BILLIONAIRE
Lukas
6:38, “Berilah dan kamu
akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang
dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab
ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Standard /ukuran yang kita pakai akan diukurkan kepada kita juga :).
Yaitu: Takaran yang baik, takaran yang dipadatkan, takaran yang
digoncang & takaran yang tumpah keluar. Semua takaran ini akan
dicurahkan ke dalam ribaan kita. Jika kita antusias dalam memberi
(memberi dalam arti yang luas: tidak hanya materi tetapi waktu,
tenaga, pikiran, dsb-nya) maka Tuhan pun sudah menyediakan Takaran
yang berlimpah luar biasa bagi kita. Sebab kita hidup didalam Tuhan
yaitu didalam Entheos
(dalam payung anugerahNya Tuhan). Jadi sudah seharusnya hidup kita
antusias :). Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Rabu, 26 Oktober 2016. Bacaan: Mazmur 121. Setahun: Lukas
12-13. Nas: TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai
selama-lamanya (Mazmur 121:8). Paku-Paku di Jalan. Pada akhir 2013,
petugas Kepolisian Lalulintas Satuan Wilayah Jakarta Timur bersama
relawan yang tergabung dalam Semut Orange Community melakukan operasi
ranjau paku. Selama 6 bulan razia, mereka mampu mengumpulkan 650
kilogram paku. Seperti jalan raya, perjalanan hidup juga tertebari
paku-paku. Paku-paku itu-berupa persoalan, kesukaran, bahaya,
risiko-sangat berpotensi mencelakai. Melihat itu, orang berkesimpulan
bahwa hidup ini penuh ancaman. Tetapi, saya melihatnya secara
berbeda. Tiap hari, saya bersepeda motor dari rumah ke kantor,
pergi-pulang, dua kali 14 kilometer. Dalam sepuluh tahun, tiga kali
ban saya terkena paku. Tiap hari, 28 kilometer, di jalan-jalan yang
tertebari begitu banyak paku, selama sepuluh tahun, hanya tiga kali
terkena paku! Bayangkanlah itu! Di luar yang tiga kali tadi, ke mana
paku-paku itu “menyingkir” ketika saya lewat? Siapa menata
jalanan sehingga dalam sepuluh tahun hanya tiga kali ban saya terkena
paku? Jika hanya satu-dua kali paku-paku itu “menyingkir”,
barangkali itu kebetulan. Tetapi 28 kilometer, sepuluh tahun, tiap
hari, dan hanya tiga kali terkena paku? Itu bukan kebetulan. Itu
Tuhan! Tuhanlah yang menata semuanya sehingga saya bisa melewati
jalanan penuh bahaya itu dengan aman sentosa. Paku-paku bertebaran
dalam kehidupan. Tetapi, “Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari
sekarang sampai selama-lamanya.” Itulah yang saya percayai –EE.
DI RUAS-RUAS JALAN KEHIDUPAN, TANGAN TUHAN SENANTIASA MENJAGA KITA,
MENGUBAH JALAN PENUH “PAKU” MENJADI ARENA ANUGERAH.
Xavier
Quentin Pranata
“Buku
bukan hanya jendela dunia, tetapi juga jendela jiwa.” Xavier
Quentin Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
KAPAL.
Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, & engkau
akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan
anak-anakmu & isterimu & isteri anak-anakmu” (Kejadian
6:18). Hidup ini bagaikan sebuah kapal yang mengarungi samudera laut
yang begitu luasnya. Ketika cuaca sedang cerah, maka kapal dapat
berlayar dengan lancar tanpa gangguan. Semua perkiraan berapa lama
perjalanan akan ditempuh & rute mana yang akan dilewati dapat
dilakukan dengan akurat. Bahkan kita dapat menikmati betapa indahnya
perjalanan yang kita lalui hingga tujuan. Tidak demikian ketika kita
berlayar dalam keadaan cuaca yang buruk. Hujan badai yang turun akan
mengakibatkan gelombang yang sangat besar, sehingga kapal akan
terombang-ambing dengan begitu dahsyatnya. Ombak yang sangat besar
akan membuat perjalanan menjadi sangat tidak nyaman & juga
berbahaya. Perjalanan yang ditempuh akan memakan waktu yang lebih
lama & bahkan rute perjalanan juga dapat berubah. Kapal kecil
tidak akan bertahan mengarungi samudera yang sedang diterpa oleh
badai. Mungkin saja kapal tersebut dapat tenggelam oleh ganasnya
badai yang menerpa. Kapal yang lebih besar & mempunyai teknologi
yang lebih canggih akan dapat bertahan mengarungi badai yang hebat.
Apalagi didukung oleh nakhoda yang berpengalaman, maka kapal itu akan
dapat melalui badai dengan selamat. Demikian juga hidup kita ini,
hidup kita ibarat kapal yang sedang mengarungi lautan yang luas untuk
mencapai suatu tujuan. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita melalui
cuaca yang cerah & kapan kita melalui hujan badai. Perkiraan
cuaca mungkin dapat memberi kita gambaran akan apa yang akan terjadi.
Tetapi kita akan tetap melewatinya apakah cuaca sedang cerah ataupun
buruk. Selama hidup kita berpegang teguh kepada Tuhan maka Dia akan
menuntun setiap langkah hidup kita. Dia akan memberi kita hikmat atas
apa yang akan kita hadapi. Bahkan Dia juga akan menyertai kita dlm
setiap peristiwa yang akan kita alami, entah itu baik maupun buruk.
So, mari kita tetap mengandalkan Tuhan & biar Tuhan yang menjadi
nahkoda kapal dalam hidup kita. GBU all...
Bp.
Deddy – Bukit Zaitun
God,
I am praying that from this morning on until the remaining of the day
let you guide, lead and protect us. Shine your face upon us. Let us
be a light today. We are willing to make ourselves available to you,
Lord. Please show up God. We are ready for you. Amen!!!
#feedthefaith #mydevo
Bapa
Yahweh, kami berdoa mulai dari pagi ini sampai menjelang kesudahan
hari ini, Engkau yang memimpin, membimbing dan melindungi kami.
Palingkanlah wajahMu atas kami. Dan pimpinlah kami untuk menjadi
terangMu. Kami menyediakan diri kami untuk Engkau. Hadirlah Tuhan.
Kami siap bersamaMu. Amin!!!! #asupaniman #renunganku

No comments:
Post a Comment