BILLIONAIRE
Berkat
itu Dari Tuhan.
Zakharia 10:1, “Mintalah
hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat
awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya
kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.”
Tuhan memberkati kita para pengikutNya sampai dengan saat ini.
Terkadang berkat-berkatNya turun dengan melimpah seperti hujan .
Terkadang juga hanya menetes seperti embun pagi .
Apapun situasi hidup kita saat ini, dalam suka maupun dalam duka,
tetap percaya bahwa semua itu untuk “kebaikan” kita. IA tahu
seberapa besar/kecil kebutuhan kita, karena kita adalah milikNya &
DIA pasti akan memelihara kita .
Mintalah hujan itu dari pada Tuhan... “Hujan Berkat” itu kan
tercurah sebab DIA yang BERJANJI pasti MENGGENAPI. (Tuhanlah yang
MEMBUAT awan-awan pembawa hujan deras, dan HUJAN
LEBAT
akan DIBERIKAN-Nya kepada mereka...) Amin .
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Selasa, 4 Oktober 2016. Bacaan: Yohanes 13:31-35. Setahun:
Matius 10-11. Nas: Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu
supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu
demikian pula kamu harus saling mengasihi (Yohanes 13:34). Perintah
dan Undangan. Apa bedanya perintah dan undangan? Jika undangan, kita
mempunyai pilihan untuk menerima atau menolak, untuk hadir atau
tidak. Sedangkan perintah-dari orangtua, atasan, atau pihak yang
berwenang-adalah sesuatu yang harus kita kerjakan. Suka tak suka,
kita biasanya mau mengerjakannya. Kalau membantah atau tidak taat,
kita menerima hukuman, atau minimal teguran. Sebagai orang Kristen,
banyak perintah Tuhan yang harus kita kerjakan. Salah satu perintah
terpenting dari Yesus Kristus adalah perintah untuk saling mengasihi.
Pada prakteknya ini tidak mudah, terutama saat kita harus mengasihi
seseorang yang kerap menyakiti kita. Mengampuni adalah salah satu
bentuk kasih. Meskipun perasaan kita tidak nyaman, kita harus mau
mengampuni karena ini perintah Yesus. Kita tak berhak memilih, dan
harus mengerjakannya. Yesus ingin kita mengalahkan kedagingan, salah
satunya dengan senantiasa saling mengasihi dalam perkataan dan
perbuatan. Berbuat baik kepada orang yang jahat, memberikan
pertolongan kepada orang yang menipu kita, memaafkan saudara yang
memfitnah adalah beberapa contoh perbuatan kasih yang mudah
diucapkan, namun tidak mudah dipraktikkan. Meskipun tidak mudah, saat
kita mau taat kepada perintah Yesus, kebebasan dan ketenangan di
dalam jiwa akan kita dapatkan. Saat kita menyenangkan hati Tuhan,
kita siap sedia mengerjakan berbagai perintah Tuhan. Kalau kita
bersedia taat pada perintah Tuhan, Dia akan memampukan kita untuk
menjalankan kehendak-Nya. KASIH TUHAN YANG TIDAK TERBATAS DAN TANPA
PAMRIH MEMAMPUKAN KITA UNTUK MENGASIHI SESAMA TANPA PANDANG BULU.
Tante
Elisabeth – NTT
Amin!
HIDUP DI DALAM ROH KUDUS. Mat 26:41, “Berjaga-jagalah dan
berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Roh memang
penurut, tetapi daging lemah. Ketika saudara ada dalam kelemahan
sadar kita sedang dalam kedagingan .Tetapi ketika saudara tinggal di
dalam Tuhan maka saudara akan hidup dipimpin oleh Roh sehingga dapat
melakukan apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan, taat didalam segala
hal. Orang yang hidup di dalam Roh Kudus disukai oleh Allah dan
manusia. Dan memiliki gaya hidup di dalam penyerahan total kepada
Yesus, hidup penuh dengan ketekunan hidup dalam kesatuan dan berani
bayar harga untuk Tuhan dan kepada sesama. Biarlah hidup kita selalu
dipimpin oleh Roh Kudus seperti jemaat mula-mula. Amin...! Happy
Tuesday. JBU all.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
kita membahagiakan orang lain secara ajaib ada rasa hangat
kebahagiaan mengalir di dada kita.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Sadrak Soewargo
BERHASIL.
Apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz 1:3). “Saya ingin menjadi
orang yang berhasil dalam segala hal & juga membanggakan kedua
ortu.” Kurang lebih begitulah jawaban saya ketika guru menanyakan
cita-cita saat saya duduk dibangku Taman Kanak-Kanak. Sayapun yakin,
kita semua memiliki cita--cita ingin menjadi orang yang berhasil
dalam segala hal yang kita cita-citakan & kerjakan. Berbagai
usaha & segala upaya akan dilakukan supaya bisa memperoleh
keberhasilan. Belajar dengan giat, bekerja optimal, berusaha
semaksimal, & sebagainya. Namun, kadang kala kita terlalu asyik
berusaha dengan kekuatan sendiri karena kita merasa cukup terampil
serta andal dalam segala hal yang kita kerjakan. Akibatnya, kita
kemudian lupa untuk bersandar pada Tuhan (Yer 17:5). Kala kita gagal,
kita terjerembab dalam keputusasaan, lalu mulai menyalahkan Tuhan.
Padahal, Dia telah memberi kita kunci dari keberhasilan: “tetapi
yang kesukaannya ialah Firman Tuhan & yang merenungkan Firman itu
siang & malam (Maz 1:2).” Taat pada Firman Tuhan, itulah kunci
keberhasilan. Ketika kita meletakkan segala usaha & upaya kita
kedalam tangan kuasa-Nya, & tetap mengandalkan Dia, serta
melakukan kehendak-Nya, Dia sendiri yang akan membuat segala usaha
kita berhasil karena diberkatiNya (Yer 17:7). Biarlah Firman Tuhan
menjadi kesukaan kita lebih dari menikmati makanan kesukaan kita (Yer
15:16), sehingga kita tak berhenti merenungkannya siang & malam.
Lalu mengaplikasikan firman itu di dalam kehidupan kita setiap hari.
Dan firman Tuhan terang bagi jalan hidup kita & memimpin setiap
langkah kita (Maz 119:105), sehingga kita jadi orang yang paling
berbahagia karena diberkati Tuhan segala yang kita perbuat jadi
berhasil & beruntung (Yos 1:8). KUNCI KEBERHASILAN ADA DI dalam
Firman Tuhan & BAGI orang yang MAU TAAT MELAKUKAN KEHENDAKNYA.
Amin. Gbu.
Bp.
Anto – Citraland
SALMON
DAN HIU. Pada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan ‘lebih
enak’ untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam ‘keadaan
hidup‘, saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat
dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu
sebabnya para nelayan Jepang selalu ‘memasukkan salmon tangkapannya
ke suatu kolam buatan‘ agar dalam perjalanan menuju daratan
‘salmon-salmon tersebut tetap hidup.‘ Meski demikian pada
kenyataannya ‘banyak salmon yang mati‘ di dalam kolam buatan
tersebut. ‘Bagaimana cara nelayan Jepang menyiasatinya?‘ Para
nelayan itu memasukkan ‘seekor HIU KECIL‘ di dalam kolam
tersebut. Sungguh ajaib! Hiu kecil tsb MEMAKSA salmon-salmon itu
‘terus bergerak‘ agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil
tersebut. Akibatnya ‘banyak ikan salmon yang tetap hidup‘ &
jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit! DIAM membuat
kita Mati...! BERGERAK membuat kita hidup...! Lalu, apa yang membuat
kita diam? Saat ‘tidak ada masalah‘ dalam hidup dan saat kita
berada dalam ‘zona nyaman.‘ Situasi seperti ini kerap membuat
kita ‘terlena.‘ Segitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa
kita ‘telah mati‘...! Dan..., ‘Apa yang membuat kita bergerak?‘
‘Masalah‘..., sekali lagi..., masalah...! ‘Tekanan Hidup‘..,
dan ‘Tekanan Kerja‘... Saat ‘masalah datang‘, secara otomatis
naluri kita membuat kita ‘bergerak aktif‘ dan ‘berusaha
mengatasi‘ semua ‘pergumulan hidup‘ itu. Tidak hanya itu, kita
menjadi ‘kreatif‘, dan ‘potensi‘ diri kitapun menjadi
‘berkembang luar biasa.‘ Jangan lupa..., bahwa kita akan bisa
‘belajar BANYAK‘ dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman,
tapi justru pada saat kita menghadapi ‘masalah hidup‘. Itu
sebabnya ‘SYUKURILAH‘ kehadiran ‘HIU KECIL‘ yang terus
‘memaksa‘ kita untuk ‘bergerak dan tetap survive‘. Selamat
pagi.

No comments:
Post a Comment