Wednesday, 26 October 2016

26 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Lukas 6:38, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Standard /ukuran yang kita pakai akan diukurkan kepada kita juga :). Yaitu: Takaran yang baik, takaran yang dipadatkan, takaran yang digoncang & takaran yang tumpah keluar. Semua takaran ini akan dicurahkan ke dalam ribaan kita. Jika kita antusias dalam memberi (memberi dalam arti yang luas: tidak hanya materi tetapi waktu, tenaga, pikiran, dsb-nya) maka Tuhan pun sudah menyediakan Takaran yang berlimpah luar biasa bagi kita. Sebab kita hidup didalam Tuhan yaitu didalam Entheos (dalam payung anugerahNya Tuhan). Jadi sudah seharusnya hidup kita antusias :). Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Rabu, 26 Oktober 2016. Bacaan: Mazmur 121. Setahun: Lukas 12-13. Nas: TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya (Mazmur 121:8). Paku-Paku di Jalan. Pada akhir 2013, petugas Kepolisian Lalulintas Satuan Wilayah Jakarta Timur bersama relawan yang tergabung dalam Semut Orange Community melakukan operasi ranjau paku. Selama 6 bulan razia, mereka mampu mengumpulkan 650 kilogram paku. Seperti jalan raya, perjalanan hidup juga tertebari paku-paku. Paku-paku itu-berupa persoalan, kesukaran, bahaya, risiko-sangat berpotensi mencelakai. Melihat itu, orang berkesimpulan bahwa hidup ini penuh ancaman. Tetapi, saya melihatnya secara berbeda. Tiap hari, saya bersepeda motor dari rumah ke kantor, pergi-pulang, dua kali 14 kilometer. Dalam sepuluh tahun, tiga kali ban saya terkena paku. Tiap hari, 28 kilometer, di jalan-jalan yang tertebari begitu banyak paku, selama sepuluh tahun, hanya tiga kali terkena paku! Bayangkanlah itu! Di luar yang tiga kali tadi, ke mana paku-paku itu “menyingkir” ketika saya lewat? Siapa menata jalanan sehingga dalam sepuluh tahun hanya tiga kali ban saya terkena paku? Jika hanya satu-dua kali paku-paku itu “menyingkir”, barangkali itu kebetulan. Tetapi 28 kilometer, sepuluh tahun, tiap hari, dan hanya tiga kali terkena paku? Itu bukan kebetulan. Itu Tuhan! Tuhanlah yang menata semuanya sehingga saya bisa melewati jalanan penuh bahaya itu dengan aman sentosa. Paku-paku bertebaran dalam kehidupan. Tetapi, “Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” Itulah yang saya percayai –EE. DI RUAS-RUAS JALAN KEHIDUPAN, TANGAN TUHAN SENANTIASA MENJAGA KITA, MENGUBAH JALAN PENUH “PAKU” MENJADI ARENA ANUGERAH.

Xavier Quentin Pranata
Buku bukan hanya jendela dunia, tetapi juga jendela jiwa.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
KAPAL. Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, & engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu & isterimu & isteri anak-anakmu” (Kejadian 6:18). Hidup ini bagaikan sebuah kapal yang mengarungi samudera laut yang begitu luasnya. Ketika cuaca sedang cerah, maka kapal dapat berlayar dengan lancar tanpa gangguan. Semua perkiraan berapa lama perjalanan akan ditempuh & rute mana yang akan dilewati dapat dilakukan dengan akurat. Bahkan kita dapat menikmati betapa indahnya perjalanan yang kita lalui hingga tujuan. Tidak demikian ketika kita berlayar dalam keadaan cuaca yang buruk. Hujan badai yang turun akan mengakibatkan gelombang yang sangat besar, sehingga kapal akan terombang-ambing dengan begitu dahsyatnya. Ombak yang sangat besar akan membuat perjalanan menjadi sangat tidak nyaman & juga berbahaya. Perjalanan yang ditempuh akan memakan waktu yang lebih lama & bahkan rute perjalanan juga dapat berubah. Kapal kecil tidak akan bertahan mengarungi samudera yang sedang diterpa oleh badai. Mungkin saja kapal tersebut dapat tenggelam oleh ganasnya badai yang menerpa. Kapal yang lebih besar & mempunyai teknologi yang lebih canggih akan dapat bertahan mengarungi badai yang hebat. Apalagi didukung oleh nakhoda yang berpengalaman, maka kapal itu akan dapat melalui badai dengan selamat. Demikian juga hidup kita ini, hidup kita ibarat kapal yang sedang mengarungi lautan yang luas untuk mencapai suatu tujuan. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita melalui cuaca yang cerah & kapan kita melalui hujan badai. Perkiraan cuaca mungkin dapat memberi kita gambaran akan apa yang akan terjadi. Tetapi kita akan tetap melewatinya apakah cuaca sedang cerah ataupun buruk. Selama hidup kita berpegang teguh kepada Tuhan maka Dia akan menuntun setiap langkah hidup kita. Dia akan memberi kita hikmat atas apa yang akan kita hadapi. Bahkan Dia juga akan menyertai kita dlm setiap peristiwa yang akan kita alami, entah itu baik maupun buruk. So, mari kita tetap mengandalkan Tuhan & biar Tuhan yang menjadi nahkoda kapal dalam hidup kita. GBU all...

Bp. Deddy – Bukit Zaitun
God, I am praying that from this morning on until the remaining of the day let you guide, lead and protect us. Shine your face upon us. Let us be a light today. We are willing to make ourselves available to you, Lord. Please show up God. We are ready for you. Amen!!! #feedthefaith #mydevo
Bapa Yahweh, kami berdoa mulai dari pagi ini sampai menjelang kesudahan hari ini, Engkau yang memimpin, membimbing dan melindungi kami. Palingkanlah wajahMu atas kami. Dan pimpinlah kami untuk menjadi terangMu. Kami menyediakan diri kami untuk Engkau. Hadirlah Tuhan. Kami siap bersamaMu. Amin!!!! #asupaniman #renunganku

No comments:

Post a Comment