Saturday, 8 October 2016

8 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Bacaan: Matius 6:24-34. Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Poin utama dari ayat 24-34 ini adalah: Tuhan Yesus tidak menghendaki kita para pengikutNya hidup dalam “kekuatiran” ataupun hidup dengan kondisi tertentu, sebaliknya menurut ayat 33: “Ketika hidup kita makin berpusat pada kerajaanNya. Kekuatiran kita akan makin berkurang .” DIA telah datang hidup mati dan bangkit dari kematian, supaya DIA dapat memerintah sebagai Raja atas kita yang bebas dari kekuatiran. Jadi datanglah kepada Yesus, “tinggalkan segala hal lain” yang selama ini menjadi “raja” dalam hidupmu. Jadikan DIA sepenuhnya “Raja” atas segala raja dalam hidup kita. Maka “semuanya” akan ditambahkan kepadamu. Carilah dahulu dalam segala sesuatu yang kamu lakukan, dengan menunjukkan bahwa Allah adalah Raja yang menguasai hidup kita maka SEMUANYA akan ditambahkan kepadamu. Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! Disalah satu session doa pagi, tiba-tiba ada terlintas satu pertanyaan-yang berasal dari Roh Kudus-dan pertanyaan yang muncul dalam batin tsb adalah: seperti apakah kehidupan sehari-hari, kesibukan dan rutinitas dari orang-orang percaya di jaman para rasul dahulu? Sejak munculnya pertanyaan tersebut dalam hati saya, ada suatu penggalian firman yang saya coba lakukan. Dan secara singkat, dapat saya katakan bahwa orang percaya pada jaman para rasul dahulu betul-betul memanifestasikan standart hidup, tujuan, prioritas serta fokus hidup yang sangat berbeda dibandingkan kehidupan sehari-hari orang-orang sejamannya (termasuk di jaman ini). Mereka sepenuhnya menfokuskan seluruh kehidupan mereka pada hal-hal yang bernilai kekal tapi bukan agamawi. Mari kita memastikan dengan doa-doa agar terus memastikan kehidupan sehari-hari mereka selaras dengan firman & memperkenan hati Tuhan (Roma 8:1-2, 12:9-21, 1 Kor 6:1-11) untuk terus memastikan untuk dapat hidup didalam Dia, terus melekat kepadaNya, hidup dalam ketergantungan penuh hidup, Tuhan memiliki perasaan kepribadian dengan Tuhan yang sehat dan bertambah kuat (Yoh 15:1-8). Amin...! Happy weekend. JBU all.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Sabtu, 8 Oktober 2016. Bacaan: Efesus 5:15-21. Setahun: Matius 18-20. Nas: Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Efesus 5:16). Waktu adalah Pemberian. Hidup di kota besar dengan kegiatan dan pekerjaan yang padat membuat saya menyadari, betapa berharga dan berartinya waktu itu. Bahkan bagi sebagian orang, 24 jam dalam sehari dirasa masih kurang untuk menjalani semua aktivitas yang harus dilakukan. Karena itu kerap kali kita mendengar slogan “waktu adalah uang” sebagai gambaran betapa berharganya waktu itu. Senada dengan slogan itu, saya ingat sebuah lagu semasa Sekolah Minggu, yang berbunyi demikian, “Apa yang dicari orang? Uang! Apa yang dicari orang, pagi, siang, sore, malam? Uang, uang, uang, bukan Tuhan Yesus!” Lirik lagu sederhana ini dengan tajam menusuk hati saya saat merenungkannya. Betapa banyak waktu yang saya habiskan hanya untuk bekerja, lalu terlarut dalam berbagai aktivitas dan acap kali melupakan Tuhan. Saya menyadari sebagian besar waktu dari 24 jam yang Tuhan karuniakan itu saya habiskan untuk tidur, bekerja, dalam perjalanan, bertemu teman-teman, dan aktivitas lainnya. Hanya tersisa sedikit waktu untuk secara khusus saya luangkan bersama dengan Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan kita, agar kita tidak terjerembab di dalam aktivitas dunia yang kemudian membuat kita jauh dari-Nya. Memiliki waktu yang berkualitas bersama dengan Tuhan akan memberi kita kekuatan, kasih, dan buah Roh lainnya (Gal. 5:22-23) kala menjalani hari-hari yang jahat ini. Waktu bersama Tuhan memberi kedamaian di tengah kegelisahan. Selanjutnya, biarlah kita meminta hikmat untuk menggunakan waktu pemberian-Nya itu. WAKTU ADA PEMBERIAN; KITA MENSYUKURI PEMBERIAN ITU DENGAN MENGGUNAKANNYA SECARA BIJAKSANA.

Xavier Quentin Pranata
Saat melihat daun luruh di musim gugur, kita seharusnya menyadari bahwa kita pun bisa gugur pada waktunya.” Xavier Quentin Pranata.

GNCC
Rasa TAKUT tidak akan membawa kita kemanapun bahkan sulit untuk kita melakukan suatu terobosan. #gncc #happyweekend #Godblessyou.

No comments:

Post a Comment