Tuesday, 4 October 2016

4 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Berkat itu Dari Tuhan. Zakharia 10:1, “Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.” Tuhan memberkati kita para pengikutNya sampai dengan saat ini. Terkadang berkat-berkatNya turun dengan melimpah seperti hujan . Terkadang juga hanya menetes seperti embun pagi . Apapun situasi hidup kita saat ini, dalam suka maupun dalam duka, tetap percaya bahwa semua itu untuk “kebaikan” kita. IA tahu seberapa besar/kecil kebutuhan kita, karena kita adalah milikNya & DIA pasti akan memelihara kita . Mintalah hujan itu dari pada Tuhan... “Hujan Berkat” itu kan tercurah sebab DIA yang BERJANJI pasti MENGGENAPI. (Tuhanlah yang MEMBUAT awan-awan pembawa hujan deras, dan HUJAN LEBAT akan DIBERIKAN-Nya kepada mereka...) Amin .

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Selasa, 4 Oktober 2016. Bacaan: Yohanes 13:31-35. Setahun: Matius 10-11. Nas: Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi (Yohanes 13:34). Perintah dan Undangan. Apa bedanya perintah dan undangan? Jika undangan, kita mempunyai pilihan untuk menerima atau menolak, untuk hadir atau tidak. Sedangkan perintah-dari orangtua, atasan, atau pihak yang berwenang-adalah sesuatu yang harus kita kerjakan. Suka tak suka, kita biasanya mau mengerjakannya. Kalau membantah atau tidak taat, kita menerima hukuman, atau minimal teguran. Sebagai orang Kristen, banyak perintah Tuhan yang harus kita kerjakan. Salah satu perintah terpenting dari Yesus Kristus adalah perintah untuk saling mengasihi. Pada prakteknya ini tidak mudah, terutama saat kita harus mengasihi seseorang yang kerap menyakiti kita. Mengampuni adalah salah satu bentuk kasih. Meskipun perasaan kita tidak nyaman, kita harus mau mengampuni karena ini perintah Yesus. Kita tak berhak memilih, dan harus mengerjakannya. Yesus ingin kita mengalahkan kedagingan, salah satunya dengan senantiasa saling mengasihi dalam perkataan dan perbuatan. Berbuat baik kepada orang yang jahat, memberikan pertolongan kepada orang yang menipu kita, memaafkan saudara yang memfitnah adalah beberapa contoh perbuatan kasih yang mudah diucapkan, namun tidak mudah dipraktikkan. Meskipun tidak mudah, saat kita mau taat kepada perintah Yesus, kebebasan dan ketenangan di dalam jiwa akan kita dapatkan. Saat kita menyenangkan hati Tuhan, kita siap sedia mengerjakan berbagai perintah Tuhan. Kalau kita bersedia taat pada perintah Tuhan, Dia akan memampukan kita untuk menjalankan kehendak-Nya. KASIH TUHAN YANG TIDAK TERBATAS DAN TANPA PAMRIH MEMAMPUKAN KITA UNTUK MENGASIHI SESAMA TANPA PANDANG BULU.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! HIDUP DI DALAM ROH KUDUS. Mat 26:41, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Roh memang penurut, tetapi daging lemah. Ketika saudara ada dalam kelemahan sadar kita sedang dalam kedagingan .Tetapi ketika saudara tinggal di dalam Tuhan maka saudara akan hidup dipimpin oleh Roh sehingga dapat melakukan apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan, taat didalam segala hal. Orang yang hidup di dalam Roh Kudus disukai oleh Allah dan manusia. Dan memiliki gaya hidup di dalam penyerahan total kepada Yesus, hidup penuh dengan ketekunan hidup dalam kesatuan dan berani bayar harga untuk Tuhan dan kepada sesama. Biarlah hidup kita selalu dipimpin oleh Roh Kudus seperti jemaat mula-mula. Amin...! Happy Tuesday. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
Saat kita membahagiakan orang lain secara ajaib ada rasa hangat kebahagiaan mengalir di dada kita.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Sadrak Soewargo
BERHASIL. Apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz 1:3). “Saya ingin menjadi orang yang berhasil dalam segala hal & juga membanggakan kedua ortu.” Kurang lebih begitulah jawaban saya ketika guru menanyakan cita-cita saat saya duduk dibangku Taman Kanak-Kanak. Sayapun yakin, kita semua memiliki cita--cita ingin menjadi orang yang berhasil dalam segala hal yang kita cita-citakan & kerjakan. Berbagai usaha & segala upaya akan dilakukan supaya bisa memperoleh keberhasilan. Belajar dengan giat, bekerja optimal, berusaha semaksimal, & sebagainya. Namun, kadang kala kita terlalu asyik berusaha dengan kekuatan sendiri karena kita merasa cukup terampil serta andal dalam segala hal yang kita kerjakan. Akibatnya, kita kemudian lupa untuk bersandar pada Tuhan (Yer 17:5). Kala kita gagal, kita terjerembab dalam keputusasaan, lalu mulai menyalahkan Tuhan. Padahal, Dia telah memberi kita kunci dari keberhasilan: “tetapi yang kesukaannya ialah Firman Tuhan & yang merenungkan Firman itu siang & malam (Maz 1:2).” Taat pada Firman Tuhan, itulah kunci keberhasilan. Ketika kita meletakkan segala usaha & upaya kita kedalam tangan kuasa-Nya, & tetap mengandalkan Dia, serta melakukan kehendak-Nya, Dia sendiri yang akan membuat segala usaha kita berhasil karena diberkatiNya (Yer 17:7). Biarlah Firman Tuhan menjadi kesukaan kita lebih dari menikmati makanan kesukaan kita (Yer 15:16), sehingga kita tak berhenti merenungkannya siang & malam. Lalu mengaplikasikan firman itu di dalam kehidupan kita setiap hari. Dan firman Tuhan terang bagi jalan hidup kita & memimpin setiap langkah kita (Maz 119:105), sehingga kita jadi orang yang paling berbahagia karena diberkati Tuhan segala yang kita perbuat jadi berhasil & beruntung (Yos 1:8). KUNCI KEBERHASILAN ADA DI dalam Firman Tuhan & BAGI orang yang MAU TAAT MELAKUKAN KEHENDAKNYA. Amin. Gbu.

Bp. Anto – Citraland
SALMON DAN HIU. Pada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan ‘lebih enak’ untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam ‘keadaan hidup‘, saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu ‘memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan‘ agar dalam perjalanan menuju daratan ‘salmon-salmon tersebut tetap hidup.‘ Meski demikian pada kenyataannya ‘banyak salmon yang mati‘ di dalam kolam buatan tersebut. ‘Bagaimana cara nelayan Jepang menyiasatinya?‘ Para nelayan itu memasukkan ‘seekor HIU KECIL‘ di dalam kolam tersebut. Sungguh ajaib! Hiu kecil tsb MEMAKSA salmon-salmon itu ‘terus bergerak‘ agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil tersebut. Akibatnya ‘banyak ikan salmon yang tetap hidup‘ & jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit! DIAM membuat kita Mati...! BERGERAK membuat kita hidup...! Lalu, apa yang membuat kita diam? Saat ‘tidak ada masalah‘ dalam hidup dan saat kita berada dalam ‘zona nyaman.‘ Situasi seperti ini kerap membuat kita ‘terlena.‘ Segitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita ‘telah mati‘...! Dan..., ‘Apa yang membuat kita bergerak?‘ ‘Masalah‘..., sekali lagi..., masalah...! ‘Tekanan Hidup‘.., dan ‘Tekanan Kerja‘... Saat ‘masalah datang‘, secara otomatis naluri kita membuat kita ‘bergerak aktif‘ dan ‘berusaha mengatasi‘ semua ‘pergumulan hidup‘ itu. Tidak hanya itu, kita menjadi ‘kreatif‘, dan ‘potensi‘ diri kitapun menjadi ‘berkembang luar biasa.‘ Jangan lupa..., bahwa kita akan bisa ‘belajar BANYAK‘ dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi ‘masalah hidup‘. Itu sebabnya ‘SYUKURILAH‘ kehadiran ‘HIU KECIL‘ yang terus ‘memaksa‘ kita untuk ‘bergerak dan tetap survive‘. Selamat pagi.

No comments:

Post a Comment