BILLIONAIRE
INCOME
-Billionaire Part 2-
Alfa Omega Church
Sunday Service
October
9th
2016
INTRO:
I
G
M
E, dimulai
dengan INCOME.
Yeremia
29:11, “Aku
tahu rencana yang ada padaKu bagi
kamu, Aku mempunyai rencana yang baik bagimu. Aku tidak merencanakan
melukai kamu. RencanaKu ialah memberikan pengharapan dan masa depan
yang lebih baik bagimu.”
A.
Apa yang Alkitab ajarkan?
Paulus
membahas tentang konsep gaji/upah/bayaran dalam kitab Roma, ketika
dia mengajarkan tentang Anugerah Tuhan.
Roma
4:4 (BIMK) orang yang
bekerja, menerima gaji, dan gajinya tidak dianggap sebagai suatu
pemberian, sebab itu adalah haknya.
Perhatikan:
2 Tesalonika
3:10-15
(Terjemahan
Sederhana Indonesia/TSI).
2 Tes
3:10-11, “Dan waktu
kita masih bersama, kami sudah menyuruh kalian
seperti
ini, ‘siapa
yang tidak mau bekerja, tidak boleh makan.‘
Kami mengingatkan kalian
tentang hal itu karena kami mendengar bahwa ada beberapa orang
diantara kalian yang malas bekerja. Mereka sama sekali tidak bekerja,
tetapi hanya sibuk mencampuri urusan orang lain.”
B.
Bagaimana mendapatkan pemasukan?
Amsal
18:11 (BIMK);
Amsal
20:17. BODY:
Apakah Bapa di
Surga sendiri pernah
deal dengan kebutuhan makan? Lukas
5:2, “Yesus melihat dua perahu di pantai itu; nelayan-nelayannya
sudah turun dari perahu-perahu itu dan sedang mencuci jala mereka.”
Mencuci
jala
menceritakan bahwa
nelayannya itu habis bekerja keras sepanjang malam. Jadi setelah
mereka kerja, dan mereka tidak akan kerja lagi, mereka cuci jalanya,
dibersihkan. Ini saatnya
mereka untuk pulang dan makan lalu istirahat.
Tapi,
Tuhan Yesus, naik ke perahu mereka, menggunakan perahu mereka untuk
khotbah.
Setelah Tuhan Yesus
selesai
mengajar (KKR besar) seperti biasanya, lalu kemudian
perhatikan kitab Lukas
15: 4-5.
Pernakah
kita ada di
situasi dimana kita
sudah berusaha bekerja, tapi rasanya
mungkin:
- “gitu-gitu aja”, dan kita masih perlu INCOME lebih banyak lagi
- “Ga bisa banget”, entah pasar lagi sepi dan sudah dicoba, nggak ada apa-apa sama sekali
Tapi
semua perlu ingat Tuhan, kenapa? Karena:
“ I
have a plan for you, plan to prosper you and even more.”
“Aku
punya rencana
buat kamu,
rencana untuk memberkati kamu bahkan lebih lagi”
Kata-kata
“Bapak Guru”
yang
dipakai Simon ini berasal dari kata
epistata
=
a person who stands over
the others, such as a commander or officer.
Seorang yang lebih dari orang lain.
Di
ayat ini hanya pengikut atau murid yang menggunakan kata epistata,
yang artinya “tuan/guru”. Yang lain pakai kata didaskalos
yang artinya “Guru” tapi ini kata “epistata”
yang
artinya “aku
pengikutMu”.
Ijinkan
Tuhan itu menuntun kita dalam hal income
ini. Jangan hanya
kita sebut Dia Tuhan, tanpa memperlakukannya sebagai Tuhan dalam
hidup kita.
Seringkali
Tuhan mau pakai apa yang SUDAH Tuhan titipkan, hanya
perlu digali lebih dalam. Istilahnya KAMU DIBERKATI, HANYA
PERLU DIGALI.
Potensial
dan kesempatan memperoleh income
itu seringkali sudah ada di tangan kita, hanya
perlu digali lebih dalam. Jangan berkata “aku
ya udah kerjanya gini, ini sudah mentok”.
Petrus juga bisa berkata seperti itu, tapi Tuhan bisa bawa kita ke
tempat dimana kita tidak tahu. Karena Tuhan Mahatahu,
bukan kita Mahatahu,
meskipun kita memiliki keahlian.
Dari
ayat ini saja kita bisa menemukan 2 prisnsip:
- Pikirkan apa kemampuan Anda, gali lebih dalam bagaimana bisa lebih memaksimalkan. Perhatikan Lukas 5:3; Lukas 6-7; Yesus naik ke salah satu perahu, yaitu perahu Simon, lalu menyuruh Simon mendorong perahunya itu sedikit jauh.
- Temukan dimana traffic/target banyak berada. I have a plan for you, plan to prosper you and even more… “Aku punya rencana buat kamu, rencana untuk memberkati kamu bahkan lebih lagi.”
Tuhan
tidak
pernah memikirkan
untuk memiskinkan kita, tapi untuk memberkati kita, sampai pada
kelimpahan. Kita perlu usaha mendengar
Tuhan,
dan mengerjakan
yang Dia percayakan.
CONCLUSION:
2
hal yang
dapat Anda
lakukan:
-
Mendengar
-
Menggali
lebih
dalam
Tuhan
ingin berkata: Aku masih mau bicara dan mengarahkan kamu. I
have a plan for you, plan to prosper you and even more.
“Aku
punya rencana
buat kamu,
rencana untuk memberkati kamu bahkan lebih lagi.”
No comments:
Post a Comment