Cher Ami tertembak di dadanya dan kakinya nyaris putus. Namun, ia tetap terbang selama 25 menit melintasi desingan peluru dan gas beracun. Atas kepahlawanan dan kesetiaannya, Cher Ami dianugerahi Croix de Guerre oleh pemerintah Prancis. Rasul Paulus juga mengalami banyak tantangan dalam memberitakan Injil. Dera, sesah, dan penjara sudah menjadi bagian pelayanannya. Meskipun demikian, Paulus tetap taat mengajarkan firman Tuhan baik di muka umum maupun di rumah jemaat (ay. 20). Ia juga setia bersaksi tentang Injil kepada orang Yahudi dan Yunani (ay. 21). Dalam menunaikan tugas pelayanannya, ia tidak gentar meskipun harus mempertaruhkan nyawanya (ay. 22-24). Yang terpenting baginya adalah bisa mencapai garis akhir tugas pelayanan yang dipercayakan Tuhan Yesus kepadanya. Ada harga yang harus dibayar bagi seorang pengikut Tuhan dalam menyelesaikan misi yang Dia percayakan kepada kita. Kita dipanggil untuk setia menunaikan tugas itu selama kita masih hidup. Seperti Cher Ami turut berperan bagi terciptanya perdamaian, kiranya kesetiaan kita dalam melayani dan memberitakan Injil dipakai untuk membuat banyak orang mengenal kasih karunia Allah. YESUS KRISTUS, YANG TELAH LEBIH DULU SETIA SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN, AKAN MEMAMPUKAN KITA UNTUK TETAP SETIA SAMPAI AKHIR PELAYANAN. Selamat Pagi. Berdoa dan percaya MujizatNYA. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! SUKACITA ORANG PERCAYA. Mungkin kita berpikir bahwa gampang untuk mengatakan harus senantiasa bersukacita dalam Tuhan karena dalam prakteknya susah untuk mengimplementasikannya. Kita harus belajar dari Rasul Paulus yang juga mengajak jemaat di Filipi untuk terus senantiasa bersukacita dalam Tuhan (Filipi 4:4). Paulus mengatakan ini justru ketika dia sedang dipenjara di Filipi oleh karena Injil Kristus. Paulus mengajarkan kepada jemaat bahwa sukacita itu bukan semata-mata ditentukan oleh keadaan yang sedang terjadi di sekitar kita. Dan Nehemia juga mengatakan bahwa justru sukacita karena Tuhan, maka benteng perlindungan akan terwujud dalam kehidupan orang percaya (Nehemia 8:1b). Karena itu mari kita umat Tuhan, hidulah senantiasa memiliki sukacita dalam hidup ini. Saya percaya kehidupan kita akan lebih baik bahkan kita akan melihat karya Tuhan semakin nyata dalam hidup kita. Haleluya! JBU All.

No comments:

Post a Comment