BILLIONAIRE
Mentaati
Firman Tuhan.
Amsal 3:9-10, “9Muliakanlah
TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala
penghasilanmu, 10maka
lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana
pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Belajar menjadi PELAKU Firman untuk yang satu ini, yang berkaitan
dengan “keuangan kita” apakah mudah ?
Sanggupkah kita “memberi” kepada Tuhan seluruh penghasilan kita
yang pertama kali kita dapat kan saat bekerja? Pengalaman yang tidak
akan pernah terlupakan, yang membuat saya pribadi sampai dengan saat
ini bisa melakukan “bagian” yang harus kita lakukan. Pertama kali
bekerja sewaktu masih menjadi mahasiswi di tahun 1983, tentunya
sangat senang bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan Pertama dari
hasil kita bekerja tersebut. Saya percaya: “pekerjaan” yang saya
dapat waktu itu adalah pekerjaan yang sudah Tuhan bukakan jalan, yang
diberi oleh Tuhan sendiri, oleh karenanya saya mau BELAJAR TAAT untuk
memberikan seluruh penghasilan itu sebagai “Buah Sulung” .
Puji Tuhan apa yang saya lakukan itu adalah “latihan-latihan kecil
yang membuat saya bisa melakukannya sampai dengan saat ini.” Amin.
Apakah kita sudah melakukan dengan setia apa yang menjadi bagian
kita? Kalau kita TAAT dan SETIA dengan bagian yang harus kita lakukan
maka DIA, Tuhan yang terlebih SETIA kepada kita PASTI memberkati kita
dengan apa yang kita butuhkan .
Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Karena
itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya
(Matius 25:13). Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang
insiden tragis yang dialami kapal Titanic. Di ruang kendali, petugas
sedang sibuk menjalankan tugasnya. Telepon berdering. Satu menit
berlalu. Pada menit kedua, si petugas tak mau diganggu karena terlalu
sibuk. Menit ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas
selesai dengan tugasnya, barulah ia mengangkat telepon yang pesannya
berbunyi, “Ini tempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis
di depan! Putar haluan!” Dengan cepat si petugas ke ruang kendali,
tetapi terlambat! “Kebanggaan segala lautan” itu menabrak gunung
es & menewaskan 1.600 jiwa. Andai si petugas menanggapi telepon
itu, mungkin film Titanic tak perlu dibuat. Tiga kesempatan
dilewatkan & ketika hendak menanggapi panggilan itu, ia sudah
terlambat! Hal yang sama kerap dilakukan banyak anak Tuhan saat
mendengar suaraNya. Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mendengar
jelas apa yang menjadi peringatan & kehendak Tuhan, tetapi kerap
kali kita meremehkan semuanya itu. Bila kesempatan itu ternyata
merupakan yang terakhir, maka jika kita tidak serius menanggapinya,
bisa-bisa kita pun akan “tenggelam”. Firman Tuhan mengingatkan
kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita
mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan -- kesempatan untuk
bertobat, untuk melakukan kehendak-Nya, untuk melayani-Nya, atau yang
lainnya. Begitu juga dengan kisah lima gadis bodoh & lima gadis
bijaksana dalam bacaan kita adalah bahwa yang bijaksana selalu
berjaga-jaga, sementara yang bodoh terlambat menjaga minyaknya. So,
jangan terlambat merespon Firman Tuhan sahabatku. Saat kita
melewatkan kesempatan dari Allah, berarti ada kemungkinan bagi kita
untuk TERLAMBAT.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 9 Oktober 2016. DITAWAN KASIH YESUS. Siapa yang tidak
mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (1
Yohanes 4:8). Dwight L. Moody dalam buku The Way to God menulis
tentang kasih: “Jika saja saya bisa membuat orang-orang mengerti
kata-kata rasul Yohanes bahwa Allah adalah kasih, saya akan mengambil
ayat itu saja dan pergi naik-turun di dunia ini memberitakan
kebenaran agung ini. Jika Anda bisa meyakinkan seseorang bahwa Anda
mengasihinya, Anda telah memenangkan hatinya. Jika Anda benar-benar
bisa membuat orang banyak percaya bahwa Allah mengasihi mereka, Anda
akan menemukan mereka berdesak-desakan datang ke dalam kerajaan
Allah.” Orang di dunia ini sangat menghargai dan sangat mendambakan
kasih. Salah satu alasan orang bunuh diri ialah karena mereka
berpikir tidak ada seorang pun yang mengasihi mereka, dan lebih baik
mereka mati daripada hidup tanpa kasih. Allah menjawab kebutuhan
manusia akan kasih ini. Setelah kejatuhan Adam dan Hawa pun, Allah
terus meyakinkan manusia bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang
kekal (lht. Yeremia 31:3). Sayangnya, tidak jarang kita diajari bahwa
Allah tidak mengasihi kita apabila kita berbuat salah-Allah hanya
mengasihi kita jikalau kita berbuat yang benar. Padahal, walaupun
kita menjauhkan diri dari Allah, Dia tetap mengasihi kita. Yang Dia
benci adalah dosa, yang merusak kita. Kadang-kadang kita mengukur
Allah dengan ukuran kita sendiri, dari sudut pandang kita, yang
sempit. Tetapi, ukuran kasih Allah yang benar adalah Golgota. Salib
itu berteriak kepada kita bahwa “Allah adalah Kasih”. Kasih
inilah yang bisa menawan hati kita yang paling dalam. GAMBARAN ALLAH
YANG PALING SEDERHANA DAN PALING MENDASAR ADALAH “ALLAH ITU KASIH”.
Selamat pagi. Selamat Hari Minggu. Selamat melayani. Tuhan Yesus
memberkati.

No comments:
Post a Comment